
"itulah tumbalnya, bapak Uda Mu sudah remaja saat itu. kalau sekolah mungkin kelas 1 SMP lah.
Iren itu anak kedua, sebelumnya sudah ada Boru panggoaran Mereka. yang meninggal saat berusia 5 tahun.
bapak Uda siappudan meninggal dunia dengan cara tragis, lehernya biru lebah seperti di cekik dan lidahnya menjulur keluar, perutnya buncit dan hidungnya mengeluarkan nanah.
Setelah Bapak Uda meninggal dan menyusul kakaknya si Iren, Mak Iren mulai jaya, ternaknya berkembang biak dengan baik, sawah dan Kebun memberikan hasil yang maksimal.
Putri nya cantik-cantik dan terakhir lahirlah si Andri.
setelah Andri lahir, dia membuat perjanjian lagi dengan Oppung purnama, agar anaknya jaya seperti dia.
Syarat adalah harus menumbalkan bapak kandungnya sendiri dan Andri harus menikah dengan pariban kandungan Nya, saat itu pariban cuman kamu.
Maka di bujuk Nya oppung Kalian, dan Oppung Doli Kalian ngak setuju dengan pertalian adat itu.
besoknya oppung Doli kalian meninggal Dunia Persis seperti bapak Uda siapudan Kalian.
Setelah itu oppung boru kalian berusaha drastis, segala sesuatu kemauan Mak Iren dipenuhi oleh Nya, termasuk pertalian adat perjodohan kalian.
Saat Mamak mu menolak Nya, mamak mu ini di buat nya menderita. dan kemudian di obati oleh Oppung Sanggap.
benar kan Mak Tiur?"
"iya Benar..." jawab Mamak dengan singkat.
"jika seandainya Mak Iren mau melepaskan jampi-jampi Nya itu tidak bisa lagi. karena oppung purnama sudah di bakar oleh warga desanya berikut dengan semua keluarganya.
Pawang Nya sudah di bakar, dan Mak Iren menjadi Inang parbegu ganjang.
Mak Elazer.... ada Mamaknya Rada cerita saat kalian di kampung?"
"ada Oppung, kata bou Mak Rada. malam harinya ada cahaya yang hinggap di dapur, dan Oppung Sanggap kencing di pintu Dapur.
Kemudian oppung Sanggap menabur kan bubuk kopi di area belakang rumah, setelah itu cahaya itu menghilang."
"itu dia, setan yang di pelihara bou mu itu mengincar anak mu. dan di halau serta di kembalikan oleh Oppung Sanggap.
besok paginya si Andri bertingkah aneh kan?
itulah tumbalnya, tidak berapa lama. Andri dan Mamaknya akan gila, karena setan peliharaan Mamaknya gagal mendapatkan tumbal.
__ADS_1
Mak Rada bawel kan saat kamu lalai memberi ASI ke Elazer?"
"iya oppung."
"ASI dan cinta kasih kamu itu adalah kekuatan bagi anak mu, sehingga peliharaan Mamaknya si Andri tidak gagal mendapatkan anak mu, di tambah lagi karena pantangannya yang dilaksanakan oleh Oppung Sanggap."
"iya benar itu oppung, Rifan kan mau buang kecil di kamar mandi. dan Oppung Sanggap menyuruhku untuk buang air kecil dan air besar di samping rumah.
Oppung Doli Sanggap memaksaku dan memang aku sudah sesak kali Oppung, akhirnya aku buang air kecil dan air besar di samping rumah Tulang pak Saor.
Anehnya besok paginya kotoran dan bou nya hilang. Rifan kirain dimakan Ternak bou Mak Rada, tapi tidak mungkin karena ternaknya berada di kandangnya dan mungkin untuk lepas.
jadi apa itu maksudnya Oppung?"
"bukan cuman Rifan yang buat kotoran di situ, Fernando juga kan?"
"iya oppung, di paksa oppung Doli Sanggap."
"nah..... jadi buka bere Kalian yang dapat Nya, tapi kotoran kalian yang di dapat Nya. karena itulah kotoran kalian berdua hilang dari samping rumah itu.
