
"Inang Mak Tiur parjolo pasahat Hata tu Mak Iren. alana Inang di sitaon nabarnit, Inang Mak Simson rap ma hamu Padua tu jolo."
(terlebih dahulu Mak Tiur lah yang menyampaikan sepatah dua kata kepala Mak Iren, karena kamu yang paling banyak menderita dibuatnya, Mak Simson. berdua lah kalian mendekati Mak Iren).
Ujar Oppung Doli Sanggap dari belakang, dan Mamak pun mendekati Mamaknya Iren.
"Eda, kenapa bisa seperti ini? dimana yang sakit Eda?" ucap Mamak dengan bertanya kepada Mamaknya Andri.
"Eda masih mengenali kami berdua kan? cepatlah Eda sembuh, kami datang khusus untuk menjenguk Eda.
Eda.... saya minta maaf jika banyak kesalahan yang ku perbuat, dan saya juga sudah memaafkan Eda. cepat sembuh Eda!" ucap Inang Uda Mak Simson yang menyambung omongan Mamak.
hm...hmm....hm....
Hanya itu yang di bisa di ucapkanya tapi sorot matanya terlihat seperti orang yang dendam, kemudian tangannya sudah bisa di gerakkan dan terlihat ingin meraih tangan Mamak.
Rifan langsung menarik Mamak dan Inang Uda Mak Simson untuk mundur, karena ekspresi dari Mamaknya Andri ini sangat beda seperti ingin melakukan sesuatu.
Perlahan kami semua mundur dan Pemangku Adat serta Oppung Doli Sanggap yang maju menghadapi Mamaknya Andri.
"Mak..... bangun Mak....."
Ujar Andri yang datang tiba-tiba dan kepalanya masih dibalut perban akibat di kejadian semalam.
"diam kau Andri, duduk kau disitu. Tolong, jangan buat masalah dulu ya, kita berada disini untuk menyembuhkan Mamak Mu." Perintah Pemangku Adat yang membentak Andri.
Hanya Andri yang berani duduk di dekat Mamaknya, sementara kami semua sudah menjauh.
"Inang Mak Iren, lapang kan hati Mu. tinggalkan semuanya, itu tidak ada gunanya. tenang kan hati mu dan jauhkan semua dirimu dari Iblis.
Inang Mak Iren, lihatlah siapa yang datang? Kedua Eda mu, Mak Tiur dan Mak Simson. Tiur, Nadira dan Bapak mu Rifan, Simson dan Markus. dan terlebih-lebih Cucu mu Elazer juga di tempat ini untuk menjenguk.
Mereka sangat menyayangi, dan mereka semua sudah memaafkan mu Mak Iren.
Mak Iren, sudahi semua dan kembali ke jalan yang benar. belajar mengampuni orang lain supaya engkau di ampuni.
Kuat hati mu untuk sembuh, jangan lagi ada dendam. lupakan semua masa lalu, dan mulailah hidup baru"
Setelah ucapan dari Pemangku Adat, Mamaknya Andri terlihat menangis, dan terlihat Beliau seperti ingin mengatakan sesuatu.
"Eda Mak Iren, kami semua sudah memaafkan Eda. lihat Elazer Cucu kita ini, Sehat, ganteng dan lucu.
Eda.... rencananya bulan depan ini, Elazer mau di baptis. cepat Eda cepat sembuh ya, biar sama-sama kita mangupa-upa nya.
__ADS_1
Masak ikan mas arsik dan sama-sama kita memberikan hadiah untuk Elazer."
Mamak berkata demikian dan Mamaknya Andri terlihat berusaha untuk duduk.
Andri akhirnya membantu Nya untuk duduk dan akhirnya bisa, sorot matanya begitu seram saat dia menatapKu.
"Mak.... cepatlah Mamak sehat ya, Bapak berbuat sesuka hatinya Kepada Andri Mak. Seperti kata Mamak, kalau Bapak itu tidak berguna, hanya Mamak satu-satunya yang paling mengerti Andri." Ujar Andri.
Mamaknya Andri terlihat mencari Suami Nya, dan sorot matanya begitu seram saat melihat suaminya itu.
"p...a...k... Iren, kemana semua Boru kita?"
Akhirnya Mak Iren bisa bicara yang menanyakan keberadaan ke enam Putrinya, kami semuanya hanya bengong.
Karena si beliau ini tidak pernah bertanya kemana semua Putrinya pergi, hanya Uli dan Gabe yang di tanya olehnya karena sering memberikan uang untuknya.
