
**Maaf ya untuk semua readers,jika lama tidak Update...Maklum Author LG banyak kerjaan dan lagi gak enak badan....Terus berikan Like dan Komen kalian ya....Matur suwun.
🌹🌹🌹
Hari bergulir**.
Hubungan antara Cleo dengan Kyra dan yang lainnya semakin dekat dan Akrab.
Bahkan Kyra meminta ijin pada Erick untuk bisa sering keluar bersama Cleo.Dan tentu saja pria itu mengijinkan,Karena ia juga tak ingin mengekang kebebasan Isterinya yang terlihat senang bila bersama Kyra dan Yang lain.
Siang Wekeend ini kelima wanita cantik itu,Berencana untuk berbelanja bersama.Tanpa anak anak karena Kiral dan Leo lebih memilih bersama Dady mereka.Tentu mereka tidak sendiri,Ada beberapa pengawal yang berjaga dari kejauhan. Itu sesuai permintaan Kyra agar tidak terlalu menjadi fokus perhatian orang orang disekitar mereka.
Mereka nampak sangat berantusias,mereka sangat senang bisa pergi bersama meski tanpa para Pria.
Sedangkan Para Pria lebih memilih berkumpul untuk melakukan hal hal yang lain bersama seperti Latihan Beladiri,Latihan menembak dan yang terakhir berkuda,Sekalian mereka melatih Ketrampilan dan ketangkasan Kiral dan Leo.Sebagai bentuk landasan dasar agar mereka bisa melindungi diri mereka sendiri.Mengingat mereka bukan putra dari orang biasa yang keselamatan nya bisa terancam dimana saja dan kapan saja.Mereka ingin membekali sedari dini putra putra mereka beberapa keahlian.
Kelima wanita itupun sudah sampai disebuah pusat perbelanjaan yang besar dan megah dipusat kota.
Mereka akan menghabiskan waktu ditempat nyaman itu.
Merekapun memutuskan untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga terlebih dulu.
"Aku akan mencari pewangi ruangan dulu kesana"ujar Kyra pada semuanya lalu melangkah ke rak yang berisi aneka varian pewangi.
"Okey,aku juga akan mencari buah dulu untuk Leo,Ayo Mit Kau bilang kau ingin membeli buah untuk Kiral Juga"Ajak Clara Pada Mita.
Mita mengangguk lalu pergi bersama Clara keStand buah.
"Aku ingin mencari Sampo dulu kesana"Ujar Icha.
"Baiklah,Biar aku temani Kyra,"Ujar Cleo.
Mereka pun berpecar untuk mencari keperluan masing masing disupermarket itu.
Cleo yang sedang fokus memilih suatu barang tak menyadari Kyra yang terlihat kesusahan mengambil sesuatu yang berada dirak paling atas.
Meskipun Kyra sudah berjinjit tapi tetap saja tangannya tak bisa menjangkau barang yang dia ingin kan.
Hingga aroma parfum maskulin dari sesosok dada bidang seorang pria tercium sangat dekat dengannya dan Kyra melihat ada tangan besar yang mengambil barang yang ia inginkan dirak atas itu.
"Kau ingin mengambil ini Nona?"Tanya seorang Pria tampan yang sudah berdiri dibelakang Kyra,Jarak mereka begitu dekat.
Kyra spontan membalikkan tubuhnya dan langsung bertatapan dengan manik mata coklat itu.
Wajah tampan dengan jambang lebat dan kulit putih terlihat jelas oleh Kyra.
Sosok itu itu juga terlihat kagum dengan kecantikan Kyra yang terlihat lebih terpancar selama hamil.Apalagi mata bulat Kyra yang jernih menatapnya lekat.
"Iya...Saya ingin mengambil itu tapi tangan saya tidak sampai"jawab Kyra yang sudah tersadar.
Pria itu tersenyum"Ini untuk mu...lain kali minta bantuan orang yang lebih tinggi darimu.Jika tadi kau bisa jatuh"ujarnya sambil menyodorkan pewangi itu pada Kyra.
Kyra terseyum lembut"Terima kasih Tuan."
Lagi lagi senyum indah itu membuat pria itu tertarik,Ia belum menyadari perut Kyra yang sudah nampak sedikit besar.
"Sama sama Nona,Saya permisi dulu"ujar Pria itu lalu pergi.
Kyra menatap punggung Pria itu hingga hilang dibalik rak lain.
Kyra kembali melanjutkan memilih milih barang lainnya sementara Cleo tak sadar sudah menjauh karena fokus dengan barang incaran nya.
__ADS_1
Hanya beberapa menit Kyra sudah selesai memilih barang kebutuhan nya lalu berjalan mendekati Cleo yang sedang fokus memilih sabun deterjen.
Kyra yang sedang melihat isi keranjang nya tak menyadari jika lantai yang akan ia injak masih basah karena baru selesai di Pel.
Kyra membulat kan matanya saat kakinya yang tadinya hampir terpeleset kini mengantung karena seseorang menahan pinggangnya hingga ia tak jadi terjatuh.Bahkan tubuhnya setengah melayang karena tubuhnya condong kesebuah tubuh kekar dan tegap.
