
Pandangan Aneh dari kalangan masyarakat, kalau belum Mar Adat dalam pernikahan. keluarga pihak laki-laki bisa sesuka hatinya terhadap istri.
Pandangan lainnya adalah, bahwa si istri tidak berharga di mata Keluarga si Suami terlebih-lebih di hadapan masyarakat.
Perempuan Batak mendapatkan predikat Boru ni Raja (Putri raja) dan harus di hormati, penghormatan berupa pesta Adat.
Jika tidak melaksanakan pesta adat pernikahan, maka gelar Boru ni Raja yang di sandang nya akan sumbang (tidak berarti).
Jika kelak nanti terjadi perceraian, maka pihak Pemangku Adat dan penatua Marga tidak bisa ikut campur atau tidak bisa menolong istri atau keluarga Nya.
Dalam hal menuntut hak, jika Suami sudah bosan dengan istrinya tinggal pulangkan ke orang tua nya aja.
Tanpa adanya acara adat dan Denda sinamot, gampang aja gitu. bosan ganti dengan yang baru.***
Selama di wisma seorang pria yang mengalihkan pandangan Ku, dia seperti dari masa laluku.
Tapi tidak mungkin, dia berada di pulau Jawa sana. dan saya yakin itu hanya mirip saja. mungkin juga halusinasi ku semata.
"Bu.... Bu......"
"ya Nin......
Nindy membuyarkan lamunanku, saat di mobil, ternyata Elazer ingin di menyusui. karena stok ASI nya sudah habis.
"ibu Kenapa? kok menghayal?" tanya Nindy yang melihat Ku menghayal sejak naik ke mobil ini.
"ngak kok Nin...
"orang kakak menghayal kok, tadi Rifan lihat kakak di perhatikan laki-laki yang di samping parhata tadi. (parhata\= perwakilan dari pihak keluarga)
siapa laki-laki itu kak? apa perlu Rifan selidiki?"
"ngak usah lah Bang, kan kakak mu ini masih cantik, ya wajarlah di lihat-lihat cowok." jawab ku dengan berbohong.
"nanti kalau dia macam-macam kabarin Rifan ya kak, biar Rifan sikat dia."
Sanggah Rifan sambil menyetir, sebenarnya kami tidak perlu naik mobil. cukup jalan kaki aja, tapi demi calon pengantin kami naik mobil biar berkelas.
Akhirnya kami sampai di rumah, mandi dan istrihat di ruang tamu sambil ngopi. **
Ting nong.... Ting nong....
Pemangku Adat membuka pintu rumah, karena keluarga kami dari kampung yang datang masih di rumah ini dan sebagainya lagi di rumah Tulang pak Saor.
Mereka semua saya tahan untuk menjadi saksi hari Senin di pengadilan guna melawan Andri.
__ADS_1
Pemangku Adat membawa tamu yang datang, dan itu sungguh membuatku sangat terkejut. laki-laki yang memandangi ku saat di wisma tadi. dan Rifan serta Fernando langsung berdiri seperti siap siaga.
"Horas amang... Inang. nama saya Bastian, saya teman Tiur, lebih tepatnya dulu sebagai calon suami Nya Tiur." ucap Bastian dengan sopan dan gagahnya.
"Apalah tujuan Amang datang kemari?" tanya Mamak dengan pelan.
"saya ingin bicara dengan T....i....u....r Nantulang." ujarnya dan air matanya mengalir di pipinya.
Tanpa terasa air mataku mengalir deras di Pipiku, melihat Bastian hadir disini membuat seluruh tubuh menjadi lemas.
"Amang Raja Huta, kira-kira bisa kah Mak Elazer bicara dengan temannya ini?" tanya bapak dengan suara bergetar.
Rifan dan Fernando akhirnya duduk kembali setelah Ningsih dan Saor menarik tangan mereka masing-masing.
"sudah kasih aja mereka berdua ngobrol, tapi jangan jauh-jauh dari kita." jawab Pemangku Adat.
Meja kecil dengan dua kursi di sudut ruangan menjadi tempat kami ngobrol, sebenarnya ingin rasanya memeluk Bastian.
Bastian adalah cintaku yang ku tinggalkan Karena Hutang Adat yang memaksaku untuk menikah dengan Andri, walaupun ujungnya adalah sebuah kepahitan yang ku terima.
"kamu apa kabar?" tanya Bastian sembari menyeka air matanya.
Aku berusaha tegar dan air mata ini ku tahan agar tidak tumpah saat mendengar suaranya lagi.
