MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Memberi Pelajaran.


__ADS_3

"oppung..... dengan semua pelanggaran yang dilakukan oleh bang Andri, bisa saya meminta keadilan seperti yang telah disepakati?


Seketika semua terdiam, dan lama-kelamaan terdengar suara bisik-bisik yang makin makin terdengar kuat dan menjadi ribut.


"tenang bapak-ibu, mohon tenang.....


"dek..... tolong jangan mintak cerai dari Abang. tolong jangan mintak cerai Abang sangat sangat mencintaimu......


Bang Andri yang tiba-tiba bersujud di kakiKu, membuat Pemangku Adat yang menenangkan warga Langsung terdiam.


' tadi ikut-ikutan nuduh istrinya hamil duluan, sekarang mohon-mohon untuk tidak cerai, agak lain memang....


Ujar salah satu warga yang geram melihat suasana ini.


"Tiur.... seandainya oppung mu ini di perlakukan seperti itu, saya akan ceraikan. bukan hanya malu Tiur. tapi harga diri mu pohoppu Ku.


ingat Tiur.... iblis tetap Iblis, jika mengatakan mau berubah menjadi lebih baik, percaya lah itu hanya tipu dayanya. untuk memperdaya Mu, kita perempuan Batak harus kuat, jangan mau di perdaya iblis berwujud manusia." ucap Oppung Nisa, salah satu pelanggan Ku.


"benar Tiur..... lihat orang-orang disini, semua menyaksikan akan perbuatan Suami mu dan keluarganya yang membuat mu seperti wanita paling hina. sudah berapa kali kau diperbuat seperti ini Tiur, janji suci di Gereja, janji di perjanjian, tapi semua itu hanya tinggal janji.


Tiur.... kamu cantik, hebat dan berbakat. pria sampah seperti itu tidak pantas untuk Mu.


kamu sudah mencoba memberikan yang terbaik untuk keluarga Mu sendiri, tapi semuanya sia-sia dan hinaan yang kamu peroleh." ujar Mak Indah yang juga pelanggan Ku.


"tenang bapak-ibu, tenang....


Tiur..... bagiamana keputusan mu?"


"saya mintak cerai Oppung raja Huta."


prok.....prok......prok.....prok.....


Tepuk tangan dari para warga yang mendukung Ku untuk bercerai.

__ADS_1


"jadi begini Tiur, berhubung kamu lagi hamil. itu sangat tidak bagus jika kamu bercerai sekarang. alangkah lebih baiknya jika anak kalian lahir baru cerai.


Saya sebagai Raja Huta (Pemangku Adat) tidak mengijinkan kalian untuk bercerai sebelum anak kalian lahir.


Sihokkop tu nadenggan, hokkop tu bonana, haccit na marsirang, ukaccit museng tu anak nasuhea mamereng amangna.


(berlomba untuk memberi yang terbaik, berharap kebaikan itu berakar di hati. sakit yang bercerai lebih bagi anak yang tidak pernah melihat Bapaknya).


Mulai dari Oppung mula-mula (kakek buyut pendiri kampung) tidak pernah menceraikan orang yang masih mengandung anak. karena itu adalah perbuatan yang tidak baik yang bisa mendatangkan malapetaka buat kampung kita ini.


ini sudah menjadi aturan Adat yang telah kita jalin teguh selama ini." Ujar Pemangku Adat dan kemudian terdiam.


Ya Tuhanku, aku terjebak lagi dalam situasi ini. Adat yang tidak memperbolehkan Ku untuk bercerai dengan bang Andri.


"saya sebagai Raja Huta, menetapkan bahwa Tiur dan Andri tidak bisa bercerai sebelum Tiur melahirkan.


Saya berjanji, akan menindaklanjuti kembali jika Tiur sudah melahirkan kelak nanti. dan kepada Inang Mak Iren, saya menjatuhkan denda Tutur Muccung (denda adat Karena memfitnah orang) tiga kali lipat dari yang sebelumnya.


Sembilan pasang pinahan lobu ( ternak babi siap kawin) dan 9 kaleng padi (1 kaleng 8kg kurang lebih). sebagai akibat denda kedua setelah denda pertama." tegas pemangku adat.


