Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
Berteman.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Persiapan pernikahan Kyra sudah rampung 100%.


Kyra semakin tidak sabar menunggu datangnya hari esok.


Satu hari sebelum hari H nya,,Mamy Jia menyuruh Kyra untuk melakukan perwatan tubuh disebuah Clinik kecanttikan.Karena menikah dengan seorang pengusaha sukses sekelas Marvin mewajibkan Kyra tampil sempurna dihari spesialnya.


Dengan ditemani Icha dan Mita,Kyra berangkat keclinic itu.


Mita dan Icha juga disuruh melakukan perawatan oleh Mamy Jia.


Langkah mereka terhenti saat memasuki Clinik itu.


"Kak abel" panggil Kyra saat melihat wanita yang dulu menjadi rivalnya itu duduk dikursi tunggu.


Abel menoleh dan terkejut"Kyra....Kau disini?"


"Iya Kak,Mamy Jia menyuruhku melakukan perawatan" Ujar Kyra dengan seyum indahnya.


Sementara Mita dan Icha merasa khawatir takut jika wanita itu bertindak jahat lagi.


"oh aku sampai lupa..Besok kan hari pernikahanmu dengan Marvin kan?"Ujar Abel yang memang baru ingat.


Kyra mengangguk" Kakak harus datang ya bersama Kak.Erick",


Abel terdiam sesaat mengingat kakaknya.Mungkin besok adalah hari terberat untuk abangnya itu.


Abel terseyum"Tentu Kyra Kami akan datang.Aku ikut bahagia"Ujar Tulus Abel.


Kyra langsung menggengam tangan Abel.


"Makasih ya Kak....Kita berteman kan sekarang?" Ujar Kyra.


Abel mengangguk cepat.",Tentu....Terima kasih karena kau sudah mau memaafkanku"


Kyra terseyum lebar..."Yasudah ayo kita sama sama spa bersama"Ajak Kyra yang membuat Icha dan Mita terkejut.


Dengan bujukan Kyra,Abel mau melakukan perawatan bersama.


Keempat wanita itu akhirnya menikmati perawatan tubuh secara bersama.Mereka sudah nampak bercanda satu sama lain.Tidak ada rasa canggung didiri Abel lagi dan tidak ada sikap kaku yang ditunjukkan Icha dan Mita.Semua menikmati kebersamaan itu karena Kyra yang mencoba mendekatkan mereka.


Tak terasa hari sudah sangat siang saat mereka sudah selesai dengan perawatan tubuh mereka.


"Kak kami akan kebutik,Aku ingin mencoba sekali lagi gaunnku sebelum kupakai besok,Apa kak Abel ingin ikut?" Tanya Kyra saat ingin keluar klinick.


"Kebetulan aku tidak ada acara.Apa kau tidak keberatan jika aku ikut Ky?" Tanya Ragu Abel yang masih sungkan.


"Tentu tidak Kak...aku justru senang Kakak bisa ikut" Ujar Kyra.


Icha dan Mita juga ikut mengangguk.


"Yasudah aku ikut"jawab Abel terlihat senang.


Mereka pun segera menuju butik tempat Kyra memesan gaun.


Tanpa Kyra tahu Abel mengirim pesan pada Erick untuk menjemputnya dibutik.


Abel ingin Kakaknya bisa bertemu dengan Kyra,sebelum gadis itu menjadi milik Marvin.


Erick yang sedang berada dikantor seketika terkejut melihat pesan dari sang adik.Ada rasa senang dihatinya.

__ADS_1


Dengan segera ia menuju butik itu.


Kyra dan yang lainnya sudah sampai dibutik.


Kyra memesan dua baju.Satu kebaya putih modern dengan paduan kain broklat dan batik untuk acara ijab Cobul.Dan satu lagi gaun putih modern bahan sutra dan satin dengan model simple dan berekor panjang untuk acara pestanya.


Kyra langsung diarahkan sang disainer untuk mencoba gaunnya.


Sambil menunggu,Icha,Mita dan Abel melihat lihat koleksi gaun dibutik itu.


Srekkkkkkkkk.......suara korden terbuka menampakkan Kyra yang sudah memakai gaunnya.gadis itu lalu melangkah maju.


Disaat bersamaan Erick muncul.


Deg,.........


Jantung Erick seakan terhenti,ia terpana melihat gadis yang ia cintai terlihat begitu cantik,anggun dan mempesona dengan balutan gaun indah itu.


Mata Erick seakan tak bisa berkedip melihat Kyra yang terseyum indah.


"Andai kau menjadi pengantinku Kyra", Lirih Erick yang sudah tersadar,ada rasa ngilu yang ia rasakan lagi dihatinya menyadari kenyataan pahit yang harus ia terima.


Kyra terkejut melihat keberadaan Erick yang sudah menatapnya intens.


"Kak Erick"Ucap Kyra.


Membuat semua menoleh kearah Pria blestetan itu.


Seketika Mita dan Icha merasa takut,jika Marvin tahu ada pria itu didekat Kyra.


",Maaf aku yang meminta Kak Erick untuk menjemputku" Ujar Abel beralasan.


Kyra mengangguk pelan.


"Kau sangat cantik Ky dengan gaun itu" Puji Erick tanpa ragu.


Kyra terseyum lembut"Terima kasih Kak"


Abel bisa melihat tatapan cinta yang dalam dimata sang Kakak.


"Iya Ky,Kamu cantik banget pake gaun ini...aku jadi iri...Beruntung sekali pria yang mendapatkan kamu", Puji Abel.


