MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Cobaan Lagi.


__ADS_3

Kali ini yang mengantarkan bang Andri pulang hanya Mamaknya saja, dan Aku sudah tahu apa yang di ucapkanya. apa lagi selain membela Anaknya itu.


"Tiur.... kamu benar-benar kurang ajar, dimana pikiran Mu. apa susah Nya melayani suami?"


Ucap mertuaku dengan Nada Suara yang tinggi, itu pasti sengaja agar orang-orang yang lewat mendengar Nya dan benar saja dua ibu-ibu langsung datang menghampiri kami dan terlihat ibu mertuaku langsung menoleh ke arah kedua ibu-ibu itu.


"ada apa sih Mak Iren (panggilan ibu mertuaku, karena anak pertamanya bernama Iren) kok teriak-teriak?" tanya ibu-ibu yang berbaju merah itu.


"Mak Nisa... inilah menantu Ku yang tidak diri dan mau melayani suaminya, Anakku yang sarjana ini di perintah-perintahnya. mulai dari beres-beres sampai menyiapkan makanan, suami itu bekerja dan istri yang bertugas untuk melayani Suami, begitu kan Mak Nisa?"


Jawab ibu mertuaku dengan berbohong, dan ibu-ibu dengan panggilan Mak Nisa itu langsung terlihat emosi. tapi Aku sabar.... dan berusaha sabar.....


"bang Andri, sekarang jelaskan ya apa maksud aduan Abang ini."


Aku ingin bang Andri menjelaskan langsung dari mulutnya sendiri, ingin tahu saja apa yang sebenarnya di katakan nya kepada Mamaknya.


"iya... pokoknya adek tidak menghargai Ku sebagai Suami." jawab bang Andri dengan sedikit terbata-bata.


"tidak menghargai gimana bang? apa Abang pernah ku suruh menyapu, nyuci dan masak? jawab bang."


Bang Andri tidak menjawab Nya, Suamiku itu bersembunyi dibelakang tubuh Mamaknya. karena sudah mulai emosi ku ambil dari saku celana ku bukti penerimaan gaji bang Andri sebagai honorer di kantor camat.


Ternyata bang Andri sudah menerima gaji tapi bang Andri berbohong kalau dia Belum gajian, slip gaji nya terjatuh di kamar yang ku temukan saat beres-beres di kamar tadi pagi.


"ibu-ibu, saya tidak pernah menyuruh Suamiku seperti yang ibu mertuaku Ucapkan. Suamiku ini sudah terbiasa makan dan minum setelah bangun tidur dan harus diantar ke kamar.


Hanya itu yang saya tolak, Aku ingin Suamiku mandi dan beres-beres kemudian makan bersama di meja makan, apa saya salah ibu-ibu?

__ADS_1


Ibu mertuaku bilang, kalau suami bekerja dan beres-beres di rumah. suamiku ini kemarin sudah menerima gajinya ibu-ibu tapi berikan kepada Mamaknya bukan kepada istrinya.


Mertuaku ini dan Suamiku ini, sama-sama jago bicara. jika memang suami bekerja untuk menafkahi keluarganya, tapi kenapa gaji nya diserahkan semua kepada Mamaknya.


Ibu-ibu saya sudah berusaha menjadi istri baik, pekerjaan rumah sudah beres dan makanan sudah tersedia. sekarang ini saja saya menunggu Suamiku ini untuk makan malam ibu-ibu, semuanya sudah ku siapkan. tapi Suamiku datang bersama Mamaknya dan menyerang Ku.


Sekarang ibu-ibu bisa menilai Nya, Suamiku ini tidak bisa menjawab pertanyaan Ku. dan gajinya yang pertiga bulan itu kemana semuanya."


Mendengar penuturan Ku, kedua ibu-ibu berbalik emosi melihat suamiku dan Mamaknya itu. dan wajah ibu mertuaku terlihat merah karena menahan malu.


"Andri kan Anakku, sudah sewajarnya semua gajinya diberikan untukku. dan lagian itu semua untuk membayar hutang untuk biaya pernikahan mereka."


Mertuaku menjawabnya dengan begitu percaya dirinya dan Mak Nisa langsung menghampiri ibu mertuaku.


