
Hari berganti..
Suasana kediaman Wiratama nampak cukup ramai.Dengan penjagaan ketat terlihat para kerabat sudah berkumpul di rumah mewah tersebut untuk menyaksikan pernikahan Gio dan Icha.
Icha juga sudah terlihat cantik dan anggun dengan balutan kebaya sederhana dan make up flawess mengunggu dikamarnya.Keadannya juga jauh lebih baik.
Para pria mencoba menenangkan Gio yang nampak gugup,Pria berwajah indo itu terlihat tampan dan menawan dengan balutan jas hitamnya.
Nampak juga kehadiran para orang tua,termasuk Papa Gerald yang tadi secara diam diam datang untuk menyaksikan pernikahan sang putra.Tanpa diketahui oleh sang istri.
Jangan lupakan keberadaan Gin yang sedari tadi hanya diam duduk bersila disamping Beny.Kondisi lengan nya yang belum pulih benar membuat nya belum bisa bergerak bebas.
Kyra dan yang lain baru saja menyambangi Icha yang sebentar lagi turun.
Benar saja tak lama,Dengan digandeng Mita dan Clara,Icha turun dengan perlahan dan dengan seyum simpulnya yang menawan.
Tentu saja membuat para kerabat terpukau,mengingat gadis pendiam itu jarang berdandan yang berlebihan.
Gio yang melihat kemunculan calon istrinyapun terseyum.Dimatanya,Icha begitu menawan.
Bukan hanya Gio,Gin yang duduk dibarisan belakang menatap Icha dalam diam.Sungguh baginya Icha sangat cantik hari ini.
Acara ijab Qobul pun dimulai.Dan dengan sekali tarikan nafas Gio berhasil membuat Icha,Sah menjadi Istrinya.
Seyum kebahagiaan dan kelegaan terpancar dari kedua mempelai.Juga para kerabat yang menyaksikan prosesi sakral itu.Meskipun dilakukan secara sederhana tapi tidak mengurangi kesakralan dan makna dari pernikahan itu,Semuanya juga merasa lega akhirnya Gio dan Icha bersatu dalam mahligai pernikahan.
Gio mengecup kening Icha dalam lalu Icha mencium tangan pria yang kini sudah sah menjadi suaminya.
Gin hanya bisa memejamkan matanya sesaat untuk menenangkan hatinya,Sungguh ini sangat berat tapi ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk merelakan Icha.Dan dengan melihat senyum kebahagiaan diwajah Icha membuat Gin merasa lega dan ikut merasa bahagia.
Beny menepuk pelan bahu Gin,seakan memberi kan kekuatan pada sahabatnya itu.Ia paham betul bagaimana perasaan Gin sekarang.
Papa Gerald adalah orang pertama yang memberikan ucapan selamat pada Gio dan Icha.
Pria paruh baya merasa sangat bahagia dan lega,akhirnya sang putra sudah memilih pasangan hidupnya.
Papa Gerald memeluk erat sang putra"Berbahagialah Son,Doa dan restu papa selalu menyertai mu.Jadilah imam yang baik untuk istrimu.Bahagiakan dia sepanjang umurmu!"
Gio menangis dan mengangguk mendengar pesan dan nasehat dari sang Papa yang selama ini mendukung nya.Meskipun jauh dilubuk hatinya,Gio merasa sedih karena sang Mama tidak bisa menghadiri pernikahannya.
"Terima kasih untuk restu dan dukungan papa selama ini"
Papa Gerald terseyum menatap Gio lalu beralih menatap Icha."Berbahagialah nak, Terimalah segala kekurangan Gio dan jadilah istri yang baik yang menemani suamimu disaat suka atau duka.Dan juga cepat berikan papa cucu ya!"ujar Papa Gerald membuat Icha terseyum sekaligus merasa malu.
"Terimakasih untuk restu dan semua kebaikan Papa yang mau menerima Icha menjadi menantu Papa"jawab Icha berlinang air mata.
Sampai detik ini pun,Icha masih belum percaya jika ia sudah sah menjadi Istri seorang Gio.Pengusaha muda nan tampan pemilik DM Group yang dulu hanya Icha lihat dari majalah atau surat kabar.
