
Sorenya Keluarga yang dari kampung sudah pulang bersama amangboru pak Iren, nantinya mereka akan datang kembali saat pesta pernikahan Lisa dan Pangeran.
Drrrt.... drrrt.... drrt.....
Tiba-tiba saja handphone Ku bergetar, pertanda ada pesan masuk. pesan BBM dari Bastian yang memintaKu untuk pergi makan malam di Kafe dekat tempat tinggal kami ini. dan ternyata Bastian sudah tiba di depan rumah ini.
Bastian dengan gagahnya pamit kepada Mamak dan Bapak, untuk membawa Ku ngobrol di Kafe.
Sebenarnya Bastian juga ingin pamit ke Rifan dan Fernando, tapi mereka berdua sudah pulang ke untuk bertugas lagi.
Bapak dan Mamak memberikan ijin dan ku minta Elazer ikut, Bastian tidak keberatan dan aku akhirnya mengajak Nindy juga.
Sesampainya di cafe, Elazer menangis dan dengan sigap Nya Bastian mengendong serta berusaha menenangkan Elazer.
Elazer langsung tenang di pelukan Bastian, dan cintaku yang tertinggal itu tersenyum manis ke arahku.
Nindy yang melihat nya ikut tersenyum, dan setelah Elazer tertidur langsung diambil oleh Nindy dan memisahkan kursinya dari kami berdua.
Elazer di letakkan nya di stoller, kemudian Nindy memperhatikan nya sembari makan mie pesanan Nya.
"entah kenapa kok bahagia rasanya bisa nongkrong bersama Mu, tapi alangkah bahagianya jika Tiur bisa jadi Istriku."
Ucap Bastian dengan percaya diri sembari tersenyum manis ke arahku.
"Bas.... ngak perlu gombal seperti itu, saya janda loh. lihat tuh Anakku."
"ngak apa-apa, beli satu dapat gratis satu. ngak masalah bagiKu. kamu lihat tadi kan, Elazer langsung tenang ketika ku gendong. itu artinya aku ini calon bapak yang baik."
"Bas... kamu itu Tampan, punya mobil Bagus, dan mapan, Aku yakin banyak gadis yang tertarik sama mu."
"benar itu, tapi gimana iya. hati ini hanya menyimpan nama mu seorang.
Tapi aku masih penasaran, kenapa kamu menghilang dari hidup ku tanpa kabar sedikitpun?
"panjang ceritanya bas."
"ngak apa-apa ceritakan aja, saat ini kan masih jam 8 malam jadi masih banyak waktu untuk mendengarkan penjelasan mu.
Kamu pamit karena Nantulang sakit keras, beberapa jam kita masih berkomunikasi dengan baik.
Besok sorenya, pesan BBM Ku hanya centeng satu dan Nomorku langsung kamu blokir.
__ADS_1
Rasa kwatir berubah menjadi rasa sakit, dan lama-kelamaan menjadi sangat-sangat sakit karena menahan rindu.
Tiur.... Abang siap mendengarkan semua cerita Mu, tolong jelaskan kepadaKu, Abang janji tidak akan marah."
"bukan hanya kamu yang merasa sakit bas...
"bisa ngak memanggilku dengan panggilan Abang? saya kan setahun lebih tua darimu, jadi panggil Abang ajalah."
Ujar Bastian, dan lagi-lagi dia tersenyum manis ke arahku. senyuman itu membuat hatiku meleleh.
"iya bang...
Bukan hanya kamu yang merasa sakit, aku merasakan sakit yang ekstra.
Alasannya karena Hutang Adat, dulu bapakku dan Mamak Nya mantan suami membuat perjanjian Adat perjodohan untuk kami berdua selaku pariban.
Mamak sebenarnya ngak setuju, dan banyak keluarga yang lainnya tidak setuju dan atas desakan oppung Boru akhirnya kami di jodohkan dengan Ikatan Adat.
Sebelumnya saya tahu tidak akan hal ini, dan tiba lah saatnya Namboru itu menagihnya dan Mamak di paksa pura-pura sakit keras agar aku pulang ke rumah.
begitu sampai di rumah sudah banyak orang, aku kirain Mamak sudah Almarhumah. tapi nyata untuk manare-nare (penyambutan calon pengantin masuk ke rumah).
Menangis dan menangis hanya itu yang bisa kulakukan, demikian juga dengan Mamak. tapi bapak dan keluarganya memaksaku.
