
Mandi sudah selesai dan saatnya menyiapkan makan malam, karena sudah jam empat Sore.
Masakan sudah selesai dan ku simpan di dalam lemari. Ku lihat jam di handphone blackberry kW MilikKu sudah menunjukkan pukul 18:35, tapi bang Andri tidak kunjung pulang.
Sembari menunggu bang Andri, Ku gambar pola untuk membuat Kebaya dan juga jas. bakal yang ku pilih untuk kebaya nantulang Mak Saor dan Saor berwarna pink dan yang ku padukan dengan sarung baru berwarna hitam dengan corak unik.
Bahkan bakal kain sudah selesai terbentuk, tapi bang Andri belum juga pulang. dan pekerjaan ku lanjutkan untuk membuat bentuk Kebaya milik Saor.
Setelah jam delapan malam, bang Andri baru tiba bersama Mamak nya dan juga Gabe kakak perempuannya, wajahnya terlihat begitu marah. ada apa gerangan ya?
"lantang kamu ya Tiur? kamu sebagai istri seharusnya melayani Suami Mu. jika suami Mu mintak makan seharusnya langsung kamu sajikan, tidak pantas kamu berdebat dengan Suami Mu. apalagi menyuruh Nya, sungguh kamu adalah Istri yang tidak berguna." ucap mertuaku dengan bertolak pinggang.
Sebenarnya emosi mendengar Nya, tapi ku coba untuk bersabar. wajah bang Andri terlihat puas setelah Mamaknya berkata demikian.
"eh Tiur.... seharusnya kamu tau diri, Suami kamu ini sarjana sedangkan kamu hanya tamatan SMK. apa pantas kamu menyuruh Andri yang sarjana ini." timpal Gabe yang mendukung Mamaknya.
Aku hanya bisa terdiam dengan keadaan ini, bukan berarti kalah karena percuma melayani mereka berdua yang berpikir ala kadarnya.
"dek.... mana sopan santun mu, ya di jawab kek, atau apa kek." suamiku sendiri mendukung penyerangan ini.
"Abang dah makan? kalau belum yuk kita makan malam, sedari tadi aku nungguin Abang untuk makan sama dan Tiur juga ingin cerita sama Abang." aku menjawab sanggahan dari bang Andri.
Bang Andri tidak menjawab Ku, dan Ibu Mertuaku terlihat murka karena aku cuekin. dan ibu mertuaku yang murka itu terlihat ingin lebih mendekat ke arahku.
trak... Trak.... Trak ... ' Suara gunting besar yang ku gunakan untuk memotong bak kain, yang Ku hentakkan ke atas meja jahit ku ini.
Seketika itu, ibu mertuaku langsung ciut nyalinya padahal Aku menggertak nya saja. tapi jika dia menamparku pastinya gunting tajam ini akan ku tancapkan ke tangannya yang lantang itu.
"ingat ya Tiur, kamu melayani suami kamu dengan baik. kalau ngak akan Ku buat perhitungan dengan Mu." ujar mertuaku lagi.
Tanpa ku sahut, karena hanya membuang-buang tenaga saja untuk ngobrol dengannya. karena merasa tidak perlawanan, ibu mertuaku dan kakak ipar ku itu langsung pulang dan bang Andri masih berdiri di hadapan Ku.
"Dek.... dah kamu dengarkan kata Mamak." ucap bang Andri dan berlalu meninggalkanku di meja jahit ini.
__ADS_1
Karena sudah lapar, aku berlalu ke dapur dan menunggu bang Andri di meja makan ini yang tidak kunjung datang. akhirnya ku putuskan untuk makan sendirian.
Selesai makan dan langsung cuci piring dan kemudian ke meja jahit untuk menyelesaikan pekerjaan.
Kursi kutarik dan terduduk, tarik napas panjang dan kemudian menenangkan pikiran yang kacau ini, setelah agak tenang baru ku mulai pekerjaan.
Tanpa terasa Kebaya Saor dan Mamaknya sudah selesai, tinggal fitting besok dan penyelesaian. rasanya sudah lelah, dan ku putuskan untuk istirahat.****
Seperti biasa, Aku terbangun jam 5 pagi dan melakukan aktivitas sebagai mana biasanya. setelah pekerjaan selesai pekerjaan dapur langsung menuju belakang rumah untuk menyiram bibit tanaman sayuran.
Setelah itu baru mandi dan kemudian berpakaian dan beres-beres untuk menyiapkan keperluan bang Andri berangkat kerja.
