
Keesokan harinya Kyra sudah bersiap kekantor bersama Kian dan Icha.
"Lutut kamu sudah sembuh Ky?" Tanya Kian.
"Udah Kak"jawab Kyra yang duduk bersama Kian dibelakang sementara Icha menemani Gin yang sedang mengemudi duduk didepan.
Setelah mengantar Icha keBR Group.Mereka menuju WIN Group.
"Kak nanti Aku makan siang dengan orang yang menolong aku sama Mita dan kak Icha juga" Ijin Kyra.
Kening Kian mengerut"Laki laki ya?Apa Kau sudah bilang pada Marvin?"
"Nanti aku bilang Kak" Kyra.
"Yasudah Nanti kakak menyusul ya,Sekalian kakak juga ingin mengucapkan terima kasih padanya"Kian.
Kyra mengangguk.
Jam makan siang tiba,Mita dan Icha sudah datang menghampiri Kyra di WIN group,kebetulan jarak kedua kantor itu tidak terlalu jauh.
Kyra juga sudah menghubungi Erick untuk janjian direstoran dekat kantor Kyra.Tak lupa Kyra juga sudah bilang pada Marvin lewat pesan.
"Aku dengar lutut kamu sakit ya Ky?" Tanya Mita saat mereka menuju restoran.
"Udah sembuh kok Mit",Kyra.
Mitta mengangguk.
"Emm orang yang menolongmu apa sudah datang?" Mita.
"Sepertinya sudah,Ayo kita masuk" Kyra segera memasuki restoran bersama Icha dan Mita.
Dan benar saja,Erick sudah menunggu dengan pakaian formalnya.
"Selamat siang Tuan Erick, maaf kami terlambat",Sapa ramah Kyra.
Erick terseyum pada Kyra lalu kearah Mita dan Icha." Tidak apa apa nona Kyra"
"Kenalkan ini sahabat saya Mita"Ujar Kyra mengenalkan.
" Erick..",
"Mitta Tuan"
Keduanya saling bersalaman.
Setelah memesan makanan,mereka berbincang.
"Jadi dua Nona ini bekerja diBR group?Dan Nona Kyra adik Kian?"
"Loh Tuan mengenal kakak saya?" Tanya Kyra yang merasa terkejut.
"Tentu Nona dia teman lamaku" Ucap Erick dengan seyum tipisnya.
"Apa Tuan juga mengenal Marvin,Pemilik BR group?"
"Iya Aku juga mengenalnya" Jawab santai Erick.
"Dia calon suami saya Tuan" Ujar Kyra jujur.
__ADS_1
"Oww begitukah....Aku tak menyangka nona calon istri Marvin"
Kyra terseyum manis membuat Erick susah untuk tidak melihatnya.
"Semoga kita bisa berteman nona Kyra" Ujar Erick dengan seyum menggodanya.
"Tentu Tuan,Saya berhutang budi pada anda" Jawab Kyra dengan kerendahan hatinya.
"Kapan kapan saya akan mengajak Nona nona berkunjung keDepartement store milik saya,Kalian bisa memilih barang branded disana,anggap saja itu sebagai tanda pertemanan kita"Ujar Erick mencoba untuk lebih dekat dengan Kyra.
" Tidak perlu tuan,lagi pula saya tidak terlalu suka dengan barang barang mahal seperti itu,Lebih baik uangnya diberikan pada orang yang membutuhkan Tuan"Ujar Kyra tulus.
Kini Erick mulai mengerti kenapa Marvin bisa memilih Kyra dibanding adiknya yang seksi.
Selain kecantikan nya yang natural,Kyra juga sosok yang baik,murah seyum,Rendah hati juga sederhana.Sangat berbeda dengan wanita wanita yang selama ini Erick kenal.Meskipun usianya masih sangat muda tapi gadis itu memiliki pemikiran yang dewasa.
"Emm Kalau boleh kami tahu,Tuan bekerja dimana?" Tanya Mita dengan tanpa ragu.
"Saya adalah Ceo dari perusahaan...." ujar Erick terpotong.
"Kyra......." Pekik Kian yang datang bersama Marvin.
Kedua pria tampan itu berniat menyusul Kyra untuk mengucapkan terima kasih pada orang yang sudah menolong Kyra.
Namun alangkah terkejutnya mereka saat melihat Kyra yang ditemani Icha dan Mita makan dengan Erick yang merupakan rival mereka.
Dengan langkah cepat dua pria itu mendekat dan Kian langsung menarik tangan Kyra dengan kuat.
"Kyra kenapa kau bisa kenal dan makan dengan Erick?" Ucap Kian dengan wajah menahan emosi.
Erick terseyum tipis lalu ikut berdiri.Icha dan mita merasa seketika suasana menjadi tegang.
Marvin sudah menahan emosinya mengepalkan tangannya kuat lalu berdiri tepat dihadapan Erick,keduanya saling memandang tajam.
" Apa maumu Erick...kenapa kau tiba tiba muncul dan mendekati Calon istriku?"Ujar sinis Marvin.
"Tenang Marvin,aku tidak berniat buruk pada Nona Kyra,Dia adalah gadis yang baik mana mungkin aku akan melukainya"Ujar Erick yang mencoba memancing kecemburuan Marvin.
Melihat Marvin yang semakin emosi,kyra segera memegang tangan Marvin.
" Sayang kenapa kau jadi emosi begini,Aku hanya makan saja dengan tuan Erick"Jelas Kyra.
"Kyra apa kau tahu siapa dia??" Tanya Kian.
"Maksud Kakak apa?" Kyra.
