
"saya ingin Bapak menjual rumah yang bapak tempati sekarang dan sawah bagian Bapak, hasil penjualannya kita bagi 6.
Bapak, Mamak, kak Mak Elazer, kak Lisa, Adek dan Rifan.
cocok bapak rasa?, jika bapak tidak bisa menyanggupi Nya, tolong jangan temui kami.
Yes.... itu yang saya inginkan, ternyata isi Hatiku sama seperti isi hati Rifan. wajah Bapak langsung merah seketika.
"bang Rifan.... Nanti Bapak mu mau tinggal dimana? terus mata pencaharian bapak cuman sawah itu. nanti biaya hidup bapak dari mana?"
"oh tenang pak.... Bapak nanti Tinggal di rumah karyawan. karena Nantulang Mak Rado sebentar lagi akan pindah ke rumah barunya.
Untuk pekerjaan bapak tinggal pilih aja, kerja sama Lisa atau kerja sama Ku pak. dan hutang bapak di bintang koperasi akan Ku lunasi pak E, biar bapak ngak punya hutang lagi.
Jika nanti Bapak milih kerja sama Lisa, tapi sekali-kali temui Aku ya pak.
Pak.... Bapak harus tahu..... kalau Boru ini... iri melihat si Saor, Indah dan Rani pak. Bapak mereka bertiga sangat menyayangi boru Nya pak E...
Bapaknya mereka menemani Boru Nya buka usaha, di dukung penuh. mereka bercanda ria Pak, Boru ini iri melihat mereka pak...."
Ku tumpahkan semua air mata Ku, dan Bapak terlihat menyeka air matanya.
"pak..... Rifan juga iri melihat teman-teman yang lain saat wisuda Rifan pak, Bapaknya teman-teman Ku datang memberikan selamat.
Tapi Rifan hanya di dampingi Mamak dan kak Mak Elazer. Rifan ingin berphoto berdua dengan bapak saat memakai seragam.
Rifan ingin berphoto keluarga, secara lengkap. ada Mamak, Bapak, kedua kakak Ku dan Fernando Adikku pak.
Tapi hanya kami saja yang berphoto tanpa Bapak, Abang ingin semuanya lengkap pak." ungkap Rifan Sembari air matanya.
"sama Bang, adek juga iri melihat teman-teman yang lain. mereka dengan gagahnya berphoto saat bersama bapak Nya." timpal Fernando yang juga menyeka air matanya.
"Lisa juga iri melihat teman-teman yang lain, mereka menunjukkan photo keluarga yang lengkap dengan Bapak Nya.
Bapak tahu ngak saat mereka nanya, apakah Lisa punya bapak atau ngak?
Lisa hanya bisa diam pak, dan berusaha mengalihkan pembicaraan. tidak ada hal istimewa yang Lisa dapatkan dari Bapak.
__ADS_1
Saat teman-teman yang lain dibelikan bandana lucu dan sepatu boru Nya, di situlah Lisa menangis Pak. sakit hati ini pak.
Ucap Lisa yang juga menangis mengungkapkan semua isi hatinya, isi hati seorang Boru yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Bapaknya.
"oppung Elazer Doli (kakek Elazer, panggilan untuk Bapaknya Tiur karena Cucu pertama dari Putri pertama Nya)........
Bukan hanya anak-anak kita yang cemburu dan iri melihat teman-teman nya yang lain, walaupun saya berusaha untuk menjadi bapak bagi mereka tapi itu tidak berimbang Oppung Doli Elazer.
Sebenarnya saya juga iri melihat Edak Mak Saor, Mak indah, dan Mak Rani, begitu juga Mak Esra dan Mak Rado.
Mereka Begitu di sayangi oleh suami mereka masing-masing, pergi pesta sama, pergi ke partangiangan bersama, gereja bersama, kerja sama-sama, mengasuh dan mengurus anak secara bersama-sama, di temani ke pasar untuk belanja dan banyak hal lain.
itu tidak pernah saya dapatkan selama menjadi istrimu.
Yang buat aku paling iri, saat Mak Saor dan Mak Indah mengambil Kebaya ke tempat Boru kita ini.
mereka berputar-putar dan pamer dihadapan suaminya, dan itu sangat membuatku ingin menangis dan iri.
