MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Cerita dari Oppung Boru Ruth.


__ADS_3

Ningsih sudah mengukur badan Mak Ruth dan sudah menetapkan model kebaya serta warna Kebaya.


"Kakak enak ya punya mertua yang baik."


ntah Kenapa kata itu keluar dari mulut ini, untungnya Mak Ruth tersenyum mendengar perkataan dariKu.


"lumayan lah, setelah bapak Ruth berhasil membujuk oppung mu ini, yang wanita karir ini, tinggal sama kami.


Penampilan ku dan penampilan Boru Ku menjadi jauh lebih Kren dan kreatif. ditambah lagi masakan nya yang enak.


Tapi jangan bilang-bilang ya sama oppung Boru Ruth."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


kami hanya bisa tertawa karena jawaban kocak dari Mak Ruth.


"Inang... Kenapa bisa oppung Boru Ruth, sementara kan pak Ruth siapudan Inang?" tanya bapak yang tiba-tiba nyolot.


"diantara semua anak-anak, bapak si Ruth yang laku duluan."


Jawab oppung Boru Ruth dengan santainya dan lagi-lagi kami tertawa lagi.


"Mak Elazer... rekrut oppung dong jadi pegawai Mu, karena oppung bosan di rumah."


"idih.... siapa yang mau merekrut oppung-oppung" ujar Mak Ruth yang seolah-olah mengejeknya.


"Tiur mau merekrut oppung, karena oppung ini suhu dalam hal menjahit."


"terimakasih Mak Elazer, huakkkkk........


Tingkah oppung Boru Ruth yang menjulur kan lidahnya ke Menantu Nya membuat kami tertawa lagi.


"Inang.... ijin dulu sama pak Ruth ya."


"Kenapa harus mintak ijin ke Suami mu itu? ya suka-suka Ku lah mau ngapain. kok Suami Mu pula yang ngatur?"


"gitu Inang sekarang? ku adukan sama pak Ruth dan juga Pak Domu, sama Eda Mak sari lagi. lihat aja ya."


Terlihat oppung Boru sedikit panik dan mendekati Menantu Nya.


"janganlah gitu Mak Ruth, Bosan loh di rumah terus. masa kamu ngak kasihan melihat Ku yang hanya bisa bengong di rumah."


"kalau ada maunya langsung mendekat, ya sudah. Sabtu besok, inang harus mendadani seperti Ruth ya."

__ADS_1


"apa pantas?"


"ku telpon ni Eda Mak sari sekarang."


"janganlah telpon si cerewet itu, pening Kepala Ku mendengar ocehan. ya sudah, saya kan menjadi hair style buat kamu Mak Ruth."


"gitu dong inang Simatua Ku, muach......


Kami semua lagi-lagi tertawa karena mereka berdua, lucu dan kocak dan itu secara spontan. dan seketika itu juga Mak Ruth langsung mendekati Ku.


"Mak Elazer.... Sebenarnya aku kasihan liat oppung Boru Ruth yang kami tinggalkan sendirian di rumah.


bapaknya Ruth kerja di rumah sakit, sementara aku ngajar di kampus. adek-adek mu kuliah dan sekolah.


Mamak juga di kampung masih tetap kerja dan ngak betah tinggal sama kami. iya karena hanya bisa tinggal di rumah, sementara di kampung ada ladang Nya dan banyak teman-teman Nya.


oppung boru Ruth ini kan sudah akrab dengan Kalian, dan keahlian juga menjahit. tolong lah terima inang Simatua ini kerja di tempat mu ya.


ngak usah di gaji pun ngak apa-apa, asal jangan bosan aja, ngak tega aku lihatnya. dan sini juga banyak orang kampung kita yang kerja, setidaknya bisa mengobati kerinduannya terhadap kampung halaman Inang.


Tolong ya Mak Elazer, saya Mohon kali....


"okey.... tapi dengan satu syarat, oppung Boru Ruth saat pertama kali kerja disini harus diantar oleh pak Ruth, bisa ngak?"


