
Tok.... tok.... tok..... tok....
"dek.... buka dek... ini Abang......
Karena sudah kelelahan berkat banyak lembur, hingga akhirnya baru bangun setelah suara ketukan pintu yang keras dan suara bang Andri dari luar.
Kami bertiga bangun, setelah membereskan tempat tidur. Mamak dan Ningsih langsung menuju Dapur dan Aku yang membuka pintu, wajah bang Andri begitu murung seperti tertimpa banyak masalah yang berusaha di tutupi Nya dengan senyuman yang ala kadarnya.
Bang Andri langsung menarik tanganKu menuju kamar, sesamanya di kamar bang Andri memintaKu duduk di pinggir ranjang begitu juga denganNya.
"dek... Abang mohon, tolong bantu Mamak. setelah kami jumlahkan uang yang harus dibayarkan oleh Tulang Pak Simson ke istrinya harus ada sejumlah 210 juta, itu sudah sekaligus untuk menebus rumah yang digadaikan itu."
Ya Tuhanku.... baru saja kesadaran ku terkumpul setelah bangun tidur, Suamiku yang baru pulang dari rumah orang tuanya langsung memintak uang kepadaKu yang jumlahnya membuat otakku sulit bekerja.
"kalau bisa kita pinjam aja ke bank, nanti bank akan memberikan pinjaman 300 juta, 210 juta untuk Tulang Pak Simson dan sisanya untuk membayar hutang Mamak."
"maaf bang, tadi adek terlambat bangun. jadi belum sempat buat sarapan, mau adek buatkan kopi bang?"
Karena topik pembicaraan aku alihkan, wajah bang Andri berubah seketika. dan jelas raut itu menunjukkan amarahnya.
"Abang janji, setelah semuanya lunas. Abang akan tinggal bersama Adek Disni."
Belum ku jawab Apapun, jujur saya ngak yakin dengan apa yang di katakan bang Andri. firman Tuhan, dan janji sucinya saja di ingkari Nya. konon janji di pinggir ranjang ini.
"kalau misalnya kita pinjam uang dari Bank, siapa yang bayar cicilan nya bang? gaji Abang emangnya cukup untuk membayar cicilannya?"
"kok gaji Abang? gaji Abang kan untuk biaya hidup Mamak. adek sebagai istri Abang yang membayar nya. kan usaha adek sudah Maju."
Hanya bisa menelan ludah Ku sendiri, rasanya basi karena belum sikat Gigi. sama halnya dengan penuturan dari bang Andri.
"cicilan bank kurang lebih 5 juta per bulan, di tambah uang saku Abang 1 juta per minggunya. yang akan Ku tanggung, itu yang Abang inginkan?"
"seharusnya seperti itu, karena kita suami istri dan kita wajib menolong Mamak."
"kata siapa? kata Mamak Mu?"
__ADS_1
"iya..... eh bukan, kata Abang lah dek."
"jika ngak ada keperluan yang lainnya, adek mau beres-beres dulu. mau kerja supaya dapat uang."
"dek Tunggu dulu... tolong lah bantu Abang ya, kali ini aja."
"dengar ya bang, otak ku sudah mumet memikirkan Abang dan keluarga mu itu. jangan tambah lagi beban pikiran Ku dengan Hutang keluarga Mu itu, paham......"
Akhirnya bang Andri keluar dari kamar dengan wajahnya yang murung, Dari kamar ini ku intip kalau bang Andri sudah pergi dengan jalan kaki.**
Mamak sudah selesai dan Ningsih sudah selesai masak, satu persatu kami gantian mandi dan terakhir menunggu di meja makan ini untuk makan bersama-sama.
"kak... rumah sewa nya Ningsih sudah mau habis, boleh ngak Ningsih nge kos di bekas kamar kakak itu?"
"kalau kakak tentu kasih ijin dong, Mamak gimana?"
"apalagi Mamak, kami berdua hanya memperjelas ke kamu aja Boru." jawab mamak dengan entengnya sambil mengunyah.