"semua Boru kita pergi merantau Mak Iren, Nanti akan ku coba menelpon mereka untuk pulang menjenguk Mu. bukan hanya kamu yang kangen sama mereka Mak Iren, saya juga kangen dengan semua Boru kita"
"bapak ngak perlu memberikan harapan palsu, mereka semua kakak-kakak yang Egois dan tidak diri.
Mereka sanggup membiarkan Mamak seperti ini, mereka semua anak durhaka. semestinya mereka memberikan semua keperluan Mamak. dan seharusnya mereka memperhatikan adik laki-laki satu-satunya, dasar kakak anjing, tidak tahu diri.
plak.... plak..... plak .... plak....
Sudah tahu Mamaknya lagi sakit, malah jadi provokator lagi. Andri memang sangat luar biasa, sorot matanya begitu menyeramkan seperti orang yang kerasukan setan.
Wajah Mamaknya Andri berubah seketika, terlihat merah dan sepertinya ingin menghajar Suami Nya karena menampar Andri dihadapan Nya.
Kaki Nya mulai bisa di gerakkan dan kemudian...
Brakkk.....
Mamaknya Andri mencoba meraih Suami Nya, tapi kemudian terjatuh dan kembali keadaan semula. Andri yang masih bengong secara refleks menangkap Mamaknya dan kemudian dibaringkannya.
Mamaknya Andri kembali seperti semula. Kaku, lidah Nya menjulur dan wajahnya pucat.
"M.... a ....... k ........"
Teriak Andri dengan begitu kerasnya sehingga membuat gendang telinga ini seperti pecah karena suaranya Andri.
"gara-gara Kalian Mamak ku jadi kambuh lagi, terutama kau Tiur. seharusnya kau patuh jadi istri.
Jika kau benar-benar istri yang baik, kau tidak seharusnya melawan perintah Mamak Ku, kau sudah di takdir kan jadi istri Ku dan harus nurut dengan semua perintah Ku dan perintah Mamak Ku, dasar Istri durhaka."
__ADS_1
Ucap Andri kepadaKu, di kiranya Mamaknya pejabat tinggi negara ini. yang sesuka hatinya bisa tunduk dengan Semua ucapannya.
"Andri, Tiur ngak salah. kamu yang terlalu Manja dan tidak tahu diri.
Kau tidak pantas disebut laki-laki, mulut Begitu kotor dan asal mangap. pantas saja kau di Tiur mintak cerai dari Kau.
Lihat ni perbuatan mu, gara-gara kau Mamak Mu seperti ini lagi. sekarang kau sudah puas jadi provokator?
Terus lah dengan sikapmu ini, teruskan lah Manja mu ini. kau kira bisa hidup dengan sikap yang manja?"
Ucap Bapaknya Andri, dan Anak manja itu seolah-olah tidak terima dengan perkataan Bapaknya.
"dasar Bapak anjing, seharusnya bapak itu membela Andri. bukan si Tiur, dia itu istri durhaka dan tidak tahu diri.
sekarang Anak mu itu si Tiur atau saya?"
Andri berkata kasar terhadap Bapaknya sendiri dan Bapaknya seperti menahan emosi Nya.
"Andri, selama ini kau tidak Pernah menganggap ku Bapak, sekarang terserah kau. jawab pertanyaan mu sendiri, jika kau merasa Anakku, silahkan urus Mamak ini disini?
Jika kau merasa bukan anakku, silahkan pergi dari sini?
Dan satu hal lagi, jangan pernah menyalahkan orang atas keburukan dirimu."
jawab Bapaknya dengan tegas, tapi kedua matanya berbinar-binar dan terlihat menahan Air matanya serta emosi.
"baik, tapi kau asal kau tahu ya. ini Kebun kopi dulu diberikan Oppung kepada Andri. jadi Bapak harus pergi dari sini dan bawa mereka semua dari sini."
Kata Andri yang dengan Begitu angkuhnya, sorot tatapannya begitu menyeramkan.
"baik jika itu mau Mu, itu artinya kau sudah merawat Mamak Mu dan apapun yang terjadi kau siap untuk menanggung Nya."
Sanggah Bapaknya yang terlihat begitu emosi dan Bapaknya Andri mengajak kami pergi dari rumah Nya.
"T... i.....u....r......
saya akan mengajukan banding lagi, jangan harap kau bisa lepas begitu saja. jangan kau pikir kau sudah menang.
eh kamu, Bapak yang tidak berguna. saya akan menggugat mu karena telah berani membuat pernyataan untuk kemenangan Tiur, liat saja nanti."
Ujar Andri dengan nada suara yang sangat keras dan begitu angkuhnya.
Kami tetap berlalu tanpa menoleh Nya, akan tetapi air mata Bapaknya mengalir deras begitu saja.
__ADS_1