MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Rejeki Nomplok dan Hinaan.


__ADS_3

Terbangun karena merasa lapar, dan langsung bergegas menuju dapur untuk masak.


Makan malam sudah tersaji, dan langsung ke belakang untuk memberi makan ternak kemudian mandi dan berpakaian.


Sudah jam 6 sore tapi bang Andri tidak kunjung pulang, karena sudah sangat lapar akhirnya aku makan sendirian.


Selesai makan dan cuci piring, kemudian lanjut menjahit. dua dress pesanan Uli sudah selesai untuk fitting dan jarum sudah menunjukkan angka 11. sudah selarut ini tapi bang Andri belum juga pulang.


Tetap menjahit untuk Kebaya Uli, dan fitting sudah jadi. ternyata sudah jam 1 pagi dan Ku putuskan untuk istirahat.**


Bangun pagi seperti biasanya, dan melakukan aktivitas sebagai ibu rumah tangga. selesai semuanya baru mandi dan kembali menjahit.


Dua jam menjahit akhirnya kebaya Mamak langsung Selesai tinggal diambil, dan lanjut untuk kebaya Uli.


"selamat pagi Tiur cantik...... "


Ucap Oppung boru Ruth (panggilan untuk Nenek, Ruth adalah Cucu pertama nya), beliau adalah penjahit yang berpengalaman yang aku sarankan kepada Uli kemarin. tapi untuk apa oppung Ruth datang kemari? dia kan saingan bisnis Ku.


"selamat pagi juga Oppung baru Ruth, silahkan duduk Oppung."


Setelah oppung boru Ruth duduk, aku langsung ke dapur untuk membuatkan teh panas untuknya.


"terimakasih...." ucapnya setelah teh aku hidangan untuk Nya.


"sama-sama Oppung, ada apa ya oppung datang kemari?"


Ya aku langsung bertanya tujuannya, kalau menjahit kan kebaya tidak mungkin. kan Oppung boru Ruth adalah penjahit juga yang sudah mempunyai 4 pegawai.


"begini Tiur, oppung ini mau pensiun jadi penjahit. karena anak-anak memintaku untuk tinggal di Jakarta supaya mereka bisa memperhatikan oppung.


Sebenarnya oppung lebih suka disini, tapi kan Oppung Doli mu (panggilan kakek) sudah meninggal, jadi mereka mendesak oppung untuk segera ke Jakarta.


Tapi pegawai oppung gimana? tak satupun mereka sanggup meneruskan jahit, karena mereka tidak bisa mendesain model."


Kemarin itu waktu martuppol (tunangan) anak kepala desa, kebaya Nantulang itu sangat cantik. dan kata Mak Saor, Nantulang itu kalau kamu yang menjahit Kebaya Nya.


Dari situ oppung berpikir untuk menitipkan para pegawai oppung kepada Tiur. karena Tiur jago dalam hal mendesain."

__ADS_1


"haaa.... maksudnya gimana oppung?"


Oppung boru Ruth langsung terdiam dan menghela napas panjang dan kemudian menatapKu lagi.


"oppung kan mau tinggal di rumah anak ku yang di Jakarta, jadi oppung mau nitip ke empat pegawai oppung ke Tiur."


"oppung.... Tiur masih menjahit kecil-kecilan, bakal kain Tiur juga stok tidak sebanyak stok oppung dan Tiur hanya punya satu mesin jahit dan bordir."


"kalau masalah itu tenang, semua bakal kain milik oppung akan kuberikan untukmu. berikut dengan mesin jahitnya, oppung dengar-dengar Tiur juga punya ternak disini. jadi oppung sudah mintak Ijin ke pak Saor dan istrinya untuk membuat lapak menjahit di depan rumah ini, semua biayanya dari oppung.


Tiur hanya perlu menyetujuinya, dan semua akan oppung serahkan ke Tiur tanpa di pungut biaya sepeserpun."


Jelas oppung Boru Ruth, dan ini adalah rejeki Nomplok untuk Ku. tanpa mengeluarkan biaya, aku sudah bakal kain beserta pegawai Nya.


"jelas lah Tiur mau oppung."


"terimakasih Tiur, tapi ada syaratnya. tolong jahitkan oppung kebaya dan dress yang cantik seperti dress Indah dan Rani yang kamu jahitkan ya."


"ha..... oppung tahu dari mana kalau Tiur yang jahit itu?"


Saat ini kami hanya menyelesaikan pesanan yang sudah terlanjur di terima, makanya kedua gadis tengik itu pamer. dan mereka berdua berkata sudah punya penjahit yang jauh lebih dari oppung, tapi oppung iri melihat dress dan Kebaya mereka berdua. oppung juga kan pengen di buatin seperti itu."


