Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
SS2-49..Menghindar


__ADS_3

Pukul 23.00


Dikamar sepasang sejoli yang sudah sah menjadi suami istri terlihat sedang berbaring diatas ranjang.Setelah keduanya tadi sudah membersihkan diri.


Icha yang sebenarnya merasa sangat gugup berada didekat Gio mencoba untuk lebih tenang.


Sementara Gio yang mengetahui jika Icha belum pulih benar tidak akan meminta hak nya terlebih dahulu,ia cukup sabar menunggu Icha agar mau menyerahkan hal yang paling berharga pada dirinya secara sukarela.Ia hanya ingin memberi Icha kenyamanan dan ketenangan dulu.


"Tidur lah sayang,Kau pasti lelahkan?ingat besok kita take off pagi!ujar Gio sambil memeluk tubuh Icha.


Tubuh Gio yang atletis dan aroma nya yang maskulin membuat Icha merasa begitu nyaman.


"Kakak juga sangat lelah kan,Mau aku pijiti?"tawar Icha yang merasa kasihan pada sang suami yang sedari pagi belum istirahat.


Gio tersenyum"Boleh saja,tapi aku ingin dipijit bagian itu!"


Bluzzzz....pipi Icha memerah mendengar godaan dari sang suami.


Icha juga seketika merasa gugup lagi.


Gio menangkap kedua Pipi Icha hingga membuat wanita itu mendongak menatap lekat kedua iris mata Gio yang berwarna biru."Dengar sayang,Aku tidak akan meminta hakku malam ini jika kau belum siap.Aku juga tahu bahwa kondisimu belum pulih benar.Jadi lebih baik sekarang kau tidur ya sayang agar besok pagi kau bisa siap berangkat ke Jepang."


Icha pun menuruti nasehat sang suami dan segera memejamkan matanya.Dekapan hangat Gio membuat wanita manis itu segera terlelap.


"Maafkan aku sayang,aku harus segera membawa mu pergi keJepang.Aku yakin jika Mama tahu pernikahan kita dia pasti akan langsung menemuimu"gumam Gio dalam hati.


Ini adalah alasannya mengapa ia ingin cepat cepat membawa Icha keJepang.Gio tidak ingin setelah Mamanya mendengar kabar pernikahan besok,sang Mama pasti akan semakin marah pada Icha dan itu akan membuat keadaan spikis Icha memburuk lagi.Lebih baik ia menghindar dulu dari sang Mama untuk beberapa saat.


Pagi Hari.


Pukul 06.00 Pasangan pengantin baru itu pun sudah berangkat menuju bandara.


Setelah berpamitan dengan semuanya.


Tak ingin lama lama membuang waktu,Gio ingin menikmati saat berdua dengan sang istri tanpa gangguan dari siapapun.


Sementara Gin terlihat diam disudut ruangan melihat keberangkatan Icha dan Gio.Meskipin lukanya masih sedikit terasa nyeri,Gin lalu memilih untuk segera berangkat lagi ke kantor WIN group tanpa sepengetahuan sang bos.Gin merasa kasihan pada Kian yang terlihat sangat kerepotan saat tak ada dirinya.


Sita yang tak menduga jika Gin sudah berangkat kekantor lagi merasa terkejut.


Ada rasa menyesal dan tidak enak hati karena sikapnya semalam yang terlalu berani.


Saat Sampai Dikantor Kian mengerutkan keningnya melihat kemunculan Gin yang sudah mulai beraktivitas kembali.

__ADS_1


"Kenapa kau sudah masuk Gin? bukankah lenganmu belum pulih"


"Saya sudah sehat Tuan,anda jangan khawatir!"jawab Gin datar.


Kian tak bisa berkata lagi,Soal urusan pekerjaan Gin memang sangat disiplin dan ia akui beberapa hari Tidak ada Gin membuat nya begitu kerepotan.Karena Kian hanya percaya pada Gin dan sudah untuk percaya terhadap karyawan lain.


"Yasudah,jika itu kemauanku,Tapi aku harap ini bukan caramu untuk mengalihkan perasaan hatimu yang sedang buruk atau caramu menghindari seseorang"ujar Kian ambigu.


Gin tentu saja sangat memahami apa maksud dari perkataan bosnya itu.


"Tidak Tuan,Saya hanya ingin segera bekerja kembali karena saya sudah merasa bosan dirumah"ujar Gin yang sedikit berbohong.


Tentu saja,Gin merasa sedikit risi dengan sikap Sita yang begitu berani semalam,itu mengejutkan untuknya.


Gin pun pamit undur diri untuk memulai pekerjaannya.


Sementara diBR group.


Dika yang terkejut melihat Kedatangan Keyla,segera berdiri didepan ruangan Marvin.


"Maaf Nona Keyla ada urusan apa anda datang kemari?"Tanya Dika sopan.