Lagi lagi pria tadi yang menolong nya."Kau begitu ceroboh Nona,Hampir saja kau terpeleset"ujar pria itu tersenyum.
Kyra begitu terkejut karena ia kembali ditolong oleh pria itu.
Wanita hamil itu segera menjauh dan terseyum kikuk"Maaf...Saya merepotkan kan anda lagi dan Terima kasih sudah menolong saya dua kali"
Pria tadi baru tersadar saat melihat perut Kyra yang sedikit berisi"Tidak masalah Nona,Tapi apa kau sedang hamil?"
Kyra menganguk"Iya Tuan."
Ada sedikit kekecewaan saat mendengar wanita cantik didepannya itu sudah bersuami dan hamil sekarang.
"Oww tapi kau sungguh Cantik saat hamil....jangan panggil aku tuan.Kita belum berkenalan,Siapa namamu nona?"ujar pria itu dengan seyum ramahnya.
"Namaku Kyra Tuan,Lalu anda?"ujar Kyra dengan senyum nya.
"Kyra......."Panggil Cleo mendekat,lalu muncul Clara,Mita dan Icha yang sudah selesai sedari tadi dan berusaha mencari Kyra dan Cleo.Tapi justru mereka merasa heran saat melihat Kyra sedang berbincang dengan seorang pria tampan.
Kyra menoleh kearah teman temannya.
Clara membulat setelah melihat dengan jelas siapa yang sedang berbicara pada Kyra"Luky....."
Yap....pria yang sedari tadi menolong Kyra adalah Luky Wijaya,Musuh Erick dan pesaing bisnis yang lain.
Luky yang terkejut melihat Clara ada disitu dan terlihat mengenal Kyra.
"Clara.."Lirih Luky.
"Kak Clara mengenal Tuan ini?"tanya Kyra heran.
"Dia sepupu ku Ky,Namanya Luky Wijaya"jawab Clara.
"Nona Kyra temanmu? Tanya Luky penasaran.
Clara mengangguk"Iya Luk,Dia ini Istri Marvin Baskara"Ujar Clara yang membuat Luky sangat terkejut,Ia tak menyangka wanita cantik yang mempesonanya ternyata istri rekan bisnisnya.
"Dan ini Mita,Istri Kiano Wiratama,Kakak nya Kyra...Yang Ini Cleo istrinya Erick Artama dan yang ini Icha kekasih Gio"Ujar Clara yang mau tidak mau harus berkata jujur mengenalkan semuanya pada Luky.
Spontan Luky semakin ternganga,Ia langsung menatap Cleo dan Icha bergantian dengan pandangan yang tak bisa diartikan.
Luky benar benar tak menyangka jika ia bisa bertemu Istri Istri dari rival Bisnis nya apalagi Istri Erick,Musuh lamanya dan Kekasih dari calon suami adiknya yang selama ini ia hanya dengar saja,Jika Gio sudah memiliki kekasih dan menolak perjodohan dengan sang adik.Luky benar benar dibuat kaget.
Icha yang tahu arti tatapan Luky itu hanya bisa menunduk merasa tak enak hati sedangkan Cleo yang cuek hanya bersikap biasa.
"Baiklah kami pergi dulu ya Luk,Kapan kapan mainlah kerumah,Papa ingin bertemu dengan mu"Ujar Clara pada Sepupunya itu lalu hendak melangkah.
"Iya Senang bertemu dengan kalian semua, wanita wanitanya CEO rekan bisnisku...Sampaikan salam ku untuk paman Calvin,Cle..."
Clara menganguk lalu mengajak yang lain segera pergi.
"Sekali lagi terima kasih Tuan Lucky,,Sampai jumpa lagi"Ujar Kyra dengan senyuman indahnya sebelum melangkah pergi.
Luky menatap wanita hamil itu hingga benar benar berlalu dari pandangan nya hingga ia melupakan sosok Istri Erick dan Kekasih Gio yang sempat mengalihkan perhatian nya tadi.
"Kenapa aku begitu suka melihat mata dan seyumnya,,Sungguh begitu jernih dan Indah"gumamnya dalam hati.
__ADS_1
"Aku harap kalian berhati hati jika bertemu Luky"Ujar Clara saat mereka sudah duduk disebuah kafe didalam Mall itu.
"Kenapa Kak?"Tanya Kyra heran.
"Dia itu musuh Erick dari dulu,dan dia itu Kakaknya Laura,calon tunangan Gio"jelas Clara yang membuat semuanya kaget kecuali Icha yang memang sudah tahu dari namanya,Tapi Icha juga baru pertama bertemu Luky.
Cleo tak mengira sang suami memilik musuh.
"Tapi sepertinya dia orang baik,bahkan dia menolong ku dua kali tadi kak"ujar Kyra.
"Kyra...Kau terlalu polos,,Aku yang paling mengenal sifatnya karena dia sepupu ku.Dia memang baik,tapi dia bisa berubah kejam dan dingin jika ada yang menyainginya dan mencoba menganggu kesenangannya"jelas Clara.
