MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Gosip II


__ADS_3

**Acara pernikahan Batak tidak sesingkat itu, sebenarnya ada tatanan yang lain. tapi sudah jarang digunakan karena sangat ribet dan memakan banyak waktu dan biaya.


Bagaimana jika si cewek nya hamil duluan? ngak mungkin kan acara adat nya Sepenjang itu?


biasanya untuk yang cewek nya hamil duluan, itu langsung martuppol atau tunangan sekaligus, marhata Sinamot. dan menentukan hari tanggal pernikahan.


Kadang juga ngak di buat, langsung pasu-pasu raja\= pernikahan ala kadarnya yang penting diketahui oleh Pemangku Adat dan warga sekitar. tanpa pemberkatan Nikah di gereja jika beragama Kristen.


ada dua faktor yaitu karena keluarga malu dan kedua pihak gereja tidak mau menikah kan kedua mempelai sebelum anaknya lahir**.**


"ribet juga Oppung." ujar Ningsih tiba-tiba memotong pembicaraan.


"ngak ada ribet sayang.....


Semua tergantung kesepakatan waktu di marhori-hori dingding, dulu ni iya, oppung Doli mu hanya membawa Mamaknya saat morhori-hori dingding ke rumah keluarga Ku.


Disitu juga kami bahas tentang Sinamot yang disanggupinya dan memberikan kan cincin yang ku pakai ini.


Saat Martuppol di gabung semuanya, nah dua Minggu kemudian kami langsung menikah di gereja dan acara adat pernikahan, ulaon sadari (setelah pesta adat pernikahan tidak ada lagi acara lainnya. dengan memberikan ikan mas arsik beserta nasi kepada pihak keluarga perempuan.


Setelah selesai acara adat pernikahan, masih ada lagi acara jika tidak buat acara parsadarian. yaitu


Pihak keluarga laki-laki membawa pengantin berkunjung ke rumah keluarga pihak perempuan dengan membawa ikan arsik. yang harus mengundang keluarga besar perempuan untuk makan bersama. tentunya itu mengeluarkan biaya dong.


Tapi jika marulaon parsadarian, cukup pengantin datang ke rumah keluarga Istrinya tanpa dampingan orang tua dan tanpa undangan tetangga. ini tujuannya untuk mengambil barang-barang pengantin perempuan yang masih tertinggal di rumahnya. sekaligus silaturahmi.


Acara yang kedua adalah martikkir Tangga, kedua pihak keluarga pengantin mendatangi rumah pengantin dengan membawa rombongan keluarga besar nya masing-masing. tapi ini bagi pengantin yang sudah mandiri.


Jika Marulaon parsadarian, jika masing-masing pihak keluarga mau datang, tidak perlu membawa rombongan yang menghabiskan banyak biaya.)

__ADS_1


"oppung lanjut lagi dong cerita ibu mertuaku itu tadi."


Ku minta kembali oppung Boru Nisa untuk melanjutkan ceritanya mengenai mertuaku, karena sangat penasaran.


"karena kurangnya pengetahuan tentang Adat makanya Dokter Royani memberikan panjar Sinamot sebesar 40 juta itu tadi.


Dan katanya besoknya langsung Martuppol, sebenarnya rekannya sudah melarang untuk memberikan panjar Sinamot, tapi mertua mu itu mendesak dokter Royani.


berhubungan anaknya sudah cinta mallbab (cinta mati) kepada Maria, makanya panjar tersebut diberikan.


tapi Tahu apa terjadi? Maria kabur setelah Mamaknya menerima panjar 40 juta tersebut. tapi Mertua mu itu Tiur, mengatakan kalau si Maria pergi ke ibu kota kabupaten untuk menjahit kebaya.


Nah.... sambil menunggu Maria pulang, mertua mu itu tetap meminta pelunasan Sinamot sejumlah 40 juta lagi.


dengan mulut Manis dari Mertua mu itu, si Alex dan Mamaknya menyanggupinya, akan tetapi sudah seminggu di Maria tidak kunjung pulang.