Satu persatu keluarga memberi ucapan selamat pada kedua mempelai hingga tiba Gin dengan seyum simpulnya sekuat hati menyalami Gio dan Icha.
Gio yang masih merasa bersalah memeluk erat Gin.
__ADS_1
"Selamat atas pernikahan Tuan dan Icha,semoga anda dan Icha selalu bahagia"ujar Gio setelah pelukan mereka terlepas.
Gio tersenyum"Terima kasih Gin untuk doamu!"
Gin lalu beralih menatap Icha"Berbahagialah Cha,,Sekarang ada Tuan Gio yang yang akan selalu melindungi mu."
Icha menahan air matanya,Baginya Gin begitu baik.Ia juga sudah mengetahui perasaan Gin padanya hingga ada rasa bersalah dihatinya."Terima kasih untuk doa dan kebaikan kakak yang sudah menyelamatkan ku.Aku berharap kakak juga segera berbahagia dengan wanita pilihan kakak"
Gin terseyum tipis sambil mengangguk menatap Icha, Baginya itu saat terakhir ia bisa menatap Icha sedekat itu.
Kian yang berdiri tak jauh dari mereka merasa prihatin dengan Gin,ia sangat memahami bagaimana perasaan Gin saat ini.Tujuh tahun ia bersama dengan Gin dalam keadaan suka ataupun duka,Jadi ia tahu betul bagaimana sifat dan karakter Gin.
Begitu pula dengan Sita,yang merasa ikut sedih melihat Gin.Ingin rasanya Sita memeluk pria dingin itu untuk memberi kekuatan tapi itu mustahil Baginya.
Acara pun di lanjutkan dengan acara jamuan makan siang.
Dan disaat itu juga Gio mengumumkan pada semuanya untuk membawa Icha berlibur sekaligus berbulan madu ke Jepang besok pagi.Tentu saja untuk menghilangkan memory kejadian buruk yang menimpa Icha tempo hari.
Tentu itu disambut gembira oleh semua keluarga.
Menjelang Sore,acara itu pun usai.Setelah para kerabat puas berkumpul dan berbincang bersama,Merekapun satu persatu kerabat pun pulang kerumah masing masing.
Tak ingin Icha merasa lebih kelelahan lagi mengingat kondisinya yang belum pulih benar,Gio segera mengajak Icha beristirahat dikamar Icha baru besok pagi mereka berangkat ke Jepang.
Sementara Mamy Jia dibantu Mita dan Sita serta para pelayan membereskan semuanya.
Malam hari semua yang merasa lelah berada dikamar mereka masing masing.
Sita memberanikan diri untuk mendekati pria dingin itu sambil membawa secangkir coklat hangat untuk Gin.
"Diminum Kak!"ucap Sita membuat Gin menoleh padanya dengan tatapan lekatnya.Gin yang melamun cukup terkejut dengan kehadiran gadis berusia 17 tahun itu.
Gin melihat isi Cangkir yang disodorkan Sita yang masih berdiri disampingnya."Saya tidak suka coklat"jawabnya datar.
"Apa kakak tahu,Coklat bisa menaikkan hormon bahagia kita,Coklat juga bisa membuat kita melupakan sementara masalah yang kita hadapi.Ayo coba dulu kak!"paksa Sita yang terseyum manis kearah Gin.
Gin yang tidak bisa menolak lagi, akhirnya menerima secangkir coklat hangat itu lalu perlahan meminumnya.
"Bagaimana enak kan kak?"Tanya Sita yang sudah duduk disamping Gin.
"Lumayan,,Kenapa kamu belum tidur?ini sudah malam!"tanya Gin tanpa melihat Sita.
"Kakak sendiri kenapa belum tidur?"Tanya balik Sita yang membuat Gin menoleh sekilas.
"Jawab dulu baru tanya!"jawab Gin yang lagi lagi berwajah datar.
"Tadi aku merasa haus kak,dan lihat kakak disini sendiri.Apa ada seseorang yang kakak pikiran kan?"tanya Sita yang lagi lagi membuat Gin menoleh.
"Bukan urusanmu anak kecil,Tidurlah ini sudah malam!"ujar Gin.
