MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Perasaan.


__ADS_3

Sesampainya di rumah, cuci muka dan ganti pakaian kemudian masak untuk makan siang. makan dan langsung kebelakang rumah untuk melihat ternak dan kebun sayur Ku.


Membersihkan kandang dan kemudian memberi ternak cemilan, makan malam ternak langsung aku siapkan dan lanjut bertani.


Semua tumbuh sesuai harapan Ku, setalah merasa cukup aku langsung mandi dan berpakaian.


Berada di meja jahit ini, dan akan membuat Kebaya seukuran dengan badan Mamak tanpa fitting karena memang tidak ada yang pesan.


Berjam-jam hingga polanya selesai ku buatkan, kemudian berlalu ke dapur untuk mengambil minuman.


"kak.... kak Tiur....."


Suara perempuan dari balik pintu dan itu jelas bukan Saor, setelah ku buka ternyata yang datang adalah orang lain. dua gadis yang sibuk memperhatikan ku saat di rumah ibadah tadi pagi.


"masuk dek..."


Kupersilahkan kedua gadis itu masuk dan mereka duduk di kursi pemberian Tulang pak Saor.


"Namaku Indah kak, dan ini temanku namanya Rani. kami satu kelas dengan Saor. kak.... aku iri loh kak lihat pakaian kakak saat di gereja tadi.


Saor juga tadi pamer Kebaya cantik ke kami berdua, kata Saor sama kami. kakak yang menjahit Kebaya yang dipakainya. Aku mau kak di jahit kebaya yang cantik, tidak perlu model kebaya seperti punya Saor.


Modelnya terserah kakak aja, dan aku juga mau di jahitkan dress. terserah kakak aja modelnya yang penting cantik." ujar gadis yang bernama Indah itu.


"iya kak, Rani juga mau. satu kebaya dan satu dress. modelnya terserah kakak aja, yang penting cantik.... " timpal gadis yang bernama Rani itu.


Ternyata aku keliru saat di rumah ibadah tadi pagi, mereka berdua mengagumi dress yang kupakai.


"kenapa harus modelnya terserah kakak? kan kalian yang mau memakainya. ya sudah kakak punya buku daftar model kebaya dan dress biar kakak ambilkan ya."


"tidak perlu repot-repot kak, kami berdua percaya dengan desain kakak. nanti kan ada fitting nya, jadi nanti aja saat fitting liat modelnya.


Oh iyaa berapa biaya yang harus kami bayar kak? jangan mahal-mahal ya kak, kami kan masih anak sekolah." ujar Indah dengan bersemangat.


"uhmmm.... untuk kalian berdua, jika bahannya dari kakak untuk dress Nya 130 ribu dan untuk Kebaya 500 ribu aja. oh iya silahkan pilih kain dan warna Nya."

__ADS_1


Mereka berdua langsung gercap memilih bakal kain, dan akhirnya membuat keputusan. sesuai dengan keinginan mereka berdua.


Indah dan Rani langsung memberi panjar masing-masing 500 ribu Rupiah, setelah mengukur badan mereka berdua. indah dan Rani langsung pamit pulang.


Indah dan Rani adalah pelanggan ke-dua Ku setelah Nantulang dan Saor. dan langsung gercap untuk membuat polanya.


Membentuk pola dan menggunting, tanpa terasa waktu berjalan dan saatnya memberi makan ternak. kemudian menyiram tanaman dan mandi.


Masak dan makan malam, sampai saat ini bang Andri tidak kunjung pulang. lanjut menjahit sambil menunggu bang Andri pulang. bahkan sampai selesai dua dress bang Andri tidak kunjung pulang.


kemudian lanjut membuat model Kebaya, dan tanpa kusadari ternyata sudah jam 12 malam. bang Andri tidak kunjung pulang Juga. Beres-beres dan istrihat di kamar.**


Senin pukul 5 pagi, bang Andri tidak kunjung pulang ke rumah ini. tidak mau menambah beban pikiran, Ku lanjutkan aktivitas seperti biasanya dan akhirnya selesai juga.


