Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
SS2-27..Bantuan


__ADS_3

**Selamat menjalankan puasa ya untuk kalian yang menjalankannya....


Terima kasih masih setia dengan novel Author....Like dan Komen kalian adalah semangat buat Author...


🌺🌺🌺**


Malam hari Dikediaman Baskara.


Marvin,Kyra dan Mamy Jia yang baru saja selesai makan malam dikejutkan dengan kedatangan tamu yang tak pernah mereka duga.


Papa Gerald menyempatkan datang untuk menemui Mamy Jia,Tentu dengan tujuan untuk meminta bantuan pada Mama Marfin itu.


"Om Gerald...Silahkan duduk Om"Ujar Ramah Marvin yang menyambut kedatangan Papa Gerald diruang tamu.


"Selamat Malam Marvin,Maaf jika kedatangan Om mengejutkan dirimu"jawab Papa Gerald.


"Santai saja Om.....Kita kan keluarga"


"Apa Mamamu ada?Om ingin meminta bantuan mamamu!"


Kening Marvin berkerut"Apa ini soal Gio dan Icha Om?"


Papa Gerald mengangguk pelan"Kau pasti sudah tahu bukan apa yang sudah dilakukan Mama Gio pada Icha?"


Marvin mengangguk"Maaf Om,tapi kali ini Tante Siska sudah berlebihan,Marvin merasa kasihan pada Icha,dia hanya gadis sederhana Om"


"Maka dari itu,Om harus segera bertindak untuk membatalkan perjodohan antara istri Om dengan Istri Andre Wijaya."


Tak lama Jia datang bersama Kyra.


Ini kali Kedua Kyra bertemu dengan papa Gio itu,Yang pertama saat pernikahan nya dulu.


Marvin dengan sigap menuntun Kyra yang perutnya sudah membuncit diusia kehamilan yang ke 5 bulan.


"Malam Jia,Hay Kyra apa kabar?..."Sapa Papa Gerald.


"Malam juga Gerald"balas Tante Jia.


"Hallo Om,,Kabar Kyra baik Om, Senang bisa bertemu dengan om Lagi"jawab Kyra dengan senyum mengembang,sementara Marvin sudah merangkul pinggang sang Istri.


"Wah sudah berapa bulan kandunganku Nak?"


"Sudah 5 bulan Om"jawab Kyra.


"Wah sebentar lagi kau akan menjadi Dady Marvin,Jaga baik baik Istrimu"


"Pasti Om,,Kami kekamar dulu Om,Silahkan Om berbincang dengan Mamy,,Ayo Sayang"Ajak Marvin lalu menarik tangan Kyra.


"Mari Om"pamit Kyra.


"Kau datang kesini pasti mengenai Putramu kan?Aku sudah mendengar nya dari Marvin "Ujar Mamy Jia setelah Marvin dan Kyra pergi.


Gerald mengangguk"Kali ini Siska sudah keterlaluan,Aku tidak mau membuat Gio semakin tertekan"


"Istrimu itu memang keras,aku saja sering kesal dengan nya.Kenapa pikirannya sangat sempit,Mencari mantu bukan hanya dilihat dari status dan materinya saja"Kesal Many Jia.


"Tapi Siska berbeda,baginya status dan Materi adalah yang utama.Aku tidak bisa tinggal diam Jia,,Aku datang untuk meminta bantuan mu.Kau cukup dekat dengan Siska bukan,jadi bujuklah dia!"


Mamy Jia tergelak,baginya mustahil membujuk orang seperti Siska yang keras kepala dan menyebalkan.


"Aku tidak yakin Ge,Istrimu itu mau mendengarkan ucapanku,Aku sendiri saja suka malas berbicara dengan nya tapi akan aku coba.Ini demi Icha dan Gio.Mereka sudah seperti putra putriku sendiri"


Papa Gerald terseyum"Terima kasih Jia,kau memang sahabatku.Aku tunggu kabar mu"


"Tapi jika Istrimu itu tetap bersikeras menjodohkan Gio bagaimana?"tanya Mamy Jya.


