MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Martuppol Atau Tunangan


__ADS_3

Kini Gabe sudah mulai membuka usahanya tokonya, aksesorisnya sangatlah lengkap dan berkualitas serta bervariasi.


Berkat toko aksesoris yang baru itu, kompleks usaha ini semakin ramai dikunjungi oleh calon pembeli.


Demikian juga dengan Lisa yang menyewakan lapak jualan makan di samping wisma milikinya dan semakin lengkap kompleks usaha ini.


Akan tetapi, Bapaknya Gabe tidak mau tinggal seatap dengan Nya.


Beliau berkata, tidak etis seorang bapak tinggal seatap dengan putrinya yang sudah dewasa. memang masuk akal, biar bagaimanapun amangboru tetaplah seorang laki-laki yang mempunyai hasrat sebagai pria.


Untuk menghindari perbuatan yang tercela, sikap amangboru ini sangatlah bijaksana.


Bapaknya Gabe masih tetap di mes karyawan, tapi Gabe berjanji akan selalu memperhatikan Bapaknya semampunya.


Gabe sekarang tinggal bersama 3 cewek yang masih muda dan itu merupakan pegawai nya sendiri.


Uli dan Maria sesekali mengunjungi Bapaknya untuk memastikan apakah bapak mereka dalam keadaan baik-baik saja.


Bapak mereka adalah tipe orang pekerja keras, yang sudah bertani selama bertahun-tahun.


Jika tiba-tiba saja berhenti beraktivitas, itulah kelumpuhan baginya. itulah sebabnya ke enam Putrinya membiarkan Bapak nya beraktivitas sebagaimana biasanya.


Inilah momen yang sangat penting bagiKu, lusa aku dan Bastian akan Martuppol (tunangan) atau mengikat janji.


Semua sudah aku persiapkan, perasaan ini sulit untuk aku ekspresikan. antara bahagia, haru dan deg-degan.


Ini adalah pernikahan kedua bagiKu, dan semoga menjadi pernikahan terakhir. aku berharap cinta ku akan awet sampai maut yang memisahkan kami.**


Sudah jam 8 pagi, kami semua sudah siap menyambut bang Bastian dan rombongannya, tidak berapa bang Bastian sudah tiba bersama rombongan Nya.


Calon suami terlihat gagah nan tampan dengan balutan setelan jas berwarna abu rokok itu.


Senyuman membuat tersipu malu dan sekaligus membuat ku sangat bahagia, inilah momen yang paling berbahagia bagiKu.


seluruh keluargaku mendampingi ku di hari bahagia ini, mamak menatapku dengan senyuman yang bahagia.


Penyambutan secara adat telah selesai kemudian di lanjutkan ke gereja untuk proses mengikat janji atau bertunangan.

__ADS_1


Acara kebaktian di Gereja, lalu kotbah nasihat untuk kami berdua selaku calon mempelai.


' menikah atau menjalin rumah tangga bukan hanya sekedar melanjutkan keturunan Marga atau keturunan.


Tapi adalah panggilan ibadah bagi setiap umat manusia yang mampu, antara laki-laki dan perempuan yang tidak mempunyai ikatan dengan pihak yang lainnya.


Pernikahan adalah ibadah, hendaklah kedua calon mempelai menerapkan dalam kehidupan yang menjadi kasih Tuhan sebagai fondasi rumah tangga.


Saat ini ke-dua calon mempelai akan berjanji untuk mengikat diri satu sama lainya demi sebuah pernikahan yang diberkati.'


Begitu lah kata penutup kotbah di hari pertunangan kami ini, dan saatnya kami berdua saling berjanji untuk mengikatkan diri satu sama lainnya.


"dengan ini saya menyatakan bahwa tidak ada lagi hubungan kan dengan pihak lain, dan kamu Tiur adalah satu-satunya yang ada dalam Hatiku.


Aku siap untuk menjadi suami Mu dan menjadi bapak anak kita dan anak-anak kita kelak Nantinya.


Aku akan menyayangi dan mencintai mu dengan setulus hatiku, hanya kamu yang ada di dalam hatiku."


Itulah yang di ucapkan oleh bang Bastian dan akhirnya menangis, tapi kemudian langsung tersenyum lagi.


