MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Surat Dari Uli


__ADS_3

Setelah makan malam, Keluarga Tulang pak Saor pamit untuk pulang. dan tinggal lah kami berdua di rumah ini.


Mamak masih terus menangis, aku hanya bisa memelukNya untuk menenangkan hatinya.


Hingga akhirnya Mamak tertidur di ruang tamu ini setelah lelah menangis, setelah menyelimuti Mamak. aku langsung menuju meja jahit Ku karena teringat dengan amplop pemberian Uli.


Setelah Ku buka, isinya ada kalung emas dan dua lembar surat. karena penasaran surat tersebut akhirnya ku buka.


' kepada Eda Tiur tersayang....


(Eda\= panggilan untuk ipar, dan juga bisa di pakai sesama perempuan Batak, agar akrab katanya. panggilan kakak kepada iparnya itu karena pengaruh budaya dari luar).


Saya Uli, dengan ini menyangkal ucapan yang pernah ku ucapkan di hadapan Eda Tiur. yang aku katakan tidak akan pernah mintak maaf untuk mewakili keluarga.


Eda Tiur, saya mintak maaf mewakili keluarga Ku. maafkan saya yang tidak bisa mendidik adik ku si Andri.


Eda....


Aku tahu kalau Eda Tiur sakit hati melihat Mamak dan juga Andri si anak manja itu. tapi terlepas semua itu kita masih bersaudara.


Eda Tiur...


Kami ke enam Putri nya bapak dan Mamak sudah menerima karna karena kekejaman Mamak.


Aku harap Eda Tiur tidak menyimpan dendam terhadap Mamak, walaupun Sulit untuk melakukan Nya.


Dari dulu bapak tidak pernah bisa berbuat apapun karena selalu mendapatkan tekanan dari keluarga Mamak.


Saya sebagai Putri dari Bapak sangat kecewa kepada-nya yang tidak bisa melindungi anak perempuannya.


Eda Tiur, saat melihat si Saor yang sangat di sayangi oleh bapaknya. jujur aku sangat iri melihatNya.


Bapakku tidak pernah melakukan seperti itu kepadaKu, Saor memang beruntung punya bapak yang luar biasa baiknya.


Kak Iren pernah menelpon Ku, kalau kakakku itu sudah memutuskan hubungan dengan keluarga kami karena kecewa melihat bapak dan Mamak.


Begitu juga dengan kak riama, kak Devi, kak Sarah dan kak Maria. mereka begitu kecewa terhadap bapak dan Mamak, dan hanya kak Gabe yang bisa akrab dengan Mamak karena sifatnya sama.

__ADS_1


semua kakak ku kecuali Gabe sudah memutuskan untuk tidak pernah kembali ke rumah itu.


Begitu juga dengan Ku, saya hanya menghadiri acara pernikahan Ferdinan sahabat Ku. dan setelah itu aku akan menghilang selama nya dari hadapan bapak dan Mamak.


Eda Tiur harus tahu penyebabnya, itu semua karena bapak yang tidak pernah membela kami. dan hanya Andri yang selalu mendapatkan tempat di keluarga kami.


Bagi bapak dan Mamak, anak perempuan itu tiada artinya. anak perempuan hanyalah sebagai pelengkap di dalam keluarga.


(sejak dulu sampai sekarang perempuan Batak tidak pernah masuk dalam sisilah keluarga, karena perempuan dianggap sebagai penerus bagi marga lain. akan tetapi jika dalam suatu keluarga tidak mempunyai anak perempuan, itu adalah suatu kekurangan bagi keluarga itu sendiri. predikat Boru Ni raja atau putri raja bagi perempuan Batak hanya lah kata penghiburan semata. jaman dulu perempuan Batak dihargai di tengah-tengah masyarakat jika Sinamot atau maharnya besar dan melangsungkan pesta Adat pernikahan)


Kami anak perempuan bapak dan Mamak hanya sebagai sumber uang untuk memenuhi kebutuhan si Andri anak manja itu.


(sudah menjadi tradisi kehidupan Batak, anak laki-laki menjadi primadona karena kelak akan meneruskan marga. jika anak laki-laki dalam keluarga menikah, anak perempuan akan mendapatkan posisi sebagai si tea utang atau si hutti appang yang artinya, sebagai penyedia dana jika kekurangan dana alias menutupi Hutang karena pesta pernikahan)


Kata Mamak si Andri harus sarjana bagaimana pun caranya, dan uang Mahar yang diberikan calon kak Iren di buatnya untuk membayar ijasah si Andri.


