Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
SS2-58..Rasa itu..


__ADS_3

Terimakasih untuk semua dukungan dan doa kalian ya....Baca juga novel author yg lain dan maaf jika ada ya masih belum selesai..Author sedang berusaha membagi waktu nya...πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜


☘️☘️☘️


Hari berlalu.


Luky terlihat sedang melamun sore itu di pinggir kolam renang dirumah nya,pikirannya menerawang memikirkan pertemuannya dengan Kyra siang tadi.


"Masih memikirkan dia Kak?"Tanya Laura yang tiba tiba duduk disamping sang Kakak.


Luky mengangguk pelan"Tadi aku bertemu dengannya Ra,kami sempat beberapa saat saling melihat.Setelah sebulan akhirnya aku bisa melihatnya lagi!"ujar Luky dengan raut sedihnya.


Laura tahu betul bagaimana perasaan kakaknya itu sekarang,ia merasa kasihan serta sedih dengan kondisi sang kakak yang belum bisa melupakan Kyra.


Laura lalu menggenggam tangan Sang Kakak sambil tersenyum kearahnya.


"Kakak harus bisa belajar melupakan nya Kak,Karena dia bukan jodoh kakak."Laura menghela nafasnya dalam"Seperti aku kak yang perlahan melupakan Gio,Memang awalnya begitu sulit tapi aku berusaha sekuat hati untuk bisa menerima seseorang yang lebih mencintai ku.Kakak lihat kan Sekarang aku bahagia bersama Johan,Dan aku yakin suatu saat kakak juga akan bahagia dengan wanita yang tulus mencintai kakak!"


"Kakak tidak yakin Ra"jawab Luky tak bersemangat.


"Kakak harus yakin,bahwa kakak akan mendapatkan jodoh yang lebih baik,Asal kakak mau belajar membuka hati kakak untuk orang lain,Laura mohon kak.Laura juga ingin melihat kakak bahagia."


Luky terharu mendengar ucapan Sang adik yang begitu menyanyangi nya.Pria tampan itu lalu memeluk erat sang adik kesayangan."Terimakasih ya Ra,Kau selalu memberi kakak kekuatan.Dan Kakak berdoa semoga kau selalu hidup bahagia dengan pria pilihanmu"


Hubungan keduanya memang cukup dekat.Laura sangat berharap sang kakak bisa segera bertemu dengan jodohnya.Karena Laura tau betul jika sang kakak bukanlah orang yang jahat.


Sementara dikediaman Wiratama.


Gin yang tidak mengetahui jika ada Icha dan Gio yang berkunjung kerumah itu merasa tertegun saat berpapasan dengan Icha.


Sudah sejak menikah,Icha tinggal bersama Gio dirumah nya.Karena Icha juga ingin ikut merawat sang ibu mertua yang kini lumpuh.Membuat Icha jarang datang kerumah Kian.


Tatapan Gin sesaat terpaku kearah Icha yang menatapnya,Walau bagaimana pun masih ada sisa Perasaannya pada Icha dihatinya.Cukup lama Gin tak bertemu dengan Icha dan sekarang setelah bertemu Gin merasakan ada yang berbeda.Entah karena melihat Icha yang sudah bersuami atau karena hal yang lain.


"Apa kabar Kak Gin?"Sapa Icha mendekati Gin yang bersikap biasa.


"Kabarmu Baik Cha,kamu sendiri?"jawab Gin dengan wajah datarnya.


"Icha juga baik kak, Sebenarnya Icha ingin berterimakasih pada Kakak karena sudah menyelamatkan hidup Icha waktu itu,walaupun ini terlambat tapi Icha merasa lebih lega jika sudah bertemu kakak"


Setelah kejadian tragis yang hampir melukai Icha dan Sampai Icha menikah,Icha belum sempat mengucapkan terimakasih pada Gin


Karena pernikahan Icha yang mendadak saat Icha masih dalam keadaan sakit.


