
Besok adalah hari pernikahan Lisa dan dan Pangeran. sebagian keluarga sudah tiba di rumah ini, sisanya besok pagi akan tiba yang di pimpin oleh Pemangku Adat.
Selama dua Minggu ini Bastian selalu mengunjungi ku, dan terus-menerus meyakinkan Hatiku.
Jujur Aku semakin yakin dengan cintanya, dan semakin nyaman bersamanya.
Dan yang paling membuat Ku semakin yakin adalah Bastian Begitu dekatnya dengan Elazer. bahkan Elazer pernah demam karena dua hari tidak di jenguk oleh Bastian karena sibuk menyelesaikan pesanan dari keluarga pangeran.
Setelah Bastian datang melihat Nya, secara berangsur Elazer sembuh. hal itu yang membuat ku semakin yakin dengannya.***
Lisa sudah di make-up, dan Adikku itu Begitu cantik dan Anggun. dan kami yang melihatnya terkagum-kagum.
"gimana hasil karya karya kami bertiga? Kren kan?" ujar Indah Sembari menggandeng tangannya Lisa.
Mamak nya mereka masing-masing langsung memeluk mereka bertiga, aku Akui kemampuan Mereka bertiga dalam makeup dan fashion sangat luar biasa.
Indah di bagian rambut dan make-up, Rani di bagian kuku dan serta aksesoris sementara Saor bagian konsep fashion.
Dan tentunya Tiurma jahit sebagai desainer Kebaya Nya.
Mempelai pria sudah tiba dengan rombongannya. Pangeran begitu terkesima melihat Lisa Adikku.
"Pangeran.... jalan, nanti malam aja Kagumi istrimu. kita mau buat acara doa dulu ya."
Hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Kami tertawa bersama karena pangeran bengong dan kagum melihat calon istrinya yang cantik dan Anggun, hingga akhirnya di tegur oleh Penatua Marga perwakilan keluarga Nya.
Selesai berdoa dan Acara adat singkat kami berangkat ke gereja.
Dan ternyata Bastian adalah pendamping pengantin pria Nya, pria yang ku cintai itu begitu tampan dan gagah yang senyuman begitu menggoda sampai menusuk hati ini.
Diawali dengan kebaktian seperti biasanya, kemudian lanjut kotbah dan acara pemberkatan nikah Lisa dan Pangeran, Acara pemberkatan itu begitu teduh dan khidmat.
Acara pemberkatan pernikahan berjalan dengan lancar dan khidmat. dan dilanjutkan acara salam-salaman.
Kami begitu kaget dan sekaligus Bahagia melihat kedatangan Bapak Uda dan Inang Uda Mak Simson, Simson, Nadira, dan Markus.
Mereka tersenyum sambil menyalami kami, dan Tiba lah Uda pak Simson memelukku Seraya menangis.
"kak... dengan Semua yang kamu alami, kakak berhak bahagia."
__ADS_1
"benar kata Uda mu Inang, kakak berhak bahagia. tatap masa depan dan berbahagialah." ujar Inang Uda Mak Simson yang menyambung omongan Uda.
"kak... terimakasih ya, karena kakak sudah membantu bapak untuk berubah menjadi lebih baik.
"kakak baik, hebat dan cantik. kakak berhak bahagia. semangat...." ujar Simson yang mendukung Adiknya yaitu Nadira.
"kak.... Nanti ajak adek ketemu dengan Elazer ya, Markus senang deh bisa bertemu kakak lagi." ujar Markus Seraya tersenyum.
"kakak juga Bahagia melihat adek-adek kakak datang menjenguk kakak. terimakasih karena sudah memberikan waktunya untuk kakak."
Rasanya begitu bahagia, semua keluarga Ku lengkap dan bisa tersenyum bersama saat pemberkatan Nikah Adikku Lisa.
Puji Syukur aku Panjatkan kehadirat Tuhanku, atas berkat Nya, seluruh keluarga lengkap dalam acara pernikahan Lisa.
Ditambah lagi senyum pria yang kucintai yang selalu menghangatkan hatiku ini.
Dari gereja kami berangkat ke Wisma, dan setelah melaksanakan Adat pernikahan.
Bastian dengan penuh percaya diri mendekati Ku lagi, dan dia begitu telaten saat menggendong Elazer.
"siapa kak?" tanya inang uda Mak Simson.
"calon suaminya Tiur Inang Uda."
