Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
SS2-50.. Mengejutkan.


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Setelah disembunyikan secara rapat, Akhirnya Mama Siska mendengar kabar tentang pernikahan sang putra.


Tentu saja ia sangat terkejut dan merasa sangat marah.Emosinya semakin memuncak saat tahu sang suami ikut andil dalam semua rencana ini dan mereka pun bertengkar hebat hingga membuat Papa Gerald tak sadar menampar Mama Siska yang dengan sengaja mendoakan hal buruk untuk sang putra.


Kemarahan wanita paruh baya itu semakin menjadi setelah tidak menemukan keberadaan sang putra dimana mana,dan ia baru mengetahui jika Gio saat ini berada di Jepang.


Kekesalannya pun semakin bertambah manakala seseorang menghubunginya untuk meminta sejumlah uang.


Disebuah gedung tua bekas sekolah .


Mama Siska yang hatinya sedang kesal menemui seseorang yang tak lain adalah Preman yang hampir saja menodai Icha.


Ternyata dalang dari musibah Icha adalah Mama Gio sendiri.


"Mana uangnya,Aku membutuhkannya lagi untuk bertahan hidup.Saat ini anak buah bos WIN group itu sedang mencari ku Nyoya!"ujar Sang Preman.


Siska terseyum sinis"Kau saja tidak becus menyelesaikan tugasmu.Aku meminta kau untuk menodai gadis itu tapi kau justru Gagal melakukannya.Dan Karena kegagalan mu,Putraku menikahi gadis kampung itu!Kau masih berani meminta uang lagi padaku.Jangan harap aku memberikannya padamu!"Sarkas Siska yang membuat preman itu kesal.


Mama Siska datang bersama sang sopir yang ia suruh untuk menunggu dari kejauhan.


"Jangan lari dari tanggung jawab Nyoya,Atau aku akan membuka semuanya pada Bos WIN itu,siapa yang menyuruh ku!"ancam preman yang selama ini bersembunyi ditempat itu.


"Coba saja kalau kau berani,kau juga akan masuk penjara,Sedangkan aku akan bebas dengan uangku yang banyak "jawab Siska sombong"Jangan pernah berani mengubungi ku lagi Breng....k!"Ujar Mama Siska yang lantas berbalik ingin pergi dari tempat kotor itu.


Srettttttt.......


Mendengar ucapan Siska yang begitu menyakitkan membuat sang preman naik pitam.Pria itu sudah tersulut api amarah dan tanpa berpikir lama ia dengan kilat mengambil sebuah pisau tajam dan menusukkan nya dua kali dipinggang dan punggung Mama Siska saat wanita itu lengah.


Akrhhhhhhh....Jarit Mama Siska sebelum jatuh terkapar kelantai.ia merasakan sakit yang luar biasa.


Melihat darah segar mengalir didepannya,Preman itu segera bergegas berlari melarikan diri.Dan keluar dari gedung Tua itu.Sedangkan sang sopir segera membawa mama Siska kerumah sakit.


Sebenarnya selama beberapa hari ini tanpa disadari Mama Siska,Ada beberapa pria yang mengawasi nya dan itu tentu saja merupakan anak buah Kian.

__ADS_1


Kian yang menaruh rasa curiga yang cukup besar pada Mama Siska berinisiatif menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengawasi Mama Siska secara diam diam tanpa sepengetahuan siapapun.Ia yakin suatu saat pasti Wanita paruh baya itu menemui penjahat itu dan ternyata dugaannya sangat tepat.


Dorrrrrr,.......


Satu tembakan bersarang dikaki preman itu dari salah satu anak buah Kian.


Membuat pria itu jatuh tersungkur ketanah.Ia benar benar tidak menyangka pelariannya akan berhenti sampai disini.


Sesuai instruksi Kian yang menyuruh untuk langsung menembak kaki preman itu,Anak buahnya pun melakukan tugas itu dengan baik setelah mereka yakin jika preman itu orang yang selama ini mereka cari.Dengan sigap mereka meringkus dan membawa kemarkas.Mereka juga segera menghubungi Kian untuk memberi kabar ini.


Sedangkan Di WIN Grup.


Gin yang menerima telpon dari anak buahnya segera memberitahukan pada Kian yang sedang bersama Marvin dan Fabian.


Mereka sungguh merasa terkejut tentang fakta yang akan menyakiti hati Gio ini.Mereka juga merasa lega akhirnya preman itu sudah tertangkap.


Ketiganya segera menuju Rumah sakit.


DiRumah sakit.


Papa Gerald yang sedang merasa bingung sedih dan panik merasa ada sesuatu yang tidak beres.


