Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
Aku takut Marahmu....


__ADS_3

Marvin terus menarik tangan Kyra menuju mobilnya yang sudah ada Dika didepan kemudi.


"Masuk", Titah Marvin.


Kyra yang merasa sangat takut hanya bisa menurut.


"Kita keApartemen Dika" Perintah Marvin yang membuat perasaan Kyra menjadi tidak enak.


Setelah sampai diloby Apartemen Kyra,Marvin dengan kasar membuka pintu lalu menarik tangan Kyra lagi.


"Kau tunggu dimobil Dik"Perintah Marvin pada Dika.


"Baik Tuan."


",Sayang tanganku Sakit,Jangan keras keras nariknya!" Rengek Kyra yang merasa kesakitan.


Marvin masih diam hingga sampai didepan pintu apartemennya.Setelah membuka pintu dan menguncinya,Marvin langsung menggendong tubuh Kyra dibahunya layaknya karung beras menuju kamar pribadinya.


"Sayang lepaskan aku!" pekik Kyra.


Kyra semakin takut saat tubuhnya dilempar Marvin begitu saja keatas ranjang empuk king Size milik Marvin.


Kyra menelan salivanya kasar saat Marvin mulai melepas dasi,Jas,kemeja,celana lalu sepatunya hanya menyisakan celana boxernya lalu merangkak keatas ranjang,dan Kyra beringsut menepi,tapi dengan cepat Marvin menarik kaki Kyra hiingga tubuh sintal itu berada dibawah kungkungannya.


Mata Kyra membulat"Apa yang ingin kau lakukan Sa....yang"lirih Kyra


Marvin menatap Kyra dengan tajam,kilatan amarah itu masih terlihat oleh Kyra.


"Menurutmu????" Tanya balik Marvin.


",Sa....yang...Kau membuatku Takut" Ujar Kyra yang semakin bergetar karena takut.


"Kau belum tahu bagaimana aku yang sesungguhnya jika aku sedang marah..."Ujar dingin Marvin.


"Apa kau sengaja ingin membuatku cemburu haaaa,Apa kau ingin membuatku marah.....???Kau sudah berani membohingiku Kyra!!" ujar Marvin lagi dengan jarak pandang yang sangat dekat dengan Kyra.

__ADS_1


Keringat dingin seketika muncul ditubuh Kyra karena ketakutan


",Sayang dengarkan penjelasanku du.....",ucap Kyra terpotong karena Marvin sudah membungkam bibirnya dengan bibir Marvin..


Cup......Kyra refkek menggeliat dan berusaha melawan tapi ciuman itu semakin kasar dan dalam,Marvin seakan meluapkan semua kekesalannya lewat ciuman panas itu.


Semakin Kyra melawan,Marvin semakin menggila bahkan dengan mudahnya Marvin membuka satu persatu baju yang Kyra kenakan hingga gadis itu polos sekarang...


Ciuman itu semakin turun keleher dan dada Kyra yang sintal.Memberikan banyak tanda merah disana,Air mata Kyra mengalir begitu saja menerima perlakuan kasar dari Marvin yang sedang dilanda api cemburu.


Tanpa memperdulikan tangisan Kyra,Marvin terus bermain kasar diarea benda sintal itu hingga pria bertatto itu puas.


Dan saat Marvin melihat area sensitif bawah Kyra,Marvin mendongak menatap Wajah Kyra yang sudah menangis.


" Apa perlu aku menghamilimu sekarang sayang????"Tanya Marvin yang masih diliputi amarah.


Kyra menggeleng Kuat dengan menangis"Aku mohon jangan lakukan itu Marvin,hiks hiks hiks......Maafkan aku.....Maaf jika membuatmu marah...Aku takut melihatmu begini"Ujar Kyra diselingi air matanya yang berderai deras.


Marvin mengamati tubuh Kyra yang sudah polos dan sudah terdapat banyak tanda merah karena ulahnya.


Deg.....Marvin seketika sadar dengan janjinya.


"Pakai bajumu...jangan sampai aku menerkammu sekarang!" Sarkas Marvin lalu masuk kedalam kamar mandi untuk meredakan hasratnya yang tak tersalurkan hingga tuntas.


Kyra segera bangkit lalu memunguti pakaiannya yang berserakan dilantai lalu segera memakainya kembali.


Masih dengan menangis Kyra duduk ditepi Ranjang dengan menundukkan kepalanya.


