MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Keluarga Suami Ku begitu Kejam.


__ADS_3

Sebelum pintu di buka, Ningsih langsung menghubungi Mamak dan memberitahu kalau ibu mertuaku datang kemari.


Bang Andri datang bersama Mamaknya, bapak, Uda pak Simson dan bou Melda. dan wajah mereka dipenuhi aura marah.


Ningsih menghampiriku kembali yang terduduk di ruang tamu seraya memegang lengan tangan kananku.


"eh perempuan ******, kau hamil sama siapa? dasar menantu pembawa sial." ujar ibu mertuaku dengan suara yang sangat kuat.


Bapak kandung Ku yang ikut menyaksikan Putrinya di hina malah terdiam dan tidak berbuat apa-apa. rasanya sesak dan pedih.


"saya hamil anak bang Andri, kok itu masih di pertanyakan?"


"tidak mungkin, anakku sudah lama tidak tinggal bersama dengan kau dan tiba-tiba kau hamil, pasti kau selingkuh."


Ibu mertuaku langsung menarik tanganKu dan menyeret ke luar rumah, Ningsih yang mencoba melerai di hempaskan bapak hingga terjatuh.


TanganKu yang tiba di tarik terasa sakit seperti terkilir. dan sampai akhirnya kami sudah di luar rumah.


Mamak yang datang bersama beberapa orang langsung menghajar ibu mertuaku tanpa ampun. dan bang Andri yang hendak membela Mamaknya langsung ku cekal kakinya hingga tersungkur mengenai Mamaknya.


plak.... plak...plak....plak....


"kurang aja kau ya, berani nya menyeret Putri dari rumahnya. dasar perempuan gila......


Bapak yang melerai mamak dan ibu mertuaku langsung di banting oleh Tulang pak Saor dan Tulang pak Rado yang menghajar Uda pak Simson.


Karena keributan yang terjadi Akhir nya kepala desa, Pemangku Adat, kepala lingkungan serta penatua marga akhirnya membawa kami semuanya ke aula desa tepat jam 8 malam hari.


Semua sudah duduk, sementara keluarga duduk didepan para warga yang hadir. rasanya sangat malu.


"lagi-lagi keluarga Mu pak Tiur yang mengharuskan untuk berkumpul di malam hari di aula Desa ini. orang lain sibuk membuat persiapan Natal sementara keluarga Mu sibuk berantam.


Tiur.... kenapa lagi ini terjadi kepada Mu? coba jelaskan lebih rinci titik permasalahannya." ujar Pemangku Adat.


"begini Oppung.... saya hamil dan menurut Dokter Duma yang memeriksa kehamilan Ku, usia kandungan ku sudah berumur 16 Minggu, dan itu ku beritahukan kepada bang Andri sebagai suami Ku.

__ADS_1


Setelah satu harian menunggu kabar dari bang Andri, dan tiba bang Andri datang bersama keluarganya dan Mamaknya menuduhku selingkuh...


"ya wajar dong saya tuduh ku selingkuh, pernikahan baru 3 bulan 2 Minggu tapi sudah hamil 16 Minggu, berarti Tiur sudah hamil duluan sebelum menikah dengan Anakku Andri..." ujar ibu mertuaku yang tiba-tiba nyolot.


Dokter Duma yang memeriksa kandungan Ku tiba-tiba berjalan ke arah kami dan berdiri tegak di dekatku.


"semua pasti sudah mengenal ku, karena cuman saya Dokter kandungan di ibukota kecamatan ini, dan saya yang memeriksa kandungan Tiur.


Tiur yang hamil 16 Minggu, padahal usia pernikahan baru 3 bulan 2 Minggu. itu bukan berarti Tiur ini hamil duluan.


Ada beberapa wanita hamil yang di hitung berdasarkan tanggal terakhir selesai haid atau menstruasi.


Tiur ini sudah selesai haid satu hari sebelum Martuppol dan dua Minggu kemudian Tiur Menikah dengan Andri Suaminya.


Andri..... apakah kalian melakukan hubungan suami-istri saat malam pertama itu? sebagai pria dewasa apa kamu meragukan kegadisan Tiur saat itu?"


