
Marvin menarik tangan Kyra hingga sampai diruangannya lalu mendudukkan tubuh Kyra disofa.Marvin segera mengambil kotak P3K dari atas nakas.
Marvin dengan lembut mengompres luka di Bibir Kyra lalu mengolesinya dengan salep.
Kyra terseyum simpul saat melihat wajah Marvin yang terlihat khawatir padanya juga perlakuan manis Marvin padanya.
Marvin menyerngitkan keningnya heran melihat Kyra tidak terlihat kesakitan dan bahkan terseyum simpul didepannya.
"Kenapa terseyum,Apa tidak sakit?" Tanya Marvin yang sudah selesai mengobati luka Kyra.
Kyra terseyum lembut sambil menatap lekat Marvin.
"Aku tidak merasa sakit asal berada disisimu"
Marvin menghangat mendengar Jawaban Kyra.
"Terima kasih ya karena kau sudah membelaku didepan mereka bahkan kau mau mengakuiku sebagai kekasihmu"
"Harusnya dari kemarin aku mengikuti saran Mamy untuk mengakuimu sebagai kekasihku didepan para karyawan,Jadi kau tak terluka seperti ini dan mereka tidak akan menghinamu tadi"
"Aku tidak apa apa,Aku juga sudah terbiasa dengan penghinaan,Aku ini kuat tidak selemah yang kau pikirkan" Ujar Kyra.
Marvin merasa ada kesedihan dibalik perkataan Kyra,Ada kepedihan dan juga ada perjuangan Kyra yang selama ini Kyra alami dari kecil.
"Kenapa kau tidak membalas penghinaan mereka?" Tanya Marvin tiba tiba.
"Aku tidak ingin membalas mereka,Untuk apa?Tidak ada gunanya.Biarkan saja mereka menganggapku rendah,Aku tidak perduli.Yang terpenting kau masih tetap berada disisiku" Ucap Kyra lembut dengan tatapan lekatnya pada Marvin.
"Hatimu Cantik Kyra,secantik Wajahmu"Gumam Marvin dalam hati yang duduk disebelah Kyra.
Kyra yang merasa lelah menyenderkan kepalanya kelengan berotot Marvin dan pria itu tidak menolaknya.
Beberapa saat kemudian,Nafas Kyra mulai teratur,Marvin menoleh dan melihat Kyra sudah tertidur pulas.
Dengan lembut Marvin mengangkat tubuh Kyra dengan gaya bridel menuju kamar pribadinya yang tersembunyi dibalik lemari besarnya.
Kamar yang biasa digunakan Marvin untuk beristirahat sejenak jika berada dikantor.
Cup ...
Marvin mencium kening Kyra lembut setelah membaringkan tubuh gsdis itu diatas ranjang.
Marvin sejenak melihat wajah cantik Kyra yang tertidur tenang" Kau terlalu sering terluka karena mencintaiku Rubah kecil"
Jujur saat Marvin melihat Kyra dihina dan disakiti,Dia merasa marah dan kesal.Marvin seakan tak rela jika ada yang melukai Kyra.
Dan Marvin segera menyuruh Dika untuk memanggil Bu Lina keruangannya.
Tak lama BuLina yang menjabat sebagai manager keuangan tempat Devisi Kyra bekerja datang menggadap dengan wajah gugupnya.
Bu Lina yang juga baru tadi mengetahui jika Kyra ternyata kekasih bos besarnya merasa tegang, Takut jika diriinya melakukan kesalahan pada Kyra.
Marvin menatap Bu Lina yang sudah berdiri didepannya dengan wajah dingin membuat Wanita itu semakin takut.
"Apa bapak memanggil saya?" Tanya Bu Lina sambil menunduk.
"Hari ini Kyra tidak bisa kembali bekerja,Dia sedang tidak enak badan.Kau berikan saja tugasnya untuk orang lain."
"Baik pak"
"Dan satu lagi,Tugasmu sekarang mengawasi Kyra saat berada diruangan devisimu dan Katakan padaku jika ada yang mengganggunya"Perintah tegas Marvin.
