MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Penghiburan Sejenak.


__ADS_3

Suara ternak dari belakang membuat Ku terbangun, baru ingat kalau Ternak ku tidak makan siang dan juga makan malam karena ibu mertuaku yang datang membawa masalah.


"kita lupa ya ngasih ternak mu makan?" ujar Mamak yang sudah bangun.


"syukurlah Mamak sudah bangun, Tiur sudah sempat kwatir Mak."


"Mamak ngak apa-apa Inang (putriku), ya sudah, Mamak masak dan Tiur urus ternak ya. kasian ngak makan satu harian." kata Mamak dengan membagi tugas.


Ternyata sudah setengah enam pagi, dan aku langsung bergegas ke belakang. memasak makanan ternak dan kemudian membersihkan kandang.


Kandang sudah bersih dan makanan ternak sudah masak, sambil menunggu dingin. tanaman ku siram. Semuanya sudah kelar, dan saat nya mandi.


Aku dan Mamak makan bersama di meja makan tanpa ngobrol, selesai makan kami berdua langsung menuju meja jahit Ku sementara pintu dan jendela tidak kami buka.


"bere..... sudah bangun....." itu suara Tulang pak Rado.


Mamak langsung membuka pintu, dan senyuman dari Tulang pak Rado sama cerahnya dengan Sinar Matahari pagi ini.


"Itok (panggilan kepada saudara perempuan atau sepupu perempuan dan juga sebaliknya), kami ingin menyelesaikan pekerjaan kami yang tertunda, oppung Boru Ruth sudah mengamanahkan kepadaKu.


Oppung boru Ruth itu adalah Mamak bagiKu, tidak pernah sekalipun aku menolak permintaannya. Itok.... Bere (panggilan kepada keponakan).... ngak apa-apa kalau pintunya di tutup, asal Tulang bisa menyelesaikan pekerjaan kami iya." ucap Tulang pak Rado.


"silahkan Tulang (Paman, karena pak Rado adalah Sepupu satu marga dengan mamak) pak Rado. lagian Tiur mau buka juga kok, habis sarapan makanya belum buka Tulang."


"oh... ya sudah, Tulang lanjut lagi ya Bere..." ujar Tulang pak Rado.


Pintu dan jendela akhirnya ku buka, dan Mamak pergi ke dapur untuk membuat kopi dan cemilan.


Satu Kebaya sudah selesai yang ku gantung sebagai pajangan, begitu juga dengan dress berwarna pink.


"Tiur..... sudah buka ya?" ujar Namboru Mak Indah (panggilan kepada Sepupu dari bapak). yang datang bersama Indah.


"sudah Namboru, ada apa ni datang pagi-pagi? Indah mau rombak kebaya ya?"


"bukan Tiur.... sebenarnya Namboru datang ke sini ingin membuat Kebaya sekaligus ingin melihat Mu. tapi....

__ADS_1


"Namboru.... itu tidak jadi masalah, bisnis tidak boleh di campur adukkan dengan masalah pribadi. oh ya Namboru mau buat kebaya model apa?"


Wajah Namboru Mak Indah langsung tersenyum dan kemudian memegang tanganku.


"kamu yang semangat ya Adikku, semua masalah pasti ada solusinya.


(dalam tradisi, sepupu perempuan bapak yang semarga akan memanggil Ku Adik. akan tetapi jika masih segaris atau satu keturunan Tulang rorobot atau kakek buyut)


oh iya' bou mau kebaya seperti punya Indah, biar kembar kami. ini si Indah curang, buat kebaya ngak ngajak Mamaknya."


Indah hanya tersenyum menanggapi perkataan Mamaknya.


"iya takutnya Mamak nanti ngak suka, biasanya Mamak buat kebaya ke Oppung boru Ruth."


"iya deh iya.... Indah, kalau Mamak buat dress seperti punya Indah itu. Mamak cocok ngak memakainya?" tanya Mamak Indah Ke Putrinya.


"Mamak cocok Memakai baju apapun, tapi nanti Mamak di katain nggak-nggak sama sama si mulut Jabir itu.


Kak Tiur,..... Indah kesal kali liat mertua kakak itu, masak Aku di bilangnya bunting karena buat kebaya, Gilak kan kak?" ucap yang terlihat kesal.


