
Acara adat pernikahan yang beruntun hingga selesai sampai jam 8 malam, membuat kami berdua kelelahan.
Sesampai di rumah Saor, Indah dan Rani membantu untuk membersihkan makeup dan melepaskan sanggul yang ku pakai.
Tanpa mandi dan berganti pakaian, aku dan bang Bastian tertidur lelap karena kelelahan.**
"selamat pagi sayang."
Bang Bastian menyapa ku dengan begitu lembut seraya mencium kening Ku, dasinya yang tidak beraturan karena tidak lepas saat tidur terlihat lucu.
"selamat pagi Abang sayang, maaf ya semalam adek kelelahan dan tertidur. maaf Bang.
"ngak apa-apa sayang, kita berdua sama-sama kelelahan kok. tidak ada yang salah.
tok.... tok....
"kak,,,, bang....
bangun, kami tunggu di ruang makan. cepat iya."
"iya...."
Aku dan bang Bastian menjawab kompak, sesaat kami saling tersenyum dan kemudian dengan segera bang Bastian duluan mandi. pakaian sudah aku siapkan sebelumnya disini.
tidak berapa lama Bang Bastian keluar dari kamar yang hanya mengenakan handuk, dan tubuhnya benar-benar menggoda.
Tukang jahit yang tampan ini benar-benar membuat ku tergoda.
Tidak atletis tapi dadanya yang bidang dan perut nya yang rata membuat hati bergetar.
"mandi sana, kita sudah di tungguin."
aku hanya mengangguk, bang Bastian mengatakan demikian karena aku meraba dadanya yang bidang dan masih basah.**
Kami makan bersama sekaligus upa-upa untuk kami berdua, dengan harapan dan doa untuk pernikahan kami.
Selesai makan, Saor dan Rani membawa dua koper besar. lalu mamak memang tanganku.
"kak, saatnya kalian berlibur."
Mama memberikan sebuah kertas dan ternyata itu adalah tanda bokingan hotel yang sudah terprint.
"tuk-tuk Samosir tidak kalah baiknya dengan Bali, hotel bintang 5 dengan fasilitas kamar yang lumayan mewah.
Hotel tepat yang berada di pinggir danau Toba, pemandangan yang memukau, dengan angin yang sejuk, itu akan membuat suasana hati menjadi tenang dan pikiran menjadi damai.
Jangan kerja terus, inilah momen kalian berdua dan harus dinikmati. buat ini menjadi momen terbaik untuk kalian berdua.
__ADS_1
Kerja keras dan setelah drama kehidupan, perlu break atau istrihat untuk menangkan jiwa dan pikiran."
"betul kata Inang dek, kita harus berlibur untuk melepaskan semua kepenatan ini. sekalian ajak Elazer."
Huaa..... a......
omongan dari bang Bastian, di sahut oleh Elazer anak kami yang di gendong oleh Gabe.
"kok ngajak Elazer? ini momen ito dan Eda, untuk Elazer biar bou nya yang menjaga. ada juga Oppung, Nindy dan yang lainnya.
Elazer sudah tidak menyusui lagi, jadi bebas lah. ito dan Eda Ku, saatnya kalian berdua berlibur. nanti saja Elazer ikut liburan bersama adik-adiknya kelak.
Kalian berdua sudah cukup lelah, baik dari hati maupun pikiran sudah saatnya melepaskan itu semua."
"benar kata Eda mu, masalah Elazer biar kami yang tangani. iya kan pung?"
uhmmm.....
Seolah-olah Elazer paham apa yang dimaksud oppung nya, setelah menyahut nya dia lalu tertawa.
"ya sudah kalian berangkat saja, supir dan mobil nya sudah ready.
Bapak harap Boru bapak bisa menikmati liburan ini bersama hela Ku."
Demikian ujar Bapak, Irfan dan Fernando membantu kami untuk memasukkan koper ke bagasi mobil.
Setelah perjalanan panjang yang melelehkan kini saatnya Lae dan Kakakku berlibur.
Saya percaya kan kakak ku kepada Lae, semoga pernikahan kalian berdua terberkati."