Tak lama Marvin keluar dengan rambut basah dan handuk yang melilit dipinggangnya.


Kyra menoleh menatap Marvin yang bersikap dingin dengan berdiri menatapnya datar.


Dengan ragu Kyra mendekati Marvin"Maafkan aku....Aku tidak bermaksud membohongimu Sayang...Aku hanya berniat membuat hubungan kalian menjadi lebih dekat agar tidak ada dendam dan rasa benci lagi diantara kalian "Ujar Kyra lirih sambil berusaha menyentuh tangan Marvin,tapi dengan cepat Marvin menghempaskan tangan Kyra membuat gadis itu merasa terluka dan menatap wajah Marvin dengan nanar.


"Kesalahanmu kali ini sangat fatal....Sebaiknya kau pulang sebelum aku benar benar menerkammu!Ada Dika dibawah yang akan mengantarmu..."Ujar Marvin sambil berbalik memunggungi Kyra.

__ADS_1


Dengan terpaksa Kyra menurut,Ia melangkah dengan kaki lemasnya.


Ia tak menyangka Marvin bisa semarah ini.


"Pikirkan lagi apa kau mau benar benar ingin menikah denganku!" Ujar Marvin yang membuat langkah Kyra terhenti.


Ia menoleh kearah Marvin dengan air mata yang mengalir deras"Apa kau mulai meragukanku.......???Ucap Kyra pelan."Kau sudah salah menilaiku Marvin....Aku masih sangat mencintaimu!!Ujar Kyra lantang lalu berlari pergi meninggalkan Marvin yang masih mematung.


Marvin mengusap wajahnya kasar.Ia sungguh sangat kesal dan marah."Sial...Sepertinya kau benar benar ingin merebut Kyra dariku Erick.....Aku tidak akan membiarkan itu!!"Umpat Marvin lalu menendang kursi yang ada didepannya.


Sementara Kyra didalam mobil hanya menangis sesegukan membuat Dika terdiam.


Sampai dirumah,Kyra langsung berlari menuju kamarnya sambil mengusap air matanya,Kyra tak menyadari ada Kian dan Icha yang sedang melihatnya.


Kian dan Icha yang bingung dengan cepat menghampiri Dika diluar yang baru saja keluar mobil.


"Apa yang terjadi Dika?Kenapa Kyra menangis." Tanya Kian Serius.


Dika pun menceritakan semua kejadian yang terjadi tadi direstoran yang membuat amarah Marvin murka.


Seketika Kedua tangan Kian mengepal ia merasa sangat marah pada Erick dan kesal pada Kyra yang tidak menuruti perkataannya.


"Aku harus memberi pelajaran pada Erick,,Lagi pula untuk apa Kyra menemuinya?" Sarkas Kian.


Icha memegang bahu Kian pelan.


"Tenangkan dirimu Kak,Jangan terbawa emosi Kak.. Aku yakin Kyra melakukan ini karena ia memiliki alasan nya sendiri,Jadi Icha mohon,Kak Kian jangan marah padanya!"Pinta Ichha.


" Tapi Kyra juga harus sadar Cha,,Dia itu sebentar lagi akan menikah....Jika aku ada diposisi Marvin aku pasti akan sangat marah seperti dia"Ujar Kian yang kesal.


"Icha ngerti Kak,,yaudah biar Icha yang ngomong sama Kyra.Kak Kian harus menenangkan diri dulu,Ok!" pinta Icha lalu masuk kedalam rumah menuju kamar Kyra.


Kian menghela nafasnya kasar


"Kau bisa pulang Dika,,,dan satu hal lagi jika Marvin ingin bertindak gegabah pada Erick,cepat laporkan padaku.Kau tahu kan,orang sekuat apa Erick itu!" Ujar Kian pada Dika.

__ADS_1


Dika menggangguk"Baik Tuan Kian,Saya permisi dulu"pamit Dika lalu masuk kedalam mobil.


Kian memijat keningnya yang terasa mulai pusing,Ia sungguh tak habis pikir kenapa masalahnya bisa serumit ini.Kian juga merasa heran mana mungkin seorang Erick yang dikelillingi wanita cantik diThailand bisa menyuksi adiknya yang hanya gadis kecil yang polos."Kyra kau membuat Kakak pusing.....",Gumam Kian lalu masuk kedalam karenan


__ADS_2