
Bapak kemudian mendekati kedua Romo itu dengan mimik wajahnya yang sedih, sementara ke enam Putrinya masih menangis didekat mamaknya.
"Romo, apa yang terjadi dengan kakak ini?" tanya bapak dengan suara lirihnya.
"ada iblis yang bersarang dalam tubuh almarhumah, dan mereka sudah sepakat akan selalu terikat.
Jika kita biarkan terlalu lama, Almarhumah akan merasa kesakitan."
Ujar Romo Lukas yang terlihat jauh lebih senior dari Romo Benny.
"Romo, tolong jelaskan lebih rincinya. saya tidak paham maksud Romo!"
Riama bertanya kepada Romo Lukas, tapi pertanyaannya itu agak sulit di dengar karena Isak tangis nya.
"jadi begini ibu, almarhumah pernah membuat perjanjian dengan Iblis. akan ada imbalan tertentu yang di mintak iblis kepada sekutunya.
Imbalannya adalah nyawa Almarhumah, dan itu sudah terjadi.
itulah sebabnya kita jangan sekali-kali bersekutu dengan Iblis, karena kebahagiaan yang mereka tawarkan adalah semu.
Pada akhirnya kita akan di bawa ke binasaan. iblis tetap Iblis."
Kami hanya terdiam setelah mendengarkan penuturan dari Romo Lukas, setelah tidak ada pertanyaan doa penutup Romo Lukas menjadi akhir pertemuan ini.
Romo Lukas dan Romo Benny sudah pulang dan kami masih berada di ruangan ini.
"Lae, kemana kita bawa ito ini?"
Bapak bertanya di kala berduka nya, dan terlihat pak Iren terlihat berpikir keras kemudian menatap pak Rado.
"menurut aturan Adat di kampung kita, warga adat yang memelihara Begu ganjang itu tidak akan diterima di kebumikan di kampung.
Berhubung almarhumah sudah 3 tiga kali di denda adat dan ke empat kalinya adalah pembebasan dari Adat. itu artinya jenasah Ito Mak Iren akan di tolak di wakaf Adat.
Kita tidak bisa berbohong kalau almarhumah bukan Parbegu ganjang, karena seluruh warga sudah tahu akan hal ini."
Penuturan dari pak Rado membuat kami tercengang, segitu malangnya nasib almarhumah ini yang di tolak makamkan di tanah kelahirannya.
Mamak langsung meminta bapak untuk menghubungi Pemangku Adat kampung kami dan bapak melakukan nya, sementara pak Rado menghubungi oppung Doli Sanggap. begitu juga dengan Maria dan Uli yang menghubungi suaminya masing-masing.
__ADS_1
Maria dan Uli sudah selesai menelpon, tapi bapak dan pak Rado belum juga selesai.
Mamak menahan Maria dan Uli untuk bicara dengan bapak, sementara Iren dan yang lainnya berusaha menenangkan Bapaknya.
Benar kata pak Rado, almarhumah di tolak di kebumikan di kampung. alasannya karena bersekutu dengan Begu ganjang.
Kalau masalah denda adat, masyarakat masih bisa memahami tapi tentunya tidak bisa lagi pesta adat saur Matua. adat terakhir bagi seseorang yang sudah punya cucu.
Bapak dan pak Rado lemas seketika, Maria dan Uli mendekati Bapak.
"Tulang, bapak Alex sudah mengurus pemakaman Mamak. rumah juga sudah di siapkan untuk menyambut jenazah Mamak. hanya butuh bapak dan juga Tulang." ujar Maria dengan tatapannya yang berkaca-kaca saat menatap bapak.
Bapak langsung mendekati pak Iren yang terduduk lemas.
"Lae, tidak ada lagi solusi yang lain. jalan satu-satunya seperti yang bere sampaikan tadi."
Ucap bapak kepada pak Iren, dan beliau mendekati Maria kemudian memeluknya lagi.
"mamak berbuat sedemikian, tapi...."
"bapak....
Kak Riama, kak Devi, kak Sarah, dan Gabe kan jauh pak. sementara Mak Daniel kan Adek ku, jadi kita bawa ke rumah ku ya pak.