"hahahaha... gadis tengik ya Oppung.... kalau sama Tiur mereka sopan kok."


"iya... awalnya juga mereka sopan, tapi setelah oppung tolak baru mereka menjadi tengik."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Aku hanya bisa tertawa mendengar penuturan oppung Boru Ruth, dan permintaan Nya aku setujui. langsung deh mengukur badan, dalam benak sudah model lain untuk wanita hebat seperti oppung Boru Ruth ini.


Oppung boru Ruth sudah pulang, dan tidak henti-hentinya aku bersyukur karena rejeki yang tidak terduga ini.


Tamu kedua adalah Uli, dari kejauhan terlihat Uli datang bersama Gabe yang mengendarai sepeda motor. dan tidak berapa lama mereka berdua sudah tiba di hadapan ku dan langsung duduk.


"Edak (panggilan ipar sesama perempuan) semalam kemana? kami panggil-panggil ngak nyahut." ucap Uli sambil meletakkan tas kecil milik nya diatas meja.


"maaf Edak, sepulang Edak itu. aku langsung tidur di kamar."

__ADS_1


"bilang aja ngak mau ketemu " ujar Gabe nyolot tiba-tiba.


Iya emang, aku malas Bertemu dengan Gabe si mulut Jabir yang sebelas dua belas dengan Mamak Nya.


"jangan gitu ngomong Nya, cuman Tiur Edak kita satu-satunya. ngak usah ikut-ikutan Mamak, pikiran aja hidup kakak sendiri jangan ngurusin hidup orang lain "


Benar kata Uli, ngak mencampuri urusan orang lain apalagi pernikahan orang lain. sok paling ngerti mengenai urusan rumah tangga sementara dia aja masih jomblo dengan usia yang hampir 35 tahun.


"Andri ngak datang tadi pagi kan Edak?" tanya Uli secara tiba-tiba.


Aku hanya mengangguk, dan terlihat raut wajah Uli kecewa dan berbeda dengan Gabe kakaknya itu yang terlihat sinis.


"iya wajarlah, orang istrinya ngak becus urus Suami."


"kak.... cukup ya, urus saja hidup kakak. kenapa kita sekarang masih jomblo? iya karena Mamak yang menuntut kita untuk mencari pria yang sempurna.


Kakak juga harus melihat kondisi Andri, emangnya Andri sudah becus mengurus istrinya? ngak kak Gabe. kalau si Andri itu becus mengurus istrinya, dia tidak memberikan semua gajinya ke Mamak. kalau semua gajinya diberikan kepada Mamak terus istrinya makan apa?


Tiur juga sudah pasti menolak Andri, Tiur disini adalah korban Adat. demi kedua orang tuanya dan adik-adik, Tiur harus menikah dengan Andri si anak mami itu. jujur ya kak Gabe, jika aku jadi istri Andri, pasti sudah ku masukkan racun ke makanan nya." jelas Uli kepada Gabe Kakaknya.


Aku tidak perlu melayani ocehan si mulut Jabir itu, karena Uli sudah memberi nya wejangan yang sempurna.


"loh... Uli kok jadi menyalahkan Andri, jelas-jelas wanita ini yang tidak becus mengurus Suaminya."


Srrt...... daerahku sangat terasa mengalir di sekujur nadiku Tubuhku mendengar ocehan si mulut Jabir ini.


"memang salah kak Gabe, saya juga korban nya kak. saya harus menunggu si anak manja nikah terlebih dahulu baru saya bisa Nikah. dan akhirnya calon Suamiku memilih lain karena tidak mau menunggu terlalu lama lagi.


Gadis di kampung ini sudah menolaknya, karena gadis-gadis di kampung bukan gadis terjebak Adat seperti Tiur, semua orang sudah tahu akan sikap Andri dan Mamak yang sangat brutal dan sadis.


Sok kaya dan sok hebat, lagi-lagi saya yang jadi korban kak. uang tabungan ku harus terkuras untuk memasukkan si Andri menjadi pegawai honorer di kantor camat, biaya pernikahan Nya, dan Mahar Nya juga harus menguras tabungan.


Kakak ngak ngerti, karena kakak sama geblek nya dengan Mamak. dengar ya kak, aku datang ke sini mau fitting dress. sebaiknya kakak pulang sebelum mood Ku hilang untuk fitting. pulang sana....."


Jelas Sudah semuanya, untuk membuat terlihat kaya ada Putrinya yang menjadi korban. tapi anehnya si mulut Jabir ini tidak kunjung bergerak walaupun sudah di sindir habis-habisan oleh Uli dan usir.


Benar kata Uli, si mulut Jabir ini sama geblek nya dengan Mamaknya yang sok hebat itu

__ADS_1


__ADS_2