"bang.... bangun bang."
Bang Andri akhirnya bangun dari tidurnya dan duduk di pinggir ranjang, dari ekspresi Nya jelas terlihat ingin memberi perintah.
"dek... mana makanan dan kopi Abang?"
"Abang mandi dulu, kemudian berpakaian dan Adek tunggu di meja makan ya."
Wajahnya langsung merah pertanda marah, tapi Aku sabar. marah-marah di pagi hari akan mengurangi berkat yang akan datang.
"bang... pakaian Abang serta dalamnya di kursi ya bang, setelah selesai temui adek di meja makan ya."
Aku tinggalkan bang Andri dengan wajahnya yang terlihat marah, dan menunggu nya di meja makan ini.
Mulai dari mandi sampai tiba di meja makan ini, bang Andri butuh waktu satu jam lebih. itu adalah durasi waktu yang dibutuhkan anak gadis yang bersiap untuk kencan dengan pacarnya, tapi ini tentang bang Andrie. Suamiku yang anak Mami.
"dek..... kamu ngak dengar ya apa kata Mamak." ucapnya dengan nada tinggi setelah tiba di meja makan
"sssttt.... sssttt..... pantang marah-marah di meja makan dengan makanan yang tersaji, silahkan duduk bang, oh ya biar adek aja yang pimpinan doa ya."
Sebelum Aku memejamkan mata untuk berdoa, mulut bang Andri terlihat ngedumel. setelah Amin. Suamiku langsung makan dengan sangat lahap.**
__ADS_1
Depan pintu untuk mengantar Bang Andri berangkat kerja dengan wajah yang ditekuk, karena permintaan nya tidak ku tolak. dari kejauhan ku lihat ada becak barang datang dan Saor yang membonceng Nantulang.
Ya.... itu adalah Tulang pak Saor membawa dua ekor anak kerbau pendek (ternak babi). beserta dengan cadangan makanan berupa ubi dan serta daun ubi jalar.
Sepasang anak kerbau pendek sudah masuk kandang, dan langsung ku buatkan minuman Nya. setelah mendapatkan arahan dari Tulang pak Saor tentang cara perawatannya dan langsung pergi untuk kerja di sawah Nya, tapi Saor dan Mamaknya ku tahan untuk fitting Kebaya.
"Nantulang, dek .... gimana? masih ada kurang?"
"samaKu sudah pas Kak, Saor sangat suka modelnya. Mamak gimana?" jawab Saor.
"sudah pas, Mamak juga suka modelnya. oh ya bere, kapan selesainya?"
"sabar ya nantulang Ku, mudah-mudahan besok bisa selesai. baiklah karena sudah pas, nantulang dan dek Saor sudah bisa pulang. karena tukang jahit Nya butuh konsentrasi untuk berkarya."
"hahahaha..... kakak ini ada-ada saja lah, oh ya kak, punya bapak mana?" ujar Saor.
"tenang..... besok kalau mau kesini tolong Tulang juga di ajak ya, untuk fitting dan Mudah-mudahan Tulang suka nantinya."
"okelah kak, Kalau Begitu kami pamit dulu ya kak."
Setelah Saor dan Mamaknya pulang, Aku kembali menjahit dan terus menjahit. tanpa terasa Kebaya Saor sudah selesai dan sekarang giliran kebaya nantulang. tapi perut sudah kelaparan.
Syukurlah akhirnya kenyang Juga, dan kemudian berlalu ke belakang rumah. daun ubi jalar kuberikan untuk makan siang anak ternak dan kemudian menanam sebagian kecil di lahan yang sudah ku garap.
Selesai menanam ubi jalar, makan malam ternak ku siapkan sembari menunggu matang kandangnya ku bersihkan dan menambah air minumnya.
Akhirnya urusan ternak kelar juga, mandi dan kembali menjahit. karena begitu asyik menjahit tidak terasa hari sudah petang dan Kebaya nantulang Mak Saor sudah siap.
Sekarang ternak sudah saatnya makan malam, dan makanan nya sudah siap tentunya tinggal ngasih makan saja.
Membuat perapian untuk menghangatkan ternak, dan kemudian cuci tangan dan kaki lanjut untuk memasak buat makan malam.
Selesai masak dan beres-beres langsung mandi, kemudian bersiap untuk menyambut suami pulang kerja dan menunggu nya di meja jahit Ku.
__ADS_1