"Maka jalan terakhir aku harus bertindak tegas Jia,Atau aku akan mendatangi Andre dan bicara padanya baik baik"


"Aku pikir kau perlu menemui Andre,Andre juga harus menasehati istrinya itu"saran Mamy Jia.


"Kau benar,besok kuatur waktunya,,"


Kedua orang paruh baya itu pun melanjutkan dengan perbincangan ringan.


Sementara dikamar,Kyra terseyum saat Marvin datang dengan membawa segelas Susu hamil rasa coklat kesukaan nya.


"Habiskan ya Sayang!"pinta Marvin menyerah kan segelas susu pada Kyra yang duduk ditepi ranjang.


Kyra menganguk lalu perlahan meminum susu itu hingga tandas tak bersisa.


Marvin lalu berjongkok mengahadap perut Kyra,menciuminya lalu menempelkan telinganya keperut Kyra"Apa dia bergerak?"


"Masih pelan sayang"Jawab Kyra sambil mengusap lembut kepala Marvin yang ada diperutnya.


Marvin mendongak lalu mencium sekilas bibir Kyra yang menjadi candunya.


Cup....


"Love you Sayang "

__ADS_1


"Love you Dady Marvin"


"Mau aku pijit kakimu?:Tawar Marvin sambil berdiri lalu duduk disamping Kyra .


Kyra menggelang"Peluk saja aku"


Dengan senang hati Pria bertatto itu memeluk erat tubuh Kyra yang semakin berisi.


"Apa kedatangan Om Gerald ada hubungannya soal Kak Gio dan Kak Icha?"Tanya Kyra sambil mengendus dada Marvin yang menjadi favorit nya.


"Iya Sayang,Om Gerald meminta bantuan pada Mamy,Mengingat Mamy cukup dekat dengan Tante Siska karena mereka satu perkumpulan arisan"


"Semoga Mamy bisa membantu hubungan Kak Icha dan Kak Gio ya...Aku tak ingin Kak Icha menderita karena Tante Siska"


"Iya Sayang,Tenanglah..Banyak yang akan membantu mereka.Sekarang kau tidur ya,,,aku tak ingin kau kelelahan"Ujar Marvin perlahan membaringkan tubuh Kyra lalu memeluknya dari samping.


Marvin merasa sedikit khawatir pada kondisi Kehamilan Kyra karena saat cek up kemarin, Dokter mengatakan ada sedikit masalah dikandungan Kyra dan itu berdampak pada kondisi tubuh Kyra yang sekarang mudah lelah dan lemas.


Tentu saja itu membuat Marvin menjadi semakin over protective.


☘️☘️


Sedangkan diKediaman Wiratama.


Gio berusaha menemui Icha lagi yang selama dua hari ini begitu sulit untuk ia hubungi.


Kian terseyum meledek melihat wajah frustasi Gio yang duduk dihadapan nya.


"Masih belum bisa dihubungi?"tanya Kian.


"Apa dia sengaja ingin menjauhiku Ki?"


Kian menyerdikan kedua bahu nya sekilas"Temui saja Dia"


Gio berdecak"Bagaimana caranya agar dia mau membuka pintu kamarnya?"tanya Gio bingung.


Kiral yang melihat kebingungan Gio terseyum simpul"Uncle butuh bantuan ku?"tawar Kiral.


Gio mengerutkan kening"Kiral,,apa kau bisa membantu Uncle?"


Kiral menjentikkan jarinya kearah Gio


"Itu hal kecil Uncle"


Gio berdecih kesal melihat tingkah sombong Kiral yang mirip sang papa.


"Bantu Uncle,,nanti Uncle temani balapan"ujar Gio yang menjanjikan akan menemani Kiral dengan hobi kesukaannya yaitu balapan Gokart.


