MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Penjelasan Dari Keluarga Uda Pak Simson


__ADS_3

Mamak sudah menyajikan kopi dan teh untuk Nadia dan Simon, Inang Uda Mak Simson terlihat begitu sedih dan terurai air matanya. Mamak yang duduk disampingnya langsung dipeluknya. sementara Bou Mak Melda duduk dengan begitu angkuhnya.


"kenapa kalian datang menyusul Ku? kan sayang uangnya?"


ujar Uda pak Simson dan pelukannya dari Mamak di lepas Inang Uda Mak Simson dengan begitu amarahnya saat menatap suaminya itu.


"benar sayang uangnya, biar bisa kau kirim ke kakak mu yang gila itu. ngak mamak mu sampai kakak mu. Ya Tuhanku...... kenapa keluarga suami ini benalu semuanya."


"jaga omongan Mu ya Mak Simson." ujar bou Mak Melda yang tidak terima di Katai benalu.


"Kau dan keluarga mu semua sama saja. anak mau di baptis Suamiku yang kirim uang dan banyak kali alasan mu supaya suamiku kirim uang sama kau."


"jaga omongan Mu ya, tidak sepersen pun uang kau ku Mintak."


Inang Uda Mak Simson langsung mengeluarkan kertas dari tas nya dan melemparnya tepat di muka Bou Mak Melda.


"ngak ada kau bilang, itu bukti transfer ke rekening Mu yang di lakukan pak Simson secara diam-diam."


Wajah Mak Melda langsung merah dan terdiam, pandangannya dipalingkan dari kami, kini tiba giliran Uda pak Simson yang jadi sasaran tatapan istri dan anak-anaknya.


"pak Simson.... saya sudah hitung semua uang yang telah aku transfer kepada kedua wanita gila itu, dan sudah mencapai 120 juta. dan itu dari rekening hasil jualan Ku yang modalnya dari kedua orang tua Ku serta modal dari Tulangnya Simson. itu pertama ya pak Simson.


Ke-dua .... kau fitnah si fitnah si Rifan menerima uang 20 juta untuk masuk Akpol, padahal masuk ke sana tidak perlu uang. gara-gara itu saya malu kepada kakak Mak Tiur.


Ke tiga... Kau bilang mau tugas di Sumatera tapi kau malah ke sini untuk menemui kakak mu yang Gilak itu.


Yang terakhir, kamu tidak pernah memberi kami nafkah dari hasil kerja Mu di perkebunan itu. beli Koas kaki atau jajan anak-anak pun tidak pernah kau berikan.


Tebus itu rumah yang diam-diam kau gadaikan karena rumah itu hasil dari penjualan kami bertiga di toko dan kembalikan uang 120 juta yang sudah kau kirim kan dari rekening toko kami.

__ADS_1


Saya kasih waktu 3 hari dari sekarang, jika kau tidak bisa mengembalikan. kita akan bercerai dan saya mintak bantuan ke Tulangnya anak-anak untuk menuntut mu dan keluarga Mu. ingat itu pak Simson."


"bang Simson setuju dengan kata Mamak Mu?" sanggah dari Uda pak Simson.


"kenapa ngak, bagi kami anak-anak bapak ini, Bapak itu sudah mati di hati kami.


Bapak tiap hari nelpon terus ke wanita gila itu, tiba ngobrol sama kami 10 menit pun tidak. apa gunanya punya Bapak tapi hati dan nafkahnya ke orang lain." ujar Simson dan kali ini suaranya sudah pelan sambil menyeka air matanya.


"ini semua karena ulah Mu Akkang Mak Tiur, kalau saja pak Tiur....."


"apa Pak Simson.... kau menyalahkan Ku? Sawah dan Kebun dari Keluarga Ku dan hasilnya di jual setengah untuk membayar hutang ke Koperasi, yang uang nya di pakai untuk kakak mu yang Gilak itu.


