
Kami semua kembali ke rumah Tulang pak Saor, begitu juga dengan Bapaknya Andri yang ikut bersama kami.
Mamak, Inang Uda Mak Simson langsung ke dapur untuk membuat kan minuman. sementara Aku, Nindy dan bou Mak Rada mengurus Elazer.
"Inang Mak Rada, idia hunik Inang?"
(Mak Rada, mana kunyit itu)
Tanya Oppung Doli Sanggap, bou Mak Rada langsung bergegas untuk mengambil mangkuk berisi parutan kunyit. tidak berapa lama bou Mak Rada langsung memberikan parut itu kepada Oppung Doli Sanggap.
"pak Iren, tiop pohoppu mi Amang, baen hatam, asa Gomos Tondi na."
(pak Iren, gendong Cucu mu, ucapkan kata penyemangat untuk membuat jiwanya teguh dan sehat-sehat.)
Nindy langsung memberikan Elazer untuk di gendong oppung Doli Nya, yaitu Bapak nya Andri.
Elazer terlihat tersenyum saat di gendong oppung Doli Nya, dan karena senyuman itu oppung Doli nya langsung menyeka air matanya dan Seraya tersenyum kembali ke Elazer.
"ekkel suping ma da Oppung pamalum rohakku, asi Roha Ni Debata Jahoba. di potagu ma Tondi."
(senyuman ini menjadi obat Hatiku yang lara ini, Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkatimu Cucuku)"
Oppung Doli nya mengoleskan kunyit yang di parut ke jidatnya Elazer, dan lagi-lagi Elazer tersenyum sumiringah saat di oleskan kunyit parut itu.
"ekkel suping mon ma Oppung, mudah-mudahan adong bapak pamgganti na ma haholongi ho da Oppung, Asi rohani Debata Jahoba, hipas-hipas, bisuk, murju marnatua-tua. horas ma di ho oppung."
(senyuman inilah Cucuku yang membuat ku bahagia, mudah-mudahan kamu mendapatkan Bapak yang sangat menyayangi mu, Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberi mu kesehatan, kepintaran, sayang kepada orang Tua. Horas Cucu Ku.)
Ucapan dan permohonan dari Oppung Doli Nya Elazer kami amin kan, dan kami secara bergantian memberikan penguatan untuk Elazer, agar terhindar dari pengaruh jahat Oppung Boru Nya yaitu Mamaknya Andri.
Kemudian kami ngopi bersama, dan Elazer masih tetap di gendongan Oppung Doli Nya.
Elazer akhirnya tertidur di pangkuan Oppung Doli Nya, kemudian diambil bou Mak Rada untuk di letakkan di ayunan.
"sekarang Lae mau kemana?" tanya Bapak dengan raut wajahnya yang sedih.
__ADS_1
"Gampang Pak, amang Boru ikut Aku aja ke Medan. kan rumah yang kosong sudah ada, nanti amangboru tinggal di sana aja."
Bapaknya Andri langsung senyum sumringah setelah mendengarkan ucapan Ku.
"iya Amang Bao, aku juga setuju." ujar Mamak yang mendukung Ku.
"iya, Rifan juga setuju."
Amangboru pak Iren tersenyum tapi air matanya mengalir di pipinya.
"apa lah kerja ku nanti Inang? sudah terbiasa nya aku kerja, kalau tiba-tiba terdiam nantinya takutnya aku sakit nanti, ngeropotin lagi."
Suara oppung Elazer ini seperti layu karena tidak ingin menjadi beban kami, ya... sebelas dua belas dengan Mamak.
Seberapa banyak pun di berikan uang, tetap tetap nya Mamak kerja. yang penting beraktivitas dan tidak menggangu kerajaan aja, karena itulah Mamak tetap kerja di jahit Ku.
"tenang Lae, nanti kita jadi tukang taman aja. sudah banyak disitu cabe ku sekarang, Kalau lahan Tunggane pak Saor itu, disekitar perumahan jadi nantinya lahan kita sekitar komplek usaha Nya Mak Elazer aja.