"b....a...ik.... cuman keadaan sudah berbeda."
"cukup Bas...
Keadaan sudah berubah, apa yang kamu harapkan dari Ku?
Saya ini janda beranak satu, k....i...t...a .... ngak mungkin bersatu Bas...
"kenapa ngak mungkin?"
"sudah ya Bas, kita bahas yang lain saja. kenapa kamu bisa di pihak paranak?"
"uhmmm..... saya yang menjahit kan pakaian Pangeran dan keluarga Nya.
Setelah kamu ngak ada kabar, hidupku jadi hancur. Mamak ku lalu meninggal karena Mamak tidak sanggup melihat Ku yang tidak bisa melupakanmu.
Aku mengundurkan diri kerjaan dan balik ke Medan, kemudian buka usaha menjahit pakaian Pria.
Mamak berulang kali menjodohkan Ku dengan wanita lain. tapi aku tidak bisa melupakan mu.
Takutnya Aku mengecewakan wanita yang akan menjadi Istriku kelak, bisa saja Tubuhku bersamanya tapi hati dan cintaku masih bersama Mu.
__ADS_1
Mamak kepikiran terus hingga akhirnya sakit dan meninggal, walaupun sudah seperti itu. aku tidak bisa melupakanmu.
Kamu yang selalu di Hatiku, cinta dan hati ini masih kamu penguasanya."
Jelas Bastian dengan tatapan yang sendu, dari sorot matanya masih terlihat jelas kalau dirinya masih mencintai Ku.
Jujur, aku juga masih sangat mencintai Nya. Bastian bukan lah tipe pria pengumbar janji, selama pacaran dengan Nya, dia selalu menepati janjinya dan selalu menjaga harga diriku. dengan semua perlakuan ku terhadapnya apa pantas Aku mendapatkan cintanya lagi?
"Bas... sebaiknya lupakan aku, supaya kamu bisa bahagia dan Juga aku bisa melupakan mu. Aku tidak pantas untukmu,
Aku minta maaf karena telah menghilang, maaf karena tidak memberikan kabar. Aku mintak maaf."
"apa kamu masih mencintai Ku?"
Pertanyaan ini tidak bisa ku jawab, aku tidak mau memberi nya harapan palsu lagi. karena aku tidak pantas untuknya.
"Aku tidak pantas untuk menjawabnya, Karena Aku ngak layak untukmu. lupakanlah semuanya dan mulai hidup baru.
Saya janda beranak satu, saya wanita yang gagal dalam pernikahan."
"Apapun status Mu, saya ngak perduli Tiur. Aku sayang dan cinta sama kamu." jawab Bastian dengan penuh kepastian.
"ada dua penyebab kenapa perempuan itu bisa jadi janda, pertama karena pasangan Nya meninggal.
itu biasanya wanita sejati atau janda terhormat, menjadi janda karena di pisahkan oleh maut yang berarti cinta sejati.
Yang ke-dua adalah janda karena bercerai, dan itu aib. terutama bagi saya yang masih hidup di lingkungan Adat yang kental."
"saya ngak perduli dengan status janda mu, tenang aja. aku tidak akan memaksamu sekarang, tapi apa bisa saya meminta Nomor handphone Mu? sekaligus pin BBM Mu."
Pinta Bastian yang akhirnya melunak, matanya masih berkaca-kaca. ingin rasanya memeluknya tapi aku sadar akan status Ku.
Bastian pamit pulang ke keluarga Ku dengan begitu sopan, dan juga berpamitan kepadaKu. dia memintaku untuk selalu memberi kabar seperti dulu.
Tapi apa pantas itu kulakukan sekarang?
Aku merasa benar-benar bersalah, meninggalkan dia tanpa sepatah katapun. kisah percintaan Nya yang membuat Ku tak kuasa untuk tangisan.
Aku adalah wanita yang jahat, yang memberi harapan palsu kepada Bastian.
Bastian adalah cintaku yang ku tinggalkan demi menikah dengan Andri, pria Manja yang tidak berguna.
Dulu Aku dan Bastian berencana akan membuka jahit setelah menikah. kami sama-sama bekerja di pabrik konveksi, aku di bagian busana perempuan dan Bastian di busana laki-laki.
Selain Sinamot yang di tabung Nya, Bastian juga mengumpulkan dana untuk kami buka usaha bersama. Bastian kerja sampingan sebagai marketing Asuransi jiwa untuk menambah modal kami kelak nanti nya.
__ADS_1
Tapi semua itu kandas karena Hutang Adat.