MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Solusi Buat Bapak Nya Andri.


__ADS_3

"apa sih ngak buat oppung, sudah Rifan sediakan juga untuk Oppung" Ujar Rifan Sembari menyalamkan amplop kepada Oppung Doli Sanggap.


"Oppung Doli, kalau Simson kan masih Kuliah tapi Simson jadi pegawai Mamak kok.


jadi hanya pertanda aja dulu yang bisa Simson berikan ke Oppung, tunggu Simson kerja seperti bang Rifan ya."


Rifan dan Simson langsung di peluk oleh Oppung Doli Sanggap dan pelukan itu terlihat begitu hangat.


Markus Adiknya Simson tidak mau ketinggalan juga, dia juga ikut berpelukan Begitu juga dengan Nadira.


"di lehon si Sanggap do Nian hepeng tu Oppung mon, alai ikkon adong nian Sian hamu nadua Oppung. asa pos rohakku mamereng hamu boi menjaga Natua-tua muna.


(Sanggap memberikan uangnya untuk Oppung, tapi aku ingin juga mintak uang Kalian, biar tenang hatiku ini).


Alana bolo do di lehon hamu Hepeng tu AU, berarti boi do di baen hamu las ni roha tu Natua-tua muna.


(jika sanggup memberikan uang padaku, itu artinya kalian sanggup membahagiakan orang tua Kalian juga).


"oppung.... oh ... oppung.... ngak mangan Oppung...


Ya itu adalah suaranya Sanggap Sepupu, Cucu nya oppung Sanggap. dia berhenti berteriak memanggil oppung Nya setelah di plototin Mamak. Ketampanan dan gagahnya hampir mirip seperti Rifan. dengan seragamnya dia terlihat begitu gagah.


"Horas Mak tua, bapak Tua Oppung Elazer. Horas Mak Tua, Bapa Tua Simson. horas bang Rifan, horas kak Mak Elazer, Simson, Nadira, adek ku Markus." Ucapnya sambil bersalaman dengan kami.


(bapa Tua adalah panggilan Kepada adik sepepu dari ayah, dan pasangan pak tua di panggil Mak Tua.)


"dah hebat kau ya Amang, kakak mu si Lisa nikah sanggup Amang ngak datang ya." ucap Mamak yang menarik tangan Sanggap untuk duduk di samping Nya.


"itulah masalahnya Mak E, saat itu Sanggap lagi pelatihan pendidikan Mak.


(dari dulu sampai sekarang, Sanggap selalu memanggil Mamak ku dengan pangilan Mamak juga, kalau sama bapak sih tidak akrab. jangan Sanggap, kami anak-anak Nya dulu seperti orang lain bagi Bapak.)


Dari Hatiku ini, ingin rasanya ikut oppung ke Medan untuk menghadiri acara pernikahan kak Lisa, tapi apa dayaku Mak." jawabannya dengan memelas.


Memang saat itu Sanggap pelatihan atau sertifikasi guru gitu lah. oppung Doli Sanggap sudah memberitahu kepada kami. hanya waktu martuppol Lisa yang bisa di hadiri oleh Sanggap.


"ngak usah sedih kali Amang, mamak juga tahu kok. oh iya Lisa dan Lae nitip salam, Lisa juga berterima kasih. kalung pemberian mu sangat cantik katanya." ucap Mamak untuk menghibur Nya.

__ADS_1


Oppung Doli Nya sibuk menyembunyikan uang yang diberikan oleh Rifan dan Simson, dan hal itu menjadi perhatian kami karena sorot tatapan Sanggap yang membuat Oppung Doli Nya berbuat demikian.


"ngak usah oppung sembunyikan, Sanggap tahu kok, kalau Oppung Balen dari kak Mak Elazer, bang Rifan dan bang Simson.


Jadi oppung santai aja, Sanggap ngak marah kok, kapan lagi oppung mengompas uang dari dua pengusaha dan Aparat Negera.


Bang Rifan, ada ngak jaket yang keren gitu. mau dong satu.


Simson, ku dengar-dengar ada tuh batik atau kemeja Kren khas Kalimantan, jaket khas Kalimantan juga boleh."


Kirain Sanggap akan marah karena kami memberikan Oppung nya uang, tapi dia malah mintak oleh-oleh juga.


"ada dong....." jawab Rifan dan Simson dengan serentak.