"Amin....'
Bang Bastian mengamini harapan dan doa dari Rifan, lalu ke-dua adik laki-laki ku itu memeluk bang Bastian secara bergantian.
"begitu kalian tiba di rumah, maka rumah ini sudah siap untuk di tempati oleh pengantin baru.
Selamat menikmati liburan, jadikan ini momen terbaik dalam kehidupan pernikahan Lae dan kakakku."
Ucap Fernando kepada kami berdua, setelah berpamitan dengan semua keluarga. mobil pun melaju.
Perjalanan lumayan lancar, setelah beberapa jam akhirnya kami sampai di Parapat tepat di pelabuhan tiga ras untuk menuju tuk-tuk pulau Samosir.
Kapal akan berlalu dan kami berdua berdiri di pinggir kapal menghadap Danau Toba yang indah nan sejuk.
"terimakasih sayang karena kamu menerima Abang untuk menjadi pendamping hidup mu."
"terimakasih juga bang, karena Abang bisa menerima segala kekurangan Ku."
__ADS_1
Bang Bastian memelukku, kehangatan itu membuat sangat nyaman. pemandangan yang indah bersama suamiku tercinta.
Sampai di pelabuhan dan butuh 1 jam naik mobil yang sudah persiapkan oleh Lisa dan suaminya. jalanan lumayan ramai hingga kami membutuhkan waktu 1 jam sampai tiba di hotel.
Akhirnya kami berdua sampai di hotel yang sudah di boking terlebih dahulu, langsung cek in dan berhubung sudah malam, dan dinginnya malam tuk-tuk pulau Samosir membuat perut keroncong.
Kami berdua makan malam dengan suguhan panorama indah nya danau Toba, semua terasa nikmat.
Kedua koper kami sudah dibawa oleh room servis ke dalam kamar, dan kami berdua menikmati malam sembari makan.
Ternyata ada pertunjukan khusus di hotel, budaya Batak Toba yang memanjakan mata dan pikiran.
Kepala berada di dada bang Bastian, kami berdua begitu menikmati acara pertunjukan.
Menari tor-tor, kemudian Opera Batak yang sangat menghibur. kemudian lanjut dengan nyanyian yang membuat kami terasa nyaman.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, dan acara yang disajikan oleh pihak hotel sudah berakhir.
Bang Bastian menuntunKu ke arah kamar dan kami berdua sudah berada di kamar hotel, kamar mewah dan klasik dengan ornamen khas Batak Toba.
"bang mandi bareng yuk?"
Bang Bastian tersipu malu, mungkin karena ini adalah pernikahan pertamanya.
Sementara ini adalah pernikahan kedua bagiKu, segala sesuatunya sudah aku persiapan setelah hatiku siap menerima bang Bastian.
Mbak Mayang penjual jamu di depan perumahan memberitahu ada jamu yang bisa membuat rapat.
Rapat disini adalah masalah kewanitaan, bukan berarti aku tidak percaya diri akan diriku sendiri.
Ramuan herbal tidak akan jadi masalah, tanpa menggunakan organ tubuh yang lain yang di imbangi dengan pola hidup yang sehat.
Bang Bastian sudah memberikan yang terbaik untuk Ku, dan saat nya aku memberikan yang terbaik untuk nya.
Minum ramuan herbal berupa jamu yang berfungsi untuk kewanitaan yang bisa memanjakan suami tercinta kelak Nantinya.
Perawatan tubuh dan kesehatan agar tetap fit untuk keluarga dan diri sendiri.
"ah... uhmmm... ah...."
Suamiku ini begitu mengemas kan, wajahnya tampan terlihat merah karena menahan malu.
Aku meraih tangan nya dan membuka pakaian tebal yang di kenakan nya.
Tangan suamiku ini dingin, setelah pakaian itu tebal terbuka dan tinggal Koas yang di pakainya.
Ku coba meraba dadanya dan detak jantung berdetak tidak karuan.
__ADS_1
Aku hanya bisa tersenyum melihat ekspresi dari suami ku ini, rasanya games melihat Nya.