"Sama sama Cha,Itu sudah menjadi tugasku.lain kali hati hati dan jaga dirimu baik baik"ujar Gin yang masih perhatian pada Icha.


"Tenang saja Gin,Aku yang akan menjaga Icha dengan baik.Bagaimana kabarmu Gin,lama kita tidak bertemu!"Sela Gio yang tiba tiba muncul menyusul Keberadaan sang istri didekat dapur.


Gin menunduk sekilas"Kabar saya baik Tuan Gio,Saya senang melihat anda dan Icha kerumah ini lagi..Kalau begitu saya pamit kekamar dulu,saya harus segera mandi"pamit Gin yang tak ingin berlama lama didepan pengantin baru itu.


Gio hanya mengangguk kearah Gin.


Icha merasa tatapan Gin sudah berbeda padanya tapi ia cukup senang bertemu Gin kembali.Icha berharap Gin segera menemukan wanita yang bisa menyanyanginya dengan tulus.


Sore ini Gin harus segera kePanti untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh Sang bos.Kali ini Gin merasa berbeda saat akan berangkat kePanti itu.


Perlu waktu tiga jam Gin sampai diPanti Asuhan Kasih Ibu,tempat dimana Kyra dan Icha tumbuh besar.


Hari sudah mulai petang,Pukul 7 malam Gin baru sampai diPanti itu.Suasana terlihat sepi dari luar.


Gin disambut oleh Bu Rani yang senang melihat kedatangan pria dingin itu.


Gin segera menyampaikan pesan Kian dan menyalurkan bantuan yang ia bawa bersama beberapa anak buahnya dengan dua mobil pick up.


Bu Rani merasa sangat bersyukur dan berterima kasih pada Orang orang yang begitu baik dan peduli dengan anak anak pantinya.


Sejak kedatangan nya kepanti Gin tak melihat sosok Sita,Hanya tadi Dio yang menyalaminya sebentar lalu pamit untuk belajar dikamarnya.


Hingga Gin selesai berbincang dengan buRani dan hendak berpamitan,Pria dingin itu tertegun saat melihat Sita baru saja datang turun dari motor bersama teman prianya.Saat itu Sita baru selesai belajar kelompok dirumah temannya,Ia lalu diantar pulang oleh sahabatnya yang bernama Niko.


Tak bisa dipungkiri melihat Sita dengan teman prianya membuat Gin tiba tiba merasa kesal.


Begitu pula dengan Sita yang terkejut melihat keberadaan Gin dipanti malam hari.Pria yang sudah sebulan tidak ia lihat dan Sita begitu merindukan pria itu.Namun Sita sadar jika Gin masih begitu dingin padanya.


Meskipun sebenarnya tatapan keduanya mengisyaratkan ada kerinduan diantara mereka.


"Siapa dia Sit?"tanya Niko yang merupakan Teman sekelas Sita sambil membantu melepaskan helm dikepalai Sita.

__ADS_1


Dan pemandangan itu tak lepas dari penglihatan Gin yang berdiri tak jauh dari tempat kedua remaja itu.


Bu Rani terseyum tipis melihat ekspresi Gin yang menatap Sita.


"Dia keluarga kak Kyra dikota Ko!"jawab Sita yang merasa gugup.


"Ohhh ,,ya sudah aku pulang dulu!"pamit Niko lalu menyalakan mesin motornya.


"Hati hati Ko dan Terimakasih ya sudah mengantarku"ujar Sita terseyum.


"Okey,,,Byeee!"Niko pergi dengan motornya.


Dengan langkah berat Sita berjalan mendekati Gin.


Sita menunduk sekilas menyapa Gin yang masih terdiam berdiri.


Merasa tak ingin mengganggu,BuRani kembali masuk kedalam panti.


"Bagaimana kabar Kak Gin?"ucap Sita dengan debaran jantungnya yang begitu keras.