Tadi kami bicara dan kakak-kakak dan Adek-adek, mereka bersedia dan ikhlas. sekarang tinggal persetujuan bapak dan juga Tulang."
Demikian perkataan dari Maria, bapak mengedipkan matanya ke amangboru untuk memberi persetujuan.
Akhirnya disepakati lah kalau almarhumah akan di bawa ke rumah Maria.
Aku dan Eda Sarah yang mengurus administrasi, yang lain mengurus ambulans dan rumah Eda Maria.
Almarhumah sudah di bawa ambulan menuju rumah duka yaitu kediaman Maria dan keluarganya tinggal aku dan Eda Sarah di ruang administrasi.
"Eda, duluan saja ke rumah Eda Mak Alex. biar saya yang ngurus sisanya."
"ngak boleh Eda, harus saya yang tanda tangan semua formulirnya. takutnya nanti jika ada tanda tangan Eda di formulir administrasi ini, bisa-bisa menjadi senjata buat Andri untuk menyerang Eda.
Cukup sudah semua penderitaan kita, Eda sudah banyak berkorban untuk keluarga kami.
__ADS_1
Terimakasih Eda untuk semuanya, dan atas nama keluarga saya minta maaf kepada Eda."
Ujar Sarah dan suaranya yang bergetar membuat ku memeluk Nya.
"Eda, kami ber enam kakak beradik sudah sepakat. jika seandainya Andri masih menyerang Eda, kami semua yang akan berhadapan langsung dengan Andri.
Bapak juga sudah setuju dengan Eda kami ini, dan bapak yang jadi sumber berita kami. kita adalah keluarga dan harus saling mendukung.
Terimakasih Eda, karena sudah baik dan perhatian kepada bapak."
Ucapan dari Sarah hanya bisa ku sambut dengan senyuman karena sudah habis kalimat yang hendak ingin aku utarakan.
Benar kata Sarah, jika ada tanda tangan ku di formulir administrasi itu mungkin bisa jadi senjata buat Andri, karena dia pun berkata kalau dirinya tidak melepaskan ku dengan begitu mudah.
Akhirnya administrasi telah selesai dan surat keterangan kematian Almarhumah sudah kami dapatkan.
Amri adalah supir jahit ku yang sengaja aku suruh datang kemari untuk mengantar kami ke rumah Maria.
Di dalam mobil yang sedang melaju, Sarah menggenggam tangan Ku dan kemudian tersenyum ke arahku tapi kedua matanya masih berbinar-binar karena menahan air matanya.
"sebenarnya aku ingin bertemu dengan Elazer Eda, tapi obralan kami dengan bapak semalam. tidak boleh ada yang membawa anak, karena hal gaib yang menimpa mamak."
"iya Eda, saya paham. tadi juga amangboru melarang ku untuk membawa Elazer.
Setelah kita mengurus bou, nanti kita jadwal kan kapan ketemuan nya. dan yang terpenting saya sudah tahu tempat tinggal semua Eda Ku."
Sarah kembali memeluk Ku, kini tangisannya kembali pecah di pelukanku.
Tidak berapa lama kami akhirnya sampai di rumah Maria, dan saat berada di sana tidak satupun ada anak-anak.
Anaknya Sarah, Devi, Maria dan Uli sudah dibawa Mak Pingky serta Saor dan Mak Rado ke rumah kami untuk menghindari bertemu dengan Almarhumah.
Suaminya Maria sudah menghubungi pendeta untuk melaksanakan ibadah terakhir kalinya untuk Almarhumah.
Amangboru terlihat menghubungi seseorang, tapi tidak pernah tersambung. ternyata beliau menghubungi Andri.
Berkali-kali amangboru mencoba menelpon nya, tapi tidak pernah tersambung.
Setelah persiapan selesai, kami langsung membawa almarhum ke pemakaman menggunakan ambulans yang dari rumah sakit tadi.
__ADS_1
Akhirnya jenazah Almarhumah bisa dikebumikan berkat bantuan suami dari Maria dan Uli.