
"rencana pernikahan juga di wisma kami kok, biaya katering dan biaya lainnya akan di tanggung bang pangeran kok.
Jadi tidak ada alasan bagiKu untuk menolak Sinamot itu Amang. karena semua keinginan ku sudah terpenuhi." Ujar Lisa dengan begitu tenang.
"waouuuuu.... baiklah kalau begitu, dan kita lanjutkan ke Acara martuppol, kapan kita akan melaksanakan acara Martuppol Nya?" tanya pak Esra dengan santainya.
"besok juga bisa." jawab Bapak nya pangeran dengan sangat santai.
"pak.... undangan nya belum di buat loh pak, kami Photo prewedding. kasih lah kami waktu dua Minggu ini. kalau pakaian ada kak Tiur, makeup ada Saor, Indah dan Rani."
Sanggah Pangeran karena jawaban yang tidak terduga dari Bapaknya itu.
"iya nih si Bapak, mangnya acara partangiangan? (acara peribadatan di rumah) ini acara anak kita loh Pak. jadi harus penuh rencana dan semuanya harus matang. karena pernikahan itu sekali dalam seumur hidup. jadi harus berkesan dan bermakna, apalagi ini adalah pesta pertama di keluarga kita pak. pokoknya Mamak ngak setuju jika acaranya asal-asalan."
"iya.... iya.... bapak tahu, kalau begitu hari Sabtu Minggu kedua bulan depan, cocok bang Pangeran."
"cocok pak E.....
sayang..... gimana menurutmu?"
"cocok Bang."
Jawab Lisa seraya tersenyum malu-malu, dan Kami kembali tertawa dengan sukacita karena tingkah kedua calon mempelai itu.
Acara selesai dan kesepakatan sudah disetujui, kami lanjut dengan ngopi bersama. kopi dari khas dari kampung kelahiran Ku.**
Setelah keluarga calon mempelai pria pulang, kami ngobrol sejenak.
"Mak.... bagiamana dengan Bapak? apa perlu kita memberitahu Bapak?"
"menurut Mamak, di kasih tahu aja. biar bagaimanapun pun itu tetap bapak Kalian. bang Rifan, Gimana menurut Mu?"
"Abang setuju dengan pendapat Mamak, jika bapak nanti berulah tinggal ku dor aja kepalanya."
"Abang ini jahat kali lah, masa main dor aja. ngak boleh gitu ya."
"iya bang, ngak boleh gitu. Nanti calon istri ku marah sama Abang." timpal Fernando yang membela Saor.
__ADS_1
"yah.... enak kali kalian dua menyerang bang Rifan! mau ajak begadoh....... ayok kita lanjutkan....
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Lagi-lagi kami tertawa karena Ningsih tidak mau pujaan hatinya di keroyok oleh sepasang kekasih itu.
"Makasih ya sayang sudah belain Abang." ujar Rifan yang sok romantis.
Sebenarnya Aku sangat iri melihat kemesraan adik-adik Ku ini, dan disinilah Elazer ku peluk untuk mengurangi rasa kecemburuan ku terhadap mereka.
Selesai semuanya kami pun istrihat, kali ini Rifan dan Fernando menginap di rumah. dan ini lah pertama kali kami bersama-sama dalam satu rumah ini setelah tinggal di tempat yang baru ini.
Ke-dua orang tua Indah dan Rani menginap selama beberapa hari ini disini untuk membantu Indah dan Rani dalam hal mempersiapkan usaha mereka.
Sementara orang tua Soar sudah tinggal disini dan rumah mereka Persis di depan rumah kami tapi belum rampung semuanya di cat sehingga untuk sementara kami berada di rumah ini.
Bahagia rasanya bisa berkumpul dengan keluargaku tercinta seperti ini, seandainya Bapak bisa menemani kami disini tentunya akan menambah kebahagiaan.
"kak.... bapak bisa bicara dengan kakak?" tanya Rifan yang memberikan handphone kepadaKu.
Handphone Rifan ku raih dan Elazer di gendong Nya. mendengar bapak mengucapkan kata "halo Boru" air mataku langsung mengalir.