"Bagaimana kalian bisa tahu,padahal aku belum memberitahu siapa siapa bahkan pada Jia sahabatku!"Ujar Papa Gerald bingung.


Saat ini mereka sedang berada didepan ruang operasi.


"Maafkan aku paman Gerald,Sebenarnya tanpa sepengetahuan siapapun aku menyuruh anak buahku untuk mengawasi Tante Siska beberapa hari ini"ujar Kian ambigu yang membuat papa Gerald semakin bingung.


"Apa maksudmu Kian?Jelaskan pada Paman.Jangan berbelit belit!"tegas Papa Gerald.


"Aku harap paman lebih tenang setelah mendengar semuanya.Ini soal kejadian yang hampir melecehkan Icha tempo hari,paman ingat aku meringkus dan menyekap anak buah preman itu?"Ujar Kian yang diangguki Papa Gerald.


"Dan setelah beberapa hari penjahat itu mengaku jika ia dan bosnya disuruh oleh seorang wanita paruh baya.Aku merasa orang yang paling membenci Icha saat ini adalah Tante Siska,karena kecurigaan itu aku menyuruh anak buahku mengawasi istri paman.Dan ternyata kecurigaan ku benar paman,Tante Siska tadi menemui bos preman itu!"


Deg......... Bagai disambar petir Papa Gerald begitu terkejut dan hampir limbung jika Kian tidak menahan lengannya.

__ADS_1


Pria berwajah indo itu benar benar tak menyangka jika sang istri bisa sebenci dan sejahat itu pada Icha.Ia juga merasa kecolongan dengan sikap sang istri yang selama ini terlalu ia bebaskan.


Papa Gerald menatap lekat Kian"Jadi yang menusuk Istriku adalah bos preman itu?"


"Iya paman"


Papa Gerald semakin lemas mendengar semua itu.


"Aku harap paman lebih tenang setelah mendengar semuanya"ujar Marvin yang mencoba menenangkan Papa Gerald.


"Paman yang kupikirkan sekarang adalah bagaimana perasaan Gio setelah mendengar semua kenyataan ini,Aku bingung harus bagaimana menjelaskan padanya.Apa paman sudah menghubungi nya?"tanya Kian.


"Sudah tadi sebelum kalian datang aku sempat menghubungi Gio,dan kebetulan mereka juga ingin pulang dan akan menaiki pesawat Jet yang Gio sudah siapkan,Gio bilang ia merasa tidak enak dengan perasaannya dari semalam dan memutuskan untuk cepat pulang,mungkin ia memiliki firasat tentang kejadian ini"


"Jika Gio sudah datang nanti,jelaskan saja padanya Kian,Gio tetap harus tahu semua ini.Paman tidak mau menyembunyikan apapun darinya.Meskipun ini pahit untuk Putra paman tapi paman percaya Gio bisa bersikap bijaksana menghadapi semua ini."


Kian mengangguk kearah Papa Gerald"Dan saat ini penjahat itu sudah aku tahan dimarkasku paman,kita bisa menemuinya nanti!"


Semua setuju dengan pernyataan Kian.


Perasaan Papa Gerald semakin tak menentu saat melihat para perawat keluar masuk ruang operasi.


Ia begitu takut kehilangan sang istri,meskipun sang istri sudah begitu jahat tapi wanita itu tetap saja wanita yang paling ia cintai.


7 jam berlalu tapi operasi besar itu belum selesai.Satu persatu sudah datang setelah mendengar kabar ini termasuk Mamy Jia sahabat Papa Gerald dan Mama Siska.


Tentu mereka sangat terkejut dengan apa yang menimpa Mama Siska,Disisi lain mereka tak percaya dengan kejahatan nya tapi disisi lain mereka merasa kasihan dan khawatir.


Menit berganti jam,Papa Gerald semakin meremas kedua tangannya,ia benar benar merasa cemas dengan keadaan sang istri.


Sementara di pesawat,Gio merasa begitu cemas dengan keadaan sang Mama.Mendengar kabar dari sang papa tadi membuat nya begitu terkejut.Walaupun saat ini hubungan nya dengan sang mama sedang tidak baik tapi tetap saja Gio sangat menyayangi wanita yang sudah melahirkannya itu.


Icha menggenggam erat tangan Sang Suami yang nampak tak tenang"Kakak harus kuat dan sebaiknya kita berdoa saja,semoga Mama baik baik saja"


Gio menatap manik mata pekat Icha dengan seyum tipisnya"Kau benar sayang.Terima kasih ya.Kau adalah sumber kekuatan ku"Cupp..

__ADS_1


Gio mencium mesra kening Icha,Ia merasakan ketulusan hati sang istri yang tak pernah sedikitpun membenci sang mama yang sudah bersikap buruk padanya.


__ADS_2