Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
Datang nya Dia..


__ADS_3

**Hallo semua Readers...Mohon maaf bila Author lama gak Up,Ini dikarenakan kesalahan Author yang salah mengatur jadwal rilis novel Yang lain jadinya bentrok dalam jumlah banyak...


Terima kasih yang masih setia menungu.Terima kasih juga untuk komen kalian semua...Author hanya penulis biasa,Niatnya hanya untuk menghibur kalian,maaf jika ada yang kurang puas dalam alurnya atau visualnya....


Dan untuk Cerita Kian dan Mita akan trus Author lanjutin...tapi untuk kisah Gio dan Icha ada diseason 2 ya....


Hapy reading**.....


@@@


Setelah kemarin Kyra puas dengan ide jailnya yang terlaksana pada dua pasangan yang akan ia dekatkan.


Siang ini Kyra yang berada diruanganya diWIN gruop menghubungi Mitta dan Icha untuk makan siang bersama lalu pergi kebutik tempat dimana ia memesan gaun pernikahannya.


Kyra ingin memesankan gaun juga untuk Mita dan Icha yang senada dengan gaun yang ia pakai saat resepsi tentunya dengan model yang lebih simple.


Ketiga wanita itu sudah berada disebuah butik mewah langganan mama Jia.Setelah tadi makan disebuah restoran.Tentunya setelah Kyra menghubungi kekasihnya untuk memberi ijin pada Mita dan Icha untuk ikut dengannya.


",Apa ini tidak terlalu berlebihan Ky?" tanya Icha saat Kyra memilihkan satu model gaun untuknya.


Kyra terseyum",Tidak Kak,Aku mau dihari bahagia ku nanti,Kakak dan Mita juga tampil cantik.Itu juga akan membuat Kak Kian dan Kak Gio suka"Goda Kyra.


",Tapi ini mahal Ky...," Timpal Mita.


Kyra berdecak...


",Ck......harganya tidak sebanding dengan kebahagiannku melihat kalian cantik saat itu,Sekarang kalian coba,jika kurang pas bisa dibetulkan karena masih ada waktu 2 minggu lagi"Perintah Kyra.


Mita dan Icha pun hanya menurut dan berjalan menuju ruang ganti.


Kyra terseyum senang karena ini adalah salah satu caranya agar Kian dan Gio semakin terpesona dengan Mita dan Icha.


" Wah........kalian tampak cantik dan anggun...hanya tinggal dibetulkan sedikit saja kalian akan semakin perfeck"Puji Kyra saat melihat Mita dan Icha yang terlihat cantik dengan gaun simplenya.


Icha dan Mita terseyum mendengar pujian Kyra.


Sementara itu.


Dibandara Internasional Soekarno hatta,terlihat seorang pria tampan berpakaian formal dengan tubuh tinggi tegap dengan kulit putihnya berjalan keluar dengan menarik koper kecilnya.


Ia menarik nafas nya merasakan suasana negara kelahirannya yang sudah ia tinggal 5 tahun lamanya.


Pria itu lalu menurunkan Kaca mata hitam yang ia pakai saat melihat seorang pria berpakain rapi mendekatinya diikuti pria pria berutuh tinggi tegap berotot.


"Selamat Datang kembali Tuan Erick diIndonesia",Sapa pria yang bernama Roy.


Pria yang baru datang adalah Erick Artama,pria berusia 33 tahun dan merupakan putra sulung Martin Pratama yang juga kakak dari Abel.


Erick pulang karena mendengar kbar papanya ada dipenjara dan perusahaan papanya yang hampir bangkrut.

__ADS_1


Erick sudah 5 tahun meninggalkan Indonesia dan lebih memilih tinggal Di Thailand.Selain karena hubungannya dengan sang Papa yang memburuk semenjak kematian mamanya,Erick lebih ingin fokus memajukan perusahaan yang ada dinegara gajah putih itu.Dan hasilnya sekarang sungguh diluar ekpektasi sang Papa.Bisnisnya maju dan pria yang masih melajang itu berhasil masuk dijajaran orang terkaya diThailand.


Erik tipikal Pria yang pendiam dengan wajah datar dan tatapan yang tajam.Dia juga termasuk pesaing bisnis Marvin,Kian dan Gio.


Erick hanya mengangguk


"Kita langsung kekantor Papa" Titah tegas Erick pada Roy setelah masuk kedalam mobil.


Mobil itu pun membelah jalanan ibu kota yang cukup padat siang itu.


"Apa Abel tahu kepulanganku?" Tanya Erick


"Tidak Tuan muda,Nona muda tidak tahu.sekarang nona muda sedang berada di mansion." Jawab Roy yang juga orang kepercayaan Martin yang sekarang sudah mendekam dipenjara.


Tak lama Erick dan rombongannya sampai didepan sebuah gedung yang menjulang tinggi.


Semua jajaran perusahaan dan karyawan terkejut melihat pria yang terkenal dingin datang kekantor.


Erick segera menuju Ruangan Papanya.


"Jadi setelah Papa Dipenjara,siapa yang menghendle perusahaan ini?'Tanya Erick datar yang sudah duduk dikursi kebesaran sang papa dengan angkuhnya.


" Nona muda dibantu para manager Tuan"Roy.


Erick menghela nafasnya pelan.