Boru Ku (putriku) di paksakan menikah karena hutang Adat yang tidak masuk akal itu, Sinamot (mahar) baruku di buat untuk membangun kuburan orang tua Kalian dan membeli motor bere kalian itu. bertahun-tahun saya menderita karena Mamak kalian dan kakak kalian yang Gilak itu. sekarang kau datang untuk menyalahkan Ku?


Kakakmu yang tidak bisa menjaga mulutnya dan kena denda Adat, trus saya dan Boru ku yang harus bayar denda nya?


Kau kira, Aku ini manusia bodoh pak Simson? cukup kalian berdua yang di perbudakannya.


"aku ngerti Kak, kami yang jauh dari jangkauan wanita gila itu masihdi bisa di buat seperti ini, apalagi keluarga kakak yang satu kampung dengan wanita gila itu."


"cukup.... cukup ya, jangan lagi menghina Mak Iren lagi, kakak ku itu tidak salah. saya sebagai saudara laki-lakinya wajib melindunginya."


"biji mata bapak yang wajib di keluar kan, supaya jelas melihat yang wajib dan bukan wajib." jelas sanggahan dari Simson.


"iya Benar, kecuali jika kakak kau itu sudah janda dan kedua kaki dan tangan puntung serta tidak punya anak. itu yang wajib kau nafkahi.


Kau lihat kedua kakak mu itu, mereka sehat-sehat saja, bisa kerja dan punya anak. warisan orang tua sama mereka semua. apalagi yang kurang pak Simson?


Sementara kita hidup dari belas kasihan keluarga Ku. tapi kamu ngak punya otak. liat tu kakak kau, tangan dan jari-jari nya penuh emas sepeti toko mas berjalan dan itu yang kau bantu.

__ADS_1


sementara anak-anak yang masih butuh biaya sekolah tidak kau perduli kan. Mak Melda. itu juga ku rasa dari pak Tiur kan?"


"iya.... adalah beberapa gram, kan saya adik perempuan Nya, ya wajarlah dibelikan mas untukku." jawab Mak Melda dengan entengnya.


Bingung harus mengekspresikan bagaimana, tapi kenapa bapak ku dan Bapak Simson ini bisa tertipu daya dengan kedua saudara perempuan Nya.


"saya ngak mau pak Simson, balikkan semua yang ku katakan itu, jika tidak kita akan bercerai dan akan ku laporkan Kau dan keluarga mu dengan tuduhan penipuan."


Lagi-lagi Uda pak Simson terlihat panik dan wajahnya terlihat memerah.


"jangan Mak Simson, ingat anak-anak kita."


"kalau begitu kembalikan uang 120 juta dan tebus itu rumah."


"dapat uang dari mana?"


"saya ngak perduli, pokoknya kembalikan. kalau pak Simson bilang demi anak-anak, ngak perlu kwatir. anak-anak kita sudah paham betul akan karakter mu pak Simson.


Jadi cukup kembalikan semuanya dan buat perjanjian kalau pak Simson tidak akan mengulanginya lagi. tidak ada tawar menawar, kita lihat saja apakah keluarga Mu bisa membantu Mu?


tiga hari ke depan kami tunggu pak Simson di rumah keluarga Ku di Medan, untuk menyelesaikan semua Nya, ingat. saya akan melaporkan ke tempat kerjamu jika kelak nanti kita bercerai, agar perusahaan mu tempat kerja Mu menghentikan tunjangan anak istri yang tidak pernah kami terima itu."


"kok gitu amat sama suaminya, heran deh.... "ujar Mak Melda sewot.


"eh janda yang tidak tahu diri, mendingan kau diam dan renungi nasibmu. renungi kenapa kau bisa jadi janda.


anak-anak mari kita pulang, kita sudah di tunggu oppung mu di rumah Medan."


Setelah pamit kepada kami, inang Uda dan adik-adik Sepupu Ku pulang meninggalkan kami di rumah ini.

__ADS_1


Uda pak Simson yang datang hendak menasihati kami malah mendapatkan spot jantung dari keluarganya sendiri akibat dari ulahnya.


Uda pak Simson silahkan berbingung ria dan selesaikan masalah Mu sendiri...


__ADS_2