"Kabar ku baik,Apa kau sampai lupa waktu jika berpacaran?"Ujar Dingin Gin yang membuat Sita terkejut.


Sita sempat bingung dengan ucapan Gin namun ia dengan cepat mengerti maksud ucapan pria dingin itu.


"Maaf Kak,tadi bukan pacarku.Dia Sahabatku.Kami baru selesai belajar kelompok dirumah teman kami.Kami harus mempersiapkan dengan matang ujian kami nanti"jawab Sita dengan jelas.


Gin akui ia merasa senang jika tadi bukan kekasih Sita.


"Yasudah aku pergi dulu,Urusanku sudah selesai!"ujar Gin yang menatap Sita sekilas lalu melangkah pergi.


Sita tak bisa berbuat banyak,ia tak mungkin menahan Gin untuk sebentar lagi berada ditempat itu.


Sita merasa sedih Kembali karena sikap Gin masih saja dingin padanya.


Mata Sita hampir menangis melihat punggung lebar berjas hitam itu melangkah menjauh.


Namun baru beberapa langkah,Gin berhenti dan menoleh"Terima kasih untuk jaketnya,Harusnya kau tak perlu repot membelikannya untukku!"


Sita hampir tak percaya Gin mengucapkan terimakasih padanya.Ada kelegaan jika Gin bersedia menerima pemberiannya.


Sita hanya mengangguk kearah Gin.


"Aku ingin menjadi perawat yang hebat agar aku bisa merawat orang orang yang aku sayangi kak!"Ujar Sita.


"Semoga kau bisa segera menjadi perawat, Selamat MLM"ujar Gin lalu melangkah.


Sita yang tak bisa lagi membendung kerinduananya dengan segala keberanian berlari cepat lalu memeluk Gin dari belakang.


Deg.......


Gin begitu terkejut dan tak menyangka Sita bisa seberani itu.Ia juga seakan tak bisa menolak pelukan hangat itu atau melepas kedua tautan tangan Sita diperut nya.


"Tunggu sebentar Kak,jangan pergi dulu.Aku sangat merindukanmu.Maaf jika aku sudah lancang tapi ini yang terakhir.Setelah ini aku akan belajar melupakan Kakak!"Ujar Sita yang sudah menangis.


Gin terdiam merasakan detak jantungnya yang berdetak kencang serta merasakan kehangatan yang belum pernah ia rasakan.


Untuk sesaat keduanya menikmati keadaan itu ditengah suasana malam yang sejuk.


Perlahan Sita melepas pelukannya dipunggung lebar Gin sambil mengusap air matanya.


Gin menoleh menatap kedua mata Sita yang berair.


"Maaf Kak,,Aku janji ini yang terakhir.Setelah ini dan lulus menjadi perawat nanti aku tidak akan mengganggumu lagi."Ujar Sita yang berusaha terseyum tipis.


Gin benar benar dilema saat ini.Melihat air mata Sita membuat hatinya merasa nyeri.Gin masih belum percaya jika tembok keangkuhan sudah mulai runtuh oleh gadis belia yang masih SMA.


"Hati hati Kak,Jaga kesehatan Kakak"


Gin masih menatap Sita lekat,bibirnya terasa kelu.Ia merasa bingung harus berkata apa.


"Aku pergi dulu.Jaga Kesehatan mu juga"Ujar Gin lalu melangkah cepat menuju mobil.


Sita semakin hancur melihat punggung lebar itu menjauh dan berlalu.


Sementara Gin yang tak kuat menahan diri segera ingin pergi berlalu dari tempat itu tanpa membuka kaca mobilnya.


Seketika tubuh Sita luruh kerumput,Sungguh ini begitu berat untuknya.Sekuat Tenaga ia berusaha melupakan Gin tetap saja pria itu selalu menghiasi pikirannya.

__ADS_1


Dio yang melihat dari jauh hanya bisa terdiam,ia hanya ingin membiarkan Sita puas menangis dulu.