"Okey,Kiral bantu Uncle.Tapi jangan lupa janji Uncle ya Minggu ini"


"Siappppp"jawab Gio mantap.


"Ayo ikut Kiral,Uncle"


Gio lalu mengikuti langkah Kiral menuju Kamar Icha dilantai dua.


Kiral lalu mengetuk pintu Kamar Icha"Aunty buka pintunya dong,Kiral mau belajar sana Aunty,kan Aunty Icha pinter matematika"teriak Kiral yang membuat Gio terseyum senang, ternyata anak itu punya banyak ide.


"Kenapa tidak belajar dengan Dadymu Kiral!jawab Icha dari dalam.


"Dady sedang sibuk Aunty,Mamy juga"jawab Kiral.


"Tapi Uncle Gio sudah pergi kan Ki?"tanya Icha memastikan.


"Mungkin diruang kerja Dady,Ayo Aunty buka pintunya!"Teriak Kiral lagi.


Dan tak lama Pintu pun terbuka,Icha yang terlihat kusut menatap Kiral,Namun matanya membulat saat Gio yang tiba tiba muncul dan menarik tangan Icha masuk kedalam kamar.


Dan mereka tak menyadari ada Gin yang mengamati sedari tadi,Hati Gin terasa sakit saat melihat Gio menarik tangan Icha kembali masuk kekamarnya.Gin lalu berlalu,tak ingin membuat hatinya semakin sakit.


"Kiralllllll"Teriak Icha yang kesal karena sudah dibohongi Anak kecil itu.


Kiral hanya terkekeh lalu berlaku pergi"Maafkan aku Aunty,,ini demi hobiku hihihi"tawa lirih Kiral yang senang.


"Apa lagi Kak,Icha mau tidur Kak,kepala Icha pusing"Ujar Icha yang mencoba berontak.


"Duduk"ucap Gio tegas.


Icha pun Patuh dan duduk disamping ranjang.


Gio lalu berjongkok dihadapan Icha sambil menggenggam tangan Icha.


Menatap wajah Icha yang terlihat cantik alami tanpa polesan make up.


"Sampai kapan kau mau menghindariku Cha....Aku begitu merindukan mu.Tolong jangan siksa aku lagi"


"Icha tidak menghindari Kakak,Icha hanya sedang tidak enak badan"Ujar Icha tanpa berani menatap manik mata Gio.


"Tatap aku Cha"Ujar Gio sambil merangkup wajah Icha dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Kau goyah dengan ucapan mama?Apa kau ingin menyerah begitu saja?Kau ingin meninggal kan ku?"ujar Gio yang membuat Mata Icha berkaca kaca.


Gio lalu memeluk erat Icha yang sudah menangis dalam diam.


"Icha hanya tidak ingin Kakak menjadi anak durhaka"Lirih Icha yang masih bisa didengar Gio.


Gio menutup matanya sesaat sambil menghela nafasnya,ini yang ia takutkan jika Icha memiliki rasa bersalah yang besar karena hubungan nya dengan sang mama semakin memburuk.


"Aku tidak akan menjadi anak durhaka Cha,Buktinya Papa mendukung ku..."


"Tapi Kak....terlalu banyak hal yang membuat kita sulit untuk terus bersama.."ujar Icha.


Gio melerai pelukannya menatap dalam kedua mata Icha"Sekarang aku tanya padamu,Kau masih ingin berjuang bersamaku kan?Kau masih mencintaikukan?"


Icha mengangguk perlahan membuat Gio terseyum lega"Maka jangan hiraukan ucapan Mama kemarin.Tetap percaya padaku Cha.Aku hanya minta padamu tetaplah disisiku apapun yang terjadi.Kau mau kan?"


Icha terdiam,ada kebimbangan dihatinya.Namun rasa cintanya pada Gio lebih besar dan Icha tidak ingin. kehilangan Gio begitu saja.