"kalau begitu Ningsih sudah resmi ngekost di rumah Mamak ya."
Wajah bahagia dari raut wajahnya Ningsih terpancar sempurna di sela-sela sarapan kami.
Sehabis sarapan dan cuci piring, kami bertiga stay di depan pintu untuk menunggu pelanggan yang mengambil pesanan nya.
Satu persatu sudah datang dan uang pun sudah kami terima, sudah hampir jam 12 siang, tinggal dua Kebaya dan satu dress yang belum diambil pemiliknya. dan pesanan ini adalah milik Irma putrinya pak camat.
Suara mobil sedan milik Irma sudah terdengar, dan Irma tersenyum setelah melihat kami bertiga menunggu kedatangannya.
"maaf ya Eda Tiur, sudah membuat menunggu. dua hari ini kami ada rapat di ibukota kabupaten."
"ngak apa-apa Eda, lagian memang sengaja kami tunggu selama seminggu ini. tapi baru setengah hari sudah hampir selesai. ini pesanan Eda, dua Kebaya dan satu dress, mau coba dulu?"
"ngak perlu Eda, kemarin itu kan sudah fitting. saya puas dengan jahitan Eda."
"terimakasih Eda, seperti nya Eda sudah 4 pasang deh pesan Kebaya dan 5 dress, belum termasuk yang ini ya. kok banyak kali Eda?"
__ADS_1
Hanya ingin sekedar bertanya saja karena sangat penasaran, pakaian tersebut mau apakan sebanyak itu.
"semua sudah di gondol sama Tante Ku dan sepupuku Eda, katanya cantik dan muat pulak Mereka pakai dan tinggal ini nanti yang akan ku pakai nanti.
Dress ini untuk natal Kantor dan sisanya untuk malam natal umum dan natal umumnya nantinya. untuk acara tahun baru beli jadi aja. karena Eda ngak sempat lagi buat menjahit untukku." ujar Irma Seraya tersenyum.
"maaf ya Eda sudah buat kecewa."
"ngak apa-apa, lagian Eda dan tim juga kan butuh liburan masa kerja terus. Eda Tiur....
sudah ku kirimkan Video dan Photo, Melalui pesan BBM. siapa tahu itu berguna buat Eda Tiur kelak nanti.
dan..... karena aku Selalu puas dengan jahitan Eda, ini saya berikan sisa pembayaran Nya sekaligus untuk beri sirup Eda dan tim Eda.
pamit ya Eda..... pamit bou..... pamit Ningsih....
Setelah Irma pulang, pertama kami membuka amplop Nya. setelah di hitung dari sisa pembayaran ternyata Irma memberi kami THR 3 juta Rupiah.
"waouuuuu...... nanti ini untuk biaya jajan kita jalan-jalan ya. untuk beli sesuatu yang kita inginkan saat di sana nanti."
Mamak dan Ningsih hanya tersenyum lebar mendengar penuturan dariKu. dan Karena sangat penasaran akan hal yang file yang dikirimkan oleh Irma.
Perlahan-lahan handphone ku buka dan benar Ada pesan BBM masuk dan setelah ku buka ternyata isinya berupa video bang Andri bersama wanita lain berikut dengan poto kemesraan bang Andri saat bersama wanita itu.
"kak.... apa ini benar?" tanya Ningsih dengan hati-hati.
"Irma itu orang terhormat di kampung ini, tidak mungkin dia mengirimkan seperti ini kalau bukan ini benar."
Rasanya lemas saat melihat bukti-bukti perselingkuhan bang Andri, tapi untuk saat ini biarlah ku simpan dulu.
Perlakuan bang Andri dan keluarganya, ditambah lagi bukti perselingkuhan dari bang Andri membuat Ku hariku semakin hancur.
Aku tidak tahu harus berbuat apalagi selain pasrah, air Mataku tidak bisa mengalir lagi akan kepedihan ini.
Semua sudah terjadi, percuma juga bertindak. Karena bang Andri akan dibela oleh Mamaknya.
__ADS_1
tapi tunggu aja tanggal mainnya.....