"kami melakukannya sebanyak dua kali, dan sprei yang kami pakai terdapat bercak darah."


mendengar penuturannya dari bang Andri, terdengar suara tawa yang berusaha di pelankan oleh warga lain.


"ok.... nah..... saat Sepasang suami istri berhubungan suami-istri, disitulah sel telur dan sel spermatozoa menyatu dan jadilah calon anak.


Seperti yang saya katakan tadi, usia janin di hitung dari masa terakhir menstruasi.


Barusan Andri sudah mengakui kalau sudah berhubungan suami istri, dan terdapat bercak darah dan itu berasal dari selaput darah milik istri Andri yang artinya Tiur belum pernah melakukan hubungan suami-istri dengan pria lain kecuali Andri suaminya.


Kita disini tidak perlu menghakimi Tiur, Karena kita dapat jawaban sederhana dari Andri suaminya.


Lagi pula pasien saya bukan Tiur yang mengalami seperti ini, tapi tidak mungkin saya jabarkan disini demi privasi pasien Ku."


"bapak-ibu.... saya juga Persis seperti Tiur saat kehamilan Esra, Boru panggoaran Ku (putri pertama ku) dan Dokter Duma yang memeriksa Ku, semua yang ada disini tau kalau Esra sangat mirip dengan Bapaknya."


"iya Benar, saya yang memeriksa bahkan sampai membantu Esra lahir. sekarang saya mau tanya kepada Inang Mak Iren dan juga Andri.


apa dasarnya kalian berdua menuduh Tiur selingkuh atau hamil duluan? terutama buat Andri. kamu sarjana, kamu kuliah di kota. dan sebagai Suami apa salahnya kamu bertanya baik-baik dengan istrimu.

__ADS_1


Jika kamu curiga terhadap istrimu seharusnya kamu bertanya kepadaKu yang sudah di percayai oleh warga disini sebagai dokter wanita.


Kenapa kamu tega menuduh istri mu hamil duluan?"


"karena penjelasan dari Mamak." jawab bang Andri dengan pelan.


"Amang Raja Huta (Pemangku Adat), pak Kades, pak Kepling dan bapak-ibu yang hadir disini, saya sudah bingung mau jelaskan apalagi.


Apakah penjelasan saya sudah jelas bapak-ibu?"


"sudah........ "Jawab serentak dari para warga."


Dokter Duma dipersilahkan duduk oleh Pemangku Adat dan Susana hening seketika.


"baik bapak-ibu, kita sudah jelas tahu titik permasalahannya dan jawaban nya langsung dari ahlinya. Tiur..... Gimana selanjutnya pohoppu Ku."


"saya sudah Muak oppung, saya ingin cerai..."


"kau bayar denda adat dan Sinamot (Mahar) Nya, baru kau mintak cerai." ucap ibu mertuaku tiba-tiba nyolot.


huuuuu........... ' para warga menyorakinya '


"oppung..... berdasarkan surat pernyataan dan perjanjian yang di tandatangani dan disepakati, kalau bang Andri dan keluarganya masih tetap berkelakuan sama dan mengingkari perjanjian serta ada wanita lain di yang didekati oleh bang Andri, alias bang bang Andri selingkuh saya bisa meminta cerai tanpa membayar denda adat dan Sinamot."


"jaga omongan Mu Tiur, Anakku ini berpendidikan dan tidak mungkin berbuat hal hina seperti itu."


omongan ibu mertuaku tidak ku tanggapi, dan handphone yang berisi file tentang bukti perselingkuhan bang Andri ku berikan kepada Pemangku Adat.


File Berupa poto dan video yang sangat banyak di momen yang berbeda-beda terdapat di galery Handphone Ku.


"Oppung.... bang Andri sudah melanggar kesepakatan dan perjanjian yang telah disepakati.


pertama. bang Andri masih memberikan semua gajinya kepada Mamaknya.


ke-dua bang Andri masih tinggal di rumah Mamaknya.

__ADS_1


ketiga bang Andri selalu menyusahkan ku dengan berhutang ke orang lain dan saya di minta untuk membayarnya.


terakhir bang Andri selingkuh dengan perempuan itu. dan keluarga bang Andri terutama Mamaknya tidak masih tetap sama kelakuannya.


__ADS_2