"namanya bang Bastian, Calon Suamiku inang Uda."
Karena Suara ku yang keras, beberapa ibu-ibu ikut tertawa. dan Inang Uda pun tersenyum manis ke arahku dan kemudian memelukku serta hendak bersalaman dengan Bastian.
Tapi karena Bastian masih menggendong Elazer, Inang Uda langsung memeluknya. terlihat Inang Uda membisikkan sesuatu kepada Bastian.
Bastian melihat Ku dan tersenyum dan masih menggendong Elazer, Bastian berlalu dan ternyata membawa Rifan dan Fernando kehadapan Ku.
"dek.... tadi adik ngomong sama Nantulang Mak Simson ini?"
Sebenarnya aku malu tapi aku tidak mau mengecewakan Bastian, dengan mengumpulkan segenap keberanian Ku.
"Rifan... Fernando, kenalkan. ini Bastian, calon suami Kakak."
Rifan dan Fernando langsung memelukku, dan kemudian melepaskan pelukannya Seraya menatap ku dengan sendu.
"Rifan Yakin kalau kakak akan Bahagia, karena kakak berhak untuk bahagia."
__ADS_1
"ya... benar kata Abang kak, kakak berhak bahagia."
Rifan dan Fernando kemudian memeluk Bastian yang masih menggendong Elazer, kemudian Rifan memegang pundaknya Bastian.
"Lae... saya yakin kalau Lae mampu membahagiakan kakak ku dan Bere Ku." ujar Rifan dengan matanya yang berbinar-binar.
"Lae.... tolong bahagiakan Kakakku dan bere Ku, sejak pertama kali melihat Lae di wisma ini, dari sorot tatapan Lae. saya yakin kalau Lae mampu membahagiakan kakak Ku dan bere Ku." ujar Fernando dengan tatapan mata yang penuh harap.
"Tunggane Ku, saya akan berusaha semampu ku untuk membahagiakan kakak kalian serta Elazer. Karena aku sangat mencintai kakak Kalian.
Dan aku Akan berusaha menjadi bapak yang baik untuk Elazer, dan terimakasih karena sudah memberi Restu untuk kami berdua." ucap Bastian yang kemudian melihat ke arahku.
(panggilan Lae bukan hanya kepada ipar, tetapi sudah menjadi sapaan akrab dikalangan masyarakat Batak)
Aku tidak bisa lagi mengungkapkan isi Hatiku ini, sangat sulit untuk mengungkap Nya dengan kata-kata dan yang jelas aku sangat bahagia saat ini.
Tanpa terasa sudah saatnya mangulosi, (memberikan Ulos kepada kedua mempelai serta hadiah-hadiah lainnya).
Rifan dan Fernando menangis saat menyampaikan sepatah kata dan harapan kepada pengantin, dan kemudian memberikan ulos serta cincin dan kalung untuk Lisa sebagai hadiah.
Menangis karena Bahagia dan itulah yang kurasakan saat ini.
Semua prosesi adat sudah selesai, pengantin langsung menuju Hotel yang sudah dibooking terlebih dahulu.
Setelah bersalaman dengan semua pihak keluarga, kami akhirnya pulang ke rumah.
Sangat capek tapi senang dan bahagia, sesampainya di rumah aku langsung Mandi.
Setelah Mandi, kemudian Nindy yang mandi dan Aku yang menjaga Elazer.
Elazer sudah tidak menyusui lagi, dan sudah mulai makan bubur pendamping. Elazer Anakku tidak rewel, kecuali saat sakit dan lapar.
Keluarga dari kampung langsung balik ke kampung, sementara Keluarga Uda Pak Simson masih di Medan ini.
Rencananya kami akan berangkat ke kampung besok pagi secara bersama-sama dan untuk saat ini mereka tinggal di rumahnya orang tuanya inang Uda Mak Simson, kecuali Nadira.
Nadira ikut kami ke rumah ini, karena ingin membeli beberapa dress yang sudah jadi.
Nadira yang sudah selesai Mandi dan berpakaian langsung menuju kamarku untuk melihat Elazer.
Nadira mengajak Elazer bercanda, dan hal membuat Elazer tertawa. mereka berdua seolah-olah asyik dengan dunianya.
__ADS_1
Nindya sudah selesai berpakaian dan langsung menghampiri kami, Mamak datang menghampiri kami untuk mengajak makan malam.