Nanti pelan-pelan saya ngomong sama pak Ruth, dan pak Domu serta Mak sari.


oh iya rumah kami tidak jauh dari sini, saat kami kerja nanti, Inang saya antar kemari, dan sorenya kami jemput lagi.


Inang tenang aja ya, biar Mak Ruth yang ngomong sama Boru mu yang cerewet itu."


"emang cerewet ya kak?"


"luar biasa cerewet Mak Elazer, baru satu oppung ngomong, itu si cerewet sudah seribu yang di ucapkan Nya. pening kadang-kadang menanggapi Nya." ujar Oppung Boru Seraya berjalan ke arahku dan duduk bersempitan Denganku.


"terimakasih Mak Elazer, karena sudah menerima oppung kerja disini."


"iya oppung, lagi pula sudah ada dua oppung-oppung yang kerja Disini. tapi untuk pertama kalinya oppung harus di antar sama anak pudan nya oppung iya."


"iya loh.... lama-kelamaan Mak Elazer ini mirip sama si Mak Sari."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Kami hanya bisa tertawa bersama, karena jawaban oppung Boru Ruth yang kocak.

__ADS_1


"Mak Elazer... Gimana dengan si anak manja itu?"


"uhmmm.... itulah oppung masalah Nya, si anak Manja itu tiba-tiba saja menggugat hak Asuh anak dan juga harta gono-gini."


"haa..... ngak bisa di biarkan itu, tenang.... oppung membantu Mu, oppung kenal dengan pengacara hebat di sekota Medan ini."


"tenang oppung, semuanya sudah di atur oleh pengacara Ku."


"Bagus....


Mak Elazer.... itu mantan mertua mu memang licik, dulu dia yang membujuk oppung mu agar membuat perjodohan dengan Mu dan si anak Manja itu, dan di setujui oleh Bapak mu ini.


sudah ku nasihati agar tidak buat perjanjian Adat itu, tapi ya sudahlah lah.


Jika butuh saksi, oppung bersedia menjadi saksi Mu. oppung kenal luar dalam mengenai mertua mu itu.


Dia itu licik dan akan menghalalkan segala cara untuk apapun, kamu tahu ngak kenapa Bapak mu dan bapak Uda itu nurut kepadanya?"


"karena bapak dan Uda sayang kepadanya."


"salah Tiur, dia itu pergi berdukun. mar jampi-jampi (semacam ilmu pelaris dari dukun).


Agar Bapak dan Uda mu itu nurut sama dia, Mak Iren itu sempat jaya Karena dukungan dari Bapak mu dan bapa Uda Mu.


Mak Iren itu menemui oppung Purnama, parbegu ganjang itu. (pemuja mahluk mistis di kalangan masyarakat Batak).


Mak Iren sudah sering di nasihati oleh bapaknya Raja Huta, agar membuang jampi-jampi Nya.


Konon nih katanya, jika salah satu dari anggota keluarga yang menjadi sasaran melawan Nya, baik secara fisik, jiwa dan segenap doa kepada Tuhan.


Maka pemilik jampi-jampi tersebut akan mengalami kesialan dalam hidupnya.


Kamu lah Tiur yang menjadi sasaran yang melawannya, cepat atau lambat, Namboru mu itu atau mantan mertua mu itu akan gila.


Konon juga katanya, jika yang biasa nurut kepadanya tiba-tiba Berpaling dan berbalik melawan Nya, maka anggota Keluarga Nya akan menjadi sengsara dan sasaran adalah anak laki-laki Nya.


dulu, Namboru mu itu berharap sekali punya anak laki-laki, karena memang selalu di desak oleh inang Simatua Nya.


Dia mintak bantuan kepada Oppung purnama parbegu ganjang itu, menurut desas-desus Nya, tumbalnya adalah putri pertama Nya dan juga saudara laki-laki Nya yang paling Kecil.


"pak Tiur.... kamu ingat kan ketika Adik mu meninggal dengan cara yang tidak wajar?"


Bapak terdiam terpaku dan menganggukkan kepalanya, dan ini baru pertama kalinya aku mendengar cerita ini.

__ADS_1


__ADS_2