Saya berharap bisa hidup berbahagia dengan keluarga Ku secara utuh."
Bapak kemudian berdiri dan menoleh kami satu persatu Seraya menghapus air matanya dan berusaha untuk tenang.
"Bapak menyesal karena meninggalkan dan mengelantarkan keluarga Ku sendiri, bapak janji akan melakukan sesuai dengan permintaan anak-anak Bapak.
Bapak sudah menawarkan rumah dan sawah kita dan bagian Bapak nantinya sudah lebih dari cukup untuk biaya hidup bapak sendiri.
Bapak tidak mau menyesal lebih dalam lagi seperti Bapak Iren. yang hanya bisa meratapi nasibnya yang ditinggal kan oleh boru nya."
"oppung Elazer Doli.... oppung Elazer Doli .... .
Saya ngak yakin kalau kamu akan melakukan Nya demi anak-anak Mu ini, kalau kamu ju itu rumah. kakak dan bere tercinta mu itu mau tinggal dimana?
Terus kalau sawah itu kamu jual, nantinya kamu ngak bisa dong ngasih makan kakak dan bere mu itu.
Saya ngak Yakin, dulu juga kamu sudah pernah berjanji seperti ini kepadaKu di hadapan anak-anak kita. tapi setelah bertemu kembali dengan kakak mu, eh..... malah lupa sama anak dan istri.
Jadi ....... buat anak-anak Mamak, jangan terlalu berharap banyak ya. cukup Mamak yang di beri harapan palsu sama bapak Kalian ini, Mamak yakin kalau Bapak Kalian ini tidak bisa dan tidak sanggup berhadapan dengan kakak Nya. mamak sangat yakin itu."
__ADS_1
Ucap Mamak dengan menyanggah omongan Bapak, demikian juga denganku. aku juga ngak Yakin dengan omongan Bapak.
Karena janji bapak seperti ini sudah sering ku dengar, tapi nihil pelaksanaan Nya.
"oppung Elazer Boru, jika saya mampu melakukan nya. kamu mau ngasih kepadaKu?"
"sejujurnya saya masih sangat mencintai mu oppung Doli Elazer, tapi saya membenci mu karena kau tidak pernah perduli dengan keluarga mu sendiri.
Saya berjanji akan menerima mu kembali sebagai Istrimu seperti sediakala jika kamu menginginkannya.
Dan ini paksaan, ini murni dari Hatiku yang paling dalam. selama bertahun-tahun saya menjadi istrimu dan berharap kamu menyayangi Ku dan anak-anak."
"okey..... saya akan menunggumu di kampung untuk berhadapan kembali di hadapan Raja Huta (pemangku adat) untuk menyatukan kita kembali setelah janjiku ini terpenuhi.
Syalom..... bapak mau pulang kampung dulu untuk mengurus semuanya."
Jawab Bapak dengan gagahnya dan terlihat begitu Yakin.
"oppung Elazer Doli, tunggu....." teriak Mamak kepada bapak dan kemudian memegang tangan kanan Bapak.
"oppung Elazer Doli, ini saya berikan bekal mu. ini adalah gaji pertama Ku saat bekerja di usaha Nya Boru panggoaran kita (Putri pertama).
Jaga kesehatan, jangan lupa makan dan saya serta anak-anak menunggu kabar dari mu."
Bapak mengambil uang dari Mamak dan kemudian pergi sembari tersenyum ke arah semuanya.
Ya Tuhanku..... semoga Bapak bisa menepati janjinya kepada kami.
Jujur.... aku sangat sayang kepada Bapak, demikian juga dengan adek-adek. lebih-lebih dengan Mamak, bahkan Mamak bersedia kembali menjadi istrinya Bapak.
Antara yakin dan tidak akan ucapan Bapak, karena bapak sudah berjanji kepada kami tapi tidak pernah terlaksana.
Aku sebagai Boru panggoaran MU, menunggu janji manis dari Bapak, aku ingin Keluarga kita utuh seperti keluarga Tulang pak Saor.
Aku ingin bapak dan Mamak mendampingi adek-adek di pelaminan Nantinya, aku berharap bisa berdiri bersama bapak untuk menghadapi ganasnya serangan mantan Suamiku dan Mamak Nya.
Semoga Bapak bisa menepati janjinya kali ini, Aku sayang Bapak.....
__ADS_1