Rifan memberikan jaket kulit seperti yang biasa di pakai oleh Aparat, dan Simson memberikan dua kemeja yang cantik khas dari Kalimantan, atau batik khas Kalimantan, dan itu sangat cantik serta unik.


"Simson, itu cantik kali dek. Simson tahu pabrik kainnya?"


"tahu kak, orang tua teman Simson memproduksi kainnya dan kami juga jual di toko, baik yang sudah jadi kemeja ataupun bakal kainnya, dan itu sebagai oleh-oleh khas Kalimantan.


Emangnya kenapa kak? kakak suka ya?" jawab Simson dengan tenang.


"oh iya-iya, Simson lupa kalau kakak penjahit. sini kak, biar ku perlihatkan jenisnya. semuanya ada di notebook Ku."


Aku dan Simson langsung ambil tempat untuk berdiskusi bisinis. dan yang lainnya tetap ngobrol seperti biasanya tanpa kami berdua.


Sangat luar biasa, jenis corak kainnya sangat beragam dan buatan tangan. ini akan menjadi variasi bakal kain nantinya. harga lumayan juga, tapi itu sangat wajar sesuai dengan kualitas. terbukti dari kemeja yang di terima oleh Sanggap.


Bahan Kainnya lembut, coraknya cantik dan Unik. dan tersedia berbagai corak lainnya, pokoknya sangat cantik deh.


Simson Begitu handal menjelaskan setiap detail coraknya, harga, Sistem pembayaran dan sistem pengiriman.


Akhirnya Aku dan Simson deal akan perjanjian, untuk pertama kali saya mintak 5 rol setiap jenisnya yang berjumlah 35 jenis corak.


Uang Mukanya langsung ku transfer ke rekening Simson, katanya untuk pengerjaan bakal, karena bakal kain tidak ready alias open PO.


Simson langsung menelpon seseorang melalui telpon Nya, setelah selesai bertelepon Simson tersenyum ke arahku dan berkata semua sudah di proses, Bukti transfer yang kirim melalui BBM membuat Simson bengong.

__ADS_1


"Mak...... Mak......." Simson berteriak memanggil Mamak Nya dan hal membuat kami terkejut.


"apa sih Bang? pelan aja panggil Nya, Mamak dengar kok."


"Mak.... kakak order bakal ke Simson dan ini adalah pesanan Ku yang paling banyak. Mak.....


Bang Sanggap, terimakasih ya karena Abang mintak kemeja khas Kalimantan, Simson jadi dapat rejeki Lebih."


Ucap Simson dengan begitu bahagia, Mamaknya, Sanggap, Rifan, Oppung Doli Sanggap, dan Aku. bolak Balik di peluknya.


"kok senang kali gitu Amang?" tanya Mamak yang penasaran akan tingkahnya.


"ini Mak Tua, karena kakak order bakal kain dari Simson. ini adalah orderan terbanyak yang Ku peroleh. tentunya fee dari penjualannya Mak Tua."


"Simson seperti Saor ya, agen bakal kain. Saor bakal kain khas Batak, nah Simson bakal kain khas Kalimantan." ujar Mamak Seraya tersenyum.


"jadi pariban ku itu agen bakal kain Juga? ah... itu tandanya kami jodoh kali ya."


"ngak tahu juga lah bere, tapi jika Simson suka juga sama Saor iya ngak apa-apa. tapi saingan mu Bere yaitu pak tentara."


"maksud Nantulang, bang Nando?"


Nantulang Mak Saor hanya mengangguk sambil tersenyum, dan terlihat Simson lemas seketika menyebut nama Nando.


"kalau saingannya bang Nando, Aku mundur. kalau orang lain beda cerita."


"kenapa bisa gitu Bere?" tanya Nantulang Mak Saor yang sangat penasaran.


"iya, Saor juga berkata kalau dirinya sangat menyukai Tentara yang tampan, tinggi dan macho. itu semua ada pada bang Nando."


Demikian ujar Simson, tapi kami hanya bisa terdiam sejenak.


"tenang Simson, jika Saor sudah ada yang punya. kita masih punya pariban yang lain, Ntar kalau Simson sudah lulus kuliah, aku kenalin sama pariban kita yang lainnya.


Jika perlu aku kenalin ke Adik nya pacarku, pariban kita Juga."


Hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha

__ADS_1


Ntah kenapa kami bisa tertawa dengan perkataan dari Sanggap, mungkin karena selama ini dia belum pernah memperkenalkan perempuan kepada kami.


__ADS_2