(tradisi Batak, mempelai perempuan tidak pernah menerima mahar Nya. pihak mempelai pria akan memberikan mahar kepada Mamaknya mempelai perempuan, setelah negosiasi mahar oleh penatua marga. mempelai perempuan tidak punya hak akan mahar Nya karena itu akan digunakan oleh orang tua mempelai perempuan untuk prosesi adat pernikahan, jika sekalipun Mahar sangat banyak, misalnya mahar satu milyar. tetap aja mempelai perempuan tidak akan dapat maharnya sendiri)


Kemudian menyuruh kak Iren untuk meminta mahar lagi ke calon suaminya, jika kak Iren menolaknya maka Mamak akan melabrak keluarga calon suami Kak Iren dengan tuduhan pelecehan.


Kak Iren meminta bantuan Ku untuk bisa lari malam dari kampung dan itu akhirnya terlaksana.


Eda Tiur harus tahu, sebenarnya Mamak tidak Sudi menikahkan Andri dengan Eda. tapi karena si Andri selalu di tolak oleh gadis lainnya maka Eda Tiur pilihan terakhir.


Dengan hutang Adat yang tidak masuk akal itu, akhirnya Eda Tiur sah jadi korbannya.


Sebelum itu, Mamak telah memberikan uang senilai 20 juta Rupiah kepada Tulang yaitu bapak Eda Tiur, dan uang itu digunakan untuk membantu Rifan adik Eda masuk Akpol.


Dengan uang 20 juta itu dimanfaatkan Mamak untuk menekan bapaknya Eda untuk memaksamu menikah dengan Andri.


Bapak nya Eda berkata kepada Rifan dan Nantulang kalau uang itu dari Tulang yang tinggal di Kalimantan.


Tapi itu hanya tipuan mereka berdua, uang yang dua puluh juta adalah mahar kak Iren yang diberikan kepada bapaknya Eda.


Semua itu demi si Andri anak manja itu, kami para Boru hanya sebagai sapi perah buat Mamak dan Bapak.


Eda Tiur, saya tidak bisa memberi mu saran Apapun, tapi setidaknya Eda Tiur harus tahu mengenai fakta ini.

__ADS_1


Itu adalah isi surat pertama, dan kemudian ku buka surat kedua dari Uli.


Eda Tiur, ... aku harus pergi. aku tidak mau menjadi sapi perah lagi buat bapak dan Mamak.


Aku juga punya impian dan cinta, aku hanya bisa berharap kelak nanti Eda Tiur mendapatkan kebahagiaan.


Eda Tiur, inilah kado dari Ku. lima gram emas untuk MU. dan semoga saja si Andri bisa menjadi suami yang baik untuk Eda.


Semoga Tuhan memberkati pernikahan kalian.


salam dari ku Uli Marito***...


Sesak rasanya dadaku ini, tanpa terasa air mata ku ini mengalir lagi.


Ternyata Aku adalah pilihan terakhir setelah pria sampah itu di tolak dimana-mana.


Ingin rasanya berteriak, tapi Mamak yang sudah lelah menangis yang sudah tertidur. yang akhirnya membuat teriakan Ku tertahan di kerongkongan Ku.


Surat dan kado dari Uli ku simpan kembali ke laci khusus, dan ku temui Mamak yang sudah tertidur karena kelelahan menangis.


Ku tatap wajah Mamak yang terlihat tertekan batin, ada banyak cerita sedih yang terlukis di wajahnya yang sudah mulai mengerut.


Tangisan dan air mata ku tahan agar mamak tidak terbangun, dan karena tidak sanggup melihat wajah mamak lagi aku duduk bersila dan melipat kedua tanganKu.


Di tengah malam ini aku panjatkan doa kepada Tuhanku, untuk memberi Ku dan mamak sedikit berkat dan kebahagiaan.


Mamak sudah terlalu banyak menahan segala derita dari Suaminya serta keluarga suaminya. dan sekarang harus bertambah menderita lagi yang melihat putrinya menderita karena ulah bapak dan keluarganya.


Surat dan Kado dari Uli ku ambil kembali dan ku baca sekali lagi, dari isi surat ini menyatakan kalau perempuan bagi keluarga kami hanya sebagai alat dan pelengkap.


Tangisan dan air Mataku tidak bisa ku tahan lagi, dan aku menangis sejadi-jadinya di tengah malam yang sunyi ini.


Tanpa ku sadari tangisanku membuat mamak menjadi terbangun dan memelukku di sela-sela tangisanku yang menembus Hening nya tengah malam ini.


Mamak kemudian membaca surat dari Uli, setelah membacanya Mamak jatuh pingsan. dengan sisa tenaga yang aku miliki, tubuh Mamak yang lemah ku gendong ke ruang tamu dan ku baringkan.


Menangis dan menangis, hingga akhirnya Suara ku hilang karena berteriak di tengah malam yang hening ini.

__ADS_1


Sekitar aku lihat mulai buram, dan lama-kelamaan menjadi hitam dan keadaan seperti gempa.


Pandangan Mataku menjadi redup dan akhirnya gelap gulita seperti hidup ku saat ini.


__ADS_2