"Aku bukan anak kecil kak,Usiaku sudah 17 tahun dan dua bulan lagi aku genap 18 tahun.Kita hanya memiliki selisih usia 8 tahun Kak.Bahkan aku sudah pantas bersanding dengan Kakak!"ujar Sita yang tanpa sadar begitu berani didepan Gin.
__ADS_1
Gin yang terkejut mendengar ucapan Sita, menggeleng pelan dengan seyum renyahnya.Ia tak mengira ternyata gadis sepolos Sita bisa sangat berani.
"Sekolah dulu yang benar,Jangan memikirkan hal dewasa dulu!"ujar Gin menasehati.
Sita mengerucutkan bibirnya menatap Gin,Baginya Gin begitu menyebalkan kali ini.
Sita lalu tersenyum lebar"Tentu aku akan sekolah yang benar lalu setelah lulus Kakak mau kan menikah i aku?"ujar Sita dengan santainya.
"Sitaaaaa,Jangan ngawur kamu!"ujar Gin dengan nada tinggi dan dengan tatapan tajamnya.
Sita paham betul ucapannya kali ini sungguh diluar batas.Tapi ia merasa senang bisa seberani itu.
Gin yang juga merasa bersalah karena sudah berbicara tinggi dengan Sita lalu berdiri dan hendak kembali kekamarnya.
"Kak,Hati yang terluka itu bisa sembuh jika ada penawarnya,Dan aku siap menjadi penawar untuk hati kakak yang terluka."
Deg.....
Gin yang hendak melangkah seketika tertegun menoleh kearah Sita yang menatap nya dalam.
Sungguh Gin benar benar merasa terkejut dengan ucapan gadis muda itu.Itu artinya Sita memiliki perasaan padanya.
Gin akui Sita gadis yang cantik dan ceria.Tapi untuk saat ini Gin hanya melihat Icha sebagai gadis kecil yang pantas menjadi adiknya.
Gin yang tak bisa menjawab perkataan Sita memilih untuk segera pergi dari tempat itu,Namun lagi lagi langkahnya terhenti saat Sita melangkah mendekat dan berdiri tepat dihadapan Gin.
Kedua mata Gin melebar saat Sita semakin dekat dengannya.
"Jika kakak sakit aku juga merasa sakit,Jika kakak bahagia aku juga ikut merasa bahagia.Maaf jika Sita sudah lancang .Tapi Sita mohon tolong pandang Sita sebagai wanita dewasa bukan sebagai gadis kecil yang masih SMA!"ujar Sita dengan wajah seriusnya.
Gin seakan terkunci dengan tatapan kedua bola mata Sita yang jernih hingga membuatnya mematung.
Cup.....satu kecupan dipipi kanan Gin.
"Aku mencintaimu kak, Jadilah Imamku!"
Sita berlari kembali kekamar nya setelah mengatakan hal yang tak pernah Gin banyangkan sebelumnya.Gin sangat terkejut dan tak percaya ,ada gadis berusia 17 tahun yang dengan berani melamar nya.
Gin merasa shock dan masih tak bergeming ditempatnya.Hingga tangannya tak sadar meraba pipinya bekas ciuman Sita.Perasaan Gin tak bisa diungkapkan dengan kata.Namun ada hal yang aneh pada dirinya,Ia tak bisa marah dengan kelakuan Sita yang sungguh berani ini.
Sementara Sita yang berdiri dibelakang pintu kamarnya memegang dadanya yang bergemuruh.Ia tak percaya sudah begitu berani pada Gin.Kini ia merasa malu dan bingung bagaimana menghadapi Gin esok hari.
Sedangkan didapur tanpa mereka sadari ada Kian yang melihat semuanya.
Kian terseyum simpul melihat keberanian Sita yang tak pernah ia sangka.
"Semoga Sita mampu membuat hatimu yang beku itu luluh Gin..Aku ingin kau bahagia juga"gumamnya.
πΊπΊπΊ
Maaf ya kalo Sita terlalu berani, Habis nya Sita juga gemessss sama Gin yang dingiin bgettt..π
__ADS_1
Ini belum yang nyesek ya....