MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Hamil


__ADS_3

Kami akhirnya berangkat jalan-jalan ke air terjun si Tio-tio. dengan mengendarai 3 pickup sekaligus kami berangkat. walaupun tanpa bang Andri.


Sesampai di lokasi air terjun, dan kami mencari pondok untuk menaruh bekal makanan kami yang sangat Banyak. dan tak luput juga kami membuat api untuk memanggang ikan.


Rasanya sangat bahagia, melihat air terjun dan pemandangan sekitar yang sangat menakjubkan.


Keluarga, sahabat dan rekan-rekan berkumpul setelah akhir-akhir ini kerja bagai kuda. sekarang terbayarkan dengan sempurna.


Bapak-bapak nya memanggang ikan sementara kami mandi dan bermain dibawah guyuran air terjun yang Indah.


Setelah kedinginan dan kelaparan, kami menyantap bekal kami serta ikan panggang yang sudah matang sempurna. hangat nya api dan canda tawa kami membuat kehangatan diantara kami.


Setelah kenyang kami kembali bermain di area air terjun dan makan lagi, begitu seterusnya sampai akhirnya bekal kami habis.


Hari sudah menjelang sore dan saat Nya pulang, setelah mandi dan berganti pakaian dan semuanya siap untuk pulang.


Butuh waktu dua jam lebih dalam perjalanan, akhirnya kami sampai di rumah Ku dan dari rumah ini semuanya berpencar.


Mamak dan Ningsih langsung balik ke rumah demikian juga denganku yang langsung masuk kamar untuk istirahat setelah memastikan semuanya aman.**


Bangun tidur seperti biasanya, dan sudah cukup terbiasa tidur tanpa bang Andri. beristri tapi Serasa janda.


Melakukan aktivitas seperti biasanya, dan terakhir berurusan ternak yang sudah mulai besar dan terkahir kebun sayur Ku.


Setelah itu mandi dan berpakaian, rencananya setelah habis sarapan mau ke kebun nya Tulang Pak Saor untuk mengambil makanan ternak.


Tok.... tok..... tok.... tok.....


Baru selesai sarapan sudah ada yang mengetuk pintu, padahal rencananya Mamak dan Ningsih. akan ku temui di kebunnya Tulang Pak Saor nanti.


"maaf pak, Bu. cari siapa?"


Aku bertanya kepada tamu yang datang, 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan yang datang.


"dengan ibu Tiur istrinya pak Andri?" ujar salah wanita yang berbaju merah.


Kupersilahkan mereka duduk di depan meja jahit Ku ini dan tanpa ku suguhkan Apapun, karena aku tidak ingin berlama-lama disini.

__ADS_1


"jadi kedatangan kami kemari adalah untuk menagih hutang pak Andri, Hutang nya sama ku 5 juta Bu." ujar yang laki-laki.


"sama saya 2 juta Bu." ujar perempuan yang berbaju merah.


"samaKu Bu 5 juta." ujar wanita yang berbaju biru muda.


Tuhan Ku..... kenapa penderitaan ini tiada habis-habisnya, dan kenapa harus Aku?"


"mohon maaf Bapak-ibu, jika kalian meminta saya untuk melunasinya itu salah. saya tidak pernah menyuruh bang Andri untuk mencari pinjaman. dan bang Andri tidak pernah memberiKu nafkah."


"jangan gitu dong Bu Tiur, anak istriku butuh uang itu untuk tambahan keperluan natal dan tahun baru " ujar laki-laki.


Suasana semakin tidak baik dan harus berbuat sesuatu.


"silahkan tagih ke bang Andri dan lekas pergi dari sini sebelum saya teriak."


Syukurlah ancaman Ku berhasil Juga, mereka sudah pergi tapi bekas parfum Nya membuatKu mual seketika.


Aku langsung berlari ke kamar mandi dan muntah, hanya lendir yang keluar tapi perutku rasanya sangat mual.


"Tiur...... kamu kenapa Boru?" ujar Mamak yang sudah mengelus batang leherku.


