MENIKAH KARENA HUTANG ADAT

MENIKAH KARENA HUTANG ADAT
Ucapan Selamat Menderita.


__ADS_3

Aktivitas menjahit lanjut kembali, dan tanpa kusadari sudah jam 4 pagi saja, Kebaya Rani akhirnya selesai. tinggal memberi sentuhan terakhir untuk membuat nya lebih sempurna.


Beres-beres di meja jahit kemudian melakukan kegiatan seperti biasanya seperti ibu rumah tangga lainnya.


Semua pekerjaan dapur selesai, dan lanjut dengan hewan ternak. cahaya lampu dari lampu yang menerangi area kandang ternak.


Masak makanan ternak dan membersihkan kandang, setelah bersih dan makanannya dingin langsung memberi makan kedua ternak Ku yang tumbuh dengan sehat.


Setelah itu mandi dan berpakaian, sementara bang Andri masih tertidur dengan lelapnya. aku duduk di pinggir ranjang untuk membangunkan Suamiku ini.


"bang... bangun bang.....


Dengan mengucak kedua matanya akhirnya bang Andri bangun lalu duduk, antara sadar atau masih bermimpi dia bergerak dan terduduk dipinggir ranjang dekat denganKu.


"mana sarapan dan Kopi Abang?"


uhmmm itu lagi dan lagi, ingin rasanya menyerat Nya keluar dari ranjang itu. tapi aku takut di adukan ke kantor polisi dengan tuduhan kekerasan dalam rumah tangga.


"eh.... anak Mami, anak Manja bangun......... Aku bukan Mamak Mu. kalau mau sarapan di meja makan, Untung sudah aku sediakan.


ngak ngasih uang belanja, permintaan seperti permintaan sang raja. haloo bangun anak Manja..... kerja dan kerja....."


Bang Andri langsung berdiri tepat dihadapan Ku, dengan bertolak pinggang persis seperti Mamaknya saat berbicara denganku.


"eh.... saya ini suami Mu, hargai suami jangan durhaka kepada suami."


ucapnya dengan nada yang agak tinggi sambil bertolak pinggang dan raut wajahnya sangat Persis seperti Mamaknya.

__ADS_1


"suami yang dihargai itu adalah suami yang memberi nafkah istrinya dan menghargai istrinya, bukan seperti anak manja seperti Mu, malas pagi-pagi berdebat dengan anak manja. sana mandi dan berpakaian, Ku tunggu di meja makan."


Bang Andri terlihat kesal tapi aku tidak perduli dan langsung meninggalkan nya di kamar. aku langsung makan tanpa menunggu bang Andri karena dia pasti lama dandan Nya.


Benar saja, aku sudah selesai makan dan cuci piring bang Andri baru tiba di meja makan, begitu dia duduk langsung ku tinggalkan.


Aktivitas menjahit Ku lanjutkan kembali untuk menyelesaikan Kebaya Mamak, sudah hampir satu jam menjahit barulah bang Andri keluar dari dapur.


Bang Andri berangkat kerja dengan wajah yang ditekuk tanpa mengucapkan sepatah kata pun. setelah bang Andri berangkat kerja, pintu dan jendela besar itu langsung aku tutup agar bisa istirahat.


Ruang tamu sengaja Ku pilih untuk tempat istirahat, jika ada tamu yang datang bisa ku dengar.**


Baru rasanya terlelap, pintu diketuk seseorang dan setelah Ku buka ternyata yang datang adalah kakak perempuan bang Andri yang datang.


Namanya Uli Marito, nama panggilan Uli, dia sudah bekerja di pulau Jawa sana. dan Uli Marito dua tahun lebih tua dari bang Andri dan belum menikah. setelah kupersilahkan masuk dan duduk di kursi.


"Tiur.... pantasan si Andri tergila-gila kepadamu, ternyata kamu sangat cantik rupanya. maaf saya tidak bisa hadir saat pernikahan kalian.


Oh ya, saya datang kesini ingin mengucapkan selamat menderita karena telah menikah dengan Andri anak manja itu."


Aku hanya tersenyum menanggapi perkataan dari kakak ipar Ku ini, yang satu ini agak Lain. biasanya orang lain mengucapkan selamat berbahagia tapi ini malah kebalikannya.


