
Setelah makan siang, Mamak mengambil alih tugas ku memberi makan ternak dan sedikit membersihkan gulma di kebun sayur Ku.
Setelah itu Mamak mandi dan meminjam pakaian Ku serta mulai mempayet kebaya pesanan Uli.
"mangnya berapa yang di pesan Uli?" tanya Mamak di sela-sela pekerjaan Nya.
"sebenarnya cuman satu Mak, tapi Uli memberi uang satu juta. makanya Tiur buatkan dua dress dan dua Kebaya."
"oh.... ngomong-ngomong, kapan mau di ambil Uli?"
"setelah siap Mak, tinggal Payet aja. tadi pagi satu dress-nya sudah diambil dan langsung dipakai untuk acara Gereja katanya."
Mamak hanya tertawa kecil mendengar perkataan dariku dan lanjut lagi mempayet kebaya.
Tanpa terasa waktu sudah Sore, sebelum pulang Mamak memberi makan makan ternak dan Aku lanjut menjahit.
Sudah jam 10 malam bang Andri tidak kunjung pulang, dan akhirnya ku putuskan untuk istirahat berhubungan semua pesanan sudah selesai. besok tinggal mengerjakan Kebaya pesanan Nantulang Mak Saor.**
Pagi seperti biasanya beraktivitas, dan selesai semua nya baru lanjut menjahit. Tulang pak Saor sudah tiba berikut dengan para tukang. dan terakhir Mamak datang dan langsung menuju Dapur.
"Edak Tiur..... I'm coming." ujar Uli yang datang sendirian dengan jalan kaki.
"dress dan Kebaya Edak selesai, silahkan di lihat. jika mau di rombak lagi, saya siap kok Edak."
"oh.... my God..... ini tidak perlu di rombak lagi Edak, ini sudah cantik dan sempurna. tapi Aku mau ambil dress aja untuk ku pakai besok." ujar Tiur dengan sangat bahagia.
Mamak menghampiri kami dengan membawa kopi dan menyajikan untuk kami berdua serta untuk tulang pak Saor serta para Tukang. tapi tukang meminta untuk minum kopi di area kerja karena Uli ada di hadapan kami.
"Uli, ito Mu (panggilan kepada saudara laki-laki dan sebaliknya, yang secara luas atau pada umumnya disebut juga iboto yang artinya saudara kandung) itu kemana?" tanya mamak ke Uli.
"Nantulang.... (panggilan ponakan, Mamaknya Uli adalah kakak kandung dari bapakku ). ngak usah bahas mengenai Andri sama Uli ya, hidup Uli aja ngak beres, boro-boro ngurusin si anak manja itu. Uli datang kemari untuk mengambil dress dan juga mau mintak tolong ke Edak Tiur untuk merias Uli besok pagi."
Jawab Uli kepada Mamak yang kemudian tersenyum dan bertingkat sok imut. Mamak yang memperhatikan Uli hanya tersenyum.
__ADS_1
"Nantulang masak apa? kok wangi kali?" tanya Uli tiba-tiba.
"masak ayam kecap dan sayur pucuk labu muda. Uli mau makan? biar Nantulang ambilkan?" jawab Mamak.
"mau Nantulang , tapi biar Uli aja yang ambil sendiri." ujar Uli dan langsung berlalu ke dapur.
Tidak berapa lama Uli sudah tiba dengan makanan yang ditangannya serta air minum, setelah duduk Uli langsung melahap makanannya.
"uhmmm... enak... masakan Nantulang memang yang terbaik, sejak dulu Uli sangat suka masakan Nantulang ." ucapnya sambil tetap mengunyah.
Mamak hanya tersenyum menanggapi nya dan berlalu ke dapur kemudian datang sambil membawa bumbu halus yang sudah di goreng dalam mangkok serta nasi tambah.
"Uli... ini tambahkan bumbu goreng ini, makan juga dong itu sayur. itu hasil dari kebun Edak mu loh."
Pinta Mamak ke Uli, dan beliau masih terus makan dengan begitu lahapnya. setelah nambah nasi, Uli kembali melahap makanannya, dan akhirnya selesai juga.
