
Sudah lima hari kami di sini, tempat yang indah dan menakjubkan. semua sudah banyak hal yang menyenangkan kami coba, mulai speed boat hingga permainan yang lain.
Permainan ranjang dan sudah tidak terhitung berapa ronde kami lakukan atas nama cinta dan itu membuat kami berdua sama-sama meraih puncak kenikmatan yang luar biasa.
Saatnya kembali kerja dan memulai awal kehidupan yang baru bersama cintaku.***
Beberapa jam perjalanan akhirnya kami sampai di rumah yang disambut oleh mamak dan Bapak serta anak pertama kami yaitu Elazer.
Elazer begitu girang saat melihat bang Bastian dan mintak di gendong.
"hela...
mulai hari ini kami akan di tinggal dibelakang, Rumah Ningsih sudah selesai dan akan tinggal di sana.
Sebelum Rifan melamarnya, maka Rada, Pingky akan tinggal di sana. itu berhubungan karena rumah rada belum selesai di renovasi.
Inilah rumah kalian, semoga pernikahan kalian berbahagia selalu."
"Amin....."
Dengan serentak kami mengamini harapan dan doa tersebut.
"selain Nindya yang menjadi kakak asuh Elazer, mamak sudah merekrut Mak Ria beserta dengan ria. ini sebagai asisten rumah tangga disini serta tinggal disini beserta Putrinya yang masih Sekolah Dasar dekat sini. dan Mak Vera ini akan bekerja disini untuk cuci gosok pakaian serta bersih-bersih lainnya.
Untuk Mak Vera ini akan kerja mulai jam 9 pagi sampai selesai.
Mamak mintak maaf sayang karena tidak meminta persetujuan Mu."
Ujar mamak, semua sudah lengkap di buatnya dan mamak memang yang terbaik dalam hidup Ku ini.
"ngak apa-apa pak, Tiur percaya dan sangat yakin akan pilihan mamak."
Aku melihat Mak Ria, ia tersenyum saat bertatapan wajah dengan ku. usia hampir seusia mamak, tapi Suami nya kemana?
"iya Mak Elazer, saya tahu kok apa yang mau Mak Elazer tanyakan.
Saya sudah janda, saya dan suami lama memiliki anak.
Mertuaku berulangkali menekan Ku dan menekan almarhum suamiku agar kami bercerai.
Tapi Suamiku tidak mau dan hingga kami baru di karuniai anak yaitu Ria, tapi setelah ria kelas 3 Sekolah Dasar, bapak meninggal. dan kami berdua di usir oleh Oppung Nya dari rumah karena itu adalah rumah nya.
Calon Inang Simatua Rada adalah tetangga Ku, dia menyarankan untuk kerja disini. katanya karena pemiliknya berhati malaikat."
__ADS_1
Aku hanya bisa tersipu malu karena bang bang Bastian melirikku seraya tersenyum.
"terimakasih atas pujiannya, tapi saya memanggil apa?"
"panggil aja Bou, Mak Elazer."
"baik Bou, kalau bou Mak Vera gimana?"
Senyuman Mak Vera begitu ikhlas dan kami semua jadi ketularan senyum.
"amangboru kerja di Lisa wisma, sebenarnya gajinya pak Vera sudah lebih dari cukup.
cuman bou bosan berdiam diri di rumah, anak-anak sudah sekolah semua dan amangboru kerja tinggal bou sendirian. akhirnya bou minta tolong sama Lisa eh Mak paima deh.
untuk membuat ku kerja, tapi kata Mak paima itu tidak kerja di tempat suami nya. nanti malah cinlok alias cinta lokasi."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Kami semua tertawa lepas dan suara tawa dari bang Bastian yang paling kuat.
"akhirnya bou kerja disini, rupanya seru dan tidak terasa hari-hari berlalu begitu saja. anak-anak diantara pulang ke rumah dan jam tiga sore bou sudah selesai kerja dan bersiap di rumah."
"ngak ada masalah kan dengan amangboru?"
