
Selesai beres-beres lalu sarapan setelah itu, bersama bang Bastian kami berangkat ke lapak melalui pintu belakang.
Ruangan bang Bastian ternyata lumayan bagus yang sudah lengkap dengan segala alat dan perlengkapan Nya.
Kami berdua sepakat mengganti nama Usaha kami menjadi ' Tiur & Bastian* Tailor and boutique*
Dengan segera mungkin menghubungi pak Erik untuk merubah nama tersebut, dan paling membuat Ku sungguh kagum.
Bang Bastian membuat perjanjian kalau semua usaha ini dan juga usaha milik nya atas nama ku sementara suamiku ini hanya berstatus karyawan.
Suami melakukan dengan sadar dan tanpa paksaan, begitu juga dengan rumah nya serta beberapa aset lainnya.
Demikian juga dengan penghasilan dari jahit nya, semuanya akan diberikan kepada ku setelah di potong biaya gaji, persediaan bahan, listrik air, cicilan bank karena sudah melakukan pinjaman untuk membeli lahan disebelah belakang dari rumah produksi jahit ku.
Lahan sudah selesai dibeli persis disamping belakang jahit ku ini bagian produksi Nya, jadi nantinya bukan hanya Pakaian wanita saja tetapi juga dengan pakaian laki-laki juga.
Rencananya kami mengubah tata letak usaha, usaha Saor di tengah yang menghadap pintu masuk, yang sebenarnya penampungan hasil jahitan para tim kami dan beberapa produk sepatu, dan tas.
Toko aksesoris Gabe akan kami tempatkan paling depan dekat pintu masuk gerbang, yang akan disusul dengan usaha Rani dan Indah yang bergerak di bidang kecantikan.
Toko aksesoris dan salon kecantikan itu akan menjadi daya pikat para customer, dan ternyata ide tersebut mendapatkan sambutan luar biasa.
Kini giliran adek ipar yaitu Suami dari Lisa yang berkontribusi membuat impian ini menjadi nyata, beliau adalah seorang arsitek yang sudah mempunyai usaha kontraktor.
Setelah mendatangi perjanjian kerja, Pangeran suami dari adik ku akan memulai kerja esok karena hari ini dana akan turun.
Hal ini kami rapatkan bersama demi tujuan kami bersama dan mencapai kesepakatan bersama.
model yang di tawarkan oleh Pangeran begitu sempurna, lapak Toko aksesoris Gabe akan menjadi lapaknya bang Bastian, dan Pangeran meminta lapak lebih tepatnya menyewa lapak untuk membuat kan Kafe dengan konsep modern dan live music.
Sehingga kelak nanti kompleks ini benar-benar lengkap yang akan menjadi pusat kecantikan dan busana serta hiburan sejenak di kafe live music.
Rencana itu sudah disepakati dan kami tinggal melanjutkan dan melaksanakannya, perlahan-lahan nanti akan melakukan tahap renovasi dan kami masih tetap operasional.
"bang Rifan.... "
Ningsih terkejut tetapi tersenyum saat melihat Polisi kami ini datang ke tempat rapat kami ini yaitu ruang makan karyawan ini.
Tanpa memperdulikan kami yang ada disini, Rifan memeluk suamiku dan kemudian memelukku, lalu mamak dan bapak, Lisa dan Pangeran. terakhir Rifan memeluk Ningsih kekasih hatinya.
__ADS_1
"uhmmm.... uhmmm....
Jangan lama-lama bang, ntar yang dipeluk Baper dan kemudian sakit hati akan tiadanya kepastian Mu."
Perkataan bapak akhirnya mengakhiri pelukan Rifan dan Ningsih.
"kedatangan Rifan disini untuk memberikan kepastian kepada Ningsih."
Rifan kemudian mendekati bapak dan mamak dan memberikan sesuatu yang dipegang sedari tadi.
"pak..... Mak.....
Kak Mak Elazer, kak Lisa dan kedua lae ku, tulang dan Nantulang Mak Saor dan semua yang ada disini serta Ningsih calon Istriku.
Rifan sudah mendapatkan SK (Surat Keputusan) dan Rifan akan Kapolsek di daerah sini.
