
Cerita dari Oppung Boru Ruth sesuai dengan cerita dari Oppung Doli Sanggap, Oppung Boru juga meninggal dengan tragis seperti korban-korban lainnya.
Oppung Doli Sanggap yang juga mempunyai mempunyai ilmu spiritual, sudah berulangkali mengingatkan Mamaknya Andri untuk segera memutuskan hubungannya dengan Oppung Doli Purnama sang pemuja Begu ganjang.
Tapi peringatan itu tidak pernah di gubrisnya, malah seperti orang ketagihan untuk terus menemui Oppung Doli Purnama.
Bapaknya Andri begitu nurutnya kepada istrinya, sama halnya seperti Bapak dan Uda pak Simson.
tapi ada yang tidak nurut kepada Nya, yaitu putrinya sendiri, yaitu Iren, Riama, Devi, Maria dan Uli. hanya satu orang putri nya yang tunduk kepadanya yaitu Gabe, walaupun pada akhirnya Gabe juga pergi meninggalkannya karena tidak kuasa menahan malu dan ketidakadilan.
Hanya Andri yang menjadi prioritas dan itu yang menyebabkan putri nya Pergi menjauh, Bapaknya Andri tidak bisa berbuat apapun untuk membela Putri Nya dan itu tentunya menambah kekecewaan bagi putri-putrinya.
Semua kejayaan dan kekayaan yang dimiliki oleh Mamaknya Andri harus dibayar dengan mahal.
Setelah iblis perliharaan balik menyerangnya karena kalah dalam hal membuat persembahan, sekarang Mamaknya Andri menjadi korban.
diantara hidup dan mati dan struk, untuk buang kotoran Nya sendiri terpaksa di tempat tidurnya. bahkan untuk makan harus di suapi, saat menyupai Nya harus ekstra sabar. karena lebih banyak terbuang daripada di makan.
Hidup di kebun dan jauh dari warga lainnya, menderita penyakit Aneh, punya anak laki-laki yang tidak bisa di harapkan serta enam Putrinya pergi meninggalkan Nya. lengkap sudah penderitaan Nya.
Menurut penjelasan dari oppung Doli Sanggap, jika kami yaitu. Mamak, Aku, Adek-adek, Inang Uda Mak Simson, serta Adek-adek itu juga. ikhlas memaafkannya, lalu bagaimana dengan ke Enam Putrinya?
Itulah yang membuat Oppung Doli Sanggap pesimis akan kesembuhan Mamaknya Andri.
Pemangku Adat juga berkata demikian, dan Pemangku Adat sudah berusaha mencari kontak telepon ke enam Eda ku itu atau ke enam Putrinya.
Tapi hingga sekarang belum satu pun yang dapat, sementara bapaknya Andri sudah putus asa. karena memang benar-benar yakin kalau ke Enam Putrinya tidak bersedia menjenguknya.
Itu semua karena ke Enam Putrinya tidak pernah mendapatkan kasih sayang darinya, bahkan terkesan di telantarkan.
Sama halnya dengan perlakuan Bapak kepada kami anak-anak Nya, tapi kami masih bersyukur Mamak selalu di samping kami dan mendukung kami dengan segenap doa dan kemapuan Nya.
"istrihat ma hamu Inang, marsogot ma museng ta bahas uloan na ture maradappon Inang ni si Andri on.
(kalian istrihat lah dulu, besok kita pikirkan bagaimana caranya memberikan yang terbaik untuk Mamaknya Andri).
hualap pe hamu marsogot tu son, Alana bapak si Iren nungga di dongangi raja Huta, mulak mo Jo Oppung da.
(besok pagi akan saya jemput kalian ke sini, dan Bapaknya Andri sudah di temani oleh pemangku Adat).
__ADS_1
ujar Oppung Doli Sanggap dan hendak berlalu tapi kemudian di cegat oleh Rifan dan Simson.
"oppung,. Dison ma Hita modom borngin on Oppung, lagian dang puas do pe lungun ni rohakku tu oppung.
Asa hubege Jo Oppung markombur, lungun do pe rohakku mamereng Oppung."
(oppung tidur disini aja oppung, rasa kangen Ku belum puas ke Oppung. Aku dengar cerita yang lain dari Oppung)
Ujar Rifan kepada Oppung Doli Sanggap yang membujuk nya untuk tidur malam ini di rumah Tulang pak Saor ini.
"olo oppung, dongangi Hami modom dison Oppung."
(betul itu Oppung, temani dulu kami disini oppung).
Timpal Simson yang ikut memegang tangan Oppung Doli Sanggap dan berusaha untuk membantu Rifan membujuk oppung Doli Sanggap.
"bah... sadis huroha Hepeng mu Manahan au Oppung Mon."