Icha perlahan menganguk lagi"Icha mau kak"


Gio terseyum senang dan mengusap lembut rambut Icha"Nah gitu dong,Pacar Gio.Jangan sedih lagi ya....Ayo kita keluar...Kau belum makan kan?ingin makan apa Sayang?"


Icha terseyum,Gio selalu saja bisa meluluhkan hatinya"Icha ingin bubur ayam Kak"


"Yasudah ayo Kita cari, sekalian kita cari udara segar"


Icha menganguk.


Dengan sigap Gio mengambil jaket Icha yang tergantung "Pakai jaket dulu ya,diluar dingin Sayang"


Icha terseyum senang dengan perhatian yang Diberikan Gio.Apalagi Gio sampai membantu mengenakan jaketnya.


"Makasihya Kak"jawab Icha.


"Sama sama Pacar,ayo"


"Tapi kak"ujar Icha menghentikan langkah Gio yang menarik tangannya.


"Apa Sayang?"


"Aku belum dandan"ujar Icha malu.


Gio tertawa kecil lalu mengusap pipi Icha lembut"Kau lebih cantik tanpa make up Sayang..Ayo keburu malam"


Icha begitu bahagia mendengar ucapan Gio itu.


Keduanya melangkah keluar kamar lalu turun kelantai bawah untuk berpamitan pada Kian dan yang lainnya.


Kian terseyum lega melihat keduanya sudah akur kembali"Sudah baikan rupanya"


"Kita keluar dulu ya Ki,"


"Okey jangan malam malam pulangnya"ujar Kian.


"Okey Bos....Makasih ya Kiral,,"


"Jangan lupa janji Uncle"ujar Kiral membuat semua penasaran.


"Oke Son,Uncle dan Aunty pergi dulu"


Kian hanya menggeleng melihat kelakuan Gio.Namun sedetik kemudian ia merasa prihatin melihat Gin yang ternyata sedang berdiri disudut ruangan manatap dalam kepergian Gio dan Icha.Kian tahu Jika Gin sekarang pasti merasa sangat terluka.


"Memang apa yang dijanjikan Uncle Gio padamu Sayang?"Tanya Mita pada Kiral.


"Adu balapan Gokart,hari Minggu nanti My"jawab Kiral senang justru membuat Mita Khawatir.


Mita memang tidak terlalu suka dengan hobi hobi Kiral yang terlihat berbahaya untuk anak seusianya.


"Sudah biarkan Saja Sayang,Kiral harus tumbuh menjadi pria yang kuat"jawab Kian yang bisa melihat rasa kekhawatiran diwajah Mita.


"Terserah kakak Saja,percuma saja aku melarang!"Ujar Mita kesal lalu pergi kekamar.


Kian menghela nafas karena lagi lagi istrinya itu marah karena kesal.


"Ayo Dad,Rayu Mamy sana....Kiral masih ingin disini"Ujar Kiral yang menyuruh sang Dady menyusul Mita.


Kian pun beranjak"Gin jika kau belum mengantuk ,tolong temani Kiral dulu"ujar Kian pada Gin.


"Okey Bos"jawab Gin yang sudah bersikap biasa.


"Uncle Gin sudah punya pacar?"tanya Kiral tiba tiba membuat Gin terkesiap.


"Kenapa Tuan muda bertanya itu?"


"Kiral hanya penasaran saja,Uncle Gin kan tak kalah tampan dari Dady,,Apa mau Kiral cariiin pacar?kebetulan guru guru Kiral cantik cantik Uncle"Goda Kiral .


"Tidak perlu Tuan Muda,Uncle Gin belum ingin memiliki kekasih"jawab Gin datar .


Kiral menyebikkan bibirnya" yasudah kalau Uncle tidak mau ...."

__ADS_1


Kiral pun ditemani Gin bermain Game,membuat Gin bisa sesaat melupakan kesedihannya.


__ADS_2