MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Dibalik Duka Ada rejeki yang Tersirat.


__ADS_3

Dua Hari berlalu setelah malam kedatangan bapak ke rumah bersama kakak dan keponakannya itu. dan selama dua hari ini juga bang Andri tidak pernah pulang ke rumah.


Di ruang kerja kami, dua mobil pickup parkir tepat di depan dan ternyata itu pesanan bakal dari pabrik yang di tawarkan oleh Saor.


"selamat pagi menjelang siang ibu, bisa bertemu dengan ibu Tiur?" ujar pria yang berpakaian rapi itu.


"ya saya pak, apa yang bisa saya bantu?"


"saya David Bu, dari Cahaya pabrik. kami memperoleh pesanan dari Saor, ini kwitansi serta surat jalan kami." ujar pria yang bernama David itu.


Satu lembar surat jalan dan 3 lembar kwitansi atau tagihan, dan perasaan Ku tidak memesan sebanyak ini? apa Saor salah pesan?


"mohon maaf, saya memang yang pesan. tapi tidak sebanyak ini loh pak!."


"tenang ibu, ini adalah program promosi dari pabrik. jadi kami memperkenalkan produk kami yang baru.


Barang yang tidak ibu pesan nantinya akan dibayar jika sudah laku terjual, dan kami akan kembali bulan depan untuk cek barang lagi.


Untuk sekarang ini, ibu hanya perlu membayar yang ibu pesan. kwintansi sudah di buat tanda dengan coretan warna merah.


Apakah ibu keberadaan kami promosi di tempat usaha ibu ini?"


"jelas tidak sama sekali, bahkan saya berterima kasih atas semua kesempatan dan rejeki ini pak."


"terimakasih ibu, baik kalau begitu. kita bongkar pesanan ibu iya."


"iya silahkan pak.....


Senang rasanya, dapat bakal kain baru dengan sistem pembayaran nanti. semuanya bagus-bagus lagi.


Ruang kerja kami sudah full dan sisanya masuk ke rumah, setelah semuanya sudah pas sesuai kwitansi dan saat nya pembayaran pesanan. dan akhirnya selesai, bakal sudah lengkap dan bagus-bagus lagi.


"oh iya Bu, kami belum dapat nomor rekening adek Saor yang sudah pesan barang ini. jadi kami memberikan fee penjualan, bisa saya titip ke ibu saja?"


"bisa pak, ntar lagi pasti datang kemari untuk mengambil dress Nya."


David langsung memberikan amplop berwarna kuning dan cukup tebal, dari kwitansi nya itu. fee penjualan sebesar Rp. 4.523.000,- dan setelah menerima amplop dan lembaran kuningnya, mereka langsung berlalu dari hadapan kami. dan teman-teman yang lain langsung kepoh akan fee yang di terima oleh Saor.


Tidak berapa lama Saor sudah tiba disini dengan senyuman cerah dariNya.


"selamat siang Kakak-kakak yang Cantik.... selamat siang Bou ku cantik..... "


Sapaan khas dari Saor, gadis cantik nan Centil yang sering membuat ku iri melihat Nya Karena mendapatkan kasih penuh dari Bapaknya.

__ADS_1


"dek Saor.... nih hadiah dari kerja keras mu."


Ku serahkan amplop kuning itu dan kwintansi Nya kepada Saor.


"oh my God... the first my salary.... okey.... untuk merayakan keberhasilan Saor, masing-masing mendapat uang 100 ribu Rupiah dan Saor traktir makan Miesop, setuju....


"setuju......


Ujar kami semua menanggapi perkataan dari Saor, kehadiran Saor di sini memang benar-benar membuat kami rileks dengan segala tingkahnya.


"Saor juga ada kejutan buat kakak-kakak semuanya. mohon di tunggu ya..... satu...... dua....... t..... i.......g.......a....."


Ternyata Saor membawa teman-temannya yang masih memakai seragam sekolah, yang di dampingi oleh dua guru perempuan. dan untungnya di depan rumah ini sudah banyak tempat duduk yang di buat oleh Tulang pak Saor.


"selamat siang ibu Tiur, saya Lusi dan teman saya ini ibu Diana. kami kemari atas rekomendasi dari Saor, Sepupu ibu Tiur.


Begini Bu, bulan depan kami akan mengikuti lomba paduan suara di tingkat kabupaten. jadi kami mau menjahit seragam berupa dress untuk cewek dan kemeja serta celana untuk cowok.


Siswa laki-laki berjumlah 12 orang dan siswa cewek berjumlah 15 orang. bisa kah ibu menerima pesanan kami?"


"bisa dong ibu, masak rejeki di tolak. karena ibu membawa rombongan maka saya kasih diskon yang spesial."


Harga sudah sepakat dan kami langsung mengukur badan satu persatu dari siswanya, butuh waktu 2 jam untuk mengukur semuanya, dan saat fitting nanti kami membagi menjadi 3 tim untuk siswa cewek dan 1 tim siswa cowok Secara bergantian.


Setelah menerima panjar dan menetapkan jadwal tim, akhirnya mereka semua pulang kecuali Saor.


Apakah kak Tiur akan memberikan Saor fee penjualan juga?"


"tentu dong adik ku sayang, tapi setelah kakak menerima full pembayaran ya.."


"tidak masalah kakak Ku, oh iya.... mie shop mana nih kok lama kali datangnya." ujar Saor dan langsung pergi begitu saja.


Tidak berapa lama Saor sudah datang dengan membawa grobak Miesop serta Abang penjualnya.


"maaf ya sudah lama menunggu, habis aku direpeti bocil ini."


"Abang sih lama kali, kan tadi Saor pesan bang. ini malah berleha-leha." ucap Saor dengan bertolak pinggang.


"iya... iya.... dasar bawel...." jawab penjual Nya yang kesal.


"uhmm... gitu Abang sekarang? liat aja, Saor ngak mau memanggil Abang lagi ya."


"jangan gitu lah dek..... Abang mintak maaf ya dek cantik."

__ADS_1


Kami hanya tertawa melihat tingkah Saor yang mengomeli tukang Miesop nya. dan satu persatu kami sudah makan Miesop yang ditraktir oleh Saor.**


Sore sudah tiba dan saatnya istirahat, setelah semua rapi dan ternak sudah makan aku kembali ke rumah untuk mandi. sementara Mamak pulang ke rumahnya.


Setelah selesai makan malam lalu berbaring di ruang tamu, dari luar terdengar suara panggilan bang Andri.


Setelah bang Andri masuk dan duduk di ruang tamu bersama Ku, terlihat wajahnya begitu murung.


"dek..... Abang bisa mintak uang? Mamak benar-benar sangat butuh uang. kalau tidak kebun kopi kita Simaremare akan disita oleh oppung Togar."


Hadeh..... pulang ke rumah hanya untuk mintak uang dariKu, di kiranya saya ini bank berjalan untuk Mamaknya.


"ngak ada uang bang, baru saja beli bakal dua pickup. jadi sudah habis semuanya."


"tolong lah dek, 10 juta saja untuk membayar pokok dan bunganya ke oppung Togar."


"hasil penjualan motor, uang pinjaman bapak dan uang pinjaman dari oppung Togar kemana semua bang?"


"untuk membayar denda adat, untuk melunasi hutang saat pesta pernikahan kita dan juga Sinamot (Mahar)."


"bang.... saya ini bukan orang bodoh, Sinamot dan biaya pesta pernikahan kita itu dari Eda Uli, Abang hanya modal telor saja. seharusnya Eda Uli yang nagih sama kita bukan mamak Mu bang.


Trus.... uang tuppak nya (hadiah pernikahan berupa uang tunai) dan hasil penjualan beras nya kemana semua?"


"untuk Mamak lah."


"Abang sayang.... tolong jawab dengan jujur ya, kemana semua uang itu di pakai Mamak Mu?"


"itu bukan urusan mu dek, itu urusan mamak."


"kalau begitu... utang mamak Abang itu bukan urusan juga, Abang mau tidur disini atau mau pulang ke rumah Mamak Abang?"


"dek... kita balik ke rumah mamak lagi ya, Abang ngak terbiasa jauh dari Mamak. Abang sangat sayang sama Adek, tapi Abang juga sayang sama Mamak. Abang ngak bisa memilih salah satu diantara Kalian berdua."


"Abang sudah semakin ngawur, lebih baik Abang pulang."


"kenapa dek? apa alasan adek membenci Mamak Ku? Mamak adalah orang terbaik di dunia ini, adek tahu kan adat Batak?


Adat Batak mengharuskan anak laki-laki yang paling kecil untuk menjaga kedua orang tuanya di masa tuanya. tolong mengerti posisi Abang."


"Mamak Mu yang ngajarin ya."


"iya... eh ngak... itu kan hukum Adat Batak...

__ADS_1


Hanya bisa tepuk jidat, walaupun sudah emosi masih tetap ku tahan.


Sabar..... sabar...... ini adalah ujian.....


__ADS_2