"iya terima kasih atas doa Mu dan selamat doa Mu sudah terkabul, masih ada lagi yang ingin kakak sampaikan?"


Sanggahnya ku jawab dengan mengusirnya secara halus, secara garis keluarga kami masih Sepupu. Bapak Ku adalah saudara kandung dari Mamak mereka.


Dalam tradisi Batak Toba, Aku dan Andri disebut pariban. yaitu Sepupu yang bisa menikah. dan Oppung kami sudah mengikat tali perjodohan diantara kami berdua menggunakan tradisi Adat.

__ADS_1


Tradisi adat di kampung kami ini, seorang pariban pantang menolak. jika menolak pariban Nya harus memberikan seserahan sesuai kesepakatan tetua Marga.


Suku Batak Toba di berbagai daerah mempunyai aturan adat yang berbeda-beda, demikian juga di kampung kami ini. ada istilah ikatan perjodohan yang di ikat dengan memberikan seserahan berupa sepasang ternak (pada umumnya berupa ternak babi atau kerbau). serta ulos sebagai pengikat.


Itulah sebabnya Aku terjebak dalam pernikahan ini, jauh di perantau di sana Ada cinta yang menunggu kehadiran Ku. dia adalah pria yang kucintai yang aku tinggalkan karena bapak mengabari kalau mamak sakit keras, tapi nyata aku di nikahkan dengan keponakannya atau pariban ku sendiri.


Aku tidak bisa menolak karena perjodohan di masa lampau yang terikat, disini disebut Hutang Adat. ditambah lagi dengan sinamot (Mahar) sebesar 300 juta Rupiah yang sudah diterima oleh kedua orang tua ku.


Besar konsekuensinya, jika aku menolak menikah dengan bang Andri. jika Aku menolak maka keluarga Ku akan membayar denda hutang Adat, berupa dua ekor anak kerbau dan acara adat yang membutuhkan biaya banyak.


Jika hal tersebut tidak bisa dilakukan, maka kedua orang tua ku akan dikeluarkan dari perkumpulan Adat. dan itu adalah adalah aib, kedua orang tua ku tidak pernah bisa mengikuti acara adat, baik pernikahan, kelahiran dan kematian.


Kedua orang tua ku juga tidak akan pernah bisa melaksanakan adat untuk anak-anaknya, bahkan saat meninggal pun tidak akan ada acara adat dan mayatnya akan di tolak dikuburkan di pemakaman tanah adat.


Kami empat bersaudara , 2 orang perempuan dan dua orang laki-laki. Aku anak yang paling besar, keluarga Ku bukan keluarga yang berkecukupan jadi tidak mungkin sanggup membayar hutang Adat yang dibuat bapak dengan Oppung.


Jika Aku menolak, maka adik-adik Ku akan kena getahnya begitu dengan kedua orang tua kami.


Dari Awal aku sudah menolak, tapi setelah semua pertimbangan akhirnya Kuterima dan meninggalkan cintaku yang menunggu diriku. semua demi keluarga Ku.


Bang Andri 6 tahun lebih tua dariKu, ditambah paras tampan yang bisa meluluhkan kerasnya hatiku menolak Nya.


Dengan usia yang lebih Tua dari Ku, dalam benak ini, mungkin bang Andri bisa menjadi pengayom Ku. terlihat dari luar, bang Andri seperti Pria yang bijaksana dan tegas tapi nyata Nya, pria yang sudah jadi Suamiku itu dibawah kendali Mamaknya.


Ekspresi dari Uli, kakak ipar Ku yang mengingatku akan cintaku yang menunggu Ku di sana. jauh di tanah perantauan, sampai saat ini belum mendapatkan kabar apapun dariKu.


Semua kontaknya sudah ku blokir dan aku hapus, aku takut untuk memberi kabar dariKu. yang paling ku takutkan jika memberi nya kabar Aku berpaling kepadanya dan keluarga akan diambang kehancuran.

__ADS_1


Aku tidak mau menjadi Egois, inilah takdir yang harus ku jalani. jika aku mintak cerai maka harus membayar denda dan Adik-adik yang akan menanggung beban.


Semua demi keluarga, sebagai anak pertama akan Ku lakukan sebisa mungkin untuk keluarga, walaupun itu mengobarkan kebahagiaanKu dan cintaku.


__ADS_2