"uarkkk....... ahhhhh kenyang... terimakasih Tuhan atas berkat Mu, terimakasih Nantulang ... terimakasih Edak Ku......" ujarnya kepada kami dan kemudian Uli menuju Dapur.
Tidak berapa lama Uli sudah tiba di depan kami, dengan tersenyum dia kembali duduk di kursinya.
"oh iya Edak, anak rantau yang di Gereja semalam itu kyak nya suka deh sama Ku. ganteng kali Edak."
Ucap Uli dengan bersemangat dan matanya berbinar-binar saat mengatakan Nya, sementara Mamak langsung kembali ke dapur.
" iuhhhhhhh...... Uli sudah dapat pin BB Nya (dengan scanner barcode atau id untuk menambah kontak obrolan di handphone blackberry). dan dia itu merantau di Kalimantan. uhmmm segar langsung mataku liatnya."
Lagi-lagi Uli menceritakan kisahnya itu dengan bersemangat, tapi kemudian dia bangkit dari tempat duduknya.
"besok pagi aja deh Uli kemari untuk mengambil dress sekaligus Edak rias aku ya. pamit ya Edak...."
Ujarnya dan langsung pergi, baru aja pergi. Uli datang lagi dan terlihat tergesa-gesa.
"Edak... Uli ambil semua pesanan Ku." ujarnya.
__ADS_1
Pesanan Uli langsung ku bungkus dan menyerahkan kepada Uli, dan kakak ipar ku itu berlalu ke dapur. terlihat Uli memeluk Mamak dan kemudian datang ke meja jahit Ku serta memelukku. kemudahan menyalam tanganKu, Uli langsung berlalu dan tanganKu serasa berisi sesuatu.
Ternyata itu amplop dan segera Ku masukkan ke dalam laci khusus ku, karena Mamak langsung menghampiri Ku.
"Uli kenapa ya? kok kyak ada sesuatu yang disembunyikan Nya?" tanya Mamak karena penasaran.
"ngak tahu Mak." jawab ku kepada Mamak.
Karena tidak mendapatkan jawaban dariKu, mamak kembali ke dapur dan Aku lanjut menjahit kembali. sebenarnya Aku penasaran dengan isi amplop dari Uli tapi aku tahan dan rencana nya nanti malam akan Ku buka.
Jahitan ku sudah kelar semuanya tinggal di payet Mamak nantinya, tidak perlu banyak-banyak hanya memberi kesan mewah saja dan sebagai sentuhan terakhir.
Waktu makan siang sudah tiba, dan kami semua makan siang bersama setelah itu para tukang lanjut ngopi.
"oh iyaa bere (panggilan kepada keponakan, pak Rado semarga dengan Mamak jadi aku panggil nya Tulang dan saya dipanggil bere) hari ini pasti Selesai semuanya, tinggal membersihkan nanti sore. itu mau di cat warna apa bere?" Tanya tulang pak Rado sebagai kepala tukang.
"setengah kebawah warna pink, dan setengah ke atasnya warna hijau toska." jawab dengan santai.
"sudah Ku duga, Karena cat tempat jahit suhunya yaitu oppung Boru Ruth sama seperti yang kakak bilang." ujar tukang yang paling muda itu.
"sekarang pake suhu ya......
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Kami tertawa karena sanggahan dari Tulang pak Rado.
"iya sih, warna cocok untuk lapak menjahit. biar mata tetap fresh disaat lelah karena menjahit." kata Tulang pak Rado lagi.
Akhirnya kami semua kembali beraktivitas, karena terlalu asyik menjahit tanpa terasa waktu sudah menjelang sore. para tukang sudah selesai membersihkan lapak jahit Ku dan pamit pulang.
"sistem upah Mamak Gimana? disitu selesai Payet langsung dikasih atau nunggu hingga banyak selesai?"
"uhmmm..... tunggu ada satu juta lah biar enak Mamak menerima Nya. oh ya, mamak akan masak dan membantu Mu memelihara ternak dan berkebun sayur, nanti tambahin bonus Mamak." pinta mamak dengan sok imut.
__ADS_1
"ini untuk pegangan Mamak ya, dan ini bukan upah Mamak."
Mamak langsung memelukku, sebenarnya aku menahan air Mataku untuk mengalir. entah apa yang terjadi kenapa tiba-tiba ingin menangis.