MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Lanjutan Mediasi


__ADS_3

"bagaimana saya bisa mengirimkan sesuatu untuk anak Ku, sementara aku tidak tahu keberadaan kalian dimana."


"itu omong kosong Andri, kau dan Mamak mu sudah datang ke alamat tinggal Ku.


Jika kau memang Bapaknya dan kau yang mengakui sebagai orang Batak, setidaknya kau memberikan sarung atau ulos.


Kau tahu kan kalau ulas dan sarung melambangkan kehangatan dan cinta kasih, kita sebagai orang Batak jika mendapatkan Ulos atau sarung tidak bisa kita tolak.


Kau datang ke rumah ku tanpa membawa perdamaian, kau dan Mamak mu datang hanya untuk mengajak ribut.


Sebagai orang Batak, dan sebagai seorang Bapak seharusnya kau datang dengan membawa sesuatu kepada anak mu yang baru lahir.


oh iya.... lupa lagi deh, kan Belum dapat perintah dari Mamak kau..."


"Tiur.... jaga sopan santun mu." sanggah Mamaknya Andri yang terlihat emosi.


"kau yang seharusnya jaga sopan santun, kau datang ke rumah orang tanpa sopan santun. dan gara-gara kau Keluarga kecil ku jadi hancur."


"jangan asal menuduh kau...."


"saya tidak asal menuduh wahai wanita bijak, kau menjebak Bapak Ku untuk bisa menikah kan aku dengan anak mu yang Manja ini.


Kau menyuruh anak mu untuk tidak menyerahkan gajinya kepada ku sebagai nafkah istri.


Kau juga yang membujuk anak mu untuk memfitnah aku hamil duluan, dan kau juga membujuk anak mu untuk tidak hidup Mandiri bersama istrinya dan kau juga membujuk anak mu untuk meminta uang saku kepadaku 1 juta per minggunya dan kau mintak lagi dari anak mu untuk kebutuhan hidup mu yang Hedon itu. dan kau juga yang mengajari anak mu untuk selingkuh dengan perempuan si gatal itu. apa pantas kau disebut sebagai ibu?"


"kau fitnah itu Tiur, bisa ku pidanakan kau."


"saya ngak fitnah Mak Lampir, semua itu sesuai keterangan dari Suami mu Sendiri dan jika keterangan para Saksi yang melihat mu berusaha menjodohkan anak mu ke perempuan gatal itu.


kau itu ibu perusak rumah tangga anak mu sendiri, kau itu saudari perusak rumah tangga adik-adik Mu.

__ADS_1


Yang mulia Hakim, 6 orang Putrinya menjauh dari Mamaknya penggugat Karena tingkah dan sikapnya yang diluar nalar manusia Normal.


Yang mulia Hakim, saya tidak mau mental Anakku rusak karena Mamaknya penggugat. saya sebagai mantan Menantu nya, saya hampir gila saat menghadapi Nya. jangankan saya yang mulia Hakim.


ke Enam Putrinya saja lari Malam dari rumahnya karena wanita Hedon ini yang mulia. saya Mohon kebijakan yang mulia Hakim demi anak saya.


Yang mulia Hakim, saya tidak fitnah. apa yang saya ucapkan ada buktinya."


Sangat lega rasanya saat mengutarakan apa isi hati ini, dan Bukti yang saya kumpulkan diberikan oleh pak Erik selaku pengacara Ku.


"baik, nantinya akan jadi bahan pertimbangan. untuk penggugat apakah ada lagi yang mau disampaikan?"


"apapun kata Tergugat, saya tetap menuntut hak Asuh anak dan nantinya akan menyusul hak akan harta gono-gini. itu sudah jadi keputusan saya yang mulia Hakim." ucap Andri yang masih percaya diri.


"baik, saudari tergugat apakah ada yang mau disampaikan lagi?"


"tidak ada yang mulia Hakim, karena saya percaya yang mulia Hakim mampu membuat keputusan yang adil."


"baik, sekian untuk hari ini. Minggu depan di hari sama dan jam yang sama, kita lanjutkan dengan sidang Pembuktian dan saya nyatakan terbuka untuk Umum. selamat siang dan sampai jumpa Minggu depan."


