
Maria dan Uli sudah pulang, susana kembali seperti semula. sudah menjelang sore dan kami bagian tim produksi siap-siap untuk tutup.
Galery Tutup jam 9 malam, dan itu di kuasai oleh Saor, Indah dan Rani. perkembangan usaha mereka sangat mengagumkan.
Pakaian jadi yang sudah selesai jahit di jual oleh Saor, yang di pajang di galery nya. komplek usaha ini benar-benar memanjakan wanita.
drt... drrrt.... drrrt.... drrrt...
Handphone ku bergetar, dan ternyata ada pesan BBM (black berry messenger). dan itu dari Bastian.
Bastian akan tiba di rumah ini sekitar setengah jam lagi, dan untungnya aku sudah selesai mandi begitu dengan Elazer.
Tidak ku sangka Bastian datang dengan rombongannya.
Bastian memperkenalkan rombongan yang merupakan Bapak Uda nya (panggilan kepada adik laki-laki atau sepupu laki dari pihak bapak).
Keluarga Ku memang yang terbaik, Mak Pingky, Mak Rado, Mak Esra, serta para suami dan anak-anak nya, Tulang dan dan nantulang Mak Saor, Indah, Rani, Saor dan lainnya langsung bergerak cepat untuk menyediakan makan malam.
Saor, Indah dan Rani, bertugas menghias diriku sementara yang lainnya bertugas untuk makan malam.**
Selesai makan malam, pak Imran sebagai juru bicara Bastian memulai dengan doa.
"maksud kedatangan kami kemari adalah untuk mempertanyakan keseriusan Tiur kepada anak kami Bastian.
Bastian anak kami sudah Sangat-sangat yakin akan pilihan terhadap Tiur. untuk itu kami datang untuk mempertegas nya.
Amang Raja namai (wahai keluarga mempelai perempuan.*dialog Batak Toba). Sudi kiranya memberikan kami jawaban yang sejelas-jelasnya."
Pak Rado adalah bapak tua Ku, Sepupu dari bapak yang menjadi perwakilan keluarga kami, dalam tradisi Batak Toba. bapak kandung harus diwakili saat boru atau putri nya dan anaknya yang laki-laki saat menikah.
Semua di wakilkan kepada penatua marga, dan kedua orang tua ku hanya tinggal melaksanakan nya
"terimakasih atas niat baiknya, kami juga berterima kasih karena penghormatan yang kami terima ini.
Saya Bapa Tua nya Tiur dengan ini mewakili keluarga untuk menyambut kedatangan Amang dan rombongannya.
(bapa Tua adalah panggilan kepada Abang dari bapak atau Abang sepupu dari bapak).
Saya sangat mengenal Tiur, Boru (Putri) ini adalah orang baik, berhari lembut, pintar, bijaksana.
__ADS_1
Kami sudah mengenal anak kami yaitu Bastian yang sudah beberapa kali bertemu dengan kami dan ngobrol banyak hal.
Bastian, kamu jelas-jelas mengetahui bagaimana keadaan Boru kami ini. Boru kami ini sudah janda dan memilki anak laki-laki.
Kami yang ada disini keluarga parboru ingin mendengarkan alasan Bastian memilih Boru ini, dari sekian banyaknya perempuan kenapa harus Tiur?
Bagaimana pendapatmu tentang status Tiur yang sekarang ini? dan bagaimana dengan anak bawaan dari Tiur yang bernama Elazer kelak nantinya. silahkan Amang.!
Bastian menatapku dengan tersenyum dan senyuman itu membuat hatiku meleleh, kemudian Bastian menoleh ke arah Nindy yang berusaha menenangkan Elazer anakku yang ribet sedari tadi dan cengeng.
"mbak Nindy, tolong Elazer nya kemari."
Nindy menyerahkan Elazer ke Bastian, dan seketika Elazer anakku langsung tenang di pangkuan Bastian.
"Tulang, saya sudah lama mengenal Tiur. sejak kami bertemu di bus antar provinsi itu, benih-benih cintaku terhadap Tiur sudah bersemayam di hatiku ini.
Setelah kami saling mengenal lebih jauh, aku jatuh hati kepada nya dan cintaku di balas oleh Tiur.