Lanjut menjahit kebaya pesanan Indah dan Rani dan baru satu jam menjahit Tulang pak Saor bersama istrinya datang dengan mengendarai becak barang (jenis angkutan kendaraan yang sudah dimodifikasi yang menggunakan sepeda motor). dengan membawa ubi kayu dan daun ubi jalar.


Tulang pak Saor langsung meletakkan makanan ternak itu dibelakang rumah dan menyusul istrinya yang duduk dihadapan Ku.


"Tulang... ini stelan jas Tulang, mohon untuk coba lagi."


Kata Tulang pak Saor yang berlalu ke balik tirai itu, sementara Nantulang ku makeup over agar cantik mendampingi suaminya.


Setelah dua puluh menit berlalu, Nantulang Mak Saor sudah selesai aku makeup over. dan Suaminya langsung tersenyum kagum melihat penampilan istrinya.


"Mak Saor, kamu cantik...." Suaminya itu memujinya.


Jujur aku bahagia melihat keluarga yang kucintai ini terlihat romantis, apalagi sikap Nantulang Mak Saor malu-malu begitu.


Tulang pak Saor langsung meraih tangan istrinya dan mereka berdua berdiri di hadapan Ku seraya tersenyum.


"Bere.... kami berdua Kren kan?" ujar Tulang pak saur.


Aku hanya tersenyum sambil mengangguk setuju, Karena mereka berdua terlihat sangat serasi. nantulang Mak Saor sangat cantik dan Tulang pak Saor sangat berwibawa.


"tunggu Dulu, biar Tiur photo dulu ya."

__ADS_1


Suami istri itu langsung berpose di hadapan Ku, dengan menggunakan handphone blackberry kW, Ku abadikan momen yang sangat indah ini.


Pemandangan romantis itu harus berakhir, karena kedua nya harus menghadiri acara. dan aktivitas menjahit lanjut kembali.


Sudah jam 12 siang, perut sudah keroncong dan segera makan siang. setelah itu membersihkan kandang ternak dan memberi cemilan serta mempersiapkan makan malamnya.


Mandi dan ganti baju kemudian lanjut menjahit, akhirnya kebaya siap fitting. pucuk dipinta ulan pun tiba. Indah dan Rani sudah tiba untuk fitting.


Pertama dress-nya, setelah di pakai mereka berdua menghampiriku dengan tersenyum lebar.


"kakak memang hebat, pas dan modelnya sangat bagus."


"iya Indah, Aku juga suka. kita coba kebaya yuk..." ujar Rani kepada kepada Indah.


Mereka berdua langsung mencobanya dan kemudian menghadapku dengan tersenyum kemudian berputar-putar di depan cermin.


"fiks... ini cantik dan sesuai dengan ekspektasi. tidak percuma Saor pamer dihadapan kita Ran...."


Setelah itu mereka berdua pamit pulang, dan aktivitas menjahit aku lanjutkan kembali. kali ini Mamak ku yang datang untuk fitting.


"pesanan siapa ini? kok cantik ya?" tanya mamak sambil memperhatikan Kebaya serta dress yang baru di coba oleh Indah dan Rani.


"itu pesanan Indah dan Rani Mak, mereka berdua temannya Saor."


"baru sebentar jadi tukang jahit langsung dapat orderan ya, sukses ya inang...., oh iya mana kebaya Mamak?"


Kebaya itu langsung ku berikan ke Mamak dan di cobanya, kemudian berputar-putar di hadapan Ku.


"cantik loh, Mamak terlihat jauh lebih muda memakai Kebaya buatan mu ini. bisa ngak Sabtu depan Selesai nya? karena mau Mama pakai ke pesta pernikahan anak kepala desa."


"dua hari selesai Tiur buat Mak."


Mamak hanya tersenyum mendengar jawaban Ku, kemudian Mamak langsung kebelakang katanya untuk memberi makan ternak peliharaan Ku.


Setelah beberapa saat kemudian dari dapur terdengar suara orang memasak dan tentunya itu Mamak yang memasak.

__ADS_1


__ADS_2