Dengan ini juga, atas ijin dari bapak, mamak, kak Mak Elazer, kak Lisa, Tulang dan Nantulang dan keluarga ku yang disini.
Rifan ingin melamar Ningsih menjadi Istriku, Sudi kiranya memberikan restu kepada kami berdua."
"bentar bang Polisi, tanya dulu sama yang bersangkutan."
"Ningsih mau kok jadi istri bang Rifan. amangboru."
"baiklah kalau begitu, mamak setuju dan sangat-sangat setuju."
"setuju.....
dengan kompaknya kami semua berkata setuju, dan kami saling tertawa karena bisa serantak berkata setuju.
"jadi bagaimana dengan sinamot (mahar)?"
"nantilah itu oppung boru Elazer, kita belum berkunjung ke rumah Oppung boru Ruth yang akan mangamai (yang menjadi wakil dari pihak calon pengantin perempuan* Batak Toba) calon parmaen (menantu perempuan) kita ini?"
"saya disini."
Oppung Boru Ruth bersama Bapaknya Ruth serta istrinya dan juga Ruth, hadir juga. dan itu membuat kami semua kagum kecuali Rifan.
"kok bisa bersamaan." ujar Nantulang Mak Saor.
__ADS_1
"Rifan yang membawa ke sini dan atas permintaan nya."
Jawab oppung Boru Ruth dengan santainya dan bapak serta Mamaknya Ruth langsung maju menghadapku.
"ito Mak Elazer, saya mau memotong pembicaraan dulu ya.
Tolong lah masukkan mamak ku ini menjadi pegawai Ito."
"Mak Elazer, ingat janji mu ya. Mak Elazer akan merekrut oppung mu ini dengan syarat diantar oleh bapak nya Ruth."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Entah kenapa kami semua tertawa dengan ekspresi dari oppung Boru Ruth yang seolah-olah membawa pembela Nya.
Memang waktu aku berjanji kepada Oppung Boru Ruth akan memperkerjakan asal di antar oleh pak Ruth.
"tenang Oppung, jika Mak Elazer menolak oppung menjadi pegawai oppung. ada suami nya yang siap menjadikan Oppung menjadi pegawai."
Lagi-lagi kami tertawa lagi, karena omongan dari bang Bastian suamiku tercinta.
Janji tetap janji dan berkat pertolongan oppung boru Ruth aku menjadi sukses seperti ini.
Oppung Boru Ruth adalah penjahit profesional yang sudah menjahit bertahun-tahun dengan pelanggan seluruh kaum perempuan warga kampung kami dari berbagai kalangan.
Oppung Boru Ruth sebenarnya hanya ingin mengisi hari tuanya dengan tetap menjahit dan aku hanya bisa memelukNya pertanda persetujuan dariKu.
"baiklah kalau begitu, berhubung Mak Elazer sudah memeluk oppung dan itu artinya Oppung Ruth ini diterima kerja disini, sekarang kita lanjutkan dengan acara marhori-hori dingding Boru pudan ku (putri bungsu) ini dengan calon Hela Ku (calon menantu laki-laki)."
"olo Inang, tapi kita bicarakan lah di rumah ya, karena ini tempat karyawan istrihat."
"ngak perlu, Karena karyawan disini adalah kita juga. nanti di rumah pasti ngak muat, jadi kita disini aja."
Alhasil kami melaksanakan marhori-hori dingding (memperjelas hubungan calon pengantin sekaligus lamaran) di tempat. istirahat ini dengan disaksikan oleh para pegawai lainnya.
Terasa khidmat dan bahagia, acara yang sederhana untuk melamar Ningsih dan ini tiba-tiba.
Kabar bahagia datang bersamaan, yaitu rencana kami ke depannya dan rencana pernikahan Rifan Adikku bersama Ningsih yang sudah kami sangat kenal.
Tiada keraguan bagiku begitu juga dengan mamak dan Bapak serta keluarga yang lainnya.
__ADS_1
Ningsih sudah seperti keluarga kami, Ningsih adalah bagian keluarga kami.
Memang Ningsih itu anak yatim-piatu, tapi keluarga kami ini adalah rumah baginya dan itu berdasarkan pengakuan terhadap ku.