MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Apa Yang Terjadi Kepada Mu Andri?


__ADS_3

"ini semua gara-gara Mamak, kami berdua berpisah karena Mamak pak.


Bapak Tolong Andri, aku mau Tiur jadi Istriku lagi.


Aku sayang sama Tiur pak, Tolong Andri pak. tolong sampaikan kepada Tiur dan Tulang untuk menyatukan kami kembali, saya mohon Pak?"


Ujar Andri yang meminta Ku untuk kembali menjadi istrinya, hadeh..... selama ini pikiran nya kemana?


Atau mungkin karena dia sudah gila dan ngaur seperti ini?


Tingkahnya ini secara tidak langsung menginginkan saat hari pertama menjadi istrinya, dimana Andri meminta ku untuk membuatnya sarapan diantar kan ke tempat tidur karena Mamaknya terbiasa melakukan hal demikian.


Andri seperti anak kecil yang merengek kepada bapaknya untuk meminta baru, disini saya benar-benar muak untuk melihatnya.


Tapi Aku tidak untuk menghindari Nya, karena kami berada disini untuk memenuhi janji kepada Bapaknya.


"Lae.... Uda.... apa yang terjadi? kenapa bisa seperti ini?"


Oppung Sanggap yang dipanggil Uda oleh bapak Ku dan juga Bapaknya Andri terlihat menarik napas dalam-dalam.


Bapak terlihat sangat penasaran karena tingkah dan ucapan Andri, demikian juga denganku, dalam benak ini. Andri si anak manja tidak akan berubah.


Terlihat Dari sorot mata bapak Andri, tersimpan sejuta derita yang tiada berkesudahan. tatapannya layu, Badannya kurus dan pakaiannya seperti belum ganti beberapa hari ini.


"begini Tunggane keadaan bere mu ini, bahkan Kebun kopi ku tidak semuanya bisa ku panen karena mengurus mereka berdua.


Andri yang kadang-kadang berteriak, menangis dan tertawa. Mamak nya seperti orang meninggal tapi masih bernafas."


jawab Bapaknya Andri, sementara Andri masih menatapKu dengan penuh harapan. tapi tatapannya benar-benar membuat ku muak.


"dek.... anak kita dimana?" tanya Andri yang tiba-tiba.


Oppung Doli Sanggap memberikan isyarat untuk memperlihatkan Elazer ke Andri, Mamak langsung berdiri dan berlalu ke kamarnya Saor.


Kemudian Nindy yang ditemani bou Mak Rada dan Mamak datang ke sisi Ku, lalu Nindy menyerahkan Elazer ke pangkuan Ku.


Elazer langsung ku berikan untuk di gendong oleh bapaknya Andri, seketika itu Andri langsung mendekati Elazer yang berada di pangkuan Bapak Nya.


Elazer yang masih tertidur terlihat begitu nyaman di pangkuan Oppung Doli Nya.

__ADS_1


"Andri, lihat deh. Elazer anak mu Persis seperti kamu waktu bayi. lucu dan menggemaskan." ujar Bapak Andri yang berkata kepada Andri.


"pak bisa ku gendong?" tanya Andri dengan begitu semangatnya.


Oppung Doli Sanggap kemudian memberikan isyarat Kepada Bapak Andri untuk memberikan Elazer kepada Nya.


"sini sayang sama Bapak......


Eue.....ue......Eue.....ue......Eue.....ue......


Elazer langsung terbangun dan menangis ketika hendak gendong oleh bapaknya, seketika itu juga oppung Doli Sanggap langsung mendekati mereka berdua.


Elazer langsung diberikan kepada Ku, dan baru beberapa saat Elazer langsung diam dan perlahan-lahan tidur kembali.


"Andri..... ngak Takkas dibereng ho tar tangis do gelleng mi ala naeng di ijakkon ho, ala adong do nasonggop di badan mu Sian omak mu.


(Andri.... sudah jelas kau lihat, anak mu langsung menangis ketika kau gendong. itu karena di badan ada arwah yang jahat dari mamak Mu.)


Jolo tapaias ma i sude asa boi abingngon mu gelleng, paima ma jolo. sabar ho Andri, jala baen Sada silean-lean mu, Alana Nung di sangkal ho do gelleng mu. maila Tandi gelleng mu na tar sor di abing ho.


(kita bersihkan dulu tubuh mu baru kau gendong anak mu, sabar kau ya Andri. bawa sesuatu untuk anak mu, karena sudah kau sangkal anak mu.


Salelengngon di pasoal ho, diparsoado ho gelleng mu. baen ma upa-upa na jala pasahat ma na tudos tu roham asa hot roha ni gellengi da.


(selama ini kau menyangkal anak mu, jadi berikanlah dia upa-upa, (seperti memberikan makanan dengan harapan supaya Elazer sehat-sehat dan jauh dari segala marabahaya) berikanlah sesuatu yang layak untuk anak mu, agar dia tahu kalau dirinya masih punya Bapak).


Perkataan dari Oppung Doli Sanggap, membuat Andri seketika terdiam dan menundukkan kepalanya.


Oppung Doli Sanggap kemudian memberikan isyarat lagi untuk membawa Elazer masuk kamar, Nindy dan bou Mak Rada langsung siaga membawa Elazer masuk ke kamar.


"Andri.... setelah kau melihat Tiur, apa yang mau kau sampaikan?" tanya Bapak Nya Andri.


Andri menatapku dengan tatapan yang penuh harap dan kedua bola matanya berbinar-binar. tapi tidak sedikitpun rasa iba dari hati ini untuk Andri.


"Dek..... Abang mintak maaf atas semua kesalahan yang aku perbuat yang telah menyakiti hati Mu.


Abang juga mintak maaf kepada Elazer karena sudah berulangkali menyangkalnya, sekarang saya sadar setelah kehilanganmu.


Jujur, sejak dari dulu Abang sangat menyukai Mu. itulah sebabnya Abang ngotot ke Mamak untuk menjadikanmu sebagai Istriku."

__ADS_1


Setelah Andri berkata demikian, dia kemudian terdiam dan menunduk. Aku masih ragu dengan semua yang dia ucapkan, karena menurut Bapak Nya. Andri sudah di pasung karena dianggap gila dan sering kali mengganggu warga.


"Dek.... Abang siap tinggal bersama mu dimana pun itu dan aku siap kerja Apapun untuk hidup kita.


Abang janji akan berubah demi keluarga kita yang utuh dan bahagia. Abang mohon kembali lah menjadi Istriku.


Sangat sakit rasanya ketika kamu pergi meninggalkan Abang, hampa dan tidak bergairah.


Kamu tidak mau kan Elazer hidup tanpa bapak?


Abang mohon kembali lah menjadi Istriku, aku sangat mencintaimu dan menyesal telah bercerai dari mu."


Mendengar ucapan Andri, Seketika kami semua terdiam, hanya suara jangkrik yang nyaring terdengar.


Masih sebuah pertanyaan besar di benak ini, apakah Andri tiba-tiba sadar dan sembuh dari gila Nya?


"dek.... kok diam? kamu mau kan kita rujuk lagi? Abang sayang dan cinta sama kamu."


Lagi-lagi kami semua hanya bisa terdiam mendengar perkataan dari Andri.


"maaf.... saya ngak nyangka kalau kamu akan ngomong seperti ini.


Apa yang membuat mu menyadari semua ini?"


Andri menatap Mataku dengan tatapan Sendu, baru kali ini Andri berani menatapku saat bicara dengan Nya.


Selama ini dia tidak pernah menatap Mataku seperti ini, Andri selalu menghindar tatapan dariKu.


"Abang benar-benar menyesal setelah semua yang berlalu, Abang ingin memperbaiki kesalahan yang ku perbuat.


Aku akan melakukan Apapun demi kebahagiaan keluarga kita, kembali lah menjadi istri Ku karena aku sangat mencintaimu."


Mendengar jawabannya seketika aku teringat dengan ucapannya yang dulu, ketika kami menandatangani perjanjian di rumah Tulang pak Saor yang kami tempati.


Dan itu adalah ke-dua kalinya Andri berjanji Akan tetapi di ingkari Nya lagi.


Ketiga kalinya ketika berada di Aula Desa, Andri berjanji lagi untuk berubah di hadapan Pemangku Adat dan para Penatua Marga, di hadapan Mamaknya dan juga di hadapan Mamak.


Janji hanya tinggal Janji, semua berlalu begitu saja dan Andri tetap dengan Andri yang dulu tanpa adanya perubahan yang Lebih baik.

__ADS_1


Sekarang dia mau buat janji lagi, apa manusia seperti ini masih bisa di percayai?


__ADS_2