Setelah beberapa tahun kami bersama merajut cinta, akhirnya kami sepakat untuk menikah tapi takdir tidak mendukung kami.
Kesal, sedih dan patah hati. tapi akhirnya kami di pertemukan kembali, ini adalah takdir bagiKu.
Tiur menjelaskan perihal status, dan tidak ada tutupnya. Tiur jujur kepadaKu, bahkan Tiur pernah menolak ku karena statusnya.
Saya berpikir berulangkali tapi aku tidak bisa melupakan Tiur, dan satu hal yang membuat yakin dengan Tiur yaitu, Elazer juga menerima kehadiran Ku dalam kehidupan nya.
Elazer tenang saat di pangkuan seperti saat ini, Saya sangat yakin kalau saya bisa menjadi suami Tiur yang baik dan bapak yang baik untuk Elazer.
Saya ikhlas menerima Elazer sebagai anakku, dan Elazer akan jadi anak pertama ku nanti nya.
Saya begitu bahagia saat Tiur memperkenalkan aku ke keluarga sebagai calon suaminya.
Tidak sedikitpun keraguan di Hatiku akan semua status Tiur.
Semua itu karena aku sayang dan cinta sama Tiur dan Elazer."
Elazer yang di pangkuan Bastian tertidur dan diambil oleh Nindy, dan semua yang disini tersenyum.
"terimakasih Amang, kami sudah jelas tahu isi hatimu dan niat mu yang mulia dan ikhlas serta tulus.
__ADS_1
Boru, sekarang apa pendapat mu? berikan kami juga alasannya, alasan kenapa Boru memilih Bastian untuk jadi suami mu."
Pak Rado kemudian menolehku dan bertanya mengenai hati ini.
"Saya mengucapkan puji Syukur kepada Tuhan, atas semua berkat yang aku terima ini.
Bastian adalah cintaku yang tertinggal, Jujur Bastian selalu di hati ini.
Awalnya saya ragu untuk menerima laki-laki lagi karena pernikahan Ku yang gagal. serta saya ragu akan hati ini.
Aku sudah mengkhianati cinta Bastian tanpa kabar yang pasti, aku ngak yakin dengan semuanya.
Tapi perlahan dan pasti, Bastian mampu menghancurkan keraguan hati ini, dan hati ku luluh akan cinta yang tidak berubah dari dulu sampai sekarang.
Anakku yaitu Elazer juga menerima Bastian, dan yang membuat Ku semakin yakin untuk menjadi istri Bastian.
Tapi saya ingin bertanya dulu kepada amangboru Oppung Elazer Doli, amangboru saya ingin merajut rumah tangga lagi bersama Bastian pilihan hatiku.
Elazer akan tetap bersama Ku dan tidak akan mengubah marga nya, dan bang Bastian juga setuju akan hal itu.
Amangboru, Elazer tetap menjadi pahoppu panggoaran amangboru dan tidak akan pernah berubah."
"Inang......
Ujar amangboru Boru pak Iren, mantan bapak mertuaku. beliau memotong pembicaraan Ku dan menatapku dengan tatapan mata yang berkaca-kaca.
"Inang, dari awal juga kamu tidak menginginkan pernikahan dengan Anakku, tapi Adat yang mengharuskan Mu menikah dengannya.
Segala sesuatu yang dipaksakan tidak akan berakhir, dan itu sudah terjadi.
Saya hanya bisa minta maaf atas semua yang terjadi selama ini.
Inang Mak Elazer, kamu berhak bahagia. kamu adalah wanita yang hebat, ibu yang luar biasa.
Hati mu begitu tulus dan ikhlas, doa sudah hampir terkabul sekarang.
Kamu Inang sudah mendapatkan cinta kebahagiaan mu lagi, dan pahoppu ku akan mendapatkan Bapak yang baik yang akan mencintai nya.
Cinta dan kasih sayang yang belum pernah di dapatkan Nya dari bapak kandungnya sendiri."
__ADS_1
Ujar amangboru pak Iren seraya tersenyum ke arah Bastian, terlihat air matanya mengalir di pipinya.