'baik baik Boru, bapak hanya kangen sama anak-anak bapak.'
Kali ini sangat nyesak rasanya, tapi bingung harus berbuat apa?.
Bapak ingin ikut serta dalam pernikahan Lisa, tapi bapak takut Mamak marah dan Adik-adik Ku yang lain.
"kakak kok nangis? kenapa kak?" ujar Indah yang terlihat ikut sedih.
"adek-adek... Mamak....
bapak ingin ikut serta dalam pernikahan Lisa, tapi bapak takut Mamak marah dan juga Adek-adek."
"kalau Mamak sih kak, ngak ada masalah. biar bagaimanapun itu tetap bapak Kalian. Mamak bisa aja berpura-pura menjadi istrinya lagi agar keluarga kita terlihat harmonis, Lisa menikah di dampingi oleh kedua orangtuanya. Mamak ingin melihat seperti itu.
Tapi yang Mamak takutkan jika Bapak mu membuat kerusuhan nantinya, calon mertua Nya Lisa menginginkan acara pernikahan ini sangat berkesan. ya wajarlah kan anak pertamanya.
__ADS_1
Mamak juga berharap demikian, tapi Bapak kalian itu paling kepo mengenai Sinamot. takutnya di ungkitnya Sinamot yang beda jauh dengan Mu kak.
Padahal bapak dan keluarganya tidak tahu kalau Lisa sudah diberikan rumah, Wisma dan emas perhiasan. jika di gabungkan itu sudah melebihi Sinamot mu Kak.
Sinamot Lisa terlihat jelas dan sangat-sangat bermanfaat untuk masa depan. bukan untuk kuburan dan Beli sepeda motor.
Mamak takutnya disitu loh. terus ini gimana?"
"Iya ... iya.... jika bapak dan Mamak lengkap berdiri di samping Ku. pastilah lebih sempurna. Lisa juga ngak masalah kalau bapak ikut andil, tapi nanti nya kalau rusuh gimana?"
"Kakak-kakak Ku yang cantik, Mamak ku sayang. kalau masalah itu sudah Rifan atur, bapak ku Minta untuk tidak membawa keluarga Kakaknya itu.
Jika Bapak macam-macam biar bang Rifan yang ganteng itu langsung dor kepalanya.
Karena kasihan Juga liat Bapak, lemas x wajahnya karena rindu sama kita.
Tulang.... Nantulang..... gimana? apa bapak layak hadir saat martuppol dan pestanya kak Lisa?"
"Mudah-mudahan Bapak kalian benar-benar sudah menyadari kesalahannya. Kalau dari Tulang mu ini ngak ada masalah sih, dan tulang sependapat kian sama Mamak Mu."
"kalau Nantulang juga sama-sama, asal jangan membuat masalah aja Nantinya. tapi karena bang Rifan yang ngomong jadinya Nantulang yakin kalau Bapak mu itu bisa Abang amankan."
"Adek juga akan bantuin bang Rifan untuk mengamankan Bapak, dan yang terpenting kak Lisa Bahagia karena kedua orangtuanya lengkap saat menikah" ujar Fernando dengan sangat Yakin.
"bang Nando... nanti kita baju sama ya." ucap Saor dengan nada manja Nya.
"ngak boleh kalian aja yang pakaianNya sama, sudah ku pilih warna pakaian untuk kita semuanya. ngak ada yang boleh membantah, besok pagi datang ke ruangan ku untuk ukur Badan." ujar Ningsih yang agak sewot.
"ih kakak ini lah, ngak asik." sanggah Saor dengan raut wajahnya yang tidak senang.
"dek Saor ngak boleh komplain ya, kan desainernya Yayang Ku." Timpal Rifan yang sok oke.
Hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Kami semua tertawa lepas di kala diskusi yang menegangkan ini. dan setelah itu ku telpon bapak kembali.
Nada Suara bapak begitu girang dan bahagia, hanya bisa berharap bapak bisa menepati janjinya.
__ADS_1
Bapak berjanji tidak akan buat rusuh saat acara berlangsung dan bapak juga janji tidak akan membawa keluarga Kakaknya.