MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Apakah Andri Berubah lebih baik?


__ADS_3

Sambungan telepon dengan Oppung Doli Sanggap sudah berakhir, dan kami satu lainnya saling bertatapan.


Apa yang sebenarnya terjadi?


apakah Andri berpura-pura gila seperti dulu?


"sekarang mau apa Andri?"


Bapaknya bertanya kepada Andri dengan raut wajahnya yang sedih, Andri kemudian menolehku.


"Andri ingin pergi dari sini pak, Andri mau hidup di kampung aja. di sisa lahan yang belum terjual itu.


Disana Andri akan memulai hidup baru, Andri janji tidak akan menggangu siapapun.


Selama ini Andri sudah banyak menyusahkan orang-orang yang berada disekitar Ku.


Andri ingin memulai hidup yang baru, mandiri dan akan menata hidup yang lebih baik."


"kamu sudah terlalu sering berjanji Andri, tapi selalu kamu ingkari. menurut mu apakah bapak akan percaya dengan janji mu kali ini?"


"ya pak, emangnya apa lagi yang bisa Andri lakukan? semuanya sudah berakhir Pak.


Semua karena kebodohannya ku sendiri, keegoisanku yang selalu menang di dalam diriku ini.


Kasih sayang yang berlebihan yang Andri terima, membuat ku sulit untuk berpikir jernih."


"baik, saat ini bapak membawa Elazer anak mu bersama Mamaknya serta calon suami Mak Elazer.


Lusa Mak Elazer bersama calon suaminya yang bernama Bastian akan melangsungkan pernikahan.


Bagaimana menurutmu mang? apa kamu keberatan?


dan satu lagi, Elazer akan tetap bersama mereka berdua kelak nanti. apakah Andri keberatan?"


Bapaknya bertanya kepada Andri dengan suara yang pelan dan begitu agak lambat, Andri mengarahkan tangannya ke Elazer yang di gendong oleh bang Bastian. berharap Elazer mau di gendong Nya.


'ha.... ha.... ua.... a.... a.....'


Elazer seketika menangis dengan keras, dan membenamkan wajahnya ke dada bang Bastian, sampai suara tangisannya tidak terdengar lagi.


Tapi kedua tangan mungil Elazer yang memainkan kuping bang Bastian yang terlihat menggemaskan dan karena itu aku tidak kwatir.


Seperti nya Elazer ketakutan saat melihat bapak kandungnya sendiri dan lebih memilih membenamkan wajahnya ke dada calon Papa Nya.


Ari mata Andri mengalir ketika anaknya lebih memilih bang Bastian daripada dirinya, jangankan menggendongnya, bahkan Elazer menangis saat Bapaknya mengeluarkan tangannya ke arahnya.


"Andri mengakui kebodohan ku pak, Tiur adalah wanita yang baik. Tiur dulu adalah istri yang baik.

__ADS_1


Anakku saja takut melihatKu pak, tapi itu bukan salah nya. inilah karma yang telah nyata bagiKu.


Benar kata Bapak, kalau suatu saat Andri akan menyesalinya. dan perkataan bapak sudah terbukti sekarang.


Andri benar-benar menyesal telah mengabaikan istri yang baik seperti Tiur, kelak Nantinya Andri belum tentu bisa mendapatkan istri seperti Tiur.


Tiur...."


Andri memanggil namaku, dan bapak mengikuti ku dari belakang. kini aku sudah tepat berada di hadapan Andri.


"saya minta maaf atas semua kesalahan ku dan juga semua kebodohan Ku.


Aku sangat menyesal karena mengabaikan Mu, kamu adalah wanita yang hebat dan ibu yang luar biasa.


Karma telah ku terima, aku kehilangan segalanya. harta, kasih sayang mu dan juga anak kita.


Jangan pernah salah kan anak kita yang menangis saat melihat ku, itu adalah karma yang aku terima saat ini.


Aku sudah menangkal nya beberapa kali, aku bapak yang buruk. suatu saat nanti tolong berikan pengertian kepada anak kita untuk bisa perlahan-lahan menerima ku sebagai Bapaknya.


Tiur....


Aku tidak memisahkan mu dengan Elazer, kamu jauh lebih merawat nya.


Maaf karena pernah merepotkan Mu, saya benar-benar laki-laki yang tidak berguna.