Sita menunduk terisak, Hatinya sungguh sedih,mana mungkin ia bisa melupakan Gin,cinta pertama nya.


"Aku tidak suka melihat mu menangis!"


Beberapa saat menangis,gadis itu tak menyadari jika Gin kembali dan sudah berjongkok dihadapannya.Gin yang dilema seketika menghentikan mobilnya lalu berlari menghampiri Sita.Sungguh hati Gin juga ikut sakit.


Suara lugas itu mengejutkan Sita,gadis itu seketika mendongak dan merasa tak percaya dengan apa yang ada dihadapannya.


"Kak Gin"Lirih Sita.


"Sampai kapan kau akan menangis?"tanya Gin dengan wajah datarnya.


"Hiks hiks hiks"Sita semakin menangis dan Gin dengan spontan menarik tubuh Sita kepelukannya.


Didalam dekapan Gin,gadis itu menangis terisak mengeluarkan semua keluh kesah nya serta rasa bahagia Gin kembali menemuinya.


"Apa sedalam itu kau menyukai ku"Goda Gin yang jasnya sudah basah karena air mata Sita.


Spontan Sita memukul lengan Gin"Diam kak"


Gin terseyum tipis,Ia tak percaya dirinya bisa sedekat ini dengan Sita bahkan menggoda gadis itu.


"Untuk apa kakak kembali?Apa ada yang ketinggalan?"tanya polos Sita.


"Aku hanya ingin berkata, Selesaikan sekolahmu dengan baik dan aku akan menunggu mu"


Deg......


Kini seakan jantung Sita yang berhenti berdetak,ia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


Sita melerai pelukannya mendongak menatap Gin.


"Kenapa?Kau tidak mau aku tunggu?"tanya Gin menggoda lagi.


Secepat kilat Sita menggeleng"Aku mau Kak"


"Asal kau jangan Nakal!"


Tentu saja Sita tau maksud ucapan Gin itu, tandanya ia tak boleh dekat dengan teman pria.


Sita menganguk polos.


"Jangan pulang sampai malam hari!"


Lagi lagi Sita hanya mengangguk polos dengan ucapan Gin.


"Sudah masuk lah.ini sudah malam"perintah Gin.


Sita tak bergeming ia masih menatap lekat pria pujaannya itu.


"Kenapa lagi,ayo masuk sana!"ujar Gin yang menyuruh Sita masuk.


"Apa ini artinya Kakak menerima ku?"Tanya Sita polosnya.


"Kita lihat nanti setelah kau sudah menjadi perawat!"ujar Gin dengan santainya.


"Oke Diel....Lihat dan Tunggu Kak,Aku kan menjadi perawat hebat dan akan merawat kakak yang terluka"ujar Sita yang begitu bersemangat.


"Yasudah aku pergi dulu"pamit Gin yang hendak pergi.


Sita terseyum"Hati hati ya calon pacar..Jaga kesehatan juga"


"Bawellll"cibir Gin lalu melangkah setelah mengusap pucuk kepala Sita yang terseyum bahagia.


"Gak peluk lagi Kak,?"goda Sita membuat Gin menatapnya tajam.


"Jangan marah dong Calon Imam,nanti ilang gantengnya.Byeeee!"ujar Sita yang hatinya berbunga-bunga.


ia melihat kepergian mobil Gin hingga hilang dari pandangan.


Kini Sita mendapatkan semangat baru.hubungannya dengan pria dingin itu sudah ada kemajuan.


Sementara Gin terseyum tipis mengingat kebersamaan nya tadi dengan Sita.Kedekatanya dengan Sita tadi membuat sesuatu yang belum pernah ia rasakan muncul dan seketika ia merasa candu serta rindu.


🌺🌺🌺

__ADS_1


Udah mulai Bucin nichhh Abang Gin.....


Besok Author mau kasih visualnya Sita dan Gin ya.....❀️❀️


__ADS_2