MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Dasar Suami Sampah......


__ADS_3

"bang Andri, jika Abang memang laki-laki. jelaskan kenapa Mamak mu marah-marah."


Bang Andri tidak bergeming, malah ibu mertuaku yang menghadap Ku. wajahnya begitu terlihat marah.


"apa hubungannya dengan jenis kelamin anakku dengan penjelasan yang kau mintak? dasar istri yang tidak berguna."


Kata mertuaku dengan suara yang lantang, lagi-lagi hinaannya begitu menusuk sampai ke hati dan sampai saat ini aku masih bisa menahan air mata ku.


"bapak ibu, lihat lah suamiku itu. dia tidak ada sama sekali membela istrinya yang di hina oleh Mamaknya. bapak-ibu tahu karena apa?


Karena suamiku itu anak manja yang terus-menerus dibawah ketiak Mamaknya, mulut suamiku terlalu lemes seperti banci. yang dia tahu hanya mengadu kepada Mamaknya yang sok hebat dan sok kaya."


"kenapa ngak mintak cerai aja Tiur?" kata salah seorang pria yang ikut menyaksikan makian ibu mertuaku.


"kedua orang tua ku tidak sanggup membayar hutang Adat kepada keluarga suami Ku ini, semua gadis dikampung ini dan gadis kampung seberang sudah menolak untuk jadi istrinya, karena si manja yang ber mulut lemes itu adalah laki-laki sampah yang hanya berlindung di ketiak Mamak Nya.


Siapa yang mau punya suami sampah seperti dia dan punya mertua yang sok hebat dan sok kaya. bapak- ibu, enam orang anak gadis dari mertuaku yang sudah berumur belum satu pun menikah termasuk si Gabe ini.


Semua karena ibu mertuaku ini, bahkan semua putrinya memilih menjauhinya karena tingkah kelakuan mertuaku ini yang luar biasa liarnya.


Sok kaya, tapi hutang nya ada dimana-mana demi memenuhi ambisi yang liar agar terlihat kaya dan hebat."


"makin kurang ajar kau Tiur, Begini kau di ajari mamak Mu?" sanggah mertuaku dengan nada yang tinggi sambil menunjuk Ku.


"ngak usah membandingkan dengan didikan Mamak Ku, jika didikan mu sudah bagus. seharusnya anak ini akan menjadi suami yang bertanggung jawab dan bisa di andalkan.


heii ibu mertua, ingat Putri ada 6 orang lagi. coba kamu pikir bagaimana jika mereka berada di Posisi sekarang ini.


Jika bukan karena hutang Adat yang tidak masuk akal itu, walaupun keluarga miskin saya tidak pernah Sudi menikah dengan anak mu yang manja itu."


"hebat kali kau sekarang ya Tiur, sudah merasa hebat kau?" ucap Gabe yang mencoba membela Mamaknya.

__ADS_1


"eh... anak gadis lapuk, sudah saatnya kau mencari suami. biar kau tahu rasanya punya suami sampah seperti adik mu itu."


Ibu mertuaku hendak menamparku dan langsung ku tangkap tangan kanan yang hendak menamparku.


"jangan karena hutang Adat, kamu seenaknya menamparku. tidak sedikitpun aku pernah makan dari pencarian Mu, jadi jangan pernah coba-coba untuk menyentuh Ku, paham..."


Raut wajah mertuaku merah karena menahan emosi dan malu karena boroknya yang ku bongkar di hadapan warga yang diundang nya datang kemari.


Mungkin ada warga yang mengadu ke orang tua ku, karena bapak dan Mamak sudah tiba di rumah ini, dan langsung saja ibu mertuaku akting menangis di hadapan bapak.


"ito (panggilan kepada saudara antara laki-laki dan perempuan di kalangan Batak) .... lihat Boru (Putri) ini dengan beraninya dia menamparku di hadapan mereka semuanya."


huuuuu ............ ' para warga menyorakinya karena bohong.


Plak.....


...Bapak langsung menampar pipi Ku dihadapan ibu mertuaku ini, dan seketika itu juga air Mataku mengalir. mamak langsung memelukku dan air mataku semakin deras mengalir....


"kapan Tiur merendahkan anak manja itu Mak Iren? memang anak mu itu, laki-laki sampah."


Suara itu adalah milik oppung Boru Ruth, yang menyanggah omongan mertuaku dan semua mata warga tertuju kepadanya.


Mamak langsung melepaskan pelukannya dan kemudian secara bersamaan kami semua menoleh ke arah oppung Boru Ruth.


"pak Tiur.... tadi siang saya yang menghina Menantu mu itu, ketika kami mau membangun lapak menjahit Tiur Boru mu ini, tiba-tiba saja Menantu mu itu melarang kami untuk membangun lapak menjahit Tiur.


Saya itu sudah pamit ke pak Saor dan istrinya, dan mengijinkan untuk dibangun lapak menjahit di depan rumah ini. tapi menantu sampah mu itu melarang kami karena akan mengganggu istrihat.


jadi saya suruh dia kembali ke Mamaknya untuk N*t*k ke Mamaknya, karena anak manja itu tidak akan ngerti tentang bisnis. yang dia tahu hanya mengadu dan N*t*k ke Mamaknya."


Hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha

__ADS_1


Warga yang mendengar penjelasan dari oppung Boru Ruth langsung tertawa lepas, wajah mertuaku terlihat sangat murka dan menahan malu tapi anak Manja itu langsung bersembunyi di belakang tubuh Mamak Nya.


"pak Tiur, lihat tu menantu sampah mu itu. langsung sembunyi di balik ketiak Mamaknya. apa pak Tiur pantas menampar Tiur karena mulut Jabir dari menantu sampah mu itu?"


Pak Tiur, saya sudah punya menantu perempuan dan menantu laki-laki. dan tidak satupun pernikahan mereka ku campuri, dan mereka semua memintak ku untuk tinggal bersama mereka secara bergantian, itu karena saya menjadi hubungan dengan anak dan menantuku.


Ingat pak Tiur, jika kita ikut campur di dalam pernikahan anak kita. cepat atau lambat pernikahan itu akan hancur.


lihat Putri mu ini, karena Hutang Adat yang telah kamu terima membuat Tiur menjadi menderita karena menikah dengan laki-laki sampah.


Dulu suamiku Ku larang untuk membuat perjanjian Adat perjodohan, karena seperti ini yang saya takutkan. mungkin pak Tiur akan sanggup melihat Nya, tapi bagi kami Ibunya pasti akan tersayat-sayat melihat Putri kami sengsara karena menikah dengan laki-laki sampah seperti menantu ini.


Mak Iren, putri mu ada 6 orang yang sudah berumur. kamu seharusnya introspeksi diri dan bertanya, mengapa ke enam Putri itu belum ada menikah. dan bagaimana jika Putri itu mendapat mertua seperti Mu?


Gabe... kamu itu gadis tua, jaga omongan Mu terhadap ipar ini. kamu belum bersuami, jika kamu menikah kelak nantinya, kamu akan merasakan bagiamana berumah tangga yang sesungguhnya dan itu pun jika kamu laku."


"ngapain kamu ikut campur oppung Ruth?"


Ibu mertuaku masih sanggup menyerang disaat seperti ini, disaat dirinya sudah terpojokkan.


"karena Tiur Cucuku dan penerus Bisnisku, jangan gara-gara anak sampah mu itu. masa depan Cucu ku menjadi buram.


Urus anak manja itu dengan benar, jangan hanya berlindung di ketiak Mu. coba bercermin lihat dirimu sendiri, 6 Putri mu yang sudah berumur tapi belum satupun yang menikah. ingat Mak Iren itu aib bukan prestasi yang harus di banggakan."


Ibu mertuaku si mulut Jabir nan pedas di Sekakmat telak oleh oppung Boru Ruth, wajahnya semakin tidak karuan.


"dasar oppung-oppung kepoh... bau tanah." kembali ibu mertuaku menyerang oppung Boru Ruth.


"he.. Mak Iren... umur kita hanya beda tipis, di umur segini tanggung Mu masih banyak. 6 Putri mu belum ada menikah dan Hutang mu sudah menumpuk.


Lihat aku dong, sudah tidak punya utang Adat dan hutang uang. ngak usah sok kaya, ngak usah sok hebat kau. dasar kain lap. ciuh......"

__ADS_1


Oppung boru Ruth meludahi tepat di wajah Mertuaku karena sudah terpojokkan akhirnya ibu mertuaku pulang bersama anaknya dan putrinya itu.


__ADS_2