(bah.... dah banyak rupanya uang mu menahan Oppung ini untuk bermalam disini?")
ucap Oppung Doli Sanggap yang bercanda dengan Rifan dan Simson.
"sadia Godang di Oppung? asa hulehon saunnari? na penting dongangi Hami dison borngin on."
Jawab Rifan menanggapi candaan dari Oppung Doli Sanggap.
Oppung Doli Sanggap hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Rifan dengan menunjukkan Gigi Nya yang hanya tinggal dua, dan Rifan serta Simson ikut tertawa karena Oppung Doli Sanggap.
Akhirnya Oppung Doli Sanggap berhasil di bujuk oleh Rifan dan Simson, Mereka berdua langsung menggandeng tangannya dan kembali duduk di tikar pandan ini.
"oppung Doli, nion jekket tu. bolo oppung do mamake on pasti tambah ganteng. nah ini kemeja batik dan saluar keper buatan kak Mak Elazer. asa adong pakkeon ni Oppung tu Gereja dohot pesta adat."
(oppung, ini jaket milik Rifan ku berikan ke Oppung. jika oppung yang memakainya pasti lebih ganteng, ini kemeja batik dan celana keper untuk Oppung pakai ke Gereja dan acara adat.)"
Ujar Rifan yang memberikan oleh-oleh kepada Oppung Doli Sanggap.
"Idia do sipatu na? na tanggung ma ho Oppung mangaleon."
(mana sepatu Nya? jangan tanggung-tanggung lah kalau kasih hadiah.)
__ADS_1
jawab oppung Doli Sanggap, kepada Rifan. yang terlihat agak kecewa karena tidak ada sepatu.
ekspresi wajahnya yang membuat kami menahan tawa, dan kemudian Simson mengambil bungkusan plastik Hitam dan kemudian membukanya.
"tenang oppung Doli, bang Rifan kan jeket, kemeja batik dohon saluar. Sian au Oppung dohot akka Anggi Ku, on ma sipatu pangoli dohot solop si pakkeon ni ganup Ari, sekaligus dua pasang asa boi Margatti ganup Ari."
(**tenang Oppung Doli, dari bang Rifan kan jaket, kemeja batik serta celana keper. nah.... dari Ku dan Adek-adek ini sepatu pancus dan juga sandal untuk Oppung pakai sehari-hari.
sekaligus dua pasang, agar bisa ganti-gantian di pakai setiap hari**).
sanggah Simson yang memberikan hadiah untuk Oppung Doli Sanggap.
"bah.... hutang do pe on, durung-durung ni oppung, tuppak do pe dohot manuhor Ulos. Unang tanggung."
(bah... ini masih kurang, uang persembahan di Gereja, untuk hadiah pernikahan saat pesta adat, dan untuk membeli Ulos. janganlah tanggung-tanggung kalau memberi).
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Kami tertawa karena ekspresi Oppung Doli Sanggap yang lucu, dan memang Oppung ini sudah terbiasa meminta Apapun kepada Rifan, Fernando dan juga kepadaKu. itulah sebabnya Oppung Doli Sanggap tidak segan meminta kepada kami.
"bolo i attong Oppung, Kak Mak Elazer do Tusi, Alana kak Mak Elazer pengusaha muda do, kak... sekarang giliran kakak."
(kalau itu oppung itu urusan kak Mak Elazer, karena kak Mak Elazer pengusaha muda. kak sekarang giliran kakak.)
ucap Simson dengan Nada yang Rendah dan berusaha untuk bercanda.
Lirik kan Oppung Doli Sanggap sambil tersenyum ke arahku membuat kami kembali tertawa.
"oppung Doli, nion nga husediahon tu Oppung. sehat-sehat Oppung Doli da, Alana holan Oppung nama Oppung Nami."
(ni oppung, sudah ku sediakan khusus untuk oppung Doli, sehat-sehat lah oppung ya. karena cuman Oppung nya yang kami miliki.)
Memang sudah aku sediakan uang dalam amplop untuk Oppung Doli Sanggap, karena aku lupa membawa oleh-oleh untuknya.
"muliate ma pohoppu." (terimakasih Cucuku).
Oppung Doli Sanggap kembali tersenyum dan itu sangat membuatku bahagia, karena senyum itu begitu ikhlas.
Oppung Doli Sanggap mengatakan uang yang ku berikan terlalu banyak, tapi ku coba untuk meyakinkan Nya agar oppung Doli Sanggap mau menerima Nya.
__ADS_1
Syukurlah Oppung Doli Sanggap bersedia menerima dan kemudian langsung menaruhnya di saku jaket yang diberikan oleh Rifan dan memakai.
Ekspresi itu loh, yang mampu membuat kami tertawa di tengah malam ini.