Mulai gusar, dan Mertua mu mengulur-ulur waktu. dan Dokter Royani akhirnya ngadu ke raja Huta (Pemangku Adat) akhirnya terbongkar niat busuk dari ibu mertua Mu.


"dan korban bukan hanya Alex loh." ucap Oppung Riduan lagi.


"siapa lagi yang jadi korbannya Oppung? tanya Ningsih lagi.


"Iren Boru panggoaran Nya (putri pertama). Iren sudah di lamar sama anak lajang kampung seberang, namanya Maltus kau ngak salah.


Kalau ini sudah selesai martuppol dan keluarga sudah menerima Sinamot 20 juta Rupiah serta Iren sudah di berikan emas berupa kalung, cincin dan gelang.


kalau di taksir mungkin adalah sekitar 30 gram gitu. nah... mertua mu itu memakai Sinamot dan semua emas Iren untuk biaya kuliah si Andri. suami mu itu.


Dan si Iren di paksa mamaknya untuk mintak Sinamot dan emas perhiasan dari calon suaminya.

__ADS_1


tapi si Iren malah kabur, dan Maltus dan keluarganya mintak Sinamot dan emas perhiasan itu serta mintak ganti rugi karena merasa di tipu dan dipermalukan.


Bukan hanya itu loh.......


Kan ada nih guru baru yang mengajar di sekolah, dan guru baru ini adalah duda punya anak satu dari istrinya yang sudah meninggal dunia.


Bapak guru ini tertarik kepada Si Uli, nah.... pendekatan si guru kepada Mamaknya Uli dan mertua mu janji akan menjodohkan Uli putrinya yang masih gadis ke bapak guru yang sudah duda anak satu.


tapi dengan syarat mertua mu memintak uang 40 juta kepada pak guru. karena kecantikan Uli yang membuat pak guru terpikat akhirnya 40 juta Rupiah jatuh ke tangannya.


Uli kabur dan pak guru beserta keluarganya mintak uangnya Kembali kepada Mak Iren, mertua Mu itu."


Tutur oppung Riduan yang terlihat kesal saat menceritakan hal tersebut.


"semalam kami Bertemu tu sama-sama ibu lainnya, mertua mu itu Tiur bilang gini. kalau tuppak (hadiah pernikahan berupa uang tunai dari tamu). anak dan menantu ku langsung ku berikan ke menantuku kok.


lihat lah hasilnya, tempat jahit nya besar dan sudah punya pegawai serta punya ternak walaupun cuman dua ekor. namanya juga pemula kan.


gitu kata mertuamu Tiur, padahal kita kan tahu kalau ini pemberian Oppung boru Ruth, dan ternak mu yang dua ekor itu dari Tulang mu kan?


tapi itu dia, mertua Mu itu memang ahli dalam pamer. trus di bilangan lagi sama ku iya kan,


'kalau oppung Nisa apa lah dia itu, ngak ada kontribusi nya kepada anak-anak Nya, anaknya sarjan, tapi ujung-ujungnya petani. lihat dong anak Ku si Andri, kerja di Kantor, ngak panas-panas dan berkelas.


Sumpah.... sudah hampir mau ku Jambak rambutnya, untung menantaku Mak Nisa lewat dari warung .


langsung di balas di balas sama menantaku. ' inang Mak Iren, Suami itu memang sarjana pertanian, makanya di aplikasikan ilmunya. lihat dong inang Mak Iren... padi kami berton-ton sekali panen, dan jahe juga demikian. bahkan ni tetangga ladang memberikan apresiasi berupa uang tunai karena di ajarin cara bertani baru. itu baru namanya sarjana. ilmu nya berguna buat keluarga dan orang lain.


Apa ngak emosi lihatnya, begitu dia diserang langsung pergi dengan ngedumel.

__ADS_1


Ujar Oppung Nisa dengan berapi-api saat menceritakan kisahnya. selesai makan gorengan, teman-teman yang lain langsung kembali kerja. tinggallah kami bertiga yang lanjut gosip.


__ADS_2