Kyra terseyum indah membuat Erick semakin terpesona.


" Kakak bisa saja.....Jangan membuatku malu kak"


Icha dan Mita berharap anak buah Kian atau Marvin tidak melihat ini.


Setelah sang Desainer memastikan tidak ada kekurangan gaun itu ditubuh Kyra,Kyra segera melepas gaun itu.


"Apa aku bisa mengajak kalian makan siang bersama?" Tanya Erick pada Kyra.


Kyra nampak berfikir sesaat lalu melihat kearah Mita dan Icha.Dengan penuh pertimbangan Kyra yang merasa tidak tega pada Erick menyetujui ajakan itu.


Disebuah restoran yang tidak jauh dari tempat itu mereka makan.


Kyra merasa tidak khawatir jika Marvin sampai tahu ini karena ia juga bersama Icha dan Mita.


Erick memesankan hidangan yang mewah untuk semuanya.Ia merasa ini kesempatan terakhirnya bisa makan bersama Kyra sebelum gadis itu menjadi milik orang lain.


Sesekali Erick melirik kearah Kyra saat mereka sedang menikmati hidangan mereka.Entah kenapa Erick semakin merasa berat melepas Kyra untuk Marvin besok.

__ADS_1


",Aku berharap kau selalu bahagia Ky...Ingat jika ada apa apa jangan sungkan hubungi aku meski aku ada diThailand" Ujar Erick tulus..


"Terima kasih ya Kak.Kakak juga harus cepat menikah dan jangan lupa mengundang aku"Ujar Kyra mencoba bersikap biasa.


Jujur Kyra tahu jika Erick masih mencintainya,itu bisa dilihat dari tatapan dan perhatian pria itu padanya.


Hati Kyra yang lembut seakan tak tega untuk bersikap acuh atau buruk pada Pria itu,Kyra mencoba untuk tetap menghargai dan menghormati perasaan yang Erick miliki untuknya.


Erick terseyum kecut lalu menunduk sekilas ada kegetiran yang menyeruak dihatinya dan itu bisa dilihat oleh Abel.


**Entah apa aku bisa mendapatkan penggantimu dihatiku Kyra**Gumam Erick dalam hatinya.


Setelah selesai makan,Erick dan Abel hendak berpamitan.


" Yasudah kami pulang dulu ya Ky",Ujar Erick yang semakin tak bisa mengendalikan perasaannya jika berada didekat Kyra.


Kyra reflek berdiri membuat Erick mendekat menatapnya lekat.


"Apa boleh aku memelukmu Ky,sebelum kau menikah"Pinta Erick yang seakan tak bisa menahan lagi.


Kyra tercekat dengan permintaan Erick itu tapi disisi lain ada rasa kasihan pada pria tampan itu.


Kyra reflek mengangguk pelan.


Perlahan Erick memeluk tubuh sintal Kyra dengan erat.Erick memejamkan matanya sesaat merasakan kenyamanan yang tak akan bisa ia dapatkan lagi setelah ini.


Dengan jelas Kyra bisa merasakan detak jantung Erick yang berdetak kencang.Ia begitu merasakan besarnya Cinta Erick untuknya.Pria baik yang sayangnya ia tak bisa membalas perasaannya.


"Maafkan Kyra Kak" Ujar Lirih Kyra dan tanpa terasa air matanya sudah menetes.Ada rasa bersalah telah melukai pria itu.


Erick masih memeluk tubuh itu,membuat Icha dan Mita merasa khawatir jika sampai ada anak buah Marvin yang melihat.


"Aku mencintaimu Kyra" Bisik Erick membuat tubuh Kyra menegang.


Erick segera melepaskan pelukannya lalu segera melangkah tanpa melihat Kyra."Sampai jumpa lagi Kyra"


"Maafkan Kyra Kak,,,Kyra harap kita bisa berteman Kak", Ujar Kyra yang membuat langkah Erick terhenti.


Erick menoleh dengan seyum menawannya tanpa berucap sepatah katapun lalu segera melangkah kembali diikuti Abel.


Kyra seketika terduduk lemas.


" Aku sudah menyakitinya....Semoga dia mendapatkan kebahagiaan "Gumam.Kyra.


Icha menggenggam tangan Kyra erat


" Hidup itu pilihan Ky....Kak Icha yakin seiring jalan nya waktu,luka dihati Kak Erick pasti sembuh.Kau doakan saja dia"


Kyra mengangguk dengan seyumannya.


Sementara Dimobil,Pandagan Erick terlihat sendu.Tanpa sadar pria maskulin itu meneteskan air matanya membuat Abel mengusap bahu sang Kakak lembut.


Erick menoleh menatap sang Adik"Apa aku harus merebutnya abel...?? aku tidak ingin menjadi orang jahat....Tapi kenapa rasa sakitttt ini begitu menyiksaku abel.....Kakak harus bagaimana....Haaaaa????ujar Erick dengan nada yang menyedihkan.


Abel memeluk erat sang Kakak.


"Abek percaya Kakak bisa melewati ini semua...."


Erick serasa ingin mati saja,Rasa cinta yang ia miliki begitu menyiksanya saat ini.Ia berusaha menekan rasa egoisnya dan ambisinya untuk memiliki Kyra seutuhnya.


Sampai rumah,Erick memilih untuk menenggak minuman berakoholnya untuk meringankan rasa sakit dihatinya....Lebih baik dirinya yang sakit dari pada melihat Kyra yang terluka.

__ADS_1


@@


Ahhh Author merasa baper...Jadi pengin bikin cerita buat Erick nich....


__ADS_2