"Jadi Kian juga berusaha mengakuisisi perusahaan ini?" Tanya Erick setelah mendengar kabar kemarin.


Seyum Smrik terlihat dibibir tipis Eric yang mendengar kepintaran Kian.Erick sudah tahu alasan Kian melakukan itu,Dan Erick juga sudah tahu bahwa memang papanya yang memang sudah membunuh orang tua Kian dari info yang ia dapat.


"Lalu bagaimana mengenai kasus papaku?Apa kata pengacaranya?"


"Tuan besar didakwa dengan dua kasus Tuan muda.Kasus pembunuhan berencana dan kasus penipuan.Bukti kuat yang mereka miliki sangat memberatkan tuan Martin.Hukuman paling ringan hanya hukuman seumur hidup tuan muda"


"Huftttt.....Si tua itu memang terlalu ambisius....sekarang ini akibatnya." Gumam Erick menyalahkan papanya yang keras kepala.


"Nanti malam aku ingin bertemu dengan pengacara diluar,beritahu dia"Titah Erik.


"Baik Tuan Erick."


"Untuk sekarang kumpulkan semua direksi,aku ingin meeting dengan mereka"


Setelah mengangguk,Roy menghubungi semua direksi untuk segera berkumpul diruang meeting.


Erick segera menuju ruang Meeting.Intinya ia ingin menolak akusisi yang akan dilakukan perusahaan Kian,Ia berjanji akan membangkitkan kembali perusahaan papanya yang sudah diambang kehancuran dengan suntikan dana dari perusahaannya yang ada diThailand dan juga keahlian berbisnisnya.Dia juga akan mengembakikan saham yang telah dicuri oleh papanya dari perusahaan papa Kian.Erick juga yang akan memegang kendali perusahaan selama ia berada diIndonesia.


"Kita pulang kemansion" Titah Erick saat meeting sudah selesai.


Tak lama mobil mobil mewah itu sampai disebuah mansion.Eric menghela nafas panjangnya melihat tempat tinggal masa kecilnya yang juga menyimpan banyak kenangan bersama sang Mama.

__ADS_1


Abel berjingkat senang melihat kepulangan kakaknya.


"Kakak ....",Pekik wanita berusia 30/tahun itu sambil berlari memeluk sang kakak.


" Kau baik baik saja Abel?"tanya Erick yang memang sangat menyanyangi adiknya.


"Kurang baik Kak....kakak sudah tahu kan maksudku"


Keduanya lalu duduk disofa.


"Sudah tenanglah..Kakak akan coba menyelamatkan perusahaan papa.Meskipun kakak dan papa tidak pernah sependapat tapi kakak tidak akan membiarkan perusahaan itu jatuh ketangan Kian.Kakak juga akan berbicara dengan pengacara papa."


"Hemmm,Makasih ya kak sudah mau pulang....Aku tidak tahu apa yang terjadi jika kakak tidak pulang.Semua ini karena gadis kampung itu" Ujar Bela sarkas.


Kening Erick mengerut,"Gadis kampung?"


"Iya ,Adik Kian yang sudah ditemukan.Namanya Kyra Quennsa.Dia juga yang sudah merebut Marvin dariku dan sebentar lagi mereka akan menikah Kak.Aku tidak ikhlas mereka bahagia"


Erick yang baru mendengar nama Kyra menjadi penasaran.


"Jadi adik Kian sudah ditemukan?"


"Iya Kak,Dia masih berusia 18 tahun dan dulu bekerja diBR group milik Marvin."


"Jadi Marvin tergila gila dengan anak kecil....Waow sungguh menarik.....Pria Brengsek seperti Marvin bisa jatuh kepelukan seorang gadis kecil....Aku jadi penasaran seperti apa gadis itu?''Ujar spontan Abel.


Kini giliran Abel yang mengerutkan keningnya.


" Dia hanya gadis biasa kak.....Tidak ada yang istimewa.".


Kedua alis Erick terangkat merasa tidak percaya dengan ucapan sang adik.


"Aku minta Kakak harus balas dendam pada mereka,aku tidak rela mereka bahagia Kak,apalagi membuat papa dipenjara"Sungut Abel dengan amarahnya.


" Hmmm tenanglah...Kalak akan berusaha keras.,Yasudah Kakak istirahat dulu dikamar"


Erick pergi kekamarnya lalu melepaskan jas dan sepatunya.


Sebelum membaringkan tubuhnya diatas Ranjang,Erick menghubungi Roy.


"Cari cara supaya aku bisa bertemu dengan Nona Kyra Quennsa,Roy.Sepertinya gadis ini yang menjadi kelemahan Kian dan Marvin"


"Anda bisa datang ke Win Group atau anda bisa menenuinya saat joging pagi Tuan atau saat makan siang direstoran tempat biasa nona Kyra makan siang.Tapi menurut saya sebaiknya Tuan muda menemuinya saat pagi hari agar Tuan Kian dan Tuan Marvin tidak mengetahuinya" Jelas Roy.


Erick terseyum tipis.


"Oke....terima kasih saranmu Roy.Besok pagi tunjukkan aku yang mana orang nya."


"Baik tuan"

__ADS_1


Erick menutup panggilannya lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang yang sudah sangat lama tidak ia tempati.


"Sepertinya ini akan menarik"Gumamnya dengan seringai tipis dibibirnya.


__ADS_2