"tidak Mak Elazer, bou sudah ijin kok. setelah selesai semua urusan rumah, Baru bou kemari."
"Eda........
Gabe berteriak memanggil Ku kemudian memelukku lagi.
"Eda tahu ngak, aksesoris dari Eda itu sudah hampir ludes.
tapi aku segan nelpon Eda, makanya aku hanya menunggu disini. Eda luar biasa, bulan madu kok masih kepikiran tentang bisnis."
Bang Bastian hanya geleng-geleng kepala dan kemudian tersenyum, lalu menyerahkan katalog produk aksesoris dan kartu nama.
"ito Gabe....
Itu katalog produk aksesoris Nya dan itu nomor handphone nya, sampaikan aja dari Eda mu ini, sebutkan nama Eda mu dan mulailah bertransaksi."
Seketika Gabe langsung pindah posisi duduk dan melihat katalog itu dan terlihat sibuk mencatat.
"hela.....
__ADS_1
Ruangan kerja Hela belum selesai di renovasi, tapi ruang kerja Rada sudah selesai. untuk sementara Hela memakai ruangan Rada dulu ya.
setelah semua selesai baru deh angkut semua barang-barang yang di perlukan Hela."
"terimakasih Amang, maaf sudah merepotkan sekali."
"hanya yang bisa aku lakukan untuk kebahagiaan rumah tangga boru ku (putri ku) hanya tenaga yang bisa aku berikan."
Ujar Bapak dan aku hanya bisa memelukNya karena air matanya mengalir di pipinya.
Setelah agak tenang kami kembali ngobrol dengan santai, ternyata mamak dan bapak sudah menyiapkan banyak hal untuk keluarga kecil ku ini.
Gaji Mak ria dan Mak Vera sudah disepakati dan akhirnya kamipun kembali beraktivitas sebagaimana biasanya, dan Gabe tinggal di meja makan sendirian karena belum selesai mengorder barang.***
Pagi harinya jam setengah enam, bang Bastian sudah bangun dan duduk bersila lalu berdoa.
Setelah selesai berdoa aku menghampirinya, lalu memegang pundaknya.
"kok ngak membangun kan Tiur bang?"
bang Bastian mencium kening Ku dan meraih kedua tangan Ku.
"mulai hari ini panggilan kita berdua yaitu, papa dan Mama ya."
Dengan tersenyum aku menjawab nya, dan Kemudian ku cium bibirnya.
"kenapa ngak ngajak mama untuk beroda pagi?"
"suami yang terlebih dahulu berdoa untuk memulai pagi agar menjadi berkat, jika sama-sama kita bangun pagi. maka kita akan berdoa bersama sayang."
"okey papa sayang, sekarang kita berpelukan yuk."
Jawaban dariKu disambut dengan senyuman nakal dari bang Bastian, dan kami berdua kembali bergelut dengan nuansa cinta di pagi yang indah ini.
Ketiga kalinya aku mencapai puncak kenikmatan dan akhirnya kami sama-sama lemas karena sudah mencapai kenikmatan.
"sayang, ini pertama kali melakukan ini di kamar ini. dan ternyata jauh lebih nikmat jika dilakukan disini, kamu memang luar biasa sayang.
Istriku yang benar-benar berhati malaikat, cantik dan mempesona."
Aku hanya tersenyum menanggapi nya tapi tanganku mengelus-elus rudalnya yang sudah lemas karena sudah mengeluarkan lahar panasnya.
lama-kelamaan rudal itu bangkit lagi, dan kemudian masuk ke sarangnya yang membuat ku semakin menikmati permainan pagi ini.
__ADS_1
Bang Bastian membuat permainan ranjang yang agak bervariasi dan itu benar-benar luar biasa, baru sebentar aksinya aku sudah mencapai puncak kenikmatan.
Tapi rasanya semakin ketagihan, dan kini aku mengambil posisi dan kendali. sampai akhirnya kami berdua lemas karena sudah mencapai puncak kenikmatan masing-masing.