"Inang Mak Iren silahkan bayarkan kepada Tiur paling lama 3 hari sejak sekarang."


"maaf oppung raja Huta, saya tidak Sudi menerima apapun dari inang Simatua Ku. tapi denda tetap denda. dengan ini saya mau inang Mak Iren membayar dendanya ke kas Adat aja."


"terimakasih Tiur atas kemurahan hati mu, tapi kamu tidak saya ijinkan untuk bercerai sampai Anak yang kamu kandungan lahir."


"dari awal saya sudah tidak pilihan oppung raja Huta. dan kali ini saya hanya bisa menunggu Nya. terimakasih Oppung Raja Huta."


"baik, berhubungan Tiur memberikan denda tersebut ke kas Adat. makan Mak Iren harus melunasi paling lama besok sore, jika tidak denda akan berlipat. ini sudah ketentuan Adat dan Mak Iren wajib melunasinya.


untuk Andri, semuanya terserah Tiur istri mu, saya tidak bertanggung jawab jika keluarga Tiur berbuat sesuatu kepadamu, jika Andri masih menyakiti Tiur. menyakiti dari segi fisik atau hatinya dan itu berlaku sampai anak kalian lahir.


ini adalah ketentuan adat, jika merasa tidak berkenan, silahkan Tinggalkan kampung ini, dan kalian harus ingat, tanah yang kalian pijak adalah tanah adat." tegas Pemangku Adat.

__ADS_1


(jika denda adat di berikan ke kas Adat, dan itu harus cepat di lunasi, jika tidak akan berlipat ganda lagi yang harus dibayar.


saya ingin mulut Mertuaku di beri pelajaran, jika aku yang menerima denda, si mulut Jabir itu akan menyuruh bapak untuk membujukku agar mengganggap lunas.


tapi jika ku berikan ke kas Adat, tidak kompromi disini, 9 pasang ternak babi yang berarti 18 ekor. dengan bobot masing-masing 38 kg lebih dan tidak boleh kurang.


harga per kilo babi akan naik menjelang hari besar seperti ini. paling murah 50 ribu per kilogram nya.


18 ekor x 38 kg \= 684 kg,. x Rp. 50.000/kg,. maka jika di bentuk uang totalnya Rp. 34.200.000,-


Dengan uang sebanyak itu sudah bisa modal mengawinkan anak, dan yang paling mengagumkan itu harus dibayar dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.)


"baik bapak-ibu, permasalahan selesai dan mari kita membubarkan diri dengan tertib. selamat Malam, Horas.... Horas..... Horas....


Akhirnya kami pulang ke rumah Ku, dan begitu sampai di rumah. Saor dan Ningsih langsung membuat minuman.


Mamak, Tulang pak Saor dan keluarganya, Ningsih dan Aku. yang di rumah ini. tatapan mereka semua begitu sendu melihat Ku yang penuh dengan cobaan.


"Bere....(panggilan kepada ponakan) Nantulang sudah tahu kalau kamu itu sedang hamil, rencananya malam ini kami mau nginap disini setelah pulang dari latihan acara Natal nanti. tapi....


"iya Nantulang, Tiur paham keadaan Nya. Mereka yang tidak mengerti apapun."


"sabar ya Bere, tapi Tulang puas dengan tindakan mu Bere. denda adat Nya bere berikan ke kas Adat.


Tulang Yakin, jika dendanya bere yang menerima. Mertua mu itu pasti akan membujuk Bapakmu untuk bertindak. dengan kas Adat, mereka tidak bisa kompromi, kamu hebat Bere.


Tapi Tulang ngak bisa tidur disini ya Bere, tar ternak Tulang di gondol mertua mu lagi."


Kami hanya tersenyum menanggapi perkataan dari tulang pak Saor, dan Tulang pak Saor akhirnya pulang kerumahnya untuk menjaga rumah dan Ternak Nya.


"kita semua tidur di ruang tamu ini ya sambil berpelukan....." ujar Saor yang mencoba untuk menghibur.


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha

__ADS_1


Tertawa lepas dan itu sangat membuatku tenang. masih ada keluarga yang peduli terhadap Ku.


__ADS_2