__ADS_1
" Saya akan melakukan seperti yang anda minta"
"Bagus.kau bisa keluar sekarang" Perintah Marvin dengan wajah dingingnya.
Satu Jam berlalu,Tiba tiba Mamy Jia muncul diruangan Marvin.Pria itu nampak terkejut melihat kedatangan ibunya.
Jia yang mendapat laporan dari mata matanya dikantor tentang keributan yang dialami Kyra langsung merasa khawatir dan ingin segera menemui Kyra.
"Mamy kenapa kesini?" Tanya Marvin yang masih duduk dikursi kebesarannya.
"Dimana Kyra?"diwajah Jia ada mimik khawatir.
" Dia sedang tidur my,Dikamar pribadiku''
Jia terseyum tipis mendengar jawaban putranya.
"Mamy jangan berfikiran macam macam,Kyra tadi hanya tertidur saja setelah aku obati"
"Apa Kyra terluka?" tanya Jia yang merasa terkejut..
"Sedikit My,Hanya lebam diujung bibirnya"
Kyra yang mendengar suara Mamy Jia langsung bangun.Setelah merasa kagum melihat kamar rahasia milik Marvin yang ia tiduri.
"Mamy....."
"Cantikkkkk......" Sapa Jia langsung memeluk Kyra.
Marvin diam memandang interaksi keduanya.
Lalu Jia melepas pelukan dan mengamati wajah Kyra dan benar saja ada luka di ujung bibir Kyra,Jia sudah pasti tahu itu karena apa.
"Mamy mendengar kau dihina dan dilukai dikantin,mamy sangat khawatir.Jadi mamy ingin segera menemuimu" ucap Jia tulus.
Seketika Kyra meneteskan air mata,Kyra sungguh bahagia,Mamy Jia begitu baik dan perhatian padanya.
''Hey kenapa kau menangis cantik?"Tanya Jia bingung kenapa Kyra tiba tiba menangis dan membuat Marvin juga merasa tertegun.
"Terima kasih ya My,Sudah sangat mengkhawatirkan Kyra,Kyra begitu bahagia memiliki Mamy" ujar Kyra pelan.
Jia tahu betul apa yang dirasakan Kyra dari kecil yang hidup dipanti asuhan,Jia bertekad akan membuat Kyra bahagia setelah tahu Jika Kyra sangat tulus mencintai Marvin.
Jia dengan lembut mengusap air mata diwajah Kyra.
"Sama sama Cantik,Mamy juga bahagia bisa mengenalmu.Tapi kenapa kau tidak membalas perlakuan mereka,Mamy tidak terima jika kau dihina"
Kyra terseyum lembut kearah Jia.
"Kyra sudah terbiasa dengan penghinaan My,Untuk apa dibalas,itu akan semakin membuat masalah menjadi rumit My.Mereka wajar kok My berkata seperti itu mengingat perbedaan Kyra dengan Pak Marvin memang terlalu jauh Dan Kyra menyadari itu.Jadi Kyra tidak marah mendengar ucapan mereka,meskipun ada sedikit rasa sakit dihati Kyra,Tapi Krya tidak apa apa My"Ujar Kyra sambil melihat Marvin sekilas.
Glek........jawaban Kyra seakan menyentil Marvin.Dia tak menyangka Kyra bisa berfikir sedewasa itu.
Sedangkan Jia merasa semakin kagum dengan Kyra,Jia memang tak salah pilih calon menantu kali ini.
Jia mengusap lembut Pipi Kyra.
"Hatimu cantik seperti wajahmu Sayang....."
"Dan sekarang Mamy mohon lupakan ucapan mereka yang menyakitimu.Ada Mamy dan Marvin yang selalu ada disisimu dan akan membuatmu bahagia."
"Iya My,Kyra sangat beruntung bisa bertemu Mamy pagi itu dan bisa mengenal Mamy" ujar Kyra.
__ADS_1
"Mamy Juga Sayang"
Marvin yang melihat keduanya,Hatinya merasa sangat hangat dan bahagia.