Sama-sama bertani Nya, Semua halaman bersih dan taman tertata rapi, dan kita akan di gaji oleh Mak Elazer."
"iya benar Amang Boru, kalau untuk bersih-bersih di dalam ruangan sudah ada, tinggal halaman dan taman aja.
oh ya pak, kemarin bapak panen berapa kilo cabe Nya?"
"Lumayan lah Boru, mungkin ada sekitar 10 kilogram. itupun sudah banyak di ambil pegawai yang lain. lain lagi sayur-sayuran yang lain di tambah gaji." Ucap dengan semangat.
"tapi gimana ya dengan Mak Iren? apa Andri sanggup menjaga Mamaknya?"
Ternyata begitu besarnya perhatian Bapaknya Andri kepada istrinya, keadaan seperti ini pun Beliau masih sempat Nya bertanya mengenai istrinya.
"gini aja Lae, ito Mak Rada kan masih di kampung ini. lagi pula Kebun Tunggane pak Saor yang di kelola oleh ito Mak Rada dekat dengan Kebun Nya Lae kok.
Setidaknya ito Mak Rada masih bisa mengetahui keadaan nya Itok Mak Iren.
Maksudnya gini Lae, untuk beberapa hari ini. Lae ikut kami aja dulu ke Medan. kita lihat perkembangan si Andri, apakah dia menyanggupi perkataan Nya.
__ADS_1
Nanti Kalau ada kabar dari Ito Mak Rada, saya bersedia menemani Lae pulang ke sini."
"iya, saya juga setuju Itok. jadi biar tahu dulu si Andri cara mengurus Mamaknya. lagi pula masih ada oppung Doli dan Oppung boru lirah, Oppung Doli Sanggap ada.
Ido kan Amang? buado pas do dirasa Amang?
(iya Amang Oppung Doli Sanggap, cocok kan?).
Ujar bou Mak Rada, yang akhirnya melimpahkan pertanyaan kepada oppung Doli Sanggap.
"olo, pas doi. lagian nungga di gaji pohoppu ku au, omak ni si Elazer, tenang ma ho pak Iren. paloas ma Jo si Andri mangurus omak na."
(iya, sudah pas itu. lagi pula Aku sudah di gaji sama Cucuku Mak Elazer. tenang aja kau pak Iren, kita biarkan saja si Andri untuk mengurus Mamaknya.)
Rifan, dang adong rencana mu manambai Sian ito Mon? eh Simson, Unang pasip-sip disi?"
(Rifan, ngak ada rencana Mu untuk menambah uang dari Itok mu ini? Simson, jangan kau diam-diam saja disitu.)"
Ujar Oppung Doli Sanggap yang lagi-lagi ingin di berikan lagi uang.
Oppung Doli Sanggap seperti ini setelah kami kerja, dulu Oppung Doli Sanggap sangat perhatian kepada kami.
Mulai dari memberikan lahan untuk Mamak kelola, sampai memberikan beras untuk kami. oppung Doli Sanggap hanya berdua bersama Sanggap Cucunya yang paling besar. Sejak kecil Sanggap sudah yatim-piatu dan Oppung Doli Sanggap yang menjadi orang tuaNya.
Sanggap di Besarkan dan disekolahkan oleh Oppung Nya, dan itulah sebabnya Sanggap tidak mau meninggalkan oppung Doli Nya.
Sanggap Sepupu kami adalah guru PNS di sekolah SMP negeri, tempat Ku dulu menimba ilmu, tapi Sepupu ku itu belum menikah. rencananya tahun depan setelah Rifan menikah.
Sementara anak-anak dan cucu-cucu nya yang lain hidup di tanah perantauan.
Oppung Doli Sanggap sangat di hormati di kampung ini, Beliau adalah Penatua Marga teman diskusi Nya Pemangku Adat.
Oppung doli Sanggap sangatlah bijaksana, jika ada pesta adat, dan kegiatan Adat lainnya. oppung Doli Sanggap yang selalu mendampingi Pemangku Adat.
Mereka berdua sudah seperti sahabat karib yang tidak bisa terpisahkan.
__ADS_1