"Dimana Bos mu,Aku ingin bertemu dengan nya!"Ujar Keyla dengan berani.


"Maaf Nona,Sesuai pesan Tuan Marvin,beliau tidak ingin menemui anda lagi.Jika anda ingin bertanya soal proyek anda dengan Tuan Gio,Anda bisa bertanya pada saya"Dika berbicara dengan tegas.


"Nona Keyla jaga sikap anda,jika tidak saya bisa bertindak kasar!"hardik Dika.


Marvin yang sedang menatap laptopnya mendengar kegaduhan itu dan memilih untuk segera keluar.Ia tak ingin Keyla semakin berbuah gila.


"Kenapa kau membuat kegaduhan Dikantor ku Keyla?"tanya Marvin dengan sorot mata tajam.


"Kenapa kau tidak ingin menemuiku Marvin,Apa kau ingin menghindariku?"tanya Keyla yang berdiri tepat dihadapan Marvin.


"Iya aku memang menghindari mu Keyla,Ini demi Istriku.Aku juga merasa kita tidak ada urusan lagi,Jadi wajar jika aku tidak ingin bertemu dengan mu!"Perkataan Marvin ini jelas membuat Keyla sakit hati dan murka.


"Kenapa kau memperlakukan aku seperti ini Marvin?Tidak bisakah kita berteman seperti dulu!"ujar Keyla pelan.


"Maaf Keyla aku tidak bisa dan kau sudah tahu alasannya.Bagiku Istriku adalah yang utama.Maaf jika ini menyinggung perasaan mu.Sebaiknya kau pergi dari sini!"usir Marvin halus.


Keyla mengeratkan kepalan tangannya."Aku tidak terima perlakuan mu ini Marvin Dan sampai kapanpun aku tidak akan memaafkanmu!"Ujar Keyla lalu pergi dengan langkah cepat .


"Tuan sepertinya nona Keyla benar benar marah!"ujar Dika.

__ADS_1


"Kau benar dan aku takut dia bisa saja melukai istriku."Tentu saja Marvin mencemaskan keselamatan Kyra.


"Saya akan memperketat penjagaan Nona Kyra,Tuan!"


Marvin mengangguk lalu kembali ke ruangannya.


Tak dapat Marvin remehkan,Sosok Keyla terlihat begitu membenci sang istri dan bisa saja Keyla berencana melukai Kyra.


Malam hari.


Kian dan Gin terlihat baru saja tiba diRumah.


Sita terseyum melihat kepulangan Gin dan segera menghampiri pria itu.


"Kakak ingin minum apa biar aku buatkan!"Ujar Sita saat Gin hendak menuju kamarnya.


"Maaf,Saya tidak ingin minum apa apa"Gin yang berhenti,menatap sekilas Sita lalu beralih menatap kearah lain.


"Atau mungkin Kak Gin mau aku siapkan sesuatu?"tawar Sita yang belum menyerah.


"Saya bisa sendiri,Maaf jangan ganggu saya!"jawab Gin yang langsung berjalan lagi menuju kamarnya.


Sita termenung diam menatap Gin yang menghilang,Air matanya tak terasa menetes melihat sikap Gin yang semakin dingin padanya karena kejadian semalam.


"Apa aku salah kak Mencintaimu!"gumam Sita.


Kyra yang tak sengaja melihat itu segera mendekat dan memeluk erat Sita yang sudah seperti adiknya sendiri"Sudah jangan bersedih,Mungkin Kak Gin sedang lelah Sit,Kakak akan selalu mendukung kamu.Ingat Sit,Jatuh bangun didalam percintaan itu wajar jadi jangan mudah menyerah.Ok!"


Kyra merasa ikut bersedih saat melihat Sita,ia hanya bisa menyemangati adiknya itu saat ini.


"Jujur Sakit kak,, Sikapnya semakin dingin!"ujar Sita yang masih menangis.


Kyra mengusap lembut punggung Sita"Semua butuh waktu Sit,Kakak minta bersabarlah.Sekarang hapus air matamu dan tidurlah.Ini sudah malam!"


Sita pun menurut dan kembali kekamarnya.


Kyra menghela nafasnya dalam,Ia Tau betul ini tidak akan mudah untuk Sita,bahkan mungkin lebih berat dibandingkan perjuangan nya dulu mendapatkan hati Marvin.Semoga saja Sita bisa bertahan menghadapi sikap Gin,Itu harapan Kyra.


☘️☘️☘️☘️


Hallo para Readerss ....Selamat Tahun baru 2022 ya ..🎉🎉🎉


Semoga kalian selalu diberi kesehatan dan perlindungan Nya.

__ADS_1


Dan semoga di tahun yang baru ini,Harapan dan doa"kalian bisa terwujud...Aminnnn.


Jadi Semangat ya,Apapun keadaan kalian!!💪💪😊❤️


__ADS_2