"Kyra dengarkan Kakak,dia adalah Kakak Abel yang baru datang dari thailand,sekakigus putra dari orang yang sudah membunuh orang tua kita" Jelas Kian lantang.
Deg.......
Kyra merasa sangat terkejut,Begitu juga dengan Icha dan Mita yang mendengar itu.
Sudah Mita duga kehadiran Erick yang terlihat bukan pria biasa didekat Kyra begitu terlihat aneh dan mencurigakan.
"Jika Kakak tahu,Orang yang sudah menolongmu adalah dia,Kakak tidak akan mengizinkanmu bertemu dengannya" Imbuh Kian.
Kyra menatap lekat Erick.
"Apa Tuan Erick ingin membohongiku?" Tanya Kyra pelan.
__ADS_1
"Aku tidak bermaksud seperti itu Nona,Baru saja aku akan menjelaskan siapa diriku padamu" Ujar Erick.
"Sudah Sayang,kau tidak boleh dekat dengannya,Aku tahu dia tidak akan membiarkan kita bahagia"Ucap Marvin.
Kyra mencoba bersikap tenang dan tidak mau merasa dendam dengan Erick.
" Sudahlah Kak,Marvin.jangan menghakimi Tuan Erick,Lagi pula yang salah adalah pak Martin dan dia sudah berada dalam penjara.Aku percaya pada Tuan Erick dan tidak merasa dendam dengannya.Yang kubenci hanya tuan Martin.Ku mohon jangan lagi ada permusuhan antara kita"Ujar Kyra bijak.
Sungguh perkataan Kyra membuat semua orang terperangah..apalagi Marvin dan Erick yang tak menyangka Kyra bisa berbesar hati dan itu membuat Erick semakin kagum dengan sosok gadis muda itu.
"Tetap saja Kakak tidak akan membiarkanmu dekat denganya.,Ayo kita pulang!" Ujar Kian tegas.
Semua sudah berdiri dan hendak meninggalkan Erick.
"Tunggu Kian,Urusan kita belum selesai..."Ujar Erick yang membuat Kian menoleh seketika dan mendekat pada Erick.
" Apa maumu Erick,Apa kau ingin balas dendam?"Ujar Kian dengan tatapan tajamnya.
Erick terseyum tipis"Aku mengakui jika Papaku bersalah,tapi sebagai seorang anak,aku akan berusaha meringankan hukumannya.Dan satu lagi,Aku tidak akan membiarkanmu mengambil alih perusahaan papaku dengan mudah Kian."Ujar Erick lugas.
Kian tergelak"Okey....itu artinya kau mau bersaing denganku.Aku terima tantanganmu Erick...Dan teruslah berusaha menolong papamu yang jahat itu.Tapi ingat satu hal Erick,Jangan pernah mendekati Adikku...Dia sudah cukup menderita karena kejahatan papamu.Dia begitu berharga untukku.Jika kau masih menganggunya,Aku atau Marvin akan siap memberimu pelajaran"Ucap Kian dengan aura dinginnya yang terlihat menakutkan Lalu pergi meninggalkan Erick.yang masih diam.
Marvin,Kyra Icha dan Mita cukup jelas mendengar ucapan Kian.
"Ayo Kyra kita pulang...Jangan lagi kau menemuinya!" Titah tegas Kian sambil menggenggam tangan Kyra.
Erick terseyum simpul melihat kepergian mereka sambil mengusap dagunya perlahan.
"Kian dan Marvin terlihat begitu takut kehilangannya...Dia memang gadis yang menarik"gumam Erick.
Roy lalu mendekati Tuannya.
"Tuan apa rencana anda berikutnya?"
Erick menaikkan satu alisnya"Kau dengar tadi Roy,Aku akan bersaing dengan Kian..Tapi aku akan tetap mencoba untuk lebih dekat dengan Gadis yang menarik itu"
"Apa anda tidak mendengar peringatan Tuan Kian tadi?" Tanya Roy bingung.
"Aku tidak perduli...Ayo Kita pulang", Ajak Erick lalu pergi dari restoran tadi.
Sementara dimobil Kian,,Kyra yang duduk disamping kian hanya terdiam.Sementara Marvin duduk dengan Gin didepan.
Kian memeluk Erat tubuh adiknya dari samping"Kakak tidak mau kau terluka Ky,,Maaf jika sikap kakak terlalu kasar"
Kyra terseyum dalam pelukan Kian"Iya Kak,Kyra mengerti.Terima kasih ya Kak sudah begitu menyanyangi Kyra"
Kian mengangguk pelan,sementara Marvin hanya melihat dari kaca spion didepannya,Ada rasa kekhawatiran dihatinya,Jika Erick akan terus mengganggu Kyra.
Sedangkan dimobil Marvin,, Ada Miita dan Icha dengan Reza yang mengemudikannya.
"Kak kau lihat tadi pandangan Tuan Erick pada Kyra?" Tanya Mita pelan.
"Apa maksudmu Mit"Tanya Icha bingung.
" Sepertinya pria itu mulai tertarik pada Kyra,Kak.Aku bisa melihat dari tatapan matanya,Aku tidak bisa membayangkan jika itu benar.Kak Kian Dan Tuan Marvin pasti akan sangat murka"
"Kita berdoa saja Mit,Semoga semua baik baik saja" Ujar Icha pelan.
Dika yang menyetir juga memikirkan hal yang sama dengan Mita.Ia tahu betul bagaimana sikap Marvin jika sudah murka karena Dika sudah menjadi asisten Marvin sudah lebih dari 10 tahun.
__ADS_1