"sama Ndah...... memang itu perempuan setan, Rani di omongin bunting ke tetangga gara-gara si mulut Jabir itu." ujar Rani yang tiba-tiba nongol bersama Mamaknya Juga.


Boru ku ini ngak mintak uang sama si Jabir itu (suka menggosipkan orang atau tukang fitnah) bapak Nya Rani yang menambah uang nya untuk menjahit Kebaya. itu artinya bapak nya juga tahu kalau Boru nya mau jahitkan Kebaya.


Masa gara-gara menjahit kan kebaya langsung di bilang bunting, kan gila memang itu perempuan. ngak habis pikir deh...."


Ucap Mamaknya Rani yang terlihat sangat kesal seperti Indah dan Rani.


"aaa..... Maaf ya Tiur, Nantulang mu ini (panggilan kepada istri Tulang, tapi Nantulang Mak Rani karena urutan dari tradisi marga). ngak marah sama Mu bere. ini ngak ada kaitannya dengan Mu, Nantulang hanya kesal aja. Jangan tersinggung ya Bere."


Kata Nantulang Mak Rani yang merasa bersalah karena aku terdiam, sebenarnya aku diam hanya ingin mendengar keluh kesahnya bukan karena tersinggung.


"iya Nantulang, Santai saja. ngak perlu merasa ngak enak gitu. oke ... dari pada bete mendingan lihat dulu nih model kebaya dan dress yang ada di katalog ini."


Aku alihkan pokok bahasan, karena sudah bosan membahas keluarga Mertuaku yang penuh masalah itu.

__ADS_1


"uhmm..... Bere, Nantulang datang kemari mau nempah kebaya, seperti kebaya Rani itu. tapi Nantulang juga sebenarnya mau buat dress juga, tapi apa pantas ya?"


Ya ampun... karena mulut Jabir dari ibu mertuaku, Mamak Indah dan Mamak Rani tidak percaya diri untuk membuat dress karena takut menjadi bahan gunjingan lagi.


"tenang..... ada Tiur, akan ku buat dress-nya layak untuk di pakai ibu-ibu yang elegan. nanti akan Tiur bedakan dengan dress Indah dan Rani karena mereka berdua masih gadis. bagiamana jadi ngak buat dress Nya?


"mau.....


Jawab Mak indah dan Mak Rani dengan kompak, kedua sahabat itu hanya tersenyum melihat Mamaknya masing-masing begitu semangat menjawabnya.


"kak... itu dress pesanan siapa? ih.... lucu deh!"


"iya ran.... imut dan menggemaskan." timpal Indah sambil memperhatikan dress yang ku pajang.


"punya duit ngak?.....


Lagi-lagi kedua ibu-ibu itu kompak menanyakan perihal uang kepada putrinya masing-masing.


"tenang Mak... Minggu depan bang Nando ngirim uang ke Indah, karena Indah juara satu."


"enak kali kau Indah dapat kiriman, kalau Rani bulan depan aja pesannya untuk acara natal. karena bapak sudah janji." kata Rani seraya tersenyum lebar.


Seketika kami terdiam tapi Saling tersenyum satu sama lain dan Mamak datang dari dapur dengan nampan berisi pisang goreng dan satu teko kopi.


"yuk ngopi dulu sambil makan goreng pisang." ujar Mamak sambil menuangkan kopi ke gelas kami.


Indah dan Rani tidak minum kopi tapi malah masuk ke dapur, kemudian datang dengan membawa teh manis dan air minum biasa beserta dengan gelasnya.


"loh... itu air minum untuk siapa Ran?" tanya Mamaknya ke Rani


"buat tukang Mak." jawab Rani dan mereka berdua langsung keluar menemui tukang.


"iya ampun kok bisa lupa ya." ucap Mamak.


"pasti gara-gara si mulut Jabir itu." jawab Mak Rani yang tiba-tiba nyolot.

__ADS_1


Hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Kami akhirnya tertawa lepas, penghibur untuk hati yang sudah remuk ini. nikmatnya goreng pisang buatan Mamak sambil bercanda ria.


__ADS_2