Mak Elazer, tetap susui Anak Mu sampai berumur satu tahun ya, tetaplah berdoa dan jangan lupa untuk beribadah. karena iblis akan kalah dengan kuasa Tuhan."
Kami semua serentak mengatakan Amin, dan Fernando mendekat ke arah oppung Boru Ruth dengan wajahnya yang penasaran.
"oppung Boru kok tahu?"
Yap.... itu yang sedari tadi ingin ku tanyakan, tapi sudah di dahului oleh Fernando.
"Mak Rada yang cerita, Fernando kira oppung mu ini dukun?"
"arahnya ke sana oppung, cuman takut menuduh Oppung."
"enak aja, oppung punya Tuhan yang Maha Dahsyat. dan peliharaan bou itu ngak ada apa-apanya dengan Tuhan Ku."
"maaf lah oppung, oh iya oppung, terus apakah bere ku masih tetap di incar peliharaan oppung Nya?"
"menurut cerita dari orang-orang, itu hanya sekali di incar. jika gagal total maka peliharaan Mak Iren akan balik menyerang pemiliknya.
Tapi kita harus selalu berjaga, seperti perintah Tuhan kita yang meminta kita agar selalu berjaga, karena iblis selalu berusaha untuk menjerumuskan umat manusia. tetap berdoa dan jangan lupa bersyukur."
Kami hanya terdiam setelah penjelasan dari oppung Boru Ruth, Sulit untuk mempercayai Nya tapi buktinya sudah di beberkan oleh Oppung boru Ruth.
__ADS_1
"yang terpenting adalah beroda, bersyukur dan hati yang Rian." ujar Oppung Boru Ruth seraya tersenyum Manis.
"halo semuanya...... kami bertiga datang membawa makanan, girls.... musuh utama kita ada disini, ayok serang......."
Ujar Saor dengan suara melengking Nya, setelah meletakkan makanan yang dibawa dalam toples di letakkan di atas meja mereka bertiga berlari menuju oppung Boru Ruth dan kemudian memeluk oppung Ruth serta menciumnya secara bergantian.
"oppung.... kami bertiga buat makanan enak loh, oppung cicip ya." ujar Saor dengan centilnya.
"nah.... inilah yang disebut dengan hati yang ceria."
Ucap Oppung Ruth dan lagi-lagi kami hanya bisa tertawa karena ucapannya.
Ternyata Saor dan dua sahabatnya membuat puding yang dan kolak, dan kami menikmati hasil masakan mereka bertiga.
"oppung Boru... nanti kalau Saor Nikah, oppung Boru harus menjahit Kebaya untukku."
"siapa yang mau samamu?"
"bang Nando. asal oppung tahu ya, bang Nando sudah berinvestasi di usaha nya Saor. kalung yang ku pakai ini pemberian bang Nando." jawab Saor dengan bergaya sembari pamer dihadapan oppung Boru Ruth.
"benar itu pak tentara?" tanya oppung Boru Ruth kepada Fernando.
"benar oppung, hati dan cintaku mentok ke Saor."
"puja Tuhan.... akhirnya satu si mentel ada yang mau. tinggal dua si mentel lagi, tapi tenang, perjalanan kalian masih panjang, kerja dulu yang benar dan jaga diri dengan baik-baik.
"siap oppung......"
Mereka bertiga dengan kompak Nya menjawab oppung Boru Ruth, dengan jawaban ala-ala Tentara.
Rasanya bahagia sekali, Karena bisa tertawa bersama dengan keluarga tercinta secara lengkap.
Begitu jelasnya kebahagiaan ku ini, semua keluarga bersama Ku saat ini dan tertawa bersama.
inilah momen yang sangat ku rindukan dan akhirnya itu tercapai, kami begitu bahagia bercanda ria bersama.
Tanpa terasa hari sudah malam, oppung Boru Ruth sudah pulang bersama menantunya. dan kami semua akhirnya bubar untuk membersihkan diri.
Tapi aku masih teringat dengan perkataan dan penjelasan dari oppung Boru Ruth, ternyata dugaan kami Tempo hari itu benar adanya.
Sulit di percayai, tapi inilah kenyataannya. tapi saya tidak takut, Karena aku punya Tuhan yang Maha SegalaNya.
__ADS_1