Apalagi Mamynya terlihat benar benar menyanyangi Kyra,Hingga membuat Marvin penasaran.
Hal apa yang membuat mamynya bisa begitu menyanyangi Kyra.
"Mamy pulang dulu ya,Mamy ada urusan"
",Iya My,Hati hati"
"Hati hati My" ujar Marvin juga.
Setelah mencium kening Kyra,Jia segera keluar dari ruangan putranya.
"Sebaiknya aku kembali keruanganku" Ucap Jia yang sudah berdiri.
Marvin menatap tajam kearah Kyra yang masih mau bekerja setelah kejadian tadi.
"Jangan kemana mana,Tetap duduk disitu.Kau tidak perlu kembali lagi kedevisimu!" perintah tegas Marvin.
"Kenapa?Nanti Bu Lina bisa marah padaku" tanya Kyra bingung.
"Tadi aku sudah memanggilnya untuk menyuruhnya memberikan tugasmu hari ini pada orang lain."
"Aku sudah bilang aku tidak apa apa,Lagi pula aku merasa tidak enak jika mendapat perlakuan khusus darimu dikantor ini" Ujar Kyra yang keras kepala.
Marvin berdiri dan langsung duduk disamping Kyra dengan sorot mata tajamnya,Ia kesal ternyata Kyra memiliki sifat keras kepala juga...
"Apa kau tidak lihat luka diwajahmu itu,Kau mau menjadi bahan tontonan?"ucap Marvin dengan menunjuk luka Kyra
"Ck.....ini hanya luka kecil.Aku tidak merasa risi jika mereka memperhatikanku"
"Tapi aku tidak suka kau jadi bahan pembicaraan mereka lagi" Jawab Marvin dengab wajah datarnya.
Kyra terseyum bahagia lalu segera merangkup wajah Marvin dengan kedua tangannya.
Cup........Kyra mengecup sekilas Bibir Marvin..
Marvin tertegun mendapat perlakuan manis Kyra.
"Terima kasih kekasihku,Kau sudah mengkhawatirkan aku" Ujar Kyra yang sudah memeluk erat Marvin dan pria bertatto itu tak menolaknya.
"Aku tidak perduli bagaimana perasaanmu saat ini padaku,Apakah kau cinta padaku atau tidak,Tapi bisa didekatmu seperti ini sudah membuat Hatiku sangat tenang dan bahagia.Aku sangat mencintaimu Kevin Marvino Baskara" Ucap Kyra sambil menatap lekat kearah Marvin yang terdiam membisu.
Hati Marvin berdesirrr kuat saat mendengar pernyataan cinta dari gadis kecil didepannya itu.Tapi ia belum yakin untuk bisa membalas pernyataan Cinta Kyra.
"Jangan Membalasnya jika kau belum yakin dengan hatimu,Aku akan tetap menunggu saat itu sampai kau benar benar yakin denganku", Ucap Kyra lembut yang lagi lagi membuat Marvin tertegun dan resah.
Marvin mengusap lembut kepala Kyra.
"Rubah kecil kau seakan tak pernah lelah mencintaiku,padahal kau sering terluka karena aku" wajah Marvin datar dan tak bisa terbaca.
"Karena Cintaku tulus padamu,Suatu saat nanti kau akan melihat betapa besarnya perasaanku dan apa alasannya..."
Marvin melihat ketulusan dimata Kyra yang jernih.ada rasa bahagia,Penasaran dan resah yang ia rasakan sekarang.Namun ia mencoba bersikap biasa didepan Kyra.
"Tidurlah lagi,Nanti kita pulang bersama setelah pekerjaanku selesai" ucap Lembut Marvin.
Kyra mengangguk pelan dengan seyum simpulnya,Sementara Marvin kembali duduk dikursi kebesarannya.Rasanya ingin cepat menyelesaikan perkerjaannya lalu segera membawa Kyra jalan jalan atau makan ice kream untuk melupakan kejadian buruk tadi.
__ADS_1