Mau tidak mau, aku harus menjadi istri dari pariban ku itu.
Sakit hati ini rasanya, saat meninggalkan Mu. tidak sanggup lagi harus bicara dengan Mu, hingga akhirnya ku blokir semua kontak Mu.
Hari pertama menjadi istri, sudah mendapat perlakuan yang sangat menyakiti hati. saya di nikahi hanya untuk menjadi budaknya.
Hal yang membuat hatiku ini semakin sakit dan perih adalah pengakuan dari kakak ipar Ku, yang menyatakan bahwa aku ini adalah pilihan terakhir setelah pariban itu di tolak oleh gadis manapun.
Anak Manja, semuanya harus serba diputuskan oleh Mamaknya. bahkan urusan ranjang pun di atur oleh Mamaknya.
Andri memang mendapatkan tubuhku tapi tidak dengan cintaku, pikiranku melayang, cinta dan kasihku berada di hati orang lain yaitu kamu Bang.
Semakin ke sini semakin sakit hatiku, semua penghasilan Andri di setor ke Mamaknya.
Aku sebagai istri sudah berusaha memberikan yang terbaik, tapi selalu aja salah di mata mereka berdua.
sudah tidak memberi nafkah, malah minta uang dariKu untuk uang sakunya.
__ADS_1
Kata orang, cinta itu akan mengalir setelah menikah, tapi kehancuran hati yang semakin dalam yang ku dapatkan.
Bahkan saya di tuduh hamil duluan, dan itu sangat membuatku semakin terpuruk. kalau bukan karena mengingat Tuhan dan Anak yang ku kandung, aku sudah ingin mengakhiri hidup Ku yang rapuh.
Saya menjadi parno saat di gereja, di tempat Adat dan perkumpulan masyarakat lainnya.
Saya mengira mereka ngomongin hidupku yang hancur, padahal mereka hanya mengagumi pakaian yang ku pakai, serta mereka konsultasi dengan Ku mengenai kebaya atau deras.
Tapi Aku yang parno selalu berpikiran yang nggak-nggak, sebenarnya mereka tahu tentang Andri, itulah sebabnya mereka tidak membahas Nya. dan memang ngak penting kali untuk di bahas.
Hingga akhirnya kami bercerai setelah menjalani drama kehidupan yang teramat dramatis dan menyedihkan.
Dan mereka tetap mengganggu hidup Ku, Tuhan itu Maha Adil dan mereka sudah mendapatkan ganjaran yang setimpal.
Sekarang aku bertahan karena Elazer, dan mencoba untuk bangkit kembali. Jujur aku masih trauma melihat laki-laki.
Itulah sebabnya aku tidak mau memberi Mu harapan palsu."
"dalam juga ya, minum dulu biar tenggorokan segar." ujar Bastian yang mencoba mencairkan suasana.
"Bang.... saat ini, saya masih trauma dengan pernikahan. rasa sakit di hati ini belum sembuh total.
Jauh dari lubuk hati, dan dengan Niat yang tulus. Saya mintak maaf karena telah meninggalkan mu.
Saya perempuan jahat yang tidak bisa menepati janjinya, saya perempuan penghianat Bang. perempuan seperti saya ini tidak pantas menjadi istri mu.
Lihatlah balasan yang telah ku dapatkan, aku menderita karena telah berkhianat akan Cinta tulus dari mu."
"Tiur..... masih ada cinta untuk Abang dari mu?"
Ku tarik napas panjang dan ku hembuskan perlahan. walaupun menyakitkan harus ku katakan.
"jujur iya bang.... sampai sekarang ini, Tiur masih sangat mencintai Abang. nama Abang masih terukir indah di hatiku.
Tapi aku masih trauma dengan pernikahan dan laki-laki, karena pernikahan ku yang gagal. di setiap hariku hanya ada penyesalan dan ketakutan."
"Abang paham dek, kamu harus tahu kalau Abang masih sangat mencintai Mu, Abang ngak perduli dengan semua status Mu dan masa lalu mu.
Ijinkan Abang pelan-pelan untuk merubah rasa trauma itu menjadi rasa nyaman dan cinta untuk Ku."
Ya Tuhanku... kenapa aku bisa menangis lagi? Bastian tidak berubah. dia tetap pria yang ku kenal dulu.
__ADS_1
Bedanya hanya di penampilan saja, dia jauh lebih tampan dan gagah.