(Lae adalah panggilan atau sapaan di kalangan pria Batak Toba)


Andri memanggil Lae ke arah bang Bastian dan Elazer langsung di gendong oleh Gabe, karena takut Elazer akan menangis ketika dekat dengan bapak kandungnya.


Bang Bastian berjalan ke arahku dan berdiri di samping kananku sementara bapak, masih tetap berada di belakang kami berdua.


Andri meraih tangan Andri dan juga tangan ku, kemudian menyatukan tangan kami berdua.


"saya ikhlas kan Tiur bersama Mu, tolong sayangi dan cintai dia. berikan cinta dan kasih sayang kepadanya, sebab saya tidak sanggup memberikan itu kepada nya.


Saya adalah laki-laki yang bodoh, Tiur berhak bahagia dan mendapatkan pendamping hidup yang baik. karena saya yakin, orang yang baik akan mendapatkan jodoh yang bai juga.


Tiur pernah berkata kepada Ku, bahwa tubuhnya bersama Ku tapi hati dan cintanya masih bersama Mu.


sebenarnya itu bukan suatu alasan untuk membuat nya bahagia Lae, tapi aku yang tidak sanggup membuanya bahagia.


Sekeras apapun hati seseorang, jika selalu di siram dengan kasih sayang dan cinta. hati tersebut akan lunak.


Masalah nya saya, tidak sanggup melakukannya. karena saya adalah pria bodoh.


Saya titipkan Anakku kepada kalian berdua, dengan ini aku, menyatakan seyakin-yakinnya kalau kalian berdua mampu membuat anakku bahagia.

__ADS_1


Semoga pernikahan kalian berbahagia dan diberkati. saya ikhlas akan hubungan kalian berdua, Tiur kamu berhak bahagia.


Lae....


Saya harap Lae tidak sebodoh diriku, saya berharap Lae membahagiakan Tiur dan anakku serta anak-anak Lae kelak nanti nya.


Tiur terimakasih karena telah menyayangi anak ku, dan terimakasih karena kamu pernah menjadi istri yang baik untuk ku ."


Seketika kami terdiam, lalu bang Bastian memeluk Andri.


"nama saya Bastian, saya berjanji akan membahagiakan Tiur, Elazer dan kelak anak-anak kami nanti.


Saya berterima kasih karena telah berbesar hati menerima pernikahan kami berdua."


Kali ini Andri yang memeluk bang Bastian, terlihat Bapaknya Andri menyeka air matanya.


Gabe terlihat seperti mau mendekat ke arah kami yang sedang berhadapan dengan Andri, dan seketika itu Elazer menangis sekeras-kerasnya.


Bang Bastian dengan refleks bergerak ke arah Gabe, dan mengambil Elazer dari gendongan Gabe.


Hanya sebentar digendong bang Bastian, lalu Elazer sudah diam dengan cara membenamkan wajahnya ke dada bang Bastian dan lagi-lagi telinga calon Bapaknya di mainkan oleh Elazer.


"maafin Bou ya sayang, Bou hanya memperlihatkan mu. maafkan bou ya sayang."


Ujar Gabe yang terlihat cemas tapi setelah Elazer diam, wajah sudah kembali tenang.


"ngak usah di paksa kak Gabe, memang Andri yang tidak pantas untuk menjadi Bapaknya.


Hati siapa yang ngak sakit ketika berulang kali di sangkal keberadaan nya. Elazer memang masih bayi tapi dia punya perasaan dan hari yang masih bersih.


Elazer tahu mana yang ikhlas dan benar-benar menyayangi nya"


Gabe kemudian menghampiri Andri, seketika itu juga Andri langsung memeluk nya.


"kak....


Andri mintak maaf, kak.... maaf kak."


Gabe kemudian melepaskan pelukan Andri lalu menghapus air matanya, tatapan seorang kakak kepada adiknya terlihat begitu dalam.


"kakak sudah memaafkan kamu, ini adalah pelajaran yang sangat berharga buat kita. mari kita menatap kedepannya, kita harus memperbaiki kehidupan kita."


"iya kak, terima kasih atas semua kasih sayang kakak."


Sulit untuk mengungkap keadaan saat ini, tapi benar-benar membuat haru.


Semoga saja Andri sudah benar-benar berubah, yang berlalu biarlah berlalu. saatnya menata masa depan.

__ADS_1


__ADS_2