"Kau ingat Ky,Jangan terlalu akrab dengan nya,Bisa bisa Marfin marah padamu,Dan kalian, Cleo,Mita kalian juga hindari saja jika bertemu Luky, Aku takut dia menyakiti kalian."Ujar Clara Mengingat kan Cleo,Mita dan Kyra. karena ia sangat tahu dengan sifat Kyra yang murah hati dan suple.
"Iya Ky,,Ingat jangan membuat Suamimu itu cemburu dan Suamiku khawatir denganmu"Timpal Mita yang juga takut Jika Luky mendekati Kyra,Karena tak sengaja Tadi Clara dan Mita melihat cara pandang Luky yang tak biasa pada Kyra.
Bukan tak mungkin jika pria ambisius seperti Luky tertarik pada sosok Kyra yang memiliki daya pikat tersendiri.
Kyra membrekut"Iya iya...aku mengerti...tapi Kalau berteman boleh kan?"goda Kyra yang keras kepala.
"Kyra....."Ujar serempak semuanya yang membuat Kyra terkekeh
Menurut Kyra sahabat sahabatnya itu terlalu berlebihan mengkhawatirkannya.
Sementara ditempat pacuan kuda.
Para pria sedang beristirahat sejenak setelah mengitari beberapa putaran dengan kuda kesayangan mereka masing masing.Tak lupa Kiral dan Leo sekarang sudah memiliki sendiri Kuda kesayangan.
Kelima Pria tampan dan berwibawa itu terlihat duduk dibawah pohon pohon rindang dengan bangku kayu panjang.Sementara Kiral dan Leo sedang asyik melihat kuda baru mereka yang sedang minum disudut lapangan.
"Bagaimana,, kapan kau temui Laura,Gi?"tanya Kian sambil menenggak minuman dingin.
"Nanti Malam,Aku sudah membuat janji dengan nya"Jawab Gio yang duduk bersandar.
"Kuharap kau bisa menjelaskan padanya selembut dan sebaik mungkin,usahakan agar Laura tidak emosi,Dan ia bisa menerima kenyataan ini."nasehat Marvin yang melepas sarung tangannya.
Gio menghela nafasnya"Semoga saja"
"Lalu langkah apa yang sudah kau ambil untuk memberi pelajaran pada Luky, Rick ?karena tempo hari sudah menjebakmu"Tanya Fabian pada Erick yang sedang menyesap sebatang rokok.
Mereka berlima kebetulan memiliki hobi dan kebiasaan yang sama.Seperti saat ini Erick dan Marvin sedang menikmati rokok disela jari mereka.Tentunya setelah memastikan Leo dan Kiral jauh dari mereka.
Erick mengepulkan asap rokok nya keudara."Untuk saat ini aku berencana untuk mengambil tander yang sudah ia rebut dariku...Aku ingin lihat dulu bagaimana reaksinya.Aku juga sudah membuat satu orang kepercayaan dikantornya mau bekerja sama denganku.itu sebagai antisipasi ku jika ia merencanakan hal besar untuk menghancurkan ku"Jelas Erick tenang.
"Hati hati dan ambil cara halus Rick"Ujar Kian mengingatkan.
"Dan satu lagi,Mungkin kalian harus menjaga dengan baik para wanita kalian apalagi Cleo dan Icha,Mereka sasaran empuk untuk Luky bertindak"Ujar Fabian yang juga mengingatkan.
Gio dan Erick menganguk bersama.
"Lucu juga jika Luky dan Kyra bertemu pasti ceritanya akan lain"Ujar Kian tiba tiba dan begitu ambigu.
Entah kenapa Kian bisa berpikir seperti itu membuat Marvin spontan melemparinya dengan sendok dan dengan sorot mata tajam.
Sementara yang lain merasa heran dengan jalan pikiran Kian yang tiba tiba konyol.
"Apa maksudku,Ky....Ingat Jika itu terjadi ,Aku akan mengurung adikmu itu"Kesal Marvin yang membuat Kian terkekeh.
"Santai adik ipar ku...Aku hanya mengandai andai saja.....Kenapa kau begitu serius....Apa kau pikir aku tidak khawatir pada adikku itu...kau tahu bukan,, sifat adiku itu yang murah hati dan murah senyum,mudah percaya orang dan mudah dekat dengan orang,Buktinya dulu Erick langsung terpikat"Ujar Kian santai sambil melirik Erick yang melebarkan matanya. Sementara Marvin semakin kesal pada sosok Kakak ipar nya yang menyebalkan itu.
Marvin yang kesal lebih memilih membuang muka dan memejamkan matanya sambil bersandar dikursi.
__ADS_1
Gio dan Fabian hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah kedua ipar itu.
Dalam mata terpejam,Marvin mencerna ucapan Kian yang memang benar adanya,Jika sang Istri memang paling mudah untuk dibohongi ataupun didekati karena sikap baiknya yang berlebihan.