"gaji anakmu untuk Mu semuanya? Mak Iren sudah gila ya. terus bagaimana dengan istrinya? mau dikasih makan apa istrinya?


tunggu.... bukannya Mak Iren bilang kalau semua biaya pernikahan itu cash dan tidak ada hutang? bukannya Mak Iren meraih keuntungan saat menikah kan Andri dengan menantu mu ini? terus ceritanya gimana ni Mak Iren?"


Bang Andri langsung masuk ke rumah sesuai dengan perintah Mamaknya. sementara ibu mertuaku itu langsung pulang.


"Tiur... maaf ya karena sudah berprasangka buruk. tapi mertua Mu itu sudah keterlaluan, saya juga punya anak yang sudah menikah dan saya tidak pernah ikut campur mengenai keluarga Anakku dan tidak pernah Ku mintak uang dari anak-anak Ku, kecuali jika di berikan ya ku terima.


Tiur.... kamu yang sabar ya, jika memang tidak bisa di pertahankan ya pisah aja. persetan dengan Adat jika hanya merugikan kaum perempuan. Adat itu adalah kesepakatan dan bukan ajang menyiksa istri.


Mertua Mu itu punya anak perempuan juga, dia tidak berpikir bagaimana kalau anak perempuan di perbuat demikian.


Tiur.... ingat ya, kalau sudah tidak perbaiki lebih baik pisah."

__ADS_1


Kedua ibu-ibu itu akhirnya pergi, setelah mintak maaf dan memberikan nasihat. sebenarnya saya tidak berkewajiban untuk menjelaskan tentang keluarga Ku kepada mereka, tapi tuduhan mertuaku sangat menyakitkan. aku tidak seperti wanita yang jahat, saya tidak mau dicap sebagai istri yang pembangkang.


Aku kembali ke meja jahit Ku, dan menjahit pola jas Tulang pak Saor berikut dengan celananya. setelah selesai Aku berlalu ke dapur untuk makan.


Selesai Makan lalu ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka, setelah itu baru masuk ke kamar.


Bang Andri menunggu di pinggir ranjang dan dia tersenyum setelah melihat Ku mendekat ke arahnya dan bang Andri langsung memegang tanganKu.


"Abang mintak maaf ya, dek.... main yuk...." pinta bang Andri untuk mengajak ku berhubungan badan.


Sabar..... sabar..... sabar......


Setelah apa yang dilakukannya bang Andri begitu gampangnya mintak maaf dan mintak ku layani, melihatnya saja sudah ilfill dan bagaimana aku bisa menerima ajakannya.


"bang Andri..... Abang kan memberi semua gaji Abang ke Mamak mu itu, ya sudah main aja sama Mamak Mu itu."


Ucap ku kepada-nya dan bang Andri langsung berdiri dengan ekspresi wajah yang sangat murka.


"kau jangan gila, adek yang seharusnya melayani Abang. saya ini suami Mu, jangan bawa-bawa mamak dalam hubungan ini."


"oke.... setuju dengan pernyataan Abang, jangan pernah bawa-bawa Mamak kita masing-masing dalam hubungan kita ini. jika memang Abang konsisten nafkahi saya sebagai istrimu dan Aku akan melayani Abang dengan ikhlas.


Apapun yang terjadi dalam keluarga kita ini jangan langsung mengadu ke Mamak mu itu dan gaji mu jangan Abang kasih semuanya ke mamak Mu. bisa ngak bang?"


Ku jawab pertanyaan bang Andri dengan nada suara yang bergetar dan pelan karena menahan tangisan.


"kok gaji Abang lagi yang dibahas, gaji Abang itu khusus untuk Mamak karena bapak sudah memberi mu uang 20 juta cash."

__ADS_1


Sanggahan dari bang Andri ini membuat darahku mendidih, sudah jelas-jelas malam itu Bapaknya berkata uang 20 juta itu sebagai modal hidup dan gaji bang Andri aku pegang.


Aku hanya bisa terdiam mendengarnya dan berusaha berpikir jernih. untuk menetralisir otakku yang kacau ini, Aku langsung menuju meja jahit Ku.


__ADS_2