"Andri.... harta gono-gini mana yang kau gugat dari Ku?"


Mendengar pertanyaan dariku, Mamaknya Andri langsung menoleh Ku dengan tatapan yang tajam.


"ya jelas dong usaha mu, itu ada karena Anakku juga." jawab Mamaknya Andri dengan tatapan penuh percaya diri.


"begini wahai mantan Inang simatua Ku (ibu mertuaku). kita sudah jelas-jelas menandatangani perjanjian pemisahan harta dan penghasilan.


Di usah Ku hanya uang deposito Ku selama kerja di perantauan, dari emas perhiasan Ku, serta penghasilan selama menjahit di kampung, selebihnya adalah dana dari keluarga Ku. atau istilahnya para keluarga Ku yang lainnya menanamkan modal usaha dengan pembagian laba usaha sesuai dengan ketentuan yang telah kami sepakati.


Jika kau mengganggu usaha Ku, itu artinya kau berhadapan dengan keluarga besar dari Mamak ku ini. dan sudah jelas-jelas kau tahu kalau keluarga Mamak ku ini berseberangan dengan Mu.

__ADS_1


Sebaiknya kamu pertimbangan akan Niat Mu itu, sebelum masalah baru menghampiri mu. dan satu hal yang kamu harus ingat, tidak seperak pun uang Anak mu dan uang keluarga mu di usahaku."


"kau kira aku takut berhadapan dengan keluarga Mamak Mu? ngak sama sekali, dan ingat, saya hanya menuntut hak Anakku." jawab Mamaknya Andri dengan penuh percaya diri.


"Mak Elazer.... percuma dijelaskan kepada-nya, kita pulang aja yuk. lebih baik Mamak masak kolak daripada berhadapan dengan mantan mertua mu itu." Sanggah Mamak dengan anggunnya.


Aku bangkit dari tempat dudukku dan Andri tiba-tiba saja bersujud di kakiKu.


"Tiur.... saya Mohon berikan bagian Ku."


Ya Tuhanku.... tidak Habis pikir tentang apa yang di ucapkan oleh Andri, aku kira dia mau membujuk Ku agar Bertemu dengan Anaknya atau ingin membujuk Ku rujuk kembali.


Tapi dia bersujud hanya untuk meminta bagiannya, aku bingung bagian apa yang dimaksud Nya. karena saya merasa uangnya, bahkan tenaga tidak sedikitpun ada di usahaku.


"Andri.... Andri..... aku kira kau mau memohon untuk Bertemu dengan anakmu, tapi ini kau bermohon sampai seperti ini hanya untuk bagian Mu yang tidak pernah ada.


Dimana harga dirimu sebagai laki-laki? dimana harga dirimu sebagai seorang Bapak dari anak kita? "


"pak Andri..... saya sebagai laki-laki, sangat malu dengan tindakan mu ini. Kalau bukan karena saya pengacara mu, sudah ku seret kau keluar dari ruangan ini.


aduh..... saya butuh kopi ni, bapak-ibu saya pamit duluan. hancur harga diriku sebagai laki-laki di buatnya, permisi...."


Ujar pengacara Andri yang meninggal kan ruangan ini dengan pandangannya yang menunduk.


Pak Erik langsung menarik tubuh nya Andri dari kaki Ku hingga terlepas. dan kami pun meninggalkan Andri dan Mamaknya yang bengong di ruangan itu.


Pak Erik selaku pengacara Ku tertawa di mobil hingga beliau memarkirkan mobilnya di pinggir jalan karena tidak kuat untuk menahan tawa Nya.


"maaf Bu Tiur, Maaf.... Bu. saya hanya menertawai harga diriku sebagai laki-laki yang Jatuh karena tingkah dari mantan suami ibu Tiur."


"tarik nafas pak, buang pelan-pelan. lakukan secara berulang." ujar Mamak kepada pak Erik dan pak Erik pun melakukan Nya.

__ADS_1


Setelah agak tenang barulah pak Erik melanjutkan perjalanan, sebenarnya aku juga malu akan tindakan dari Andri.


Untung Elazer tidak melihat tingkah Bapaknya yang harga diri laki-laki jatuh.


__ADS_2