"Mamak merasa ngak perasaan, makanya mamak ke sini, kalau Ningsih sudah pergi sama Saor tadi.


oh iya, sudah berapa lama ngak haid?"


Teringat aku haid saat perjalanan mau pulang ke kampung ini, dan sejak saat itu saya tidak pernah ingat lagi.


"lupa Mak.... terkahir saat perjalanan dari perantau menuju kemari."


"kalau begitu kita ke puskesmas, mumpung Dokter Speaslis kandungan Nya itu masih bekerja."


Bersama Mamak, kami berdua berangkat ke puskesmas. dan kami menemui dr Duma Spesialis kandungan.


Setelah melakukan uji tespek dan akhirnya saya di suruh berbaring dan Dokter Duma melakukan USG ke area perut ku.


"selamat ya ibu Tiur, janin ibu dalam keadaan sehat." ujar dokter Duma sembari terus melakukan pekerjaannya.

__ADS_1


Hingga akhirnya perawat itu membersihkan alat USG itu dan membersihkan perut ku dari gel yang di oleskan.


Aku dan Mamak sudah duduk tepat di hadapan Dokter Duma yang terlihat sibuk menulis sesuatu di kertas.


"sekali lagi saya ucapkan selamat atas kehamilan Ibu Tiur, usia kandungan ibu sudah mencapai 16 Minggu"


"sebentar Dok.... saya menikah memang sudah 3 bulan lebih, jika usia janinku 16 minggu apa....


"iya... saya paham maksud pertanyaan ibu Tiur, sekarang jadi pertanyaan nya kapan ibu terakhir haid?"


"terakhir haid satu hari sebelum Martuppol (tunangan). tapi kalau di hitung sejak saat itu sampai sekarang, pas dengan hitungan Dokter."


"benar.... ada beberapa kasus dan pasien-pasien lainnya yang saya hadapi juga sering seperti itu, intinya gini. usia kandungan di hitung sejak terakhir masa haid."


"tapi Dok, kami ngak sering melakukannya?"


"semua itu bukan hanya sebatas frekuensi berhubungan suami-istri, mulai kesiapan sel telur, kesehatan sel spermatozoa suami, kesehatan fisik dan jasmani ke-dua Nya dan faktor Makanan."


"begitu Dok..... dengan usia kandungan 16 Minggu, kenapa baru sekarang terasa?"


"ada beberapa Kasus seperti ini, dan itu adalah pertanda kalau ibunya sehat dan tangguh. dan disini Indra penciuman akan lebih peka lagi. jika mencium bau yang baru dan menyengat maka memicu hormon pada tubuh untuk beraksi.


nah..... dari situ terjadi mual dan di periksa, eh ternyata sudah hamil saja. ibu tetap jaga kesehatan. makan makanan yang bergizi dan kurangi stress."


"baik Dokter....


"ingat kandungan ibu sudah memasuki Tri semester ke dua, ibu harus hati-hati dan banyak istrihat. ini saya buatkan resep penguat kandungan dan pilihan susu ibu hamil.


Kalau tidak ada di apotik puskemas ini, ibu Tiur bisa membelinya di apotik di persimpangan itu, itu apotik nya lengkap kok."


setelah membayar biaya administrasi, sebenarnya itu gratis tapi ada sedikit tambahan akan resep obat dan susu ibu hamil yang direkomendasikan oleh dokternya.


Butuh waktu 12 menit jalan kaki sampai ke rumah, dan sesampainya Mamak langsung menyuruhKu duduk bersandar dan Mamak membuat kan susu hamil rasa vanilla untuk Ku.


Kemudian Mamak pamit untuk menyusul Ningsih ke Kebun Tulang Pak Saor, sementara Aku duduk manis sambil minum susu di ruang tamu ini.


Ku raih handphone dan ku kirimkan pesan hasil USG nya ke bang Andri, aku berharap bang Andri segera pulang untuk memberi tahu tentang calon anak kami ini.

__ADS_1


Sudah hampir satu jam ku tunggu, tapi kehadiran bang Andri tidak kunjung tiba.


__ADS_2