Seorang janda dengan satu anak, tapi cinta nya begitu tulus untuk Ku.


Acara haru ini sudah selesai, lanjut lagi acara adat di wisma.


Hanya butuh waktu 10 menit jalan kaki, kami sampai di wisma milik Nisa Adikku.


Acara makan bersama lanjut upa-upa, (Mendokan agar diberikan kelancaran acara sampai hari pernikahan Nantinya). kemudian membagikan jambar atau daging kepada setiap pihak anggota keluarga yang sudah di atur oleh pemangku Adat beserta penatua Marga.


(terlalu Sulit untuk merangkai kalimat yang pas untuk menjelaskan jambar.


Jambar ini berupa potongan daging, yang biasanya berupa babi yang utuh yang sudah bersihkan.


dimana bagiannya sudah di atur oleh pemangku Adat dan penatua Marga atau perwakilan marga.


Jambar adalah simbol kekeluargaan Batak Toba, saat pembagian jambar disebutkan siapa yang berhak menerimanya.


Terlepas dari urutan Marga dan sisilah marga dari kedua calon mempelai, salah pemberian bagian daging akan menjadi sebuah keributan, karena dianggap melecehkan harkat dan martabat bagi penerimanya.

__ADS_1


Saat ini jambar sudah ganti dengan ternak kerbau atau kambing bagi keluarga yang tidak bisa menerima daging babi.


adat adalah kesepakatan bersama, bersifat mengikat tapi tidak memaksa. semua berdasarkan kesepakatan tanpa membuat keributan atau pertikaian)


Selanjutnya adalah tawar menawar Sinamot (Mahar) dan sesuai kesepakatan dan juga yang sudah disampaikan oleh bang Bastian saat melamar Ku.


Bahwa mahar Nya senilai 200 juta Rupiah, seketika tamu undangan saling berbisik-bisik satu sama lainnya.


' seorang janda yang mempunyai anak satu, tapi Mahar nya 200 juta Rupiah. itu adalah suatu nasib yang baik bagi calon mempelai wanita yang beruntung.'


Kata itu yang jelas aku dengar, beserta beberapa cibiran dari yang lainnya.


Nasihat dari oppung Doli (kakek) Sanggap, yaitu adik sepupu oppung Doli kami.


* sudah jangan terlalu memperdulikan apa kata orang, yang penting kita tidak mintak makan kepada-nya dan juga tidak menggangu periuknya.


Mari kita tatap ke depan, acuhkan semua omongan orang tentang kita. sebab kita yang menjalani hidup kita sendiri.*


Nasihat itu menjadi pelipur hati di kala cibiran dari beberapa tamu undangan yang julid.


Acara demi acara berjalan lancar dan akhirnya dinyatakan selesai, sebagai pertanda selesai. aku memberikan makanan berupa nasi dan ikan mas arsik yang di taruh dalam tandok.


(tandok adalah tempat untuk membawa beras atau padi yang biasa digunakan saat pesta adat Batak Toba.


Ikan arsik ini merupakan simbol karunia kehidupan dalam masyarakat Batak. Ikan arsik tersaji pada beberapa upacara daur hidup masyarakat Batak, seperti pada saat pernikahan dan kelahiran. Dekke Na Niarsik atau ikan arsik ini diberikan dengan harapan supaya orang yang menerima ikan ini dapat bersih baik hati maupun perilakunya).


Kemudian aku menyerahkan tandok tersebut kepada inang Uda bang Bastian.


(tradisi memberikan makanan kepada keluarga calon mempelai pria berbeda-beda setiap daerah suku Batak, tujuan adalah bahwa calon istri akan siap siaga memberikan makanan kepada suami serta anak-anaknya kelak nanti.


Semuanya adalah simbol yang mempunyai filosofi yang mempunyai makna yang besar bagi masyarakat Batak Toba).


Kami kembali pulang ke rumah masing-masing, karena bang Bastian belum satu rumah dengan Ku.


Nantinya saat pemberkatan, bang Bastian bersama rombongan keluarga akan datang ke rumah ini untuk menjemput Ku.


Pernikahan bisa terlaksana setelah dua kali ibadah Minggu, dan pengumuman di gereja. jika tidak ada yang menuntut maka kami bisa melanjutkan pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2