MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Bulan Madu dan Berbisnis.


__ADS_3

Hujan sudah reda, tetapi kami masih berpelukan tanpa mengenakan busana.


Lelah tapi nikmat dan kami saling beradu pandangan, mata mulai berat, perlahan-lahan Ku coba untuk tidur di pelukan suami Ku yang tercinta.**


Seperti nya ada mencium kening Ku dan memainkan hidung ini, perlahan aku membuka kedua mata ini. dan ternyata itu adalah ulah suami Ku.


"selamat siang sayang, giman tidurnya?"


Ujar bang Bastian seraya tersenyum, dan senyuman itu membuat Ku semakin bersemangat.


Ciuman begitu hangat, dan kami berdua larut dalam cinta ini.


Bang Bastian yang berada di atas tubuhku dan anu nya sudah mulai tegak, ciuman dan permainan nya di puncak gunung kembar ku membuat ku melayang.


Tanpa aba-aba, rudal besar itu sudah masuk ke liang ini, nikmat dan membuat ku melayang.


Perlahan-lahan dan lembut, mabuk dalam buaian cinta dan permainan nikmat dari bang Bastian.


Goyang maju mundur nya membuat semakin bergairah, dan akhirnya aku mencapai puncak.


Istrihat sejenak tapi bang Bastian masih aktif mencumbui area leher Ku dan puncak kecil di dada ku ini.


Setelah gairahku bangkit, kami mengatur posisi untuk ronde ini dan rudal itu masuk lagi.


ah.....


Suara kami berdua secara bersamaan, dan goyang maju mundur yang perlahan-lahan kini berubah menjadi maksimal.


ah..... ah.... ah ......


Akhirnya kami mencapai puncak kenikmatan secara bersamaan, dan kami berdua berbaring kenikmatan di ranjang ini.


Ciuman bang Bastian mendarat lagi di bibir Ku, dan kemudian di keningku.


Beristirahat sejenak dan ternyata perut sudah mintak untuk di isi, terdengar suara kriyuk dari kami berdua dan itu menjadi bahan tertawaan untuk kami berdua.


"cari makan yuk, setelah itu kita jalan-jalan."


Aku hanya mengganguk dan bang Bastian langsung menggendong ku ke kamar mandi, kali ini suamiku tidak lagi terlihat kaku.


Selesai mandi dan beres-beres, kami berdua turun dengan bergandengan tangan.


Bang Bastian meminta staf hotel untuk membersihkan kamar kami dan kemudian kamu berdua menuju sebuah restoran dengan pemandangan yang memukau.


Setelah memesan makanan dan makanan, kami berdua menghadap ke arah Danau Toba yang sangat memukau.

__ADS_1


Angin sejuk setalah hujan membuat susana sejuk, pemandangan indah di depan mata bersama suami yang tampan nan gagah.


Makanan dan minuman sudah tersaji, hangat dan enak.


Selesai makan kami berdua jalan-jalan, situs budaya Batak Toba yang masih sangat terawat. tidak lupa kami mengabadikan di tempat bersejarah ini dengan berphoto, tidak lupa juga kami meminta Photograper tempat ini untuk mengabdikan komen Indah.


Setelah merasa cukup kemudian kami melangkah ke tempat lain, yaitu pasar tradisional yang menjual beragam aksesoris khas Batak.


Di sudut toko dengan bangun khas Batak, aku melihat kain tenun yang begitu indah dan khas Batak.


Sangat-sangat menarik perhatian Ku, dan aku benar-benar terpesona dengan keindahan kain tenunan itu.


"bang itu kain tenun kok cantik ya!"


Bang Bastian langsung menoleh sudut toko itu dan sepertinya bang Bastian juga terlihat tertarik.


"yuk kita lihat."


Tangan ku di raih nya lalu kami melangkah ke toko tersebut.


Benar-benar menakjubkan, kain tenun ini benar-benar indah. coraknya yang luar biasa dan sangat khas sekali.


"selamat siang Inang, apakah ini semua di tenun disini?"


Panggilan Inang juga di tuju kan kepada ibu mertua.).


"selamat siang juga anakku, iya benar. semua di tenun disini bahkan kain nya juga di produksi disini."


Wanita yang mungkin seumuran dengan mamak menyapa kami dengan ramah, dan memperlihatkan kami para perajin tenun yang sedang bekerja.


"mohon anak Ku, disini libur ya?"


"iya Inang, kami berdua baru menikah dan berlibur ke sini. kami berdua ini adalah penjahit di medan, dan kami sangat tertarik melihat kain tenun ini."


Bang Bastian menjelaskan nya seraya menggenggam tangan Ku.


"oh pantas saja langsung tahu jenis kainnya, terus ini mau beli berapa jenis."


"begini Inang, Istriku sudah mempunyai usaha menjahit yang cukup besar di Medan. bagaimana kalau kita kerja sama.


Inang akan memberikan kami kain secara berkala, dan pembayaran langsung tunai."


"puji Tuhan.....


Mari ikut Inang ke dalam lagi, biar Inang perlihatkan jenis kain tenun yang lainnya."

__ADS_1


Selain ramah kami di sambut begitu bahagia nya dan menuntun kami masuk ke belakang usahanya tersebut.


Benar-benar memukau, jenis tenunan nya luar biasa. dan kami juga di perlihatkan berbagai aksesoris khas Batak Toba.


Aku langsung teringat dengan Gabe, karena Eda ku itu penjual aksesoris.


Pertama kami sudah deal dengan kesepakatan harga dan pengiriman kain tenunan ke alamat Ku, kami membeli pembelian minimal dulu.


Kalau nanti sudah habis baru pesan lagi, karena toko ini akan menyediakan fasilitas pengiriman Nya.


"terus aksesoris gimana Boru?"


Ucapan nya semakin lembut setelah kami memborong banyak kainnya.


"begini Inang, sebenarnya Eda ku juga menjual aksesories. jadi ini mau Aku kenalkan dulu sama dia, bisa ngak Beli setengah lusin dulu setiap jenisnya?"


"bisa dong Boru, dan itu adalah pembelian minimal Nya. kalau begitu silahkan di pilih-pilih dulu."


syukurlah kalau bisa membeli setengah lusin tiap jenisnya, dan akhirnya selesai juga. sebenarnya ini semua keinginan ku. jika Eda Gabe tidak mau terima ya nantinya tinggal bagi-bagikan aja ke semua keluarga.


"Boru, amang.....


Semuanya sudah di packing dengan baik, terimakasih karena membeli banyak produk kami ya.


Semoga juga akan menjadi rejeki untuk kalian berdua nantinya, dan khas Batak semoga lebih di kenal oleh masyarakat luas."


"iya Inang sama-sama, tapi nanti kalau kami butuh bisa di kirim lagi Inang?"


"tenang, cuman kirim ke Medan kok. ke Australia lah kami berhasil mengirimkan barang, ini ke Medan nya.


Pokoknya kami akan mengirimkan sesuatu pesanan dan jika ada corak tenunan yang baru akan segera kami kabari."


"terimakasih Inang, oh iya Inang. rencananya lusa baru kami balik ke Medan, bisa barang-barang ini di kirimkan sekarang?"


"bisa dong Boru, dan harga-harga tadi sudah termasuk uang kirim nya kok.


Kalian berdua tinggal terima beres aja, nikmati dulu keindahan samosir ini. setelah merasa puas baru lah balik kerja lagi.


Semoga cepat kalian berdua di karuniai anak dan Boru (putri) dan semoga pernikahan kalian berdua awet sampai oppung-oppung dan kiranya hanya maut lah yang memisahkan kalian berdua.


Rejeki yang melimpah dan berkat Tuhan yang tiada berkesudahan menyertai keluarga kalian sekiranya."


"Amin....."


Dengan serantak kami menginginkan doa dan harapan itu, kemudian kami bertiga saling tersenyum satu sama lainnya.

__ADS_1


__ADS_2