
Nindy datang dari arah dapur dengan membawa lappet (makanan yang terbuat dari beras ketan dan beras biasa, kemudian ditambah gula aren dan juga kelapa parut. cara masaknya di kukus).* makanan khas Batak Toba, yang mirip seperti lupis* yang dimasak mamak tadi pagi.
Makan lappet dengan sajian kopi panas mampu mengurangi ketegangan diantara pak Iren dengan kedua Putrinya.
"Maria, Uli. mungkin kalian berdua tidak percaya dengan hal mistis.
Mamak kalian sedang menerima ganjaran bersekutu dengan Iblis.
Hidup tapi seperti orang mati, Oppung Doli Sanggap mengatakan. maaf dari keluarga Tulang mu tidak cukup untuk membuatnya tenang.
Boru, kalian semua harus memaafkan mamak kalian. supaya mamak kalian bisa tenang."
"menerima ganjaran? maksud bapak seperti azab gitu?" ujar Uli yang begitu serius mendengarkan penuturan dari Bapaknya.
"ya boru, perjanjian mamak kalian dengan pemuja Begu ganjang (makhluk mistis dikalangan masyarakat Batak Toba). sudah berakhir sejak ada keluarga Nya yang melawan nya.
Mak Elazer lah yang melawan mamak kalian, mak Elazer tidak mau tunduk kepada mamak kalian dan terus-menerus melawan karena sikap dan perbuatannya yang selalu menindas orang lain.
Mamak kalian bisa menaklukkan kedua Tulang kalian dan juga bapak, tapi hati yang tulus dan ikhlas serta iman yang dari Mak Elazer mampu membuat melawan Iblis.
Doa yang tulus dan cinta kasih dari Mak Elazer yang mampu memutuskan sikap egois dari mamak kalian."
"iya Pak, aku juga soal hal itu. pernah suatu malam pas bulan purnama, mamak keluar rumah dan duduk bersila di belakang kandang ternak kita.
Seperti dukun yang melakukan ritual, seperti di film. mamak komat-kamit, tubuhku merinding dan ku tinggalkan mamak dengan kegiatan yang aneh itu.
Sering juga aku mendengar gosip miring, kalau mamak pemuja Begu ganjang."
Jelas Uli yang menimpali perkataan Bapaknya.
"kalau Andri gimana pak? apa alasannya bercerai dengan Eda?" tanya Maria yang begitu serius mendengarkan penuturan dari bapak nya.
"Mak Elazer yang lebih paham mengenai itu, inang tolong jelaskan kepada kedua Eda mu ini, amangboru tahu ini mengulang rasa sakit Mu."
"saya paham amangboru, ini memang menyakitkan. tapi kita adalah keluarga, Eda berhak tahu apa alasannya.
__ADS_1
Hari pertama menjadi istri Andri, pagi harinya bou teriak-teriak memanggilku untuk segera beres-beres.
Belum selesai kerjaan pertama bou sudah menyuruhKu untuk masak dan mengerjakan yang lainnya.
Bou dan Andri dengan kompak mengatakan kalau saya adalah istri yang sekaligus merangkap menjadi pembantu dan budak.
Saya harus bekerja keras untuk melunasi Sinamot (Mahar)* bahasa Batak Toba. dan saya harus nurut dengan semua perintah bou dan Andri yang menurutku tidak masuk akal.
(bou adalah panggilan kepada saudara perempuan dari bapak.
disini aku memanggil mantan mertua dengan panggilan bou, karena sudah menjadi mantan dan sekaligus panggilan karena mantan ibu mertuaku adalah saudara perempuan bapak).
Setiap pagi aku menyediakan sarapan Andri dan dibawa ke kamar, menyediakan semua kebutuhan nya seperti yang dilakukan bou selama ini kepada Andri.
Gaji Honorer Andri, yang diterima per tiga bulan akan diserahkan kepada bou.
Nantinya kami akan di jatah, untuk membayar Sinamot yang diterima oleh bapak dan juga biaya kehidupan sehari-hari harus aku talangin dengan bekerja di ladang dan memelihara ternak tanpa di upah.
Aku mengajak Andri untuk mandiri, tapi Andri malah mengadu ke bou yang di luar nalar.
Kehidupan rumah tangga Ku yang hancur aku jelaskan tanpa ada yang aku tutupi, itulah yang sebenarnya.
Aku memang tidak berkewajiban untuk menjelaskan ini kepada mereka berdua, tapi aku tidak disalahkan secara sepihak. biar bagaimanapun Maria dan Uli adalah saudara perempuan kandungan dari Andri.
"Eda.... selama Aku menjadi istri Andri, tidak sepersen pun Andri menafkahi Ku. malah meminta uang saku satu juta per minggunya, karena itu adalah perintah dari bou dan harus aku laksanakan.
Andri mengadu ke bou, kalau aku tidak berhubungan suami-istri dengan Andri.
Sumpah demi apapun, aku tidak pernah menolak permintaan Andri.
Mulai dari malam pertama sampai kami hidup mandiri, permintaan dari Andri selalu ku turuti. Aku sudah mencoba menjadi istri yang baik untuk andri.
tapi apa yang lakukan semua selalu salah di mata Andri dan Bou.
Andri selalu tinggal bersama bou, Andri menemui Ku hanya karena urusan arus bawah nya dan juga untuk meminta uang dariKu.
__ADS_1
Dari semua itu yang paling menyakitkan adalah ketika Andri dan bou menyangkal Elazer, Andri menuduhku hamil duluan.
Bou menjambak rambutku dan menyeret ku keluar dari rumah ketika hamil, dan berteriak-teriak dihalaman rumah dengan mengatai aku sebagai perempuan murahan.
Saat sidang Adat di aula Desa, dokter yang meriksa kehamilan Ku bersaksi dan menerangkan kondisi kandungan Ku.
Saat itu juga Andri mengatakan kalau saya masih gadis hingga malam pertama dengannya.
Tapi Andri masih terus menuduhku hamil duluan dan menyangkal Elazer yang saat itu masih di kandungan bahkan sampai lahir pun Elazer tetap disangkalnya.
Aku bercerai dengan Andri karena Andri sudah berulang kali berjanji akan berubah menjadi lebih baik, tapi selalu di ingkari olehnya.
Dan bou selalu menyalahkan Ku, Andri tidak pernah memberi ku nafkah. tapi tagihan dari koperasi dan rentenir selalu datang kepadaKu.
Andri sudah menyangkal Elazer, tapi Andri dan bou menggugat hak Asuh serta harta gono-gini.
tidak masuk akal kan? tapi tujuan mereka berdua adalah harta gono-gini. Elazer hanya sebagai alat untuk mereka.
Eda.... semua usahaku ini adalah dukungan dari keluarga Mamak, tidak sepersen pun ada uang Andri dan bou disini.
Sisa dari Sinamot Ku (Mahar) yang berjumlah 250 juta Rupiah lagi, digunakan untuk membangun kuburan oppung dan juga membeli motor untuk Eda Gabe.
Eda Uli, Eda Maria. Andri memang mendapat tubuhku dan aku sebagai istrinya, tapi sedikitpun rasa cintaku kepada-nya.
Tapi aku sempat percaya kalau cinta itu akan sendirinya sering waktu pernikahan, tapi bukan cinta yang ku dapatkan, tapi malah sebaliknya."
Setelah penuturan dariKu, Uli dan Maria memelukku dan menghapus air mataku.
"Eda.... dulu Eda Uli pernah mengucapkan selamat menderita, dan itu terwujud."
Mendengar perkataan dari Ku, Maria dan Uli melepaskan pelukannya dan mereka berdua memegang tangan Ku.
"Eda.... Saya Uli untuk kedua kalinya dan atas nama Mamak dan Andri Adikku yang manja itu, saya mintak maaf."
Saya hanya bisa mengangguk dan kemudian mereka berdua kembali memelukKu.
__ADS_1