MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Cerita Masa Lalu Ku


__ADS_3

Mamak seperti punya dua kepribadian, malamnya menangis dengan menyumpal mulutnya dengan kain seperti yang kulakukan agar bisa menahan suara tangisan.


Besok paginya Mamak sudah tersenyum Kembali saat melihat kami sudah bangun tidur dan mengapa warga lainnya.


Mamak sangat Ahli melakukan Nya, dan perlahan-lahan aku bisa meniru Nya.


Aku anak pertama yang sudah merasakan beratnya hidup, di kala Mamak bekerja di ladang orang. aku yang menjaga Adek-adek, memasak, mencuci dan sebagainya.


Keadaan yang memaksaku seperti ini, saat anak-anak lain bermain tapi aku bekerja membantu Mamak.


Aku sangat menyayangi Mamak dan Adek-adek, dan berusaha agar Adek-adek mendapatkan kasih sayang dan perhatian Ku. supaya Adek-adek lupa akan kasih sayang yang timpang dari Bapak.


Lisa yang sering bertanya tentang kenapa bapak jauh lebih sayang kepada Andri ketimbang kami anak-anak Nya.


Dan pertanyaan itu tidak pernah bisa ku jawab, pertanyaan dari Lisa selalu aku alihkan ke yang lain.


Misalnya untuk membacakan dongeng atau sekedar menggambar model Pakaian dan syukur Nya Lisa langsung lupa akan perhatian Bapak yang timpang.


Sikap Mamak akan berbeda saat bersama kami anak-anak dan juga warga lainnya, tapi Mamak akan menangis jika sudah sendirian.


Aku meniru Mamak, di hadapan Adek-adek dan teman sekolah aku riang dan Selalu tersenyum.


Lama kelamaan aku mahir melakukannya, tapi saat Adek-adek sudah tidur, air mata ini selalu mengalir di pipiku.


Mekkel di sihataparan, tangis do ho inang si habunian i, alani Haposan dan pangalaho ni amang parsinuan i.


Sepenggal lirik lagu, yang artinya." tertawa di saat bersama orang yang tertawa tapi menangis di tempat tersembunyi karena kemiskinan dan perilaku yang buruk dari Bapak."


Lirik lagu itu sangat tepat untuk Mamak, demikian juga denganku sebagai anak pertama perempuan di keluarga ini.


Itu selalu selalu yang dilakukan Mamak setiap hari, lirik lagu itu nyata bagi mamak demikian juga denganku.


Pernah suatu ketika Aku mengantarkan Kebaya yang sudah selesai di Payet Mamak ke salah satu rumah pelanggan nya oppung Boru Ruth.


Ternyata orang tersebut adalah teman menggosip Nya Mamaknya Andri, dan secara kebetulan juga Mamaknya Andri berada di rumah tersebut.


Mamaknya Andri mengatai Ku hanya cocok jadi pembantu, persis seperti Mamak yang bisa bekerja di ladang orang lain.

__ADS_1


Mamak, Aku dan Adek-adek hanya pembawa sial bagi Bapak dan hinaan yang Begitu kejam membuat semakin membencinya.


Menurut tradisi, seharusnya aku memanggilnya dengan sebutan Bou karena Mamaknya Andri ini adalah Kakak kandungNya bapak.


Seumur-umur aku tidak pernah manggilnya Bou, karena menurut Ku dia tidak pantas ku panggil Bou.


Mamaknya Andri ini selalu merasa jijik jika bertemu dengan kami, karena beliau adalah orang terkaya di kampung ini.


Bapak tidak pernah membela kami dihadapan Kakaknya, dan kami selalu salah dimatanya.


Punya Bapak Serasa anak Yatim, dan Mamak lah satu-satunya tungkuan kami anak-anaknya.


Mamak harus membayar Nya dengan sangat mahal, bekerja keras siang malam, tekanan batin dari bapak dan keluarganya serta tekanan sosial.


Saat di terima di SMK Tata busana di ibukota kabupaten, rasanya sangat bahagia sekali. keluarga Tulang pak Saor langsung memberikan dukungan penuh kepada Ku dan berharap aku bisa membantu Mamak untuk lepas dari semua penderitaan ini.


Tulang dan Nantulang Mak Saor yang membeli semua perlengkapan sekolah Ku, mulai dari seragam, mesin jahit sampai bakal kain untuk bahan praktek.


Rejeki dan maut di tidak bisa kita tebak datangnya kapan, baru satu bulan masuk sekolah SMK Tata busana, aku diterima bekerja di rumah jahit besar di ibukota kabupaten ini.


Itulah sebabnya aku diterima bekerja di rumah jahit di ibukota kabupaten ini.


Rumah jahit Nya akhirnya di wariskan kepada Putri pertama Nya bernama Rondang dan kak Rondang ini sangat baik dan perhatian kepada segenap pegawainya.


Ketika selesai ujian semester, kak Rondang memberikan Ku minuman herbal untuk menjaga stamina tubuh.


Minuman herbal ini bisa di konsumsi mulai umur 15 tahun sampai usia lanjut, dan langsung teringat Mamak.


Obat herbal tersebut ku bagi dua, untuk mamak dan juga untuk Ku. setelah 7 hari mengkonsumsi obat herbal tersebut, Mamak jauh lebih sehat.


Betis, Paha dan pinggang Nya berangsur-angsur pulih kembali dan melancarkan aktivitas.


Itulah rejeki yang tidak ternilai bagiKu, yaitu kesehatan Mamak.


Aku sudah mengirimkan uang untuk Mamak, untuk keperluan Dapur. jika hari besar dan banyak orang pesta aku bisa membantu membeli keperluan adik-adik sekolah.


Setelah aku mendapatkan kepercayaan untuk menjahit aku bisa membantu Mamak untuk biaya sekolah Adek-adek, dan bisa menabung walaupun cuman sedikit.

__ADS_1


Tempat tinggal dan makan serta peralatan mandi ditanggung oleh kak Rondang,


Nilai pelajaran Ku yang baik hanya kejuruan dan juga bahasa Inggris, sisanya ala kadarnya yang penting tidak remedial alias ujian susulan.


Tujuan Ku sekolah agar mudah mendapatkan pekerjaan, dan SMK Tata busana menjadi jawabannya.


Di bangku SMK Tata busana, aku mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat yang bisa langsung ku praktekkan di tempat kerja.


Berkat ilmu dari bangku sekolah yang langsung aku praktek kan dan hasilnya Kak Rondang selalu memuji model Kebaya yang ku buat dan jahitan Ku yang rapi.


Jika kangen dengan Mamak dan Adek-adek, mereka yang ku mintak untuk menemui ku sekaligus untuk jalan-jalan di ibukota kabupaten ini.


Itu semua karena aku malas pulang ke kampung halaman, karena enggan bertemu bapak dan keluarganya.


Akhirnya Aku Lulus dari SMK Tata busana, sekolah kami bekerja sama dengan beberapa pabrik konveksi dan salah satunya berada di tanah Jawa.


Para alumni diseleksi untuk masuk kesana karena gaji dan bonus yang menggiurkan, berkat pengalaman kerja ku, akhirnya aku terima kerja di pabrik impian sekolah ini.


Setelah menandatangani perjanjian kerja, aku langsung menangis melihat gaji pokok Nya yang akan bisa membantu Mamak untuk membiayai sekolah Nya Adek-adek.


Mamak, Adek-adek dan keluarga Tulang pak Saor, mendukung ku untuk kerja di tanah Jawa, doa dan dukungan membuat ku semangat untuk melanjutkan cita-cita Ku.


Setelah pamit ke keluarga Ku kecuali bapak dan keluarganya, serta kak Rondang dan rekan-rekan lainnya.


Mamak, Tulang dan Nantulang Mak Saor, Adek-adek Serta Saor. kak Rondang dan rekan-rekan lainnya memberikan Ku bekal. Berupa uang, pengalaman, skill, kebersamaan, cinta dan kasih sayang, doa dan dukungan. untuk memulai hidup di tempat baru.


Aku berangkat ke tanah Jawa menggunakan bus antar provinsi.


Perjalanan lima hari lima malam, segala kenangan terukir indah di bus tersebut. aku bertemu dengan seorang Pria yang tampan dan baik yang bernama Bastian.


Kedekatan kami berawal dari bus ini, perjalanan tidak membosankan karena ketampanan dari pria yang ku kenal ini.


Pandangan pertama yang begitu memukau dan ketampanan, senyuman, ramahnya dan sikapnya yang baik, seketika meluluhkan hati ini.


Bastian juga tamatan SMK Tata busana dari kota Medan, dan diterima kerja di tempat kerjaku yang sama.


Selain gaji pokok dan bonus yang di janjikan di perjanjian, kami yang dari luar kota akan diberikan mess